
Samuel berlari ke arah Chaterine yang tiba-tiba jatuh pingsan,ia merengkuh tubuh sang adik setelah sampai di dekat nya.
Samuel menjadi khawatir saat melihat sang adik yang terlihat lebih pucat dari tadi pagi sebelum ia berangkat ke kampus.
"Chaterine, bangun sayang." seru Samuel dengan menepuk pelan pipi sang adik, yang tidak kunjung sadar,
"Mike, cepat siapkan mobilnya! kita harus segera pergi ke rumah sakit."teriak Samuel dengan kencang, ia juga menggendong sang adik dan berjalan perlahan.
Mike yang mendengar perkataan dari tuan muda nya segera berlari dan mengambil mobil, untung jarak mobilnya tidak jauh dari mereka. mike segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil itu ke arah Samuel yang tengah berdiri di pinggir jalan sambil menggendong sang adik ala bridal style.
Samuel segera masuk ke dalam mobil yang masih sang adik di dalam dekapan nya, ia sangat khawatir dengan kondisi Chaterine saat ini. bahkan ia sampai menendang kursi pengemudi saat merasakan mobilnya berjalan terlalu pelan untuk nya. padahal Mike sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi saat ini.
"apa kamu sudah bosan bekerja Mike? kenapa kamu melajukan mobilnya dengan sangat pelan hah"bentak Samuel kepada Mike, Mike yang mendengar nya pun menambah kecepatan lagi. ia menyalip beberapa kendaraan yang melintas di depan nya, bahkan ia juga tidak peduli dengan orang-orang yang membunyikan klakson mobil mereka,
setelah beberapa menit, kini mereka telah sampai di depan rumah sakit. dan Samuel segera berlari ke dalam rumah sakit dan berteriak memanggil suster ataupun dokter yang bertugas hari ini.
Chaterine segera ditangani oleh dokter, dokter itu terburu-buru masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa kondisi Chaterine saat ini.
Samuel berjalan mondar-mandir, tidak berselang lama keluarga nya tiba di sana dan mereka memberikan pertanyaan bertubi-tubi kepada Samuel.
"Samuel, bagaimana dengan keadaan adik kamu sayang. adik kamu baik-baik saja kan."tanya mommy Jovinka dengan menggoyangkan kedua bahu Samuel,
"adik masih di tangani oleh dokter mom, samping sekarang dokter nya belum keluar dari ruang itu,"jawab Samuel
__ADS_1
klekkk
dokter itu membuka pintu ruangan ICU nya, dokter itupun segera menjelaskan apa yang terjadi kepada sang adik. dan betapa terkejutnya mereka saat mendengar perkataan dari dokter jika Chaterine terkena racun yang sudah mulai menyebar ke seluruh tubuh nya.
mereka semua menjadi lemas setelah mendengar perkataan dari dokter, Leon yang mendengar nya tak kalah terkejutnya. apa mungkin racun itu ada pada luka Chaterine kemarin malam.
Leon sangat menyesal jika tahu ini semua akan berakhir seperti ini, sungguh ia tidak bermaksud untuk melukai Chaterine. apalagi membuat Chaterine terbaring lemah seperti ini, kini Leon menjadi khawatir dengan kondisi tubuh Chaterine, ia tidak menyangka jika semua rencananya akan seperti ini.
"kenapa Chaterine bisa terkena racun dan bahkan sudah mulai menyebar ke seluruh tubuh nya?" tanya Samuel kepada angel yang tadi malam pergi bersama dengan Chaterine.
"angel tidak tahu kak, atau mungkin racun itu menyebar melalui luka Chaterine kak,"jawab angel dan seraya bertanya.
"mungkin?" jawab Samuel, ia mulai memikirkan tentang kondisi sang adik jika sampai mereka tidak bisa menemukan penawar racun itu.
"kita harus segera mencari penawar nya kak, sebelum racunnya menyebar luas di dalam tubuh Chaterine."usul Julio, mereka segera bangkit dan mencari obat penawar nya. mereka tidak peduli jika mereka harus membayar nya dan berapa pun harga nya asal sang adik bisa sembuh,
mereka harus bisa segera masuk kedalam kamar pasien Chaterine saat ini untuk memberikan obat penawar racun yang kedua untuk Chaterine.
sudah cukup lama mereka mengawasi nya namun masih banyak orang yang berada di luar ruangan pasien, mereka akhirnya tidak mempunyai pilihan lain selain menyamar sebagai seorang dokter di rumah sakit itu.
"kenapa mereka semua tidak kunjung pergi juga? jangan sampai aku terlambat memberikan penawar racun ini, nona akan dalam bahaya jika sampai terlambat memberikan nya,"gumam orang itu dengan memperhatikan mereka semua, ia berjalan dengan hati-hati dan masuk kedalam ruangan seseorang dokter,
orang itu memukul pelan belakang kepala dokter itu agar pingsan, setelah nya orang itu segera mengambil jas dokter dan juga memakai kacamata untuk penyamaran nya.
__ADS_1
saat ingin masuk ia sempat di tanya oleh Dady Axel tapi ia berhasil membuat mereka semua percaya dan sekarang ini dia sudah berada di dalam ruangan Chaterine, dengan segera ia menyuntikkan obat penawar racun yang ada di dalam tubuh Chaterine.
setelah selesai dengan urusan nya, ia segera keluar dan dia dikejutkan dengan tatapan orang-orang yang sedang menunggu Chaterine di luar ruangan.
"bagaimana dengan keadaan putri saya dokter?" tanya Dady Axel tanpa melihat ke arah dokter itu, perasaan nya campur aduk Sekarang ini.
"sudah lebih baik dari sebelumnya tuan, lebih baik kalian cepat mencari penawar racun itu." jawab sang dokter dengan sopan,
"saya permisi tuan." timpal nya, sedangkan Dady Axel hanya mengangguk lemah.
"bangunlah sayang, kamu membuat ku menjadi khawatir dengan keadaan mu. maafkan aku sayang, seharusnya aku tidak merencanakan tentang ini semua kepada kamu."batin Leon dengan kekhawatirannya terhadap Chaterine saat ini, ia juga menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan penawar racun itu.
"semuanya akan baik-baik saja Leo ."seru Alvin dengan menepuk bahu Leon,
"semua nya akan baik-baik saja jika kita mendapatkan penawar racun itu,Vin,"ujar Leon dengan lirih.ia benar-benar tidak bisa melihat Chaterine seperti ini,
melihat Chaterine marah terhadapnya saja sudah membuat nya tidak bisa tidur dengan nyenyak, apalagi sekarang ini Chaterine sedang sakit dan itu membuat nya bertambah tidak bersemangat,
"kita juga sudah meminta anak buah kita untuk mencari keberadaan dokter misterius itu Leon, tenanglah semua akan baik-baik saja."jawab Alvin yang sangat yakin jika mereka akan berhasil menemukan penawar racun itu.
dan tanpa mereka sadari bahwa Chaterine sudah di beri penawar racun itu dan sudah mulai menyebar ke seluruh tubuh nya, walau masih belum sadarkan diri.
Samuel berjalan gontai saat masuk ke dalam rumah sakit dan menelusuri lorong rumah sakit,ia tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada kedua orang tuanya,
__ADS_1
"Samuel apa kamu sudah menemukan penawar racun itu?"tanya mommy Jovinka yang penuh harap dan tersenyum lebar saat melihat putra pertamanya, tapi sayang nya harapan nya tidak terwujud.
saat Samuel menggeleng kan kepala nya dengan cepat