Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 17


__ADS_3

Setelah makan Faishal segera mengajak Syeila menemui orang tua mereka.


“ayook kita nemuin para tetua” ajak Faishal setelah memastikan semua makanan yang ada dimulut Syeila sudah masuk keperut


“para tetua om?” tanya Syeila memiringkan kepalanya menghadap Faishal dengan mata mengerjap polos


“astaga, maksudku mommy dan daddy kita” jawab Faishal dengan menghela napas berat


“ohh baik om” sahut Syeila dengan mengangguk anggukan kepala


Akhirnya Faishal dan Syeila mencari orang tua mereka dan ternyata mereka berkumpul diruang keluarga.


“cie penganti baru” celetuk mommy Meri menggoda sang putra dan menantunya


“ingat jangan langsung dibobol dulu ya sayang, anak mommy masih kecil mungkin bisa dikasih skin ship dulu hihihi” sahut mommy Lena menggoda disertai cekikikan diakhir


Dua pengantin baru yang di goda oleh sang mommy memberikan respon berbeda. Ketika Faishal salah tingkah dengan muka yang sedikit memerah karena menahan malu sedangkan Syeila hanya menampilkan muka polos sambil mengerjapkan mata nya bingung dengan arah pembicaraan para mommy nya.


“yang dibobol memang apa mom?” tanya Syeila polos


“coba tanya ke suamimu hihihi” celetuk mommy Meri sambil cekikikan


“apa yang di bobol om?” tanya Syeila menghadapp kearah Faishal


Yang dimintai jawaban jangan ditanya lagi, wajahnya sudah seperti tomat busuk sedangkan para orang tua hanya cekikikan memperhatikan wajah Faishal yang kelihatan sekali sedang frustasi bingung mau memberikan jawaban apa.


“astaga” desah Faishal sambil sambil memijat pangkal hidungnya


“nanti kalau sudah watunya kamu akan tau apa yang akan saya bobol” sahut dingin Faishal supaya wajahnya tidak semakin memerah


“ish om mah gitu” celetuk Syeila cemberut sambil menyedakepkan tangannya di dada


Sedangkan para orang tua hanya bisa geleng geleng kepala.


“Syeila sayang” panggil mommy Meri


“iya tan?” sahut Syeila polos


“ no panggil tante, sayang harus panggil mommy dan daddy Faishal juga daddy” celetuk Mommy Meri


“iya sayang,  sekarang kamu harus memanggil orang tua Faishal juga dengan mommy dan daddy karena sekarang orang tua Faishal juga orang tua Syeila begitu sebaliknya.” tambah mommy Lena menjelaskan


“baik mom akan Syeila usahakan” sahut Syeila


“oh ya sayang kenapa kamu memanggil suamimu masih dengan sebutan om?” tanya mommy Meri penasaran


Padahal mommy Lena sendiri mengatakan bahwa sudah memberitahu Syeila tentang kewajiban dan hak suami istri bahkan panggilan untuk suami pun juga sudah diberitahu.


Sedangkan yang menjadi objek pertanyaan hanya sibuk dengan game dihapenya. Dan para bapak bapak hanya melihat interaksi sang istri.


“terus Syeila harus manggil apa tan eh mom? Menurut Syeila panggilan om lebih cocok buat om Fai” sahut Syeila sambil mendongakkan kepala


Sedangkan Faishal yang awalnya sibuk dengan game mendadak berhenti dan tersedah air liurnya sendiri


“astaga bocah sialan apa gue setua itu hingga harus dipanggil om, susah bener nyuruh dia tidak manggil gue om” sinis Faishal dalam hati sambil menatap Syeila dengan mata yang disipitkan


“ya ampun sayang bukan begitu” keluh mommy Lena


“sayang masih inget pelajaran yang mommy ajarkan sehari sebelum pernikahan?” lanjut tanya mommy Lena

__ADS_1


“iya mom masih inget” sahut Syeila polos disertai dengan anggukan kepala


“kalau masih inget coba Syeila sebutkan apa yang mommy jelaskan” pinta Mommy Lena


Sedangkan yang lain memperhatikan jawaban Syeila. Sumpah mereka sudah seperti mewawancarai Syeila dan sekarang ingin mengetahui jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan kepada Syeila.


