
Disalah satu restoran yang cukup mewah terdapat Wijaya Ahmad dan Abian Amarkhan beserta istrinya. Ya, semenjak mereka besanan, bisa dipastikan hampir dua minggu sekali mereka akan meluangkan waktu untuk sekedar makan siang bersama.
Ditengah tengah makan siang mereka, tiba tiba tergengar suara dering ponsel. Ahhh ternyata itu dering ponsel Mommy Lena aka Mommy nya Syeila. Mommy Lena mengernyit ketika mendapat pesan dari anaknya Syeila. Pasalnya, selama ini jarang sekali anaknya kirim pesan ketika makan siang, ahh tidak pernah sepertinya.
Segera dilihat pesan tersebut, dan seketika Mommy Lena terbelalak dengan bergumam, “Astaga.” Mengakibatkan orang yang ada dimeja itu mengalihkan pandangan mereka ketika mendengar gumaman Mommy Lena.
“Ada apa jeng?” tanya Mommy Meri
“Faishal kecelakaan, aku nggak tau jeng bagaimana kondisinya. Dan sepertinya Syeila…” Mommy Lena tidak melanjutkan kalimatnya, tetapi melirik kearah Daddy Wijaya yang ternyata juga meliriknya.
Seakan faham dengan kekhawatiran Mommy Lena, Daddy Wijaya kembali bersuara, “Ya sudah, kita kerumah sakit aja sekarang.”
“Baik, kita berangkat sekarang,” sahut Daddy Abian. Dan mereka bergegas membayar tagihan makan siang kemudian berlalu keluar.
Selama menuju parkiran, Mommy Meri yang tadi mendengar bahwa putranya kecelakaan tidak tahan untuk tidak
memberondong pertanyaan ke Moommy Lena,” Jeng Lena, Faishal kecelakaannya bagaimana jeng? Tidak parah kan? Dan Syeila juga tidak kenapa napa kan?”
Mommy Lena menghela napa dan melambatkan jalannya sebelum menjawab, “Aku kurang faham jeng terkait kondisi Faishal, cuma Syela bilang kalau Faishal kecelakaan dan dirawat di RS.Medika. Dan sepertinya Syeila tidak apa apa jeng, cuman…”
“Cuma kenapa jeng?” Sela Mommy Meri
__ADS_1
“Hmm, cuma dikondisi tertentu seperti panik, Syeila kurang belum bisa mengontrol emosinya jeng. Hmmm dan kamu pasti tau lah jeng bagaimana sifat Syeila selama ini.” Ya, Mommy Lena sangat faham betul dengan sifat anaknya Syeila
“Ohh, ya nggak papa sih jeng. Maklum aja, Syeila kan masih tergolong remaja jadi sifat dan emosinya masih sangat
labil.” Setelah Mommy Meri berucap, bertepatan dengan mereka sudah sampai di parkiran café. mereka berpisah disana dan menuju ke RS.Medika menggunakan mobil masing masing.
Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menitan, mereka sudah sampai di RS.Medika. “Faishal diruangan apa?” tanya Daddy Abian ketika berjalan masuk rumah sakit.
“Syeila tidak bilang di ruangan apa. Mending kita tanya langsung aja,” sahut Mommy Lena. Akhirnya mereka menanyakan ruang rawat Faishal.
Setelah mengetahui ruangannya, mereka bergegas menuju ruangan tersebut dengan para Mommy yang berjalan di depan. Sesampainya didepan ruangan Faishal, Mommy Meri segera membuka pintunya, seketika Mommy Meri dan Mommy Lena terbelalak melihat pemandangan didepan mata mereka.
Sedangkan Daddy Wijaya dan Daddy Abