Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 81


__ADS_3

Saat ini Faishal dan Syeila sudah berada di dalam mobil menuju kantor.  Ketika bangun tidur, Syeila dengan wajah mendung dan Faishal dengan wajah cerah. Namun, hal tersebut berbeda dengan kondisi saat ini.


Saat ini Syeila sudah kembali ceria, tetapi Faishal raut wajahnya lebih kelam dari biasanya. Dan Syeila sadar akan hal itu. Tetapi Syeila masa bodoh dengan hal tersebut. Salah sendiri kemarin siang malem gempur Syeila nggak berhenti berhenti.  Heuuuh.


Entahlah, kalau mengingat kemarin bawaannya Syeila ngambek terus.  Padahal nih ya, padahal kemarin itu Syeila juga mendesah keenakan loh,  bisa bisanya masih ngambek. Hmmm


Dan tanpa sungkan Syeila berucap, “Sayang, nanti berhenti di pertigaan depan yaah yaaa?”


Walaupun Faishal dalam kondisi kelam, Faishal tetap menyahuti ucapan istrinya, “Mau ngapain yang?”


“Kepo ih. Di suruh berhenti ya berhenti aja napa sih!” sewot Syeila


Astaga, Faishal mengelus dadanya pelan. Ini ada apa dengan biji sawinya. Sejak bangun tadi emosi biji sawinya naik turun.


Padahal ketika di rumah sakit, biji sawinya jarang emosi loh. Kenapa sekarang kayak gini. Dengan kening berkerut Faishal memikirkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi.


Ahhh, mungkin ini waktunya kali ya.


Dan dengan tampang polosnya, Faishal berucap, “Yang, kamu lagi menstruasi ya?”


“Menstruasi mentruasi! Perasaan Syeila sudah jelas ih ngomongnya. Berhenti di pertigaan depan. Kok bisanya ke


menstruasi. Padahal belom aki aki loh!” sembur Syeila pedas.


Poor Faishal.


Haaaah, mood Faishal sudah ancur semenjak solo karir. Eh ditambah mood istrinya yang sedang naik turun seperti roll coaster. Lengkapp sudah!


Faishal mengambil nafas sebanyak banyaknya mencoba meningkatkan moodnya. Astaga, kenapa hari ini biji sawinya minim akhlak. Ya ampun bisa bisanya Syeila secara tidak langsuung menyamakan dirinya dengan aki aki.


Heuuuuuuh, setelah dirasa cukup, Faishal kembali bersuara, “Iya sayang. Maaf ya. Iya nanti aku berhentikan di pertigaan.”


Setelah sampai di pertigaan, segera Syeila keluar. Tetapi sebelum itu Syeila sudah berpesan kepada Faishal, “Sayang, kamu tunggu disini dulu ya.”

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Faishal, Syeila segera berlalu. Faishal yang melihat itu semua, hanya bisa geleng geleng kepala, “Astaga, sepertinya bini gue beneran udah minim ahklak!” sambil terus melihat Syeila dari dalam mobil.


Beberapa saat kemudian, Syeila masuk ke mobil kembali. “Terimakasih sayang.” Syeila mengecup pipi Faishal.


Fix fix, Mood Syeila memang lagi ambyaaar. Dan mumpung Syeila sedang bagus moodnya, Faishal tidak menyia nyiakan kesempatan. “Iya sayang sama sama.”


Faishal mengecup sekilas bibir mungil Syeila. Cuma kecupan, tapi mampu membuat mood Faishal naik. “Oh iya kamu beli apa yang?”


“Es krim.”


“Sebanyak itu?” Pasalnya Syeila membawa 1 kantong kresek semua penuh dengan es krim.


“Iya. Nanti mau bagi sama yang lain juga. Hmmm Sayang mau?” tawar Syeila


Faishal menggelengkan kepala. “Nggak Yang. Buat kamu dan temanmu aja.” Kemudian mereka kembali melajukan mobilnya ke kantor.


Sesampainya di kantor, Syeila keluar dan berjalan  duluan mendahului Faishal. Oh ya, perlu kalian tau, bahwasanya tidak semua pegawai mengetahui hubungan Faishal dan Syeila. Hanya beberapa saja. Itupun orang orang penting saja.


Kembali ke Syeila, yang saat ini berjalan memasuki perusahaan dengan hati yang ceria. Tak lupa Syeila juga menyapa karyawan Faishal. Pun dengan Faishal. Meskipun Faishal dingin, Faishal tidak pernah absen untuk menjawab sapaan karyawannya.


Sama halnya Syeila yang bergegas ke ruangannya, Faishal juga bergegas ke ruangannya yang ada di lantai teratas. Mengingat beberapa sahabatnya datang untuk membahas reuni bulan depan.


Sesampainya di ruangannya Faishal sudah mendapat sindiran dari sahabatnya, “Enak ya Bro, udah nikah,” celetuk Darwin


“Enak dong, buktinya Faishal sampai telat ngantornya hehehe,” timpal Marcel


“Pasti nana nini sama bini dulu ya Bro?” sekali lagi Darwin berucap


“Ya jelas dong, apalagi bininya masih daun muda. Pasti masih keset lah semuanya hahahaha.” Marcel terbahak dengan ucapannya sendiri diikti oleh Darwin.


Faishal yang mendengar ucapan temannya hanya memberikan delikan tajam, “Berisik! Udah bagaimana perkembangan reuninya?”


Marcel dan Darwin yang melihat aura Faishal segera menghentikan tawanya. “Ehem, sejauh ini masih aman sih,” seru David yang dari tadi diam.

__ADS_1


“Syukur deh kalau aman. Terus alumni juga banyak yang datang kan?” lanjut Faishal bertanya.


“Sudah kok. Banyak alumni yang konfirmasi bisa ikut. Emmm tapi …..” Darwin terlihat ragu untuk menyampaikannya.


“Tapi apa? Apa ada kendala?”


“Nggak kok, tapi Dia juga ikut reuni.”


Faishal menegang dan bibirnya kelu untuk berucap. Mendadak otaknya blank dan hanya penuh dengan satu nama,


NATASYA.


.


.


.


TBC


Syeila



Faishal



Natasya (Mantan gebetan terindah Faishal) Ingat ya geng hanya MANTAN GEBETAN wkwkwkkw 



Uhhhhh, mbak natasya nya cantik ya. Gimana  ya nanti posisi Syeila ?

__ADS_1


__ADS_2