Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 130


__ADS_3

“Yaudah, ayok kita masuk Naura.” Naura hanya menganggukkan kepalanya. Syeila langsung masuk tanpa mengetuk pintu, karena Syeila yakin bahwa suaminya tidak ada diruangan. Dan bingo, Faishal memang tidak ada diruangannya. Hal tersebut membuat Naura tanpa sadar menghembuskan napas lega.


Syeila mengajak Naura duduk di sofa yang ada diruangan Faishal. “Oh ya, kamu mau makan sekarang?” tanya Syeila setelah meletakkan makanan dan minuman di meja.


Naura mengangguk, “Iya kak. Nola lapel. Mau makan steak dulu. Bulgelnya nanti aja.”


“Oke.” Syeila membuka steaknya dan menyerahkan ke Naura. “Minumannya yang lemon tea ya kak?” pinta Naura. “Iya Naura.”


“Makasih kakak cantik,” ucap Naura ketika steak dan lemon tea sudah berada di depannya. “Iya sama sama Naura. Sekarangan makanlah.” Tanpa membalas ucapan Syeila, Naura langsung makan makanan yang tersedia di depan mejanya.


***

__ADS_1


Ketika  Naura sibuk makan diruangan Faishal, berbeda dengan mamahnya Naura, Natasya. Saat ini peluh bercucuran di dahi Natasya, karena sibuk berkeliling diperusahaan dari lantai sat uke lantai yang lain.


“Ya ampun Naura sayang. Kamu dimana Nak?” terlihat jelas raut khawatir yang tercetak diwajah Natasya. “Tinggal satu lantai lagi yang biasa digunakan meeting, semoga kamu disana Nak,” lanjut Natasya yang kemudian melanjutkan kembali langkahnya menuju lantai ruang meeting yang terletak tepat di bawah lantai ruangan CEO, asisten dan sekretaris. Dan tentunya menggunakan lift ya, bukan lewat tangga darurat.


Sesampainya di lantai dimana biasanya meeting diadakan, bertepatan dengan terbukanya salah satu pintu di ruangan tersebut. Ohh ternyata, disitu baru aja selesai dibuat rapat. Terlihat semua karyawan yang mengikuti rapat, keluar dari ruang meeting.


Faishal yang keluar dari ruang meeting paling akhir diikuti oleh sang asisten di belakangnya, mengernyit melihat Natasya yang seperti orang bingung dengan peluh bercucuran didahinya. “Kamu kenapa Nat? Sampai ngos ngosan seperti itu?” tanya Faishal ketika berada di dekat Natasya.


Natasya menundukkan kepalanya, “Maaf Tuan. Saya sedang mencari putri saya Naura.” Natasya sudah berkaca kaca. Natasya sungguh menyesal karena telah membohongi putrinya.


“Be-belum Tuan.” Natasya menunduk dengan mimik muka yang sudah siap untuk menangis. “Saya sudah berkeliling dari lantai satu sampai lantai sini tapi tidak ada tanda tanda anak saya berada Tuan,” lanjut Natasya.

__ADS_1


“Hmmm, sudah periksa di CCTV?” mendengar kata CCTV membuat Natasya terkesiap. Dirinya melupakan petunjuk penting tersebut. “Belum Tuan.”


“Kamu cek dulu di cctv, pasti nanti akan tahu dimana keberadaan putrimu.”


“Baik Tuan, terimakasih banyak.” Natasya tersenyum dan berbalik arah berjalan tergesa gesa menuju ruangan cctv berada.


Melihat Natasya yang sudah memasuki lift, Faishal kembali bersuara, “Vid, tolong temani Natasya untuk ngecek cctv.” David yang tidak mempunyai alasan untuk membantah, mengganggukkan kepalanya, “Baik Tuan.” Dan berjalan menyusul Natasya.


Melihat David yang sudah mengikuti Natasya, akhirnya Faishal berjalan menuju lift khusus untuk menuju ke ruangannya.


Begitu sampai dilantai tempat ruangannya berada, Faishal langsung membuka pintu ruangan miliknya. Faishal cukup terkejut ketika melihat siapa yang ada diruangan miliknya. Faishal sangat mengenal siapa mereka. Tapi yang membuat Faishal terkejut, kenapa mereka bisa bersama.

__ADS_1


Belum puas dengan lamunannya, tiba tiba harus buyar, ketika mendengar suara cempreng Syeila, “Sayaaaaang. Surpriseeeeee.” Syeila yang melihat pintu terbuka langsung menoleh dan berteriak nyaring, kemudiang berjalan berhamburan memeluk tubuh suaminya.


Syeila mengalungkan tangannya dileher suaminya, “Sayang. Surprise.” Sekali lagi Syeila berucap dan memberikan kecupan singkat di pipi suaminya. Sedangkan Faishal hanya mengerjapkan matanya mencoba memahami situasi yang terjadi sekarang.


__ADS_2