
Setelah mengantarkan Syeila ke sekolah, Faishal segera menuju ke perusahaannya. Sesampainya di perusahaan, Faishal sudah di sambut oleh David.
“Pagi Tuan.” David membungkukkan sedikit badannya sebagai bentuk penghormatan.
“Pagi. Bagaimana dengan agenda hari ini?”
“Pagi ini ada berkas yang perlu Tuan periksa, setelah itu ada rapat bulanan dengan kepala divisi. Siangnya Tuan perlu meninjau proyek dan setelah itu ada rapat dengan pimpinan ATC. Corp.”
“Baiklah. Kamu boleh keluar.”
“Baik Tuan.” Sepelah David keluar, Faishal fokus dengan pekerjaannya. Memeriksa berkas berkas yang memang memerlukan persetujuannya.
Tok… tok… tok.
Mendengar ada yang mengetok pintu, Faishal berseru, “Masuk.”
“Pagi Tuan. Ini laporan dari divisi keuangan.” Melihat siapa yang masuk ke ruangannya, Faishal segera menghentikan pekerjaannya.
“Oh iya, terimakasih.”
“Begini Tuan, sebelumnya saya mohon maaf.” Kening Faishal mengkerut, memikirkan hal apa yang mau di sampaikan oleh orang di depannya. “Iya ada apa lagi Rum?”
Ya, orang yang menghadap Faishal saat ini adalah Rumi, sekretarisnya. “Begini Tuan, saya mau mengajukan cuti dua minggu lagi, mengingat HPL saya pertengahan bulan depan Tuan.”
Iya, Rumi saat ini tengah berbadan dua, dan saat ini kandungan Rumi sudah berusia delapan bulan. Maka dari itu Rumi mengajukan cuti.
__ADS_1
“Iya Rum, terkait kelanjutan cutimu bisa diurus dibagian HRD. Oh ya, terkait syarat yang saya kasih bagaimana? Apa sudah kamu carikan penggantimu sementara? Ingat, saya tidak mau yang menggantikanmu orang yang genit! Kalau bisa kamu carikan yang sudah menikah bahkan mempunyai anak pun nggak masalah. Asal dia memang serius bekerja. ”
Bukan tanpa alasan Faishal bilang seperti itu kepada sekretarisnya Rumi. Sebelum bersama Rumi, Faishal sudah berulang kali bergonta ganti sekretaris.
Karena hampir semua sekretaris yang terdahulu selalu menggoda dirinya. Apalagi sekarang Faishal sudah menikah. Yah, meskipun selama ini Faishal tidak pernah tergoda dan berhasil menahan nafsunya sih.
Tetapi yang namanya waspada tetap di perlukan untuk berjaga jaga aja. Maka dari itu, Faishal lebih suka ketika mendapatkan sekretaris yang sudah menikah bahkan sudah memiliki anak.
“Baik Tuan, nanti akan saya urus dengan bagian HRD. Dan terkait pengganti, saya sudah menyiapkannya Tuan. Dan Tuan tenang saja, dia bukan tipe tipe penggoda. Dia sudah punya anak. Dan Dia juga kompeten di bidang ini.”
Faishal lega mendengarnya. Faishal percaya dengan pilihan sekretarisnya. Walaupun jarang bersinggungan secara langsung, tetapi Rumi sebagai sekretarisnya tersebut tidak pernah mengecewakannya.
“Baik Rum. Dan cutimu hanya satu bulan aja Rum.”
“Baik Tuan Terimakasih. Dan saya juga mengingatkan setengah jam lagi kita ada rapat bulanan dengan kepala divisi.”
“Kalau begitu saya permisi Tuan.” Faishal hanya mengangguk. Mendapat anggukan dari atasannya, Rumi segera undur diri.
Faishal kembali sibuk dengan berkas berkasnya sebelum dia rapat dengan kepala divisi.
***
Disisi lain, saat ini terlihat seorang remaja yang mengenakkan seragam putih abu abunya sedang duduk dengan kepala terus menunduk di ruang BK.
Dan jangan lupakan jari tangannya yang saling bertautan. Seolah olah mengirim sinyal bahwa semua akan baik baik saja.
__ADS_1
“Ibu tanya sekali lagi. Tadi kamu mau ngapain Nak? “ tanya Bu Guru
“Syeila nggak ngapa ngapain Bu.”
Ya orang yang saat ini ada di ruangan BK adalah Syeila.
Syeila terus menunduk takut. Bahkan bahunya bergetar samar mencoba menahan laju air yang merebak di pelupuk mata.
Guru itu menghela napas panjang. Hahhhhh guru tersebut juga nggak habis pikir dengan tingkah muridnya ini, karena selama disekolah Syeila dikenal sebagai siswa yang baik bukan siswa yang suka berbuat ulah.
Guru tersebut bingung mau melakukan tindakan apa. Apalagi ditanya dari tadi jawabannya hanya “Syeila nggak ngapa ngapain Bu.”
Akhirnya dengan banyak pertimbangan, guru tersebut memutuskan untuk menghubungi orang tua Syeila, mengingat Syeila yang sudah kelas dua belas dan sebentar lagi menghadapi ujian.
“Yasudah, kamu disini dulu. Ibu keluar sebentar.” Syeila hanya diam tidak bersuara melihat guru tersebut yang keluar menjauh dari ruangan BK.
.
.
.
TBC
Mohon tinggalkan LIKE DAN KOMENTARNYA ya :)
__ADS_1
Terimakasih