
"ayolah kita tidak setiap hari kan melibatkan mu dalam masalah."kata angel, Chaterine yang mendengar nya menjadi kesal. jika sepupunya itu ada di sini, sudah bisa di pastikan bahwa dia akan memukulnya dengan keras.
"jangan pura-pura lupa ya, siapa yang mengurus kalian di Jepang waktu itu yang sedang mendapatkan masalah dan aku harus bolak-balik pergi ke kantor polisi, yang lebih menyebalkan lagi kalia satu Minggu penuh keluar masuk di sana dan setelah itu kalian menabrak sebuah mobil dan aku juga yang mengurus nya." ujar Chaterine, sedangkan angel tersenyum kikuk.
"masih ada lagi, waktu kalian hilang di Jepang siapa yang mencari keberadaan kalian bertiga hah, dan masih banyak lagi dan kamu bisa-bisanya mengatakan tidak melibatkan ku dalam masalah kalian. hampir satu tahun penuh kalian membuat ku gila karena tingkah kalian dan kamu bilang tidak melibatkan ku terus atau kamu ingin aku memberikan cctv setiap kota dan negara di mana tempat kalian membuat masalah hah."omel Chaterine yang berbicara dengan super cepat nya, bahkan Leon sampai tidak berkedip menatap wajah sang istri. sedangkan angel tertawa terbahak-bahak mendengar Omelan sepupunya itu, cara bicara Chaterine yang super cepat itu membuat semua orang terkejut dan bahkan keluarga nya juga tidak kalah terkejut nya.
"hahaha...... aku pikir kamu sudah lupa berbicara dengan cepat seperti itu." ujar angel di sela tertawa nya, ia bahkan sambil memegang perutnya yang sakit karena mendengar perkataan dari Chaterine.
"ini semua karena mu."gerutu Chaterine sambil bersedekap tangan, lagi dan lagi Chaterine kembali terdiam. saat melihat beberapa potongan kejadian yang akan menimpa dirinya, Chaterine mencengkram erat sofa tersebut sambil memejamkan matanya. Leon yang melihat perubahan sikap Chaterine merasa curiga dan terlebih lagi genggaman tangan sang istri membuat nya yakin jika ada sesuatu di diri sang istri.
angel yang baru menyadari nya memutar laptop nya ke arah sang uncle, Axel yang melihat putri nya yang tidak baik-baik saja menjadi gelisah dan terlebih lagi cara Chaterine menyembunyikan sesuatu mengingatkan dirinya kepada sang kakak dan papa nya.
"apa Chaterine mewarisi nya?"tanya Axel dalam benak nya, inilah yang dia takutkan. jika putri nya memang mewarisi nya itu akan membuat hidup nya selalu bahaya.
"Chaterine."panggil Dady Axel yang berhasil menyadarkan kembali Chaterine, Chaterine memalingkan wajahnya sambil mengatur nafasnya yang memburu.
"iya dad."ujar Chaterine dengan tersenyum lebar, ia tidak ingin membuat keluarga terlibat dalam masalah besar jika mereka tahu jika dirinya bisa melihat masa depannya sendiri, tetapi entah mengapa ia tidak bisa melihat masa depan keluarga nya sendiri.
sepertinya ada sesuatu yang salah dalam penglihatannya kali ini, dirinya memang akan terpisah begitu lama dengan keluarga nya tapi yang membuatnya bingung adalah sosok pria yang ada di dalam penglihatan nya tetapi ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria tersebut.
"ada apa sayang?"
__ADS_1
"tidak ada dad, Chaterine baik-baik saja hanya saja tadi kepala Chaterine terasa sakit itu saja."jawab Chaterine dengan berbohong, Axel yang tahu jika putri nya sedang berbohong memilih diam saja, mungkin putri nya memiliki alasan nya sendiri kenapa dia harus berbohong kepada nya.
"apa yang sedang Dady lakukan selama aku tidak ada?"tanya Chaterine yang mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka saat ini.
