
Halo halo makasih ya yang sudah kasih like, komen positif dan doanya buat UASku, alhamdulilah UAS nya tinggal take home aja. Insyaallah sudah bisa mulai update rutin lagi.
Selamat Membaca!!!
***
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sudah tiga minggu lebih semenjak Syeila meminta ijin ke Faishal terkait tugas kelompoknya yang mau mengadakan observasi ke perusahaan keluarga Faishal.
Oh, dan jangan lupakan, sekarang Syeila sudah faham tuh alasan othongnya si suami yang tiba tiba menggelembung.
Awalnya sih Syeila nggak percaya dengan info yang dia peroleh dari internet. Ya kali, dengan sentuhan sentuhan aja udah bikin itunya menggelembung. Jadi dah, setelah hari itu Syeila kembali mencoba tuh memberikan sentuhan sentuhan kepada Faishal.
Dan ya, berakhirlah kembali Faishal yang bersolo ria dikamar mandi dengan Syeila yang terus diomeli di keesokan harinya.
Skip, kembali lagi kesekarang.
Seperti biasa, Faishal mengantarkan Syeila ke sekolahnya terlebih dahulu sebelum dia berangkat ke kantor.
“Sayang,” panggil Syeila sebelum turun dari mobil. Ya, mereka sudah sampai di gerbang sekolah Syeila beberapa menit yang lalu.
“Ada apa hem?” Faishal mengernyit bingung\, pasalnya uang saku udah dikasih dan lum*t lum*tan pun beberapa detik yang lalupun baru berakhir\, tetapi biji sawinya masih anteng duduk manis di kursi samping kemudi.
“Itu yang, nanti Syeila dan teman teman ke kantor ya? Nggak papakan? Kemarin kemarin Syeila lupa mau ngasih tau.” Syeila meringis diakhir kalimatnya. Pasalnya Syeila terlalu mendadak memberitahu masalah observasi.
Dan Faishal tau Syeila khawatir dengan respon yang akan dia berikan. Faishal terkekeh dalam hati dan ingin menjahili biji sawinya, “Apaaaa?” jawab Faishal dengan menunjukkan wajah pura pura terkejoet.
“Kan sebelumnya udah aku kasih tau sih yang, kalau mau datang ke kantor bilang bilang jauh hari. Jangan mendadak kayak gini, kan kamu tau sih kantor aku sibuknya kayak gimana!” lanjut Faishal mengomel dengan wajah yang pura pura kesal.
Iya, pura pura kesal karena sekarang dalam hatinya tertawa puas. Apalagi melihat biji sawinya yang menunduk dengan menggigit bibir bagian atasnya dan jangan lupakan pipinya yang mengembung. Uhhhh imut sekali.
Disisi lain Syeila meringis dengan tangan saling bertautan bingung harus bilang apa, dan yang terpikirkan Syeila hanya satu, “Sayang~.” Syeila merengek dengan suara yang mendayu dan tangan mungilnya yang sudah berpindah bergelayut manja di tangan Faishal.
Bubraaah …….. bubraaaaah!
Ya, sampai detik ini Faishal selalu luluh dengan suara manja bijj sawinya. Faishal akhirnya terkekeh gemas sendiri, dengan mengacak rambut Syeila, “Iya sayang. Untung hari ini tidak terlalu sibuk. Nanti kamu kabari aku saja ya kalau sudah sampai di kantor.”
Syeila senang mendengarnya, karena selama ini Om Fai kesayangannya akan selalu luluh kalau dibujuk seperti itu,” Iya Yang siap. Nanti Syeila kabari kalo udah sampai kantor. Kalau begitu Syeila keluar dulu ya Yang.”
__ADS_1
Cup,
Satu kecupan Syeila bonuskan ke bibir tebal Om Fai kesayangannya. Setelahnya, Syeila keluar dari mobil meninggalkan Faishal yang mematung akibat kecupan dadakan dari biji sawi kesayangannya.
Benar sekali, sampai saat ini Faishal selalu terkejoet kalau mendapat kecupan dadakan dari biji sawi kesayangannya. Yah, walaupun sudah sering begituan, tetapi kalau serangan dadakan apalagi inisiatif Syeila sendiri itu sangat jarang di dapatkannya.
Setelah sadar dari keterkejutannya, Faishal melajukan mobilnya kembali, tentunya dengan senyum dibibir karena mendapat bonus kecupan manja.
***
Kegiatan belajar mengajar dilalui Syeila dan teman temannya dengan cukup lancar. Dan saat ini Syeila beserta teman sekelompoknya kecuali Bobby, berada di kantin karena memang sudah istirahat pertama.
“Oh ya, gimana Syei? Nanti kita bisa langsung observasi kan?” tanya Rendi memecah keheningan sembari menunggu pesanan mereka.
“Udah kok, Ren Ren tenang aja. Em ini nanti kita sepulang sekolah langsung otewe ya?”
