
Lalu Faishal dan Syeila segera berpamitan kepada para orang tua kemudian mereka segera berlalu keluar rumah dengan Syeila berwajah sendu dan sembab habis menangis.
Selama perjalanan suara sangat hening tidak ada yang membuka suara.
Faishal fokus dengan jalan yang dilaluinya sedangkan Syeila hanya menunduk. Ya Syeila menangis tapi menangis dalam diam.
20 menit berlalu dan Faishal yang melihat Syeila hanya diam dengan terus menunduk akhirnya meminggirkan mobilnya dan menghentikannya.
“Syei”
Sedangkan Syeila yang di panggil hanya mendongakkan menunjukkan wajah sembab yang sudah penuh dengan air mata lagi.
Langsung saja Faishal melepas seatbelt Syeila dan membawa Syeila ke pangkuannya.
“Ada apa hem?”
“Hiks Syeila sedih om harus jauh dari daddy dan mommy hiks hiks” pecah sudah tangis Syeila dengan berhambur langsung kepelukan om Fai nya.
“Hei sudah jangan nangis ya, dengerin aku”
“Biji sawi tataplah mata saya” ucap Faishal lembut sambil memegang dagu Syeila untuk mendongakkan wajahnya
“Dengarkan saya baik baik ya, kita sekarang sudah menikah Syei. Setiap pasangan yang udah menikah memang sudah waktunya mengatur kehidupan rumah tangganya sendiri. Begitupun dengan kita Syei, kita sudah waktunya belajar mandiri supaya nanti ketika kita mempunya momongan kita sudah tidak bergantung lagi dengan orang tua kita dan kita bisa menjalankan peran kita sebagai orang tua bukan orang tua yang masih didalam asuhan orang tua”
“Dan kamu jangan khawatir ya, setiap akhir pekan kita akan gantian menginap di rumah orang tua kita” ucap Faishal panjang lebar sambil menghapus air mata Syeila
“Baik om, Syeila ngerti”
“Yaudah kalau gitu kita jalan lagi ya” pinta Faishal kemudian memberikan kecupan dibibir mungil Syeila, baru setelah itu diturunkannya kembali Syeila dari pangkuannya.
Syeila juga tidak protes Faishal mengecupnya karena memang semua yang ada Syeila milik om Fai nya.
Dan Faishal yang mengecup bibir mungil Syeila juga sedikit terkejut karena diluar pikirannya. Entahlah setiap melihat bibir tersebut, Faishal sangat tergoda seperti melihat buah cherry yang terlihat masih segar baru dipetik dari pohon. Apalagi rasa bibir bak buah cherry milik Syeila terasa sangat manis. Astaga Faishal segera menggelengkan kepalanya ketika otaknya bertraveling tak karuan
“Huuuuuuuuuh” helaan napas panjang keluar dari mulut Faishal
“Kenapa om?”
“Oh tidak apa apa, kita jalan lagi ya. Jangan lupa sabuk pengamannya dipakai lagi” ucap Faishal kemudian melajukan mobilnya
Wajah Syeila sudah tidak mendung lagi setelah mendengar penjelasan Faishal. Dan sekarang dia sudah tidak menunduk lagi dan ikut menikmati perjalanan sambil membuka hapenya untuk berkirim pesan kepada sahabatnya Cici.
Sedangkan Faishal yang melihat raut wajah yang sudah tidak semendung tadi bernapas lega. Walaupun Syeila masih diam aja tapi setidaknya dia tidak sedih lagi. Faishal kembali fokus dengan kemudinya
15 menit kemudian akhirnya mereka berdua sampai di apartemen Faishal.
“Yuk turun” ajak Faishal yang langsung turun dan tidak lupa mengambil koper Syeila.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju unit milik Faishal. Selama berjalan menuju unit suasana senyap.
Sesampainya didepan apartemen, Faishal memasukkan paswordnya .
