
Cup, dikecupnya bibir mungil Syeila, “Sudah ya jangan mikir yang aneh aneh.” Syeila mengangguk. “Kamu nggak pengen istirahat dikamar?”
“Nggak Yang. Syeila lebih enak begini.” Syeila membenamkan wajahnya ke dada bidangnya Faishal. Menghirup dalam dalam aroma tubuh suaminya.
Tikt tok tik tok, waktu terus berputar. Faishal kembali berjibaku dengan berkas berkas ditangannya, dengan Syeila yang sudah hamper terbuai kealam mimpi.
Tok tok tok.
“Masuk.” Suara Faishal menggelegar di seluruh penjuru ruangannya. Hal tersebut mengejutkan Syeila yang sudah hampir terlelap.
Syeila sedikit oleng dari pangkuan Faishal, “Astaga sayang. Kenapa suaramu seperti petir sih. Untung Syeila nggak jantungan.”
“Heheh. Maaf sayang, aku lupa kalau ada kamu.”
“Ayok turun. Makananmu sudah datang.” Syeila langsung turun menuju sofa yang ada di ruangannya.
“Makasih Pak, “ ucap Syeila ketika Office Boy yang membawa pesanannya selesai menaruh beberapa makanan di meja.
“Baik Nona, kalau begitu saya permisi. “ Setelah Office Boy tersebut keluar, Syeila memanggil Faishal, “Sayang, ayok kita makan dulu.”
“Sebentar sayang ini nanggung.” Faishal masih focus dengan beberapa berkas yang tersisa.
Syeila yang sudah tidak sabaran segera berdiri melangkah ke arah Faishal. “Ayok ih Yang. Syeila nggak suka kalau makan sendiri.” Syeila menggerakkan gemas lengan Faishal.
__ADS_1
“Baiklah baiklah. Ayok kita makan dulu.”
Mata Faishal membulat melihat banyaknya jajanan yang ada di meja deket sofa. Bayangkan meja
tersebut penuh dengan jajanan mulai dari batagor, sempol, cilok, cilor, seblak sampai bakso. Faishall geleng geleng kepala.
Syeila yang mengetahu suaminya syok hanya cengengesan, “Hehehe, aku lagi pengen njajan Yang.”
“Ya ampun, kenapa tadi aku langsung bayar tanpa melihat pesanannya sih, “lirih Faishal. Tadi memang benar Faishal hanya memproses pembayaran tanpa melihat apa yang di pesan Syeila. Makanya Faishal terkejut dengan pesanan Syeila. Mana semuanya pedas dan ada saosnya lagi.
“Ini punya mu Yang. Aku pesankan grilled fresh lobster. Kalau kamu mau juga jajananku ambil aja nggak papa.” Syeila menaruh makanan tersebut di depan suaminya. Tak lupa sebelumnya Syeila sudah mengambilkan minuman buat suaminya dan dirinya.
“Terus nasimu mana?”
“Syeila nggak pengen makan nasi Yang. Syeila hanya pengen nyemil jajan ini aja.” Syeila menunjuk jajanan yang hampir memenuhi meja tersebut.
Syeila mengerucut, “Nggak mau.”
“Ayok sini. Buka mulut nya aaaa,” pinta Faishal sembari menyodorkan sendok ke mulut Syeila.
“Ihh sayang Syehmpppt.” Faishal langsung memasukan makannannya kemulut Syeila,” Udah telen dulu Yang.”
“Sudah sahaymmmpt.” Lagi lagi Faishal memasukkan makanannya kemulut Syeila, “Telan dulu Yang.”
__ADS_1
“Sayaaaaang.” Syeila menutup mulutnya dengan tangan, sebelum melanjutkan ucapannya, “Syeila nggak mau makan nasi. Ini dedek bayinya pengen nyemil jajan aja Yang.” Disertai dengan wajah memelasnya.
“Tapi Yang, kamu baru makan dua sendok loh.”
“Syeila dan dedek bayinya pengen makan jajan sayaaang.”Faishal yang melihat wajah layu Syeila akhirnya mengijinkan, “Baiklah. Tapi satu sendok lagi ya?” Syeila menganggup kemudian melahap satu sendok nasi yang sudah berada di depan mulutnya.
Setelahnya Syeila mulai melahap jajannya satu persatu. “Sayang, jangan memberi saos dan sambelnya banyak banyak ya. Nanti kamu bisa sakit perut loh.”
“Iya sayang.”
Beberapa saat kemudian. “Uhhhh kenyangnya.” Syeila mengelus perutnya yang memang sudah menonjol sembari bersandar ke sandaran sofa.
Faishal terkekeh mendengarnya, “Yaiyalah, gimana nggak kenyang. Semua jajanmu ludes tanpa sisa.” Syeila hanya menyengir. Kemudian Faishal kembali mengerjakan berkasnya yang tinggal beberapa saja perlu di kerjakan.
Sejam berlalu, semua berkas sudah selesai dan di acc. Fashal melihat Syeila yang ternyata sibuk dengan HPnya.
“Sayang, ayok kita pulang.” Faishal mengulurkan tangannya. Syeila mendongak, “Loh udah selesai?”
“Iya sudah selesai. Dan mumpung belum malam, kita jalan jalan dulu gimana?” Mendengar kata jalan jalan, Syeila berbinar dan langsung merengkuh manja lengan Faishal, “Oke kita jalan jalan. Lets Go!” Faishal terkekeh melihat antusias Syeila.
.
.
__ADS_1
.
TBC