“Iya lah langsung, kan lusa kita sudah harus observasi. Dan sebelum uas laporannya juga harus selesai, jadi kita harus ancang ancang dari sekarang kan,” sahut Rendi.
Yang lainnya hanya mengangguk, membenarkan ucapan Rendi. Bertepatan dengan itu, Bobby yang baru masuk kantin langsung bergabung ke meja Syeila dkk.
“Halooo gais aku ada info nih.” Mendengar ucapan Bobby, semua atensi yang ada di meja kantin mengarah ke dia.
“Yang bener Bob?” pekik Mia girang.
“Iya Mia, nanti aja lah kita tunggu pengumumannya sehabis istirahat,” sahut Bobby berbarengan dengan datangnya pesanan mereka.
Setelahnya mereka mulai fokus pada makanan masing masing. Selesai dengan makan masing masing, terdengar bel yang menandakan jam istirahat telah berakhir. Syeila dkk bergegas menuju ke kelas.
***
Saat ini, Syeila dkk sudah berada di parkiran sekolah. Ya, informasi dari Bobby memang benar adanya. Kegiatan belajar mengajar kelas dua belas kosong selama satu bulan dan diganti dengan observasi ke perusahaan sesuai pilihan.
Berhubung yang bawa mobil hanya Cici saja dan Bobby membawa motor besarnya, akhirnya mereka memutuskan untuk ke perusahaan Amar.Corp dengan menggunakan mobilnya Cici dengan Bobby yang mengemudikannya.
Empat puluh lima menit merekka akhirnya sampai di Amar.Corp, tentunya dengan Syeila sebagai penunjuk jalannya.
“Betewe kamu hapal banget ya Syei jalan ke Amar.Corp dari sekolah?” celetuk Mia setelah mereka sudah berada di lobi perusahaan
__ADS_1
Syeila meringis kemudian menjawab,” Hehe, iya soalnya sering ke sini.”
“Emm sudah yuk kita langsung ke atas aja.” Untuk mengalihkan perhatian temannya biar nggak bertanya aneh aneh, Syeila mengajak langsung ke ruangan CEO nya.
“Eh, tunggu Syei. Kita kan harus lapor dulu ke resepsionis,” celetuk Rendi.
“Emm, nggak perlu lapor kok. Kan Syeila sudah izin. Udah yok kita langsung keatas aja.” Syeila berjalan duluan menuju lift dengan teman temannya yang pada akhirnya juga mengikutinya dibelakang.
Sesampainya diruangan Faishal, Syeila mengernyit ketika ruangan sekretaris dan asisten Faishal terlihat kosong. “Ahh , mungkin lagi rapat. Syeila masuk aja keruangannya nggak papa deh sepertinya,” batin Syeila.
Kemudian melangkahkan kakinya mendekat untuk masuk keruangan Faishal, tapi belum menyentuh handle pintu, lagi dan lagi Syeila sudah di cerah oleh Rendi.
“Syei, jangan asal masuk. Nggak sopan tauk, apalagi tidak ada sekretaris,” tutur Rendi setengah berbisik.
“Iya Syei, jangan masuk. Entar kita di semprot loh. Denger denger CEO Amar.Corp itu dingin,” timpal Bobby pelan.
“Hah, benarkah dingin? Galak dong berarti, nanti gimana nasib kita?” timpal Mia juga tak kalah pelan.
Syeila mengerjap matanya beberapa kali mendengar ucapan teman temannya, “Kalian tenang aja, kalau Syeila yang masuk nggak papa kok. Syeila kan sudah pernah kesini, jadi aman lah kalau mau langsung masuk. Paling masih rapat, jadi kita bisa istirahat dulu didalam.”
Akhirnya semua teman teman Syeila percaya dengan ucapan Syeila. Kemudian Syeila melangkah menuju ruangan Faishal dengan teman temannya yang mengekor di belakang.
Entah karena kurang hati hati atau memang nasib apes sedang berpihak kepada Syeila, ketika berada tepat diambang pintu, tali sepatu yang terlepas ke injek mengakibatkan Syeila terjatuh dengan kepala dan tangan mendorong pintu sedikit keras, mengakitabkan bunyi,
Blaaaam! Membuat dua manusia yang sedang bersitegang didalam ruangan tersebut terlonjak kaget dan salah satunya reflek mengumpat dengan nada tinggi tanpa melihat siapa pelakunya,
“Brengsek! Sudah dibilangin jangan ada yang masuk, malah pake di banting pintunya. Nggak punya otak haaaah.”
Syeila yang masih dalam posisi jatuh terjerembat, mendadak tubuhnya menegang kaku dan bulir bulir bening keluar dari bola matanya tanpa dikomando. Sedangkan teman teman Syeila yang lain diam mematung dan juga tak kalah tegangnya.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Kalau kalian suka, sempatkan komen dan like nya dong :)