
Belum sempat Faishal menyentuh gagang pintu kamar mandi, Syeila segera bersuara, “Sayang, jangan bilang kamu baru pulang?”
Faishal menegang ditempat mendengar ucapan Syeila. Faishal kaku terdiam ditempat.
Syeila yang melihat suaminya terdiam ditempat semakin membuat otaknya traveling kemana mana, hilang sudah rasa kantuknya yang ada hanya pikiran buruk dan terkutuk yang sudah tertanam di otak kecilnya.
Maklum aja ya, semalam Syeila menunggu Faishal yang tak kunjung pulang sampai ketiduran dengan pikiran yang sudah kemana mana.
Apalagi melihat Faishal yang masih mematung, Syeila dengan perasaan menggebu kembali menyembur, “SAYAAAAANG.”
Faishal memejamkan mata sejenak sebelum menghadapi bini kecilnya yang mau mengaum. “Haaahh, iya sayang.” Faishal berbalik dan melangkah kembali mendekat kearah Syeila.
“Kamu selingkuh?” Tuduh Syeila ketika Faishal sudah berada didepannya.
Mata Faishal membulat mendengar penuturan dari istri kecilnya. Faishal nggak habis pikir dengan pemikiran istri kecilnya. Amit amit jabang bayi, Faishal paling benci yang namanya perselingkuhan. Tolong di Ingat ya! Faishal paling benci yang namanya perselingkuhan.
__ADS_1
Faishal segera menyahut ucapan Syeila,“Ya ampun sayang, kok bisa sejauh itu sih pemikiranmu.”
Mendengar penuturan suaminya, bukannya mereda emosi Syeila, malah sebaliknya. “Bagaimana Syeila nggak mikir sampai jauh. Kamu aja pulangnya malam terus Yang. Oke Syeila faham. Kamu sudah bilang, kalau kamu sibuk satu bulan kedepan, sampai sampai mengantar pun kamu tidak bisa. Tapi…”
Syeila meraup oksigen sebelum melanjutkan ucapannya, “ Tapi, ya nggak harus kamu pulang larut terus Yang. Ya masak hampir seminggu ini pulang mu larut terus Yang. Apalagi malam ini…..”
Syeila menghentikan kalimatnya sejurus dengan lelehan air yang keluar dari pelupuk mata. Dada Syeila serasa terhimpit. Oh sungguh sangat sesak sekali. Syeila merasa dirinya sangat sensitive sekali malam ini.
“Hiks, Malam ini. Apakah hiks pantas pulang larut malam bahkan sampai pukul hiks hiks.” Syeila terisak pilu membayangkan suaminya pulang dini hari karena bermain api dibelakangnya. Meskipun Syeila masih SMA yang masih terkenal polos dan lugu, tapi kalau untuk masalah rumah tangga sedikit demi sedikit Syeila faham. Cuma disini Syeila masih mau menghargai suaminya. Tapi… Arggg entahlah. Sesak sudah dada Syeila.
Faishal sudah tak kuasa ingin merengkuh mendekap tubuh mungil nan ringkih Syeila. Membawanya kedalam pelukan, memberikan ketenangan sebelum akhirnya memberikan penjelasan kepada Syeila.
Namun, baru saja Faishal merentangankan tangan bersiap untuk merengkuh tubuh mungil Syeila, Syeila sudah mengangkat jari telunjuknya tepat di depan dada Faishal, “Hiks Stop. Syeila bilang Stop, tetap berdiri disitu.”
Syeila mengatur nafasnya yang sedikit memburu dan mencoba untuk menghentikan isakannya sebelum Kembali bersuara dengan tatapan nanarnya, “Kamu.” Sekali lagi Syeila menunjuk Faishal.
__ADS_1
“Kamu Yang, kamu tidak pernah menghargai ku.” Dada Faishal bergemuruh mendengar ucapan Syeila, terlebih ini pertama kalinya Syela meenyebut dirinya tanpa embel embel Syeila.
Namun, tidak sampai disitu, dada Faishal malah semakin sesak seakan pasokan udara yang masuk sedikit ketika mendengar penuturan lanjut dari Syeila.
“Kamu tau Yang.” Sesekali Syeila mengusap kasar air matanya mencoba menahan isakan tangisnya. “Tadi malam, tadi malam aku nungguin kamu pulang sampai larut malam. Sampai jam sembilan malam aku masih berfikir , ahhh mungkin kamu masih di jalan, pasti sebentar lagi sampai. Tapi…”
Lagi lagi air mata jatuh membahasi pipi mulus Syeila. Syeila menyeka air matanya dan menghirup udara sebanyak banyaknya sebelum memekik keras, “TAPI KAMU TIDAK PULANG PULANG, BAHKAN TIDAK MEMBERIKAN KABAR SAMA SEKALI. TIDAK HANYA MALAM INI. KEMARIN KEMARIN KAMU PULANG MALAM TIDAK PERNAH MENGABARIKU. KAMU MENGANGGAPKU APA SELAMA INI hiks hiks.”
Faishal yang sudah tidak tahan, segera merengkuh erat tubuh Syeila dan menggumamkan kata maaf, “Maaf sayang. Maaf……Maaf.” Diikuti sebulir air mata yang jatuh membasahi pipi Faishal.
.
.
.
__ADS_1
TBC