
"kamu apakan dia sampai jatuh pingsan begitu?" tanya Angel dengan penasaran, Chaterine yang mendengar perkataan dari angel menghela nafas panjang. bisa-bisa sepupunya bertanya hal bodoh seperti ini kepada nya.
"bukannya kamu sudah melihat nya tadi? aku bahkan belum menyentuh nya sama sekali, dasar dia nya saja yang mental nya lemah." ujar Chaterine dengan santai, ia menoleh ke belakang saat ia mendengar langkah kaki menuju arah nya.
"nona!." sapa mereka semua dengan sopan dan membungkukkan badannya.
"hmm, urus dia dengan baik. dan jangan lupa kembalikan dia ke bos nya dan berikan sebuah kado istimewa ku kepada orang itu, apa kalian mengerti?."seru Chaterine ia juga menekan setiap kata nya, bahkan anak buah nya tidak ada yang berani menatap wajah nya langsung.
"mengerti nona,"jawab mereka bertiga serentak dan tegas, Chaterine kembali berucap kepada mereka.
"jangan lupa bereskan sisa nya dengan bersih tanpa melibatkan banyak orang." perintah Chaterine yang tidak bisa mereka bantah, walau usia Chaterine jauh lebih muda dari mereka tapi jangan pernah meragukan kemampuan nya saat menghadapi semua musuh nya, ia tidak akan mengampuni mereka dengan mudah.
"baik nona, kami permisi."seru mereka dengan sopan dan penuh hormat, angel bahkan di buat takjub melihat anak buah Chaterine yang sangat menghormati sepupunya itu.
anak buah Chaterine pun pergi meninggalkan tempat nya dengan membawa mata-mata itu, mereka tidak lupa membereskan sisa nya dengan sangat rapi. sedangkan Chaterine sudah kembali mengantri untuk membeli nya.
setelah selesai dengan pesanan nya Chaterine kembali masuk kedalam mobil nya dan menaruh makanan yang ia beli di taruh di belakang kursinya.
"ayo kak kita pulang."seru Chaterine dengan lembut dan tersenyum lebar ke arah sang kakak.
__ADS_1
"iya sayang"jawab Samuel, ia menatap wajah Chaterine dengan lekat, seperti sedang mencari sesuatu yang ada di dalam diri adik nya.
Mike pun melakukan mobil nya dengan kecepatan sedang, di dalam perjalanan menuju mansion keluarga banedict. Chaterine tak henti-hentinya mengedarkan pandangannya ke segala arah di jalan, dia tersenyum kecil karena sebentar lagi ia akan wisuda dan kembali ke Jerman dengan alasan kuliah.
di dalam mobil sesekali Samuel maupun Julio melirik ke arah Chaterine yang tengah tersenyum sendiri, sesekali mereka mengobrol kan tentang kuliah sang adik.
di dalam perjalanan Chaterine lebih banyak diam nya dan itu membuat Samuel terheran-heran melihat sang adik, tidak membutuhkan waktu lama mereka kini sudah tiba di rumah.
Samuel turun lebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Chaterine, dia juga mengulurkan tangannya agar sang adik bisa memegang tangan nya.
Chaterine menerima uluran tangan dari sang kakak, ia tersenyum simpul dan menambah kesan cantik di diri Chaterine, mereka masuk ke dalam rumah dan ternyata di dalam sana sudah ada kedua orangtuanya dan dua kakak nya, dan keluarga Leon yang sudah sampai di rumah lebih dulu.
"Dady, mommy"panggil Chaterine dengan berlari kecil dan memeluknya tubuh sang Dady,
"kenapa kalian baru sampai?"tanya mommy Jovinka, mereka seharusnya bisa datang bersamaan,walau mereka tidak datang bersama seharusnya jarak nya juga tidak jauh.
"beli makanan dulu tadi dad,"jawab Chaterine dengan menunjuk paper bag yang ada di tangannya.
"memangnya apa yang kamu beli sayang.?"tanya Dady Axel dengan menaikkan satu alisnya walau sebentar ia sudah tahu putri nya membeli di mana tapi.
__ADS_1
"eumm kue dad,"jawab Chaterine spontan dan membuatnya terkekeh kecil saat melihat ekspresi wajah sang Dady.
"hmm ya sudah, lebih baik kamu istirahat sekarang sayang! pasti kamu lelah kan."ujar Dady Axel dengan lembut dan mengusap puncak kepala Chaterine dengan lembut, ada nyeri sakit saat mengetahui jika di dalam tubuh putri nya ada sebuah racun dan sampai sekarang anak buah mereka belum bisa mendapatkan penawar nya.
walau mereka tidak tahu jika putri nya sudah mendapatkan penawar racun tersebut, Chaterine mengangguk kan kepala nya dan berjalan ke gazebo, ya dia pergi ke gazebo untuk istirahat dan bukan kamar nya.
angel, Leo. dengan yang lain nya mengikuti Chaterine, karena mereka masih berusaha untuk meminta maaf kepada Chaterine. bahkan mereka hampir menyerah saat melihat sikap cuek Chaterine terhadap mereka tapi sekarang justru mereka kembali ingin meminta maaf kepada Chaterine.
mereka seperti nya harus membujuk Chaterine lebih keras lagi agar Chaterine luluh dengan mereka dan tidak marah kembali.
Chaterine yang awalnya ingin memejamkan matanya kini membuka matanya dengan lebar saat melihat sepupu dan calon tunangannya sedang berjalan ke arah nya, sepertinya mereka belum menyerah juga untuk meminta maaf pikir Chaterine.
ia membenarkan posisi duduk nya dan membaca novel yang sudah ia siapkan sebelum nya, ia kembali fokus ke novel nya dan bahkan ia tidak menggubris kedatangan sepupunya yang sudah duduk di depan nya yang tengah menatapnya dengan tatapan penuh selidik.
Chaterine hanya diam saja melihat mereka sudah duduk di dekat nya, bahkan ia tidak menganggap keberadaan mereka sama sekali dan pura-pura tidak melihat keberadaan mereka saat ini.
"sepertinya dia masih marah, diam nya dia sudah menunjukkan semuanya." batin Alvin dengan menatap wajah Chaterine dengan seksama dan sulit untuk di jelaskan.
"jika tahu akan seperti ini, aku tidak akan pernah membuat nya marah. ternyata sangat susah untuk membujuk nya kalau sudah marah, tapi justru membuat nya tambah cantik kalau dia sedang marah."batin Leon yang justru betah memandang wajah Chaterine yang masih marah kepada mereka.
__ADS_1
"bagaimana caranya untuk membujuk nya agar tidak marah lagi,"batin angel yang menatap Chaterine tanpa mengedip sedikit pun, Chaterine yang di mendapatkan tatapan seperti itu membuat nya jengkel, niat hati untuk istirahat justru tidak bisa saat melihat kehadiran mereka semua.
"sekali nya marah sangat lama ini membuat ku tersiksa."batin Leon dengan menarik nafas dalam-dalam, sepertinya Leon sudah kapok untuk membuat Chaterine marah lagi suatu saat nanti.perempuan memang susah untuk di mengerti,