
Hai Hai kak... author menyapa lagi, jangan lupa ya kak sempatkan komen like dan bintang 5. Dan yang berkenan vote, yuk kak vote yang banyaaaak.
Salam hangat dari author Ketcheeeh
Selamat membaca!
***
Di Vila keluarga Amarkhan, Abian beserta istri dan keluarga Wijaya Ahmad berencana akan mengunjungi pantai Kuta. Sekarang semua nya tengah bersiap siap dikamar masing masing.
Ketika Abian beserta istri akan keluar kamar tiba tiba terdengar suara pesan masuk.
“tumben ada yang kirim pesan” gumam Mommynya Faishal dalam hati dengan kening mengkerut.
Setelah melihat siapa yang mengirim pesan, kerutannya semakin dalam dan setelah membaca pesan tersebut ia hanya bisa menghela napas kasar. Memang sudah dipastikan kalau Faishal akan membangkang seperti ini.
Sedangkan Daddynya Faishal aka Abian penasaran siapa yang mengirim pesan, rasa penanasarannya semakin bertambah ketika melihat istrinya mengerutkan keningnya semakin dalam disertai helaan nafas kasar.
“siapa mom yang kirim pesan?”Tanya sang daddy
“hmmmmm sesuai dugaan kita dad, putra semata wayang kita membangkang tidak mau menikah dengan Syeila, bahkan sekarang dia sudah terbang ke Jakarta” terang sang mommy resah
“ya sudahlah mom, nanti sesuai rencana kita aja biar daddy yang bicara dengannya dan daddy pastikan dia pasti mau menikahi Syeila” ucap sang daddy menenangkan
“untuk sekarang lupakan dulu masalah anak kita. Ayook keluar pasti wijaya dan keluarganya sudah menunggu” lanjut sang daddy
“iya dad” jawab mommy
Segera mereka keluar dari kamar menuju ruang keluarga yang ternyata sudah ada wijaya dan keluarganya.
“ayok kita langsung berangkat saja , ini sudah jam 9 pagi” ajak Pak Abian kemudian berlalu keluar vila setelah mendapat anggukan
Akhirnya seharian keluarga Abian dan Wijaya menghabiskan waktu diluar mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada dibali salah satunya adalah pantai Kuta. Mereka memutuskan keluar seharian karena besok harus sudah balik berikut dengan Wijaya dan keluarga. Wijaya beserta istri juga sudah diberitahu terkait sikap Faishal yang membangkan dan sudah diberi pengertian bahwa mereka tidak perlu khawatir terkait permasalahan pembangkangan Faishal.
Setelah mereka puas berwisata ria kemudian mereka memutuskan kembali ke vila karena jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam. Sesampianya di vila mereka langsung bersih diri dan tidur. .
***
Setelah pesawat yang ditumpangi Faishal telah mendarat di bandara Soekarno Hatta, Faishal segera keluar kemudian mencari david yang memang sebelumnya sudah dia hubungi untuk menjemputnya di bandara.
“Hei Bro disini” teriak david melambaikan tangan kerarah faishal yang celingak celinguk mencari dirinya
“Hmm” ucap Faishal singkat kemudian berjalan menuju kea rah David
Kemudian mereka segera masuk ke mobil. Ketika dalam perjalanan David merasakan bahwa bos sekaligus sahabatnya tersebut seperti menanggung beban akhirnya dia memberanikan bertanya.
__ADS_1
“loe kenapa bro tumben kusut banget seperti baju yang belum disetrika” celetuk david
“berisik” ketus Faishal dingin
“loe diam aja, tugas loe antar gue ke apartemen” lanjut Faishal masih dengan nada dinginnya
Setelah itu mobil hening, david tidak berani lagi untuk bertanya dari pada kena bentakan bos sekaligus sahabatnya. Setelah menempuh kurang lebih satu jam perjalanan akhirnya sampai di apartemen Faishal.
“thanks” ucap Faishal langsung turun dari mobil tanpa menunggu respon dari David.
Setelah Faishal keluar David kemudian mengemudikan mobilnya kembali.
Sesampainya di apartemen, Faishal yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 04.00 sore dia memutuskan untuk bersih bersih kemudian tidur. Dia sangat capek sekali, semenjak bertemu dengan bocah bernama Syeila yang sialannya kenal orang tuanya selalu membuatnya capek sendiri dalam menyingkapi tingkah konyolnya.
Dan akibat teriakan absurdnya yang mengatakan bahwa dia hamil sudah seperti boomerang baginya, apalagi ia menyadari orang tuanya sangat menginginkan hal tersebut.
Setelah selesai bersih bersih dan sibuk dengan pemikirannya sendiri akhirnya Faishal pun terlelap dalam tidurnya.
***
Keesokan harinya Faishal bangun dengan semangat seakan sudah melupakan kejadian kemarin. Kembali lagi ke rutinitas sebelumnya yaitu sekarang jam 08.00 pagi Faishal sudah bertengger manis di kursi kebesarannya sibuk melihat tumpukan berkas yang berisi laporan dari kepala divisi.
Sedangkan dibelahan dunia lain tepatnya di Bali, 2 keluarga telah bersiap siap menuju ke Bandara untuk kembali ke Jakarta. Setelah melakukan perjalanan 1 jam menuju bandara dan 2 jam menuju Jakarta akhirnya jam 10.00 pagi mereka sampai di Jakarta. Sesampainya disana mereka sudah disambut oleh sopir keluarga Abian Amarkhan karena pembantu keluarga Wijaya Ahmad masih diliburkan.
Didalam perjalanan pulang, Abian memecah keheningan dengan mengutarakan keinginannya.