Sedangkan yang ditanyai hanya menggaruk dagunya yang tidak gatal dan segikit mendongakkan kepalanya keatas sambil berpikir pelajaran yang diberikan sang mommy sehari sebelum pernikahannya. Lebih tepatnya adalah pelajaran kemarin.


“ahaa Syeila inget mom pelajaran kemarin” celetuk Syeila riang setelah mengingat pelajaran yang diberikan sang mommy kemarin.


“emm nama panggilan yang biasa digunakan istri kepada suaminya ya mom” lanjut Syeila tapi sedikit ragu


“iya sayang, masih ingatkan panggilannya apa aja?” tanya mommy Lena memastikan


“masih dong mom, ada mas, sayang, hubby, daddy, ayah, papa dan lainnya sesuai kesepakatan pasangan” jelas Syeila lugas


Mommy Lena lega, Syeila memang jago sekali menghafal


“terus kenapa memanggil suamimu masih sebutan om sayang?” lanjut tanya mommy Lena gemas sendiri dengan Syeila yang masih memanggil suaminya om


“emm menurut Syeila panggilan yang tepat buat dia ya om mom kan umurnya jauh diatas Syeila” jawab Syeila polos sembari menunjuk Faishal


Sedangkan yang ditunjuk semakin memberikan tatapan sinis kepada Syeila


Dan yang lain hanya bisa menghela napas berat


“sayang dengerin mommy, sekarang kamu sudah menikah dan kamu tidak boleh memanggil suami kamu dengan sebutan om. Sebutan om itu sangat tidak cocok buat panggilan seorang istri kepada suami. Paham?” omel mommy Lena tegas dan dingin


Seketika suasana mendadak dingin . Semua terdiam mendengarkan ceramah mommy Lena dan Syeila seketika menundukkan kepala nya dengan bahu bergetar. Walaupun bukan membentak tetapi ucapan tegas nan dingin belum pernah Syeila dapatkan dari sang mommy.


Ketika mommy marah paling hanya omelan saja belum pernah mommy memberikan nada suara tegas nan dingin. Berarti mommy sekarang beneran marah banget. Iya marah pake banget. Pikir Syeila .


Seketika Syeila tersadar dari lamunannya.


“Syei Syeila pah ham mom” sahut Syeila susah payah sambil mengangguk nganggukkan kepalanya supaya tidak diketahui kalau dia sedang menangis


Padahal semua sudah tau dari bahunya saja yang bergetar sudah menandakan dia sedang menangis. Tetapi entah mengapa aura mommy Lena saat itu sangat mengintimidasi sehingga tidak ada yang berani membuka suara.


“baik berarti mulai sekarang jangan manggil suamimu om” tegas mommy dingin


“terus Syeila harus manggil apa?” tanya Syeila yang masih menundukkan kepala dengan buliran air yang terus keluar dari pelupuk mata


“tanya sama suamimu dong ngapain tanya sama mommy” sewot mommy masih dengan mode dingin


Mendengar ucapan sang mommy Syeila langsung melihat kearah Faishal namun sedetik kemudian langsung ditundukkan lagi  kemudian tidak lama Faishal berdehem


“hmm hmm” dehem Faishal untuk mentralisir keadaan


“untuk nama panggilan khusus biar kami rundingkan dulu mom” sahut Faishal lembut


Entah kenapa Faishal juga merasa terintimidasi dengan aura yang dikeluarkan oleh mommy Lena.


Kalau tidak mode marah mommy Lena selalu tampil energik, anggun dan lemah lembut tapi ketika mode marah


ternyata seperti ini. Kira kira seperti itu isi pikiran Faishal saat ini.


