ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 103


__ADS_3

saat dalam perjalanan pulang Chaterine hanya diam saja, sesekali ia memainkan jemarinya karena bosan dengan perjalanan nya.


Leon tersenyum kecil melihat tingkah Chaterine yang seperti anak kecil sekarang,


"kita mau kemana?" tanya Chaterine setelah melihat jalan yang bukan menuju rumah nya.


"ke suatu tempat, dan memberikan mu hukuman karena sudah berani pergi tanpa memberi kabar."jawaban Leon sukses membuat Chaterine melotot ke arah nya,


seperti nya ia harus mencari cara untuk kabur dari Leon atau dia akan terkena masalah.


saat lampu merah Chaterine berusaha kabur dari Leon, tapi rencana nya sudah terbaca oleh tunangannya saat ini.


Leon memeluk erat Chaterine yang sedang duduk di pangkuan nya,


"mau kemana hmm? jangan pernah berfikir untuk lari lagi dari ku sayang, atau kamu akan aku hukum seberat-beratnya nya nanti!" Chaterine tidak menjawab perkataan dari Leon, Leon yang melihat nya tersenyum puas, ternyata tunangannya termasuk penurut.


"ayo turun kita sudah sampai." timpal nya, Chaterine turun terlebih dahulu dan melihat sekeliling nya, ada rumah besar di depan nya saat ini dan jauh dari keramaian.


"ini rumah siapa?" tanya Chaterine dengan penasaran dan tanpa melihat ke arah Leon yang berdiri di sampingnya.


"rumah kita "jawab Leon singkat, Chaterine yang mendengar nya menoleh seketika. dia bingung sendiri kenapa calon suami nya bisa memilih tempat tinggal seperti ini.


"kita akan tinggal di sini bersama papa dan mama,"jawab nya saat melihat ekspresi wajah Chaterine, Chaterine hanya mengangguk setelah Leon berkata seperti itu.


"kenapa sepi?"

__ADS_1


"mama sama papa sedang di luar, mereka ada urusan." jawab nya dan membawa Chaterine masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


setelah sampai di dalam kamar barulah Chaterine was-was kepada Leon perihal hukuman yang akan di berikan oleh Leon kepada nya nanti.


"aku sangat merindukanmu sayang." ujar Leon Dengan memeluk erat tubuh Chaterine, sedangkan sang empu nya membeku akibat Leon yang tiba-tiba memeluk nya.


Leon melepaskan pelukannya sebentar dan memandangi wajah Chaterine yang selama enam bulan ini ia rindukan, ia menelusuri wajah Chaterine dengan jemarinya dan berhenti di bibir Chaterine.


cup


Chaterine mendelik saat Leon menciumnya tiba-tiba,Leon menahan tengkuknya untuk memperdalam ciuman nya, dari ciuman biasa kini menjadi ******* kecil.


Leon menyesapnya dan menggigit bibir bawah agar bisa memudahkan nya.


Leon melepaskan pangutan nya saat Chaterine memukul pelan dada nya. mereka sama-sama meraup banyak-banyak oksigen, Leon tersenyum kecil melihat nya.


"lain kali aku akan menghukum mu lebih berat lagi jika masih berani pergi dari ku, ayo aku akan mengantarkan mu pulang." ujar nya sambil memeluk Chaterine dan segera melepaskan pelukannya, saat ini keluarga calon istri nya juga harus tahu jika Chaterine sudah pulang.


"dasar mesum." ujar Chaterine dengan pelan, Leon yang mendengar nya segera berbalik dan menatap lekat wajah Chaterine saat ini.


"aku bisa lebih mesum dari ini, apa kamu ingin mencobanya sayang!" seru Leon dengan berjalan ke arah Chaterine, ia tersenyum miring melihat reaksi dari Chaterine.


"ti-tidak."jawab Chaterine dengan cepat sambil memalingkan wajahnya yang merah, Leon tersenyum tipis melihat nya. sungguh menyenangkan bisa menggoda calon istrinya itu.


di dalam perjalanan bahkan Leon tidak membiarkan Chaterine duduk di sampingnya,

__ADS_1


Leon mengambil sesuatu di saku jas nya dan memasangkan cincin di jari manis Chaterine.


"hadiah ulang tahun dari ku." ujar Leon yang mengerti dengan tatapan Chaterine, sedangkan Chaterine tersenyum lebar melihat cincin yang ada ukiran bunga Lotus.


"terima kasih." jawab nya tulus,


"apa kamu menyukai nya?"


"iya, ini sangat indah apalagi ada ukiran bunga di cincin nya." jawab Chaterine dengan tersenyum manis, Chaterine sendiri suka dengan bunga dan tentunya ada beberapa bunga yang tidak ia sukai juga.


"aku senang mendengar nya." tentu saja Leon bahagia karena hadiah nya di sukai oleh tunangannya, tidak percuma ia meminta angel untuk memberitahu semua kesukaan dari Chaterine.


"ayo turun kita sudah sampai." Chaterine mengangguk dan saat ingin mengambil paper bag kue dengan cepat Leon menahan nya, bagaimana mungkin ia membiarkan Chaterine membawa barang-barang nya.


saat keluar dari dalam mobil, semua bodyguard di sana terkejut dengan kedatangan Chaterine bersama dengan Leon. sebenarnya mereka tahu jika Chaterine keluar diam-diam dari rumah malam itu, mereka juga tidak ada yang mencegah nya. walau mereka pasti akan terkena amukan dari semua orang tapi mereka tidak peduli dengan itu.


"selamat datang kembali nona." sapa mereka dengan sopan, saat melihat Chaterine sudah berada di depan mereka.


"terima kasih, maaf." ujar nya sambil memegang kedua telinga nya, tentu saja Chaterine tahu jika malam itu mereka membiarkan nya pergi dan bahkan mereka diam-diam memesan kan taksi untuk nya.


"tidak perlu minta maaf nona, anda tidak punya salah kepada kami." jawab salah satu dari mereka, mereka bahagia saat melihat nona mereka kembali dengan selamat dan itu sudah lebih dari cukup.


sekarang Leon tahu jika semua bodyguard di sini secara diam-diam membantu Chaterine malam ini dan bahkan mereka rela di pukuli oleh Samuel.


"terima kasih,aku masuk dulu."ujar Chaterine dengan lembut, dan mendapatkan anggukan kepala dari mereka. salah satu dari mereka mengambil koper Chaterine yang berada di dalam bagasi mobil dan membawa nya masuk.

__ADS_1


__ADS_2