Seketika Wijaya dan istrinya terkesiap. Pasalnya mereka tau bahwa putra mereka belum mau sama putrinya. Apalagi tingkah putrinya yang polos kelewat Masyaallah itu.
“maaf kak, bukannya Faishal belum mau ya? Kenapa kita nggak nunggu Faishal mau dulu kak? kenapa harus terburu buru?” berondong pertanyaan oleh pak Wijaya
“iya kak, jika kita terburu buru akan berdampak buruk pada pernikahan anak kita nanti” timpal Bu Lena istri pak
Wijaya
“Kalian tenang saja masalah Faishal menjadi urusanku dan masalah pernikahannya nanti selama aku masih hidup aku akan terus memantau rumah tangga mereka sampai mereka bisa saling menerima satu dengan yang lainnya” terang pak Abian meyakinkan
“iya, kami mohon terima maksut baik kami, saya sangat yakin hanya anakmu lah yang mampu mengembalikan kehangatan Faishal kepada keluarganya seperti dulu” tambah Bu Meri aka Mommynya Faishal.
“hmm, baiklah kak nanti malam kami tunggu dirumah jam 07.00” putus Wijaya dengan menghela napas berat seakan masih ada keraguan walau sebenarnya kalau jadi berbesan dengan Abian ia akan sangat senang berarti silaturahmi semakin erat.
Akhirnya keluarga Abian lega keputusan Wijaya
Sedangkan si tersangka utama siapa lagi kalau bukan si Syeila, sekarang tengah menggunakan headset dan duduk di samping kemudi yang pastinya tidak mendengar pembicaraan para orang tua dibelakang.
Setelah sampai dirumah keluarga Wijaya, Wijaya dan keluarganya segera turun dan berterima kasih dengan Abian dan istri. Setelah itu Abian dan istri menuju Amar.corp aka perusahaan keluarga Abian Amarkhan untuk menemui putranya.
__ADS_1
Tepat pukul 11.30 mereka sampai di perusahaan tersebut.
“mommy disini saja biar daddy saja yang menemui bocah bandel itu” seru sang daddy sebelum turun dari mobil
Setelah istrinya mengiyakan, Abian segera berlalu menuju ruangan putranya yang terletak dilantai paling atas. Sesampainya diruangan tersebut Abian dipersilahkan duduk oleh anaknya.
“lansung saa tujuan daddy kesini ingin memintamu untuk menikah dengan Syeila” ucap Abian tegas kepada anaknya
“Apa? Dad please aku nggak bisa kalo harus menikahi bocah itu, dia masih bocah dad” tolak Faishal tak kalah tegas
“son dengar, kita melakukan ini demi kebahagianmu. Apalagi gadis tersebut pilihan mommymu son, kamu taukan mommymu kalau sudah memilih pasti tidak akan salah, pertimbangkanlah son dan sudah saatnya kamu buka lembaran baru. Lupakan wanita itu dia sudah bahagia dengan yang lain” jelas Abian
“oh ya satu lagi, nanti malam daddy dan mommy akan melamarnya secara resmi” lanjut Abian tenang
“apa apa an ini dad” kesal Faishal setengah teriak
Setelah meredamkan emosi, dengan tatapan tajamnya Faishal berucap kembali
“sampai kapanpun aku tidak akan menikahi bocah tersebut” ucap Faishal penuh penekanan disetiap kalimatnya.
“baiklah kalau kamu tidak mau” ucap Abian santai yang membuat Faishal mengerutkan keningnya heran sebelum
akhirnya dia syok dengan ucapan sang daddy
“tetapi besok kamu sudah tidak usah pergi kekantor lagi karena kalau kamu tidak setuju, besok kursi kepemimpinan akan daddy ambil alih kembali” lanjut Abian dingin penuh penekanan kemudian berlalu keluar tanpa memperdulilkan respon anaknya.
Seketika Faishal syok berat. Walaupun Faishal lah yang membuat perusahaan tersebut terkenal di kancah Asia tetapi kenyataannya perusahaan tersebut masih atas nama daddynya.
“haruskah aku menikahi bocag tersebut” gumam Faishal bimbang dalam hati
***
Malam hari di kediaman Wijaya telah datang Abian dan istri. Dan saat ini mereka telah selesai makan kemudian mereka menuju ruang keluarga untuk bercengkerama memutuskan waktu pernikahannya. Tidak lama bibi keruang keluarga bersama seorang pemuda gagah nan tampan walau usia sudah kepala tiga, yap orang tersebut adalah Faishal.
Setelah duduk Faishal segera mengutarakan maksut kedatangannya kemari
“maaf kedatangan saya kesini saya sudah memutuskan bahwa saya…”
Belum selesai Faishal mengutarakan maksutnya, para orang tua tersebut sudah ketar ketir.
Kalau abian dan istri khawatir Faishal akan menolak dan tentu mereka akan kecewa tetapi beda dengan Wijaya dan istri. Walaupun wijaya dan istri akan mengalami kekecewaan yang mendalam karena anaknya ditolak dua kali oleh laki laki yang sama namun mereka lebih terlihat pasrah dengan keputusannya Faishal, karena bagaimanapun mereka tau bahwa seorang suami akan mencari istri yang memang bisa memenuhi segala kebutuhannya sedangkan putrinya Syeila.
Sungguh Syeila belum bisa apa apa, semua serba disiapkan kecuali urusan merapikan kamar ditambah lagi Syeila sangatlah polos dan belum memahami masalah pernikahan dan kehidupan didalamnya.
***
__ADS_1
TBC…
Mohon maaf ya kak masih banyak yang typo🙏🏻