Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 94


__ADS_3

Pukul sebelas malam Faishal masih berada dalam perjalanan. Faishal gelisah dalam kursi penumpang. “Astaga, kenapa gue bisa ketiduran sih. Hp pake lowbat segala lagi”.


“Lo kenapa sih bisa blingsetan kayak cacing kepanasan. Diam kenapa.” Protes David yang sedang mengemudikan mobil.


“Ck, Lo diem deh. Fokus nyetir aja. Astaga.” Faishal meraup wajahnya. Faishal khawatir dan gelisah, alasan apa yang bakal di katakan ke pada biji sawinya nanti.


“Ck, beruntung gue mau jemput Lo,” gerutu David yang hanya bisa didengar olehnya.


Ya, ketika jam setengah sebelas malam, tiba tiba Faishal minta dijemput di salah satu rumah yang ada di Perumahan GriyaAsri. Faishal memakai telepon rumah yang ada di situ. Dan beruntungnya Faishal sudah hafal nomer David diluar kepalanya.


Pas di telpon, sebenarnya David sudah tidur, tapi mengingat Faishal yang tidak membawa kendaraan sendiri akhirnya David pun menjemputnya. Ngomong ngomong tentang rumah, David ingat sesuatu.


“Emang tadi Lo keluar dari rumah siapa sih?” tanya David yang penasaran. Karena jarang sekali Faishal yang bertandang kerumah orang lain sampai larut malam.


“Natasya.”


David melotot mendengar jawaban Faishal, “Astaga, jadi dari pulang tadi sampai sekarang kalian bersama. Dan jangan bilang kalau tu anak ben..”


Belum selesai David berbicara Faishal sudah menyela, “Sudah deh. Mending Lo diem aja. Gue pusing. Besok gue ceritain.”


David menghela napas panjang sebelum berucap, “Haaaaah, entah apa yang Lo hadappin, tapi gue sebagai sahabat hanya menyarankan, sebelum Lo mengambil keputusan pikirkan dulu resikonya. Dan jangan lupa akan keberadaan istri kecil Lo”


Faishal hanya berdecak kesal. Ya berdecak kesal, karena masalahnya sebenarnya tidak ribet. Tapi malam ini Faishal sangat males sekali berbicara.


Faishal hanya ingin satu. Memeluk tubuh mungil biji sawinya. Ya, hanya dengan memeluk saja, setidaknya bisa meringankan beban pikiran Faishal. Mengingat Natasya yang juga mempunyai permintaan kepadanya.

__ADS_1


Kembali suasana mobil di selimuti oleh hawa dingin yang menusuk karena Faishal dan David yang saling membisu. Sampai apartemen pun, mereka tetap ditemani oleh kebisuan.


“Thanks  Sob.” David hanya berdehem, dan Faishal segera keluar dari mobil.


Dalam langkahnya, Faishal sedikit tergesa gesa dan khawatir dengan biji sawinya.


Klek,


Hal pertama yang Faishal tangkap ketika memasuki apartemennya yaitu semuua lampu terlihat masih menyala.


Yang membuat jantung Faishal seakan terpompa dengan sangat kencang. “Apa dia nungguin gue ya?” bisik Faishal. Astaga, Faishal berharap semoga biji sawinya tidak menunggunya.


Dengan jantung berdegup kencang Faishal berjalan perlahan semakin masuk ke dalam meninggalkan ruang tamu.


Deg


Namun bukan itu yang membuatnya nyeri, tetapi pemandangan Syeila yang tertidur di meja makan dengan dress tanpa lengan berwarna hitam.


Faishal yang biasanya tidak pernah menangis, sekalipun ditinggal oleh sahabat sekaligus cinta pertamanya. Tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk satu hal ini. Tiba tiba satu tetes lolos dari pelupuk matanya.


Sebelum Faishal melangkah mendekat ke arah biji sawinya, ekor mata Faishal menangkap sesuatu yang menarik.


Kado berwarna merah!


Melangkahlah Faishal menghampiri kado  tersebut. Dibukanya kado tersebut,

__ADS_1


Deg,


Luruh sudah air mata Faishal melihat isi kado tersebut. Astaga, dengan tangan gemetar Faishal mengambil isi kado tersebut,  dengan suara bergetar Faishal berbisik lirih, “Sayang, kamu hamil.”


Ya, isi kado tersebut adalah tespeck dan hasil usg  yang disiapkanSyeila. Rencanya untuk di kasihkan ke Faishal setelah makan malam romantis. Tapi semua gagal karena Faishal tak kunjung pulang.


Faishal masih tergugu dengan air mata yang terus mendesak keluar, dan perlahan Faishal melangkahkan ke biji sawinya.


Dengan tangan gemetar, Faishal mengangkat Syeila yang masih tertidur  di meja dan memindahkan ke pangkuannya. Jangan lupa, dengan suara bergetar dan menangis tergugu Faishal menggumamkan kata maaf kepada Syeila,


“Ma af sayang, maaf.”


“Maaf, maaf,  maaf.”


.


.


.


TBC


Kado yang disiapkan Syeila


__ADS_1


__ADS_2