"tentu saja bersantai, karena kebetulan pengganggu yang berada di rumah tidak ada dan itu membuat Dady leluasa."jawab Axel dengan berbohong, bahan ia tidak bisa tidur dengan nyenyak setelah putri nya menikah.
mereka selalu terbayang-bayang tingkah laku Chaterine saat bersama mereka dan bahkan setiap sudut di dalam atau di luar rumah selalu mengingatkan mereka kepada Chaterine. bahkan para pelayan dan bodyguard di rumah juga pernah mengatakan jika rumah nya terasa sepi kembali seperti dulu sebelum kedatangan Chaterine.
Chaterine tersenyum kecil, tentu saja dia tahu jika sang Dady dan kakaknya tidak akan bisa tidur tanpa diri nya. angel yang melihat raut wajah sedih Chaterine mencoba untuk mengalihkan perhatian nya.
"besok aku akan datang tapi hanya bisa dua hari saja di sana, kamu tahu sendiri kan jika kuliah ku yang sekarang lebih ketat dari yang sebelumnya jadi aku tidak bisa lama-lama di sana!"seru angel, Chaterine mengangguk kan saja kepalanya.
"jangan sampai lupa pesanan ku ya."ujar Chaterine yang mengingatkan kembali kepada angel
"kenapa tiba-tiba saja kamu ingin memakai kalung jadul itu?"tanya Angel.
"aku hanya sedang merindukan kakek saja, lagi pula itu hadiah yang pertama kali di berikan kakek untuk ku."jawab Chaterine, memang benar jika saat ini dirinya sedang merindukan sesosok sang kakek, walau dari kecil Chaterine selalu membangkang terhadap perintah sang kakek tetapi sesungguhnya ia sangat menyayangi kakek nya dan rasa sayang nya melebihi rasa sayang nya kepada kedua orang tua nya.
"oh, ya sudah aku mau kuliah dulu sampai jumpa."ujar angel sambil melambaikan tangannya ke arah Chaterine dan kemudian mengarah kan layar laptop nya ke arah keluarga yang lainnya.
kemudian angel mematikan panggilan telepon nya dan segera pergi ke kampus, karena hari ini ada kuis dan dosen Gila itu.
__ADS_1
"apa kamu yakin sayang kamu tidak mau jalan-jalan?."tanya leon untuk memastikan nya sekali lagi.
"aku mau di rumah saja."jawab Chaterine tanpa melihat wajah sang suami. kebetulan hari ini bawahan nya mengirimkan beberapa email tentang berkas-berkas yang berada di laptop nya.
"apa yang sedang kamu lakukan sayang?" tanya Leon, ia kemudian melihat ke arah layar laptop yang sepertinya itu email masuk dari perusahaan sang istri, bagaimana dia akan tidur jika email yang masuk sebanyak itu.
"aku sedang melihat email yang masuk, takutnya nanti penting."jawab Chaterine dengan tersenyum kecil.
"sebanyak ini?"
"iya, kenapa?"
"bukankah ini terlalu banyak sayang, kapan kamu akan istirahat nanti."keluh Leon, Chaterine menatap wajah sang suami dan memberanikan diri nya untuk memegang kedua pipi sang suami dan kemudian tersenyum lebar.
"aku hanya melihat email yang penting-penting saja"ujar Chaterine,
"hmm, besok kita jalan-jalan oke, aku tidak mau mendengarkan alasan lagi."ujar Leon sambil memejamkan matanya dan menikmati sentuhan lembut tangan Chaterine di wajah nya, Chaterine tersenyum miring saat melihat Leon menutup matanya.
sedangkan Alvin yang sedari tadi ada di ambang pintu hanya memperhatikan saja, awalnya ingin menutup pintu kamar Leon tetapi justru melihat senyuman aneh di wajah Chaterine dan itu membuat nya curiga.
Catherine mendekatkan wajahnya dan kemudian memiringkan kepalanya,Alvin yang awalnya mengira Chaterine yang akan mencium Leon ternyata salah. justru Chaterine menggigit telinga Leon dan membuat sang empunya meringis.
__ADS_1
"sayang, kenapa kamu menggigit telinga ku hmm?"tanya Leon sambil menangkup pipi Chaterine dengan kedua tangannya. sedangkan Chaterine terkekeh kecil.