
"bagaimana mommy harus menghukum mu sayang?"tanya Chaterine dengan tersenyum Devils, Luis yang melihatnya segera berlari meninggalkan sang mommy dan bukan Chaterine namanya jika tidak mengejar putra nya yang paling kecil.
sedangkan keluarga yang lainnya sedang asyik melihat aksi Chaterine kejar-kejaran dengan salah satu putra nya, mereka seperti melihat sesosok Chaterine pada Luis.
walaupun mereka sebenarnya sangat penasaran dengan tingkah Chaterine yang sekarang ini, kenapa dia harus menurut pada ancaman nya Leon dan jika saja dia tidak mengingat sesuatu tentang mereka, seharusnya dia tidak perlu takut dengan ancaman dari Leon atau mungkin ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Chaterine saat ini.
"semangat mom, kejar sampai dapat mommy."teriak Luke yang memberikan semangat kepada sang mommy, sedangkan ketiga putranya hanya melihat nya saja.
"kak Luke, kakak mengkhianati ku, aku juga akan mengkhianati kakak nanti."ujar Luis yang masih berlari ke sana kemari, Luke yang mendengar nya tertawa pelan.
"lakukan jika kamu sanggup."tantang Luke kepada adik bungsunya.
"mommy, satu bulan yang lalu kak Luke yang menghilang kan jam tangan kesayangan mommy."ujar Luis, sedangkan luke melotot tidak percaya ke arah sang adik. Chaterine yang mendengar nya berbalik arah.
"apa itu benar sayang?"tanya Chaterine sedangkan Luis sudah bersembunyi entah kemana.
"Luke tidak sengaja mom.sungguh"
"sayang kamu tahu kan jika jam tangan itu adalah jam kesayangan mommy dan itu pemberian dari kakek buyut kalian."ujar Chaterine yang tidak sengaja mengatakan yang tidak seharusnya, ia menutup rapat-rapat mulutnya agar tidak banyak bicara.
"aduh, jangan sampai aku ketahuan jika sudah ingat kembali tentang mereka. ini semua karena Dady yang terus saja menatap ku dan membuat ku ingat dengan mereka dalam seketika."batin Chaterine sambil menyalahkan diri nya sendiri yang tidak bisa di rem.
"Chaterine, kamu akan dalam masalah besar, jika sampai mereka tahu kamu sedang berpura-pura saat ini. aku harus segera menyelesaikan tugas ku dulu sebelum benar-benar mereka mengetahui nya.
"katakan sekali lagi sayang." ujar Leon dengan tatapan tajam, berani-beraninya istrinya membohongi mereka semua terutama pada dirinya.
"apa kamu berbicara dengan ku?"tanya Chaterine dengan menunjuk kepada dirinya sendiri.
"siapa lagi kalau bukan kamu sayang?"
"aku tidak mengerti apa maksud mu."jawab Chaterine, saat ingin menghukum ke dua putranya, mereka sudah menghilang entah kemana.
__ADS_1
"Luke, Luis, kalian mau keluar sendiri atau mommy yang membawa kalian berdua keluar dari persembunyian kalian."ujar Chaterine dengan menghindari tatapan mata dari Leon beserta keluarga nya yang lainnya.
Chaterine memejamkan matanya saat mendapatkan penglihatan nya kembali dan menggelengkan kepalanya dengan cepat,
saat membuka matanya, sudah ada kedua putranya yang berdiri di depan nya.
"apa mom baik-baik saja?"tanya mereka semua serentak.
"kita harus kembali boy, kedua uncle kalian dalam bahaya."jawab Chaterine, mereka semua menganggukkan kepalanya.
"kita pergi sekarang atau nanti mom?"tanya Luis, sedangkan keempat kakaknya sangat kompak memukul kepala Luis.
"sekarang boy, tidak perlu mommy memberikan perintah kalian semua sudah tahu apa yang harus kalian kerjakan bukan."
"kami mengerti mom."jawab mereka serentak, sedangkan Chaterine memeriksa cctv di tempat mereka tinggali dulu.
"mom, helikopter akan siap dalam waktu lima belas menit lagi dan akan datang langsung ke sini."ujar Lucas
"Liam juga sudah meminta seseorang untuk mengawasi keluarga kita dari jauh mom, tetapi untuk ketiga kakak aku meminta mereka menyembunyikan nya di sana."
