
Diluar ruangan Faishal, terlihat David asisten pribadi Faishal dan sekretaris nya sudah kembali dari rapat di luar bersama klien.
Tak berselang lama, Abian Amarkhan atau Daddy nya Faishal terlihat keluar dari lift ruangan Faishal.
David yang kebetulan mau masuk keruangan nya, mengurungkan niat nya karena melihat Daddy Abian. Ya, semua sahabat Faishal akan memanggil orang tua Faishal sama seperti Faishal yaitu Mom dan Dad.
Bahkan di kantor pun Daddy nya Faishal tidak ingin di panggil bos atau pun tuan kecuali pas meeting, beliau tetap ingin di panggil Dad, seperti saat ini, "Pagi Dad, mau bertemu Faishal? tanya David ketika sudah dekat dengan Daddy Abian.
"Iya Nak, ada yang mau Daddy bicarakan, sekalian sama kamu juga."
"Oh baik Dad, mari," ajak David menuju ke ruangan Faishal
Tok..tok..tok
Hening tidak ada sautan.
"Apa Faishal belum datang?" tanya Daddy Abian
David mengernyit sebentar sebelum menjawab, "Seharus nya sudah Dad, mungkin dia sibuk dengan berkas berkas, makanya tidak mendengar pintu nya di ketuk. Kita langsung masuk saja Dad, ini sudah biasa terjadi kok.”
Tanpa menunggu jawaban dari Daddy Abian, David segera melangkah lebih dekat ke arah pintu, namun sebelum membuka pintu David sudah meminta sekretaris nya sekalian membawa kan berkas berkas yang perlu di tandatangani.
Ceklek,
Melangkahlah David, Daddy Abian dan di belakang ada sekretaris, masuk ke ruangan Faishal. David mengernyit tidak mendapati sahabat nya di dalam ruangan nya. Apa dia tidak masuk, tetai kenapa nggak mengabari. Begitulah isi pikiran David.
Tetapi David belum sempat bersuara, dia mendengar suara kasak kusuk dari arah sofa yang secara alamiah arah pandang nya pun beralih ke arah sofa.
Astaga, David melotot melihat pemandangan di depan nya, otomatis bukan David aja, tetapi Daddy Abian dan sang sekretaris pun juga melotot dengan pemandangan yang dilihat nya.
__ADS_1
Lihat, pemandangan yang sangat jelas. Faishal mengungkung gadis dibawah nya, jelas sekali yang di kungkung Faishal adalah istri nya si Syeila. Uhhhh, pemandangan yang sungguh sangat intim sekaliiiiiih!
Dan pemandangan tersebut berefek ke tiga orang yang diam mematung, masih syok melihat ulah Faishal.
Apalagi sang sekretaris tuh, pipi nya sudah merah merona dan hanya bisa meremas berkas yang ada ditangan nya dengan menggigit bibir bawah nya.
Dan mereka kembali melotot sempurna, ketika mendengar ucapan Syeila sedang datang bulan, tetapi Faishal seperti tidak peduli dan dengan entengnya berkata ingin menikmati yang bias di nikmati.
Uhhhh tambah panas dingin dah tuh sekretaris
Sedangkan David hanya menggeleng mendengar ucapan sahabat nya dan membatin, “Wah wah, sahabat gue kenapa sekarang menjadi mesum akut kayak gini, ck ck ck.”
Dan Daddy Abian, wuuuh jangan di tanya, beliau udah merah padam menahan kegeraman dengan ucapan anak satu satu nya tersebut, udah tau istri nya lagi palang merah, masih saja.
Astaga, dan sebelum semua nya semakin jauh, Daddy Abian berdehem sangat keras.
Ehemm!
Syeila pun demikian, juga gelagapan melihat orang yang berdehem keras. Ahh bukan gelagapan saja tetapi takut malu bercampur menjadi satu.
Terbukti sekarang Syeila sembunyi di belakang Faishal dengan tangan mungil nya meremas baju Faishal.
Daddy Abian yang melihat anak dan menantu nya mungkin malu segera bersuara, “David keluarlah, ajak sekretarismu sekalian. Untuk urusan bisnis yang mau saya bicarakan, seperti nya cukup saya bicarakan dengan Faishal saja.”
David yang paham dengan kondisi nya pun langsung mengangguk dan menjawab, “Baik Dad.”
David segera mengajak sekretaris nya keluar ruangan, dan tidak lupa menutup pintu nya.
Setelah David dan sekretaris nya keluar, ruangan tersebut sunyi senyap. Daddy perlahan melangkah kearah sofa dan mendaratkan bokong nya.
__ADS_1
Sedangkan Faishal dan Syeila masih dalam kondisi berdiri, dengan kondisi Faishal yang mendadak blank dan Syeila malu takut dan jangan lupa tangan mungil nya yang meremas kemeja Faishal.
Hahhhh, Daddy Abian menghela napas panjang melihat dua pengantin baru yang seperti sapi ompong.
“Duduklah kalian," ucap Daddy Abian, tetapi Faishal dan Syeila masih diam membisu.
Melihat itu, Daddy Abian segera berucap tegas, "Faishal! Kamu itu laki laki, jangan bengong kayak orang bodoh! Duduk lah, ada yang mau Daddy diskusikan."
Faishal tersentak dan seakan nyawa nya kembali lagi setelah mendengar ucapan Daddy nya, langsung saja Faishal mengusap wajah nya kasar, untuk mengembalikan mood cool nya, dan tanpa memperdulikan ucapan Daddy nya, Faishal mengalihkan pandangan nya ke biji sawi istri mungil nya.
Astaga, terlihat sekali Syeila ketakutan dengan rambut dan baju yang sedikit berantakan akibat ulah nya tadi.
Perlahan dirapikan anak rambut Syeila dan baju yang sedikit berantakan sembari berucap pelan, “Sudah sayang, jangan takut, kita tidak di grebek sekampung kok hehehe.”
Astaga, Syeila yang awal nya takut, sekarang mendelik dengan bibir manyun mendengar ucapan Om Fai nya,Syeila nggak habis pikir, Om Fai nya masih saja bisa bercanda disaat seperti ini.
Disisi lain Daddy Abian yang lagi lagi melihat kemesraan pengantin baru, terkhusus anak nya yang nggak ada akhlak, karena lagi lagi nggak tau tempat untuk bermesraan, segera membuka suara, “Ehem, tidak usah mengumbar kemesraan di depan Daddy, duduklah, Daddy tidak mempunyai banyak waktu.”
Faishal mendengus mendengar ucapan Daddy nya, dan segera mengajak biji sawi nya untuk duduk.
Sedangkan Syeila entahlah merasa gimana, yang jelas merasa tidak enak dengan Daddy Abian, hanya bisa tersenyum kikuk dan menyahut ucapan Daddy nya, “Maafin Syeila ya Dad, habis nya Om Fai yang nyosor duluan Dad.”
Cup, secepat kilat Faishal menecup bibir mungil Syeila.
“Faishal,” pekik Daddy melihat kelakuan anak nya. Sedangkan Syeila hanya mengerjapkan mata nya polos dengan pipi yang memerah menahan malu.
.
.
__ADS_1
.
TBC