Klik .. Suara pintu terbuka
“Ayo bocah masuk dan ingat paswordnya 0 enam kali”
“Baik om” sahut Syeila kemudian masuk ke apartemen
__ADS_1
Tanpa menunggu penjelasan Faishal, Syeila berjalan terus menuju kamar yang pernah dia tempati dulu
“Biji sawi, kamu mau kemana?” tanya Faishal dengan kening mengkerut melihat biji sawinya menuju kamar disebelah kamarnya
“Mau ke kamar om, Syeila capek om mau istirahat” jawab Syeila setengah merengek
“Lah terus kenapa kamu kesitu bocaaaah” gemas Faishal
“Terus Syeila harus kemana om?” bingung Syeila harus tidur dimana
“Tidur dikamar sampingnya, sekarang kita sudah menikah jadi harus tidur sekamar tidak ada pisah ranjang ya Syei” jelas Faishal
Syeila yang sudah capek masa bodoh dengan semua ucapan Faishal, dia hanya menganggukan kepalanya dan segera menuju ke kamar disebelahnya.
Pertama Syeila masuk kamar sudah jelas terlihat bahwa ini kamar cowok. Kamar polos dengan aura khas cowok dan Syeila ingin sekali protes. Tetapi berhubung sekarang dia benar benar mengantuk dan butuh istirahat akhirnya dia langsung menuju rangjang empuk.
Urusan protes nuansa kamar bisa tanya nanti pas bangun tidur pikirnya.
Sedangkan Faishal memaklumi tingkah biji sawinya yang langsung nyelonong kekamar. Faishal tau kalau biji sawinya capek dan butuh istirahat,
Kemudian Faishal menyusul Syeila dikamar dan meletakkan koper Syeila disisi kamar yang dekat dengan lemari pakaian. Faishal menyusul Syeila ke ranjang.
Sesampainya dikasur Faishal langsung merangkak naik menempati sisi sebelah Syeila yang kosong . Diamatinya Syeila ternyata dia sudah tidur.
“Biji sawi ternyata kamu sangat cantik, aku nggak tau perasaan apa ini tapi yang jelas aku sangat nyaman bersamamu. Semoga hatiku segera berlabuh kepadamu begitupun denganmu” lirih Faishal sambil jari tangannya menelusuri setiap inci wajah Syeila mulai dari pelipisnya turun ke pipi chubbynya sampai berhenti tepat dibibir mungilnya.
Dibelainya bibir mungil Syeila dengan pandangan yang berubah damba memperhatikan bibir tersebut. Kemudian
Cup
Satu kecupan mendarat sempurna di bibir mungil Syeila. Setelah itu
Cup
Sore hari Syeila terbangun dan merasakan pahanya tertimpa sesuatu yang berat selain itu juga merasakan sedikit merinding karena ada yang mendekap salah satu bukit kembarnya.
Ketika Syeila melihat kearah bukit kembarny. Deg
“Astaga, tangan om tidak bisa di kondisikan” gumam Syeila
Langsung Syeila menengok kearah samping sedikit .
“Ommmmmm” Teriak Syeila memenuhi seluruh ruangan
Faishal yang terkejut dengan teriakan Syeila, matanya langsung membola lebar dengan tangan yang nangkring di bukit kanan Syeila langsung meremas keras sangking kagetnya.
“Ahhhh, auwwwww” lenguh Syeila setengah teriak
“Om sakit, tangannya jangan nangkring sembarangan dong” keluh Syeila sambil mengerucutkan bibirnya
Pasalnya Faishal meremasnya agak keras jadi Syeila merasa merinding sekaligus linu dibagian bukit kembarnya.
Faishal yang masih tidak faham apa apa langsung menoleh kearah Syeila dan matanya langsung membeliak karena tidak percaya dengan ulah tangannya yang kelewat mesum.
