Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 118


__ADS_3

Faishal menepuk keningnya. Lupa Faishal untuk mengenalkan istrinya, “Oh iya sayang. Perkenalkan ini Natasya sekretaris sementara. Dan Natasya perkenalkan ini istriku.”


Deg, Natasya terkejut mendengar ucapan Fashal disertai dengan mata yang membola sempurna.


Astaga, Natasya geleng geleng kepala. Syeila mengernyit melihat respon dari Natasya, “Tante kenapa geleng geleng?”


“Oh tidak tidak. Adek, istrinya…” belum lengkap Natasya berucap sudah di sela oleh Syeila, “Iya Tante. Syeila istrinya Om Fai.”


“Om ?” Natasya kembali membola mendengar sebutan Syeila ke suaminya.


“Aduh sayang, ini mulutmu.” Faishal menjawil gemas mulut mungil Syeila, sebelum melanjutkan ucapannya, “Kan sudah aku bilang, jangan manggil Om.”


“Hehe biar sopan sayang,” cengir Syeila mengarah ke Faishal.


“Astaga bini gue,” batin Faishal malu karena harus dipanggil Om di depan Natasya.


Natasya masih belum tersadar dari keterkejutannya, terus memandang Syeila dengan tatapan memicing. Jangan lupa, banyak uneg uneg didalam otak cantiknya karena nggak habis pikir kalau istri Faishal masih bocah SMA.


Dan ketika Syeila menoleh, Syeila kembali melihat tatapan tante Natasya yang seakan menilai dirinya, “Ehem, tante kenapa natap Syeila kayak gitu?”

__ADS_1


Natasya gelagapan ditengah keterkejutannya, “Oh tidak, saya..” Lagi lagi Syeila menyela ucapan Natasya.


 “Tante nggak nyangka ya Syeila masih sekolah udah nikah? Kata mommy nggak papa kok nikah, kan Syeila udah cukup umur. Bentar lagi juga lulus sekolah tuh. Dan yang terpenting,  walaupun Syeila masih kecil, tapi Syeila udah bisa bikin dedek bayi Tante. Enam bulan lagi dedek bayinya juga akan brojol. Iya kan Yang?”


 Natasya hanya mengerjap beberapa kali,  mendengar ocehan istri Faishal yang sudah kayak rel kereta. Dari panjangnya kalimat Syeila, yang ditangkep Natasya hanya, “Enam bulan lagi dedek bayinya juga akan brojol. ”Berarti….  Ya tuhan, lagi dan lagi Natasya hanya mampu menggelengkan kepalanya.


Sedankan Faishal, “Ya allah sayang.” Malu sudah Faishal. “Udah ya Nat. saya sama istri mau masuk.” Tanpa menunggu jawaban Natasya, Faishal segera membawa Syeila masuk keruangannya. Untung si Syeila nurut, untuk diajak masuk.


Natasya yang kembali tersadar hanya menatap punggung Syeila dan Faishal dengan tatapan sendu dan senyum mirisnya. “Haaaaaah, nggak papa Nat. Seharusnya Lo seneng, Faishal sudah melupakan Lo dan menemukan tambatan hatinya. “


Natasya berbalik, dan kembali ke ruang kerjanya. Dan tanpa Natasya sadari, sedari tadi ada yang memperhatikan dirinya dengan tatapan yang tidak biasa.


Di ruangan Faishal.


“Sayang, kamu sudah aku pesankan makan siang. Bentar lagi sampai. Kamu kalau capek bisa istirahat di kamar.”


Yap, tadi sesampainya diruangan Faishal, Faishal langsung memesankan makanan untuk makan siang mereka. Dan sekarang Syeila dengan nyamannya duduk di pangkuan Faishal dengan Faishal yang sibuk dengan berkas


berkasnya.

__ADS_1


“Emmm sayang.” Syeila seakan ragu untuk bertanya.


Faishal menghentikan aktivitasnya, “Iya.” tidak ada sautan dari Syeila dan tercetak jelas raut keraguan di wajah Syeila. “Ada apa sayang? Hemm?”


“Itu sekretarismu sudah nggak single kan Yang?” mendengar pertanyaan Syela, Faishal mengulum senyumnya. Faishal tau apa yang ada di otak cantik istrinya. “Iya sayang. Dia sudah punya anak kok.”


“Oh syukur deh.”


“Kamu tenang ya.” Faishal membawa tangan mungil Syeila ke dadanya, “Disini hanya ada namamu sayang. Hanya kamu yang aku cintai. Love you.”


Cup, dikecupnya bibir mungil Syeila, “Sudah ya jangan mikir yang aneh aneh.” Syeila mengangguk. “Kamu nggak pengen istirahat dikamar?”


“Nggak Yang. Syeila lebih enak begini.” Syeila membenamkan wajahnya ke dada bidangnya Faishal. Menghirup dalam dalam aroma tubuh suaminya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2