Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 61


__ADS_3

Halo halo. ada yang masih setia nggak nih dengan cerita Om Fai dan Biji Sawi? wkwkwk. Author mau minta maaf, sudah dua bulanan yak sepertinya updateku nggak rutin. Bener bener RL nya nggak bisa disambi buat nulis. Mohon maaf ya🙏🏻


Dan kalau kalian suka dengan ceritanya, LIKE+KOMENTARnya jangan lupa ya.


Selamat Membaca!!!!!


***


Syeila segera keluar dan sedikit berlari menuju indomart. Namun belum sampai pintu masuk tiba tiba


Bruak


Syeila mengerjap polos melihat orang yang terjatuh akibat bertabrakan dengan dirinya.


“Om tidak papa? Kok Om bisa jatuh sih?” tanya Syeila kepada laki laki yang umurnya sebelas dua belas dengan Om Fai nya yang terduduk di lantai hanya gara gara tertabrak dengan dirinya.


“Ck.” Orang tersebut hanya berdecak kesal dan berusaha bangkit .


“Eh sini sini Om Syeila bantuin.” Tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya, Syeila membantu orang tersebut berdiri, namun di tepis halus.


Setelah orang tersebut berdiri, dengan wajah polosnya Syeila berucap panjang lebar, “Em, Om maafin Syeila ya. Tadi Syeila tidak sengaja kok. Cuma Syeila juga bingung sih. Kok tenaga Syeila bisa kuat ya, sampai sampai Om pun terjatuh, padahal kan badan Om kayak kingkong.”


Sejenak orang tersebut tertegun dengan wajah polos tanpa dosa milik Syeila,  ada ketertarikan tersendiri melihat wajahnya. Namun hal tersebut berubah menjadi gemas dan kesal  ketika mendengar  kalimat terakhirnya yang mengatakan kayak kingkong.


Oh No, badannya kekar bukan kayak kingkong! Sehingga orang tersebut hanya mendengus.


Syeila mengerjapkan matanya beberapa kali ketika menyadari lawan bicaranya yang sepertinya  tidak bersahabat. Ya iyalah nggak bersahabat, kan mulut Syeila lemesnya minta ampun kayak jalat tol.

__ADS_1


“Ehem. Sekali lagi maafin Syeila ya Om. Kalau begitu Syeila permisi!" Tanpa menunggu jawaban, Syeila bergegas masuk ke indomart.


Sedangkan, orang yang tertabrak tadi terlihat menghela napas panjang, dan bergegas mengotak atik hapenya untuk menghubungi seseorang.


“Halo Tom, ada apa?,” sapa dari seberang. Ya, orang yang ditabrak oleh Syeila tadi bernama Tomi


“Loe yakin nyuruh gue eksekusi tuh bocah? Kayaknya gue nggak bisa deh. Loe kan tau kalau ranah gue bukan kayak gini dan dia masih remaja polos.”


“Loe gimana sih? Kan kesepakatannya begitu? Pembayarannya  juga gue tambahin kan?”


Ya, Tomi kemarin sudah kembali dari luar kota. Lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Makanya, kemarin Agnes juga  langsung mengirim foto terkait targetnya.


Disisi lain, kemarin Tomi yang mendengarkan tugas dari Agnes hanya bisa mengiyakan saja, tetapi sebenarnya Tomi sangat tidak setuju dengan tindakan Agnes yang notabene sebagai sahabatnya.


Makanya, Tomi ingin melihat langsung seperti apa targetnya, sehingga tadi Tomi menabrakkan dirinya ke Syeila dan berpura pura jatuh.


Terdengar nafas memburu dari seberang mendengar ucapan dari Tomi. Tetapi Tomi tidak mempedulikan hal tersebut, dan kembali berucap,


“Agnes inget, kamu adalah sahabatku. Ketika kamu bertindak salah tentu aku akan mengingatkanmu, seperti saat ini. Tindakanmu sudah sangat fatal Nes, udah termasuk perencanaan kriminalitas. Loe kan tau sepak terjang gue, dan gue minta maaf tidak sanggup untuk menjalankan misl loe kali ini. Gue harap loe cepat sadar dan bukalah mata loe lebar lebar, masih banyak lelaki yang jauh lebih baik dari Faishal disekililing loe dan tentunya akan menerima loe. Salah satunya gue.” Tentunya kalimat terakhir diucapkan dalam hati.


Setelah berucap panjang lebar, Tomi langsung mematikan ponselnya dan segera berlalu pergi meninggalkan halaman indomart.


***


Setelah Syeila  selesai dengan barang barang yang dibelinya. Syeila bergagas kembali ke mobil.


“Mang joko, yuk jalan. Oh iya, ini buat Mang joko dan yang lain ya,” ucap Syeila sembari memberikan beberapa bungkus roti dan minuman dalam kantung besar kepada sopirnya.

__ADS_1


Hal tersebut sudah biasa terjadi. Setiap bulan sekali pasti nona mudanya akan memberikan jajajan entah itu apa isinya kepada para pembantunya.


“Baik Non, terimakasih banyak. Oh iya, ini mau diantar ke rumah apa apartemen, Non?”


“Antar ke kantor Om Fai eh suami Syeila maksutnya Mang.”


“Oh baik Non.” Mang joko melajukan mobilnya menuju perusahaan Amar.corp.


Sesampainya di Amar.Corp Syeila bergegas turun dari mobil. “Terimakasih ya mang,” ucap Syeila. Setelahnya, Syeila berlalu kedalam perusahan.


Ternyata, setelah sampai diruangan Faishal, bertepatan dengan Faishal yang mau meeting.


Namun, Faishal yang melihat istri kecilnya, segera menyuruh istirahat saja di kamar yang ada di ruangannya sembari menunggu dirinya selesai rapat..


Syeila pun hanya bisa menuruti ucapan Om Fai nya. Kemudian Syeila menuju ke kamar yang ada di ruangan Om Fai.


“Uhhhh, enaknya,” ucap Syeila setelah rasa nyaman menghampirinya ketika merebahkan dirinya di tempat tidur. Dan tidak butuh waktu lama, Syeila pun tertidur.


Tidak tau, sudah berapa jam Syeila tertidur, Syeila mengernyit karena dirinya merasakan ada kecupan kecupan basah di area wajahnya. Pelan pelan Syeila mengerjapkan matannya karena merasa terganggu.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2