“Ya sudah sekarang kalian istirahat pasti kalian capek” lanjut sang mommy tegas


Faishal hanya menurut kemudian mengajak istrinya yang masih menunduk ke kamar.

__ADS_1


“ayok kita istirahat” ajak Faishal ketika sudah berada di samping tempat duduk istrinya


Bukannya menjawab tapi Syeila malah megulurkan kedua tangannya dengan kepala yang masih menunduk


“maksudnya?” tanya Faishal mengkerutkan kening bingung dengan kode yang diberikan Syeila


“genn dong” cicit Syeila dengan kepala yang masih menunduk dan air mata yang terus mengalir


Sungguh Syeila tidak kuat menahan isakannya lebih lama lagi


Sedangkan Faishal menatap Syeila cengo kemudian menatap para orang tua yang semua kompak memberikan anggukan.


“gendong hiks hiks” lanjut Syeila sambil sesenggukan pelan karena sudah tidak sanggup lagi menahan isakannya supaya tidak lolos.


Faishal yang sudah melihat Syeila sesenggukan langsung menggedong syeila di punggung lebarnya dan segera menuju ke kamarnya.


***


Sedangkan para orang tua hanya memerhatikan putra putri mereka menaiki anak tangga sampai tidak terlihat. Seketika disusul cekikikan dari salah satunya


“hihihihi” Mommy Lena cekikikan pelan


Yang lain hanya mengerutkan kening, pasalnya sebelum anak anak mereka keatas mommy Lena terlihat seperti singa betina yang sedang mode garang.


“ mom , kenapa mommy cekikikan kayak gitu ? apa ada yang lucu?” tanya Pak Wijaya bingung


“iya jeng, kenapa jeng bisa cekikikan seperti itu” timpal mommy Meri


“hahahha kalian tadi lihat tidak sih bagaimana takutnya Syeila sampai menangis, ya ampun anak itu, lucu sekali hahahah” sahut mommy Lena sambil tertawa


Benar sekali, mommy Lena tadi tidak sungguh sungguh marah. Dia punya alasan sendiri kenapa menggunakan nada dingin tegas dan mengintimidasi putrinya tadi


Sedangkan yang lain yang mengetahui kelakuan mommy Lena hanya menggelengkan kepala dan bernapas lega ternyata itu semua hanya pura pura


“ mommy kenapa kommy melakukan itu? Nggak tau apa anak kita pasti sekarang sedang nangis kejer dikamar?” lanjut tanya Pak Wijaya heran


Seketika mommy Leni menghentikan tawanya dan berubah serius


“daddy tau sendirikan bagaimana putri kita, kalau kita hanya menasehati seperti biasa pasti hanya akan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Mommy seperti ini itu biar putri kita beneran jera dad dan bisa segera mengubah panggilannya kepada Faishal, kasian dong Faishal kalau terus dipanggil istrinya om entar dia dikira ponakannya bukan istrinya” jelas Mommy Lena pangjang lebar


“iya mommy benar juga” ucap Pak Wijaya setuju dengan Mommy Lena


“daddy tenang aja, pasti yang mommy lakukan itu demi kebaikan mereka berdua” sahut mommy Lena dengan mata yang menerawang jauh kedepan


“iya mom, mommy memang terbaik” sahut Pak Wijaya dengan menipiskan senyuman


Akhirnya mereka melanjutkan obrolan mereka. Kemudian setengah jam kemudian mereka semua beranjak menuju kemar masing maisng. Ya Pak Abian dan istri meginap dirumah Pak Wijaya dan beristirahat dikamar tamu.


.


.


.


TBC…


***


Halo kak, Author menyapa lagi nih. Tetap setia ya mengikuti perubahan peruhaban sikap Syeila. Dan jangan lupa ya kak selalu sempatkan Like+Komen dan kalau berkenan boleh banget loh menyisihkan sebagaian vote nya buat Syeila dan Faishal.

__ADS_1


tetap Semangat dan Salam Hangat dari Author Ketcheeeh!!!


__ADS_2