"Luke juga sudah mengirimkan mata-mata untuk memasukkan mereka kedalam rumah, perusahaan dan juga ada yang menjadi bodyguard uncle dan aunty tanpa sepengetahuan mereka mom."
"bagaimana dengan mu Luis?"tanya Chaterine yang sedari tadi melihat putranya Luis yang hanya diam saja.
"mom, kita harus segera sampai. Luis juga sudah meminta anak buah kita untuk menjemput kita di tempat rahasia kita."ujar Luis sambil memberikan handphone nya, Chaterine yang melihat data-data yang di berikan oleh putra nya sangat terkejut.
"mom, helikopter kita sudah sampai."ujar Lucas, sedangkan yang lainnya cukup terkejut dengan apa yang di katakan oleh putra-putra nya Chaterine yang memiliki kemampuan sama seperti Chaterine.
kelima putra Chaterine memiliki kecerdasan yang sama dengan sang mommy dan Dady mereka tentunya, mereka ahli dalam bidang IT, racun dan tentunya dalam pendidikan mereka juga mumpuni.
"kalian pergi lah dulu, mommy akan menyusul kalian sebentar lagi."perintah Chaterine dan di ikuti oleh kelima putranya, bagi mereka perintah sang mommy adalah yang paling utama bagi mereka.
__ADS_1
Chaterine mendekat ke arah sang Dady dan siapa sangka jika kakak-kakaknya juga mendekati nya.
"sepertinya kita masih belum bisa berkumpul kembali Dady, mommy, kakak. Chaterine harus segera pergi, dan tolong rahasiakan dari mereka semua jika ingatan Chaterine sudah kembali, jika sudah selesai Chaterine akan segera pulan."bisik Chaterine dan segera berlari, Leon yang melihat nya mengejar sang istri.bagaimana mungkin ia akan membiarkan nya pergi meninggalkan dirinya lagi.
"kamu mau kemana sayang?"tanya Leon yang berhasil mencekal lengan Chaterine.
"ada urusan penting yang harus di selesaikan."jawab Chaterine dengan menarik tangan nya dengan pelan dan kemudian membisikkan sesuatu Kepada Leon.
"tunggu aku sebentar lagi bunny, aku harus menyelesaikan masalah ini dengan segera, jangan mengikuti Karena aku tidak ingin melihat mu terluka lagi. aku mencintaimu bunny."bisik Chaterine dan mencium bibir Leon dengan singkat.
Leon kembali masuk kedalam rumah dengan muram, baru mereka bertemu tetapi sudah berpisah kembali.
"uncle apa yang di bisikan oleh Chaterine tadi?"
"dia hanya meminta kita untuk tidak menggangu nya."jawab Axel dengan berbohong.
"apa kamu yakin Axel, kenapa aku merasa jika kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari Kami semua saat ini?"tanya papa Ludwig, Leon yang mendengar nya tersenyum kecil mungkin istrinya meminta keluarga nya untuk tidak memberitahu mereka.
"kenapa uncle senyum-senyum sendiri?"tanya Naomi dan membuat mereka menatap aneh ke arah Leon.
"uncle lagi mikirin aunty ya..."timpalnya, Leon menganggukkan kepalanya, sepertinya sikap Naomi mewarisi dari sang ibu nya.
"ada apa?"tanya Alvin, Alvin tentu tahu bukan itu yang membuat sahabat nya tersenyum sendiri seperti tadi.
"hanya memikirkan tentang Chaterine dan aku juga tidak bisa melarang nya untuk pergi."
lagi-lagi mereka di kejutkan dengan anggota mereka semua kembali di serang, sepertinya kepulangan Chaterine membuat para musuh mereka kembali bermunculan tetapi kali ini mereka juga sudah mempersiapkan segala nya.
Leon dan teman-temannya segera pergi ke Italia tempat markas besar Kings, sedangkan keluarga besar Axel pergi ke Jerman karena anggota mafia mereka berada di sana dan secara kebetulan anggota black wolf juga berada di sana.
mereka kembali di sibukkan diri dengan mempertahankan posisi mereka saat ini dan menghancurkan mafia lainnya yang sudah berani mengusik ketenangan mereka.
__ADS_1