“Oh astaga, maafkan saya ya”
“Apakah sangat sakit?" Jelas sekali wajah Faishal menunjukkan raut wajah khawatir takut kalau terjadi apa apa dengan bukit kembar Syeila
__ADS_1
“Tidak apa apa om sudah mendingan. Om Syeila laper nih” ucap Syeila dan mengeluh laper sambil tangan memegangi perut ratanya
Faishal langsung melihat jam yang bertengger di tangannya ternyata sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Pantas saja biji sawinya udah laper.
“Baiklah karena hanya ada nasi dan telur kita pesen aja ya malam ini. Kamu mandi dulu, saya pesenkan makanannya. Jangan lupa kamu bawa baju gantimu” sahut Faishal panjang lebar
“He em om, pesennya kayak waktu lalu aja ya om jangan lupa minuman Syeila ”
Kemudian Syeila langsung beranjak ambil baju gantinya yang masih tersimpan rapi dikoper. Syeila langsung menuju kamar mandi.
20 menit Syeila sudah selesai dan gantian Faishal yang mandi. Faishal cuma membutuhkan waktu 10 menit dan selama itu tibalah makanan yang mereka pesan.
Syeila langsung menata makanannya di meja makan dan tidak lama Faishal datang kemaja makan. Makan malam berdua sungguh terasa berbeda dengan sedikit kecanggungan. Syeila melayani om Fai nya dengan sangat baik. Akhirnya mereka makan berdua dengan keheningan.
Selesai makan Syeila kembali ke kamar dan Faishal ke ruang kerjanya. Faishal sibuk dengan mengecek perusahaan yang beberapa hari ini dia tinggal dan percayakan ke David. Sedangkan Syeila setelah mendapatkan novel yang ingin dibaca dengan judul “Pernikahan” langsung saja sibuk membacanya di atas ranjang.
Satu jam berlalu Faishal kembali kekamar karena kerjaan nya udah selesai dan dia menyipitkan matanya ketika melihat biji sawinya serius membaca buku.
“Kamu membaca apa? Serius banget?” tanya Faishal sambil merangkak naik keranjang
“Ini om baca novel judulnya pernikahan”
“Apa? Novel? Pernikahan?” kening Faishal mengkerut
“Iya om kata Cici Syeila harus membaca novel pernikahan om buat nambah wawasan Syeila tentang pernikahan”
“Dan om tau novel yang Syeila baca kali ini ceritanya sama dengan kita loh om mereka juga dijodohkan dan umurnya juga terpat jauh sama seperti kita” antusias Syeila menceritakan isi novel yang dia baca namun setelah itu Syela lesu
“Tapi om, disini pernikahan mereka nggak baik baik saja. Mereka pisah ranjang om terus mereka melakukan kontrak pernikahan selama setahun karena sang cowok sudah memiliki kekasih om” tatapan mata Syeila berubah sendu
“Om tidak memiliki kekasih kan?”
“Astaga” desah Faishah sambil memijit pelipisnya
Begini nih kalau kebanyakan baca novel pasti akan berhalu halu ria. Faishal menghela napas panjang
“Syeila dengarkan saya baik baik” ucap Faishal dengan memegang bahiu Syeila yang membuat Syeila mendongak melihat Faishal
“Ketika janji suci sudah saya ucapkan berarti saya sudah memantapkan hati saya buatmu. Kamu adalah hudp dan dunia saya. Makanya saya memintamu untuk membuka dan belajar mencintai saya begitupun saya Syeila”
mendengar penjelasan om Fai nya, Syeila bernapas lega
“Baik om Syeila berjani akan mulai belajar mencintai om” ucap Syeila sambil terus melihat wajah Faishal.
“Good girl dan ingat saya tidak mempunyai kekasih jadi kamu nggak perlu khawatir” pungkas Faishal kemudian membawa Syeila kepelukannya dan memberikan kecupan hangat dikening Syeila
.
.
.
TBC
Happy Weekend semuaaaa.
Buat para readers habis baca jangan lupa ya tinggalkan LIKE+KOMENTAR nya.
__ADS_1
Salam hangat dari Author!!!