Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 68


__ADS_3

“Ohhh, berarti benar dugaanku selama ini. Ternyata CEO disini itu beneran Om mu kan Syei?”


Rendi berucap hal tersebut bertepatan Faishal masuk ruangannnya diikuti David dibelakangnya. Yang memang pintu ruangan CEO tidak ditutup, jadi Syeila dan kawan kawan tidak menyadari kedatangan Faishal dan David sang asisten.


Faishal yang mendengar ucapan Rendi berhenti melangkah, ingin mendengar jawaban Syeila dengan mata terus melihat kearah kumpulan anak SMA yang berada diruangannya, yang sepertinya juga menantikan jawaban Syeila.


Disisi lain Syeila sangat bingung harus menjawab gimana. Apakah kalau mengatakan suaminya sebagai saudara adalah keputusan yang tepat? Apakah Om Fai kesayangannya juga setuju seperti itu? Oh sungguh, Syeila tidak berharap ada disituasi semacam ini, ditambah Syeila belum rundingan dengan Faishal lagi.


Syeila sangat gugup, kalau diperhatikan dengan seksama pasti mereka akan menyadari kegugupan Syeila ditambah bulir bulir keringat di dahi Syeila. Tetapi sayangnya, teman teman Syeila tidak ada yang menyadari hal tersebut, mereka terlalu antusias menunggu jawaban dari Syeila.


Syeila memejamkan matanya sejenak dan mengambil napas panjang sebelum menjawab,” a—ak-aku, a-aku, ak-aku se-sebenarnya..”


Faishal dapat  melihat bahwa biji sawinya dilanda kegugupan dan panik bingung mau menjawab apa. Terlihat sekali kalau biji sawinya seakan kelu untuk bersuara. Akhirnya  Faishal membuka suara dengan nada tegas, “Syeila adalah istriku!” Kemudian Faishal melangkahkan kakinya menuju sofa yang terdapat Syeila dan teman temannya.


Syeila yang mendengar ucapan Faishal, otomatis matanya melotot sempurna. Syeila melotot bukan karena ucapan suaminya, tetapi melotot karena menyadari Om Fai kesayangannya  mendengar ucapan teman temannya tadi.


Ahhh, tapi bagaimanapun Syeila bernapas lega karena langsung dijawab oleh Faishal. Yah, walaupun sekarang Syeila agak gugup dengan respon respon teman temannya. Entahlah, biar Om Fai aja yang mengurus teman temannya nanti. Begitulah pikir Syeila yang memang agak susah kalau disuruh berpikir berat.


Sedangkan teman teman Syeila melongo mendengar ucapan langsung dari sang CEO, mereka sama sama mengernyit bingung, kecuali Cici yang memang sudah tau. Tetapi, Cici sebenarnya cukup kaget karena suami Syeila langsung membuka hubungan mereka. Cici khawatir aja dengan keberlangsungan sahabatnya di sekolah.


Ketika Faishal sudah berada didekat mereka, Faishal berdehem keras.” Eheeem.” Hal tersebut mampu mengembalikan fokus mereka, yang awalnya sibuk melamun. Kemudian Faishal duduk tepat disebelah Syeila dan merengkuh pinggang Syeila posesif.


“Ihhh sayang, jangan gini ih. Syeila malu,” bisik Syeila pelan dengan tangan mungilnya yang sibuk melepaskan lilitan tangan suaminya yang bertengger manis dipinggang rampingnya. Namun, hal tersebut sia sia, akhirnya Syeila hanya bisa pasrah dengan tangan suaminya yang posesif melilit pinggangnya..


Disisi lain, Faishal tidak merespon ucapan biji sawinya, tetapi dengan tangan yang masih melingkar posesif di pinggang ramping biji sawinya, Faishal mulai bersuara dengan sorot mata tajam, “Ada yang ingin ditanyakan lagi?”

__ADS_1


Tentu, teman teman Syeila langsung menggelengkan kepalanya pertanda sudah tidak ada yang ditanyakan. Siapa juga yang berani bertanya kalau lawan bicaranya aja udah kayak macam yang siap menarkam mangsanya. Alhasil. teman teman Syeila hanya anteng dengan fikiran masing masing.


“Saya rasa sudah cukup jelas ya, terkait hubungan saya dengan Syeila. Saya berharap kalian tau kondisi, untuk sekarang jangan mengatakan ke yang lain kalau Syeila sudah menikah. Setelah lulus SMA baru nanti akan saya umumkan resmi terkait pernikahan kami dan terkait resepsi juga.Saya berharap kalian bisa menjaga mulut,” lanjut Faishal berucap dengan nada dinginnya.


Dan lagi lagi teman teman Syeila mengangguk pertanda faham dengan ucapan Faishal. Tetapi Faishal mendesah tidak puas kalau mereka tidak bersuara, “Astaga, jangan ngangguk ngangguk doang. Kalian faham tidak sih?”


“Faham Om,” sela Cici lantang karena merasa terintimidasi oleh tatapan dan ucapan dingin suami sahabatnya.  Sedangkan teman teman yang lain melongo mendengar ucapan lantang Cici.


Terus Faishal? Jangan ditanya, geram sudah Faishal. “Ommmmm?” Pekik Faishal tertahan. Ahh, lagi lagi ada yang memanggilnya Om.


Cici berkedip mendengar pekikan Faishal. “Astaga sepertinya suaminya Syeila marah nih sama gue. Gue harus ngapain?” batin Cici sambil melihat kearah Syeila seakan akan ingin meminta bantuannya.


Syeila yang paham pun segera beraksi,” sayang~, udah ya jangan marah marah terus, nanti cepat tua loh.” Astaga, Syeila langsung menutup mulutnya ketika menyadari apa yang baru saja di ucapkan, dengan mata berkedip kedip bingung sendiri.


Sementara itu, Cici reflek tepok jidat sedangkan teman teman Syeila dan David sang asisten menahan tawa akibat mendengar ucapan Syeila.


Syeila gelagapan sendiri, haduuh niat ingin membantu Cici, malah dirinya yang kena batunya. Ahhh, bodohlah. Syeila harus  bertindak.


Segera Syeila menghadap Faishal dengan tangan yang bergelayut manja juga ikut melilit pinggang suaminya sambil berucap,“Sa-sayang tadi itu maksut Syeila bukan begitu, tadi itu itu tadi itu….”


Ditengah kebingungan Syeila, Faishal kembali bersuara, “Iya sayang. Ucapanmu tadi ada benarnya juga  kok. Terimakasih banyak ya sudah mengingatkan supaya suamimu ini tidak marah marah.” Tak lupa juga diselipkan senyum tipis dibibir Faishal.


“Ahhh, terimakasih sayang,” seru Syeila senang karena suaminya tidak marah akibat ucapannya barusan. Sedangkan yang lainnya juga ikut lega dan senang. Apalagi teman teman Syeila, mereka tidak menyangka, CEO Amar.Corp yang terdengar dingin bisa hangat dengan Syeila yang notabene istrinya.


Faishal berdehem sebelum bersuara,” Baik, saya rasa cukup. David, tolong antar mereka ke ruangan yang telah disediakan. Dan kalian bisa mengikuti David. Nanti kalau ada yang ditanyakan bisa langsung tanya  ke David.”

__ADS_1


David mengangguk,” Baik Tuan.” Setelahnya, gantian teman teman Syeila juga menyahut, “Baik Tuan.”


Faishal mengernyit sambil berucap,” Kalian tidak usah memanggilku Tuan, cukup pangggil Bos aja seperti karyawan yang lain.”


Teman teman Syeila mengernyit bingung, walaupun begitu mereka juga menjawab, “Baik Bos.”


Setelahya, Syeila dan teman temannya keluar dari ruangan Faishal mengikuti David untuk menuju ruangan mereka selama melakukan observasi.


.


.


.


TBC


HALO HALO, UNTUK BAB KALI INI GIMANA MENURUT KALIAN?


SENANGKAH DENGAN TINDAKAN OM FAI YANG MENGUNGKAPKAN HUBUNGAN MEREKA?


ATAU BAGAIMANA MENURUT KALIAN BIJI SAWI DI BAB INI?


DAN, BAGAIMANA YA TINDAKAN TEMAN TEMAN SYEILA SETELAH MENGETAHUI SYEILA SUDAH MENIKAH?


MASIH PENASARAN DAN SETIA MANTENGIN KAN? WKWKW, JANGAN LUPA YA SEMPATKAN LIKE+KOMENTARNYA :)

__ADS_1


SALAM HANGAT DAN TERIMAKASIH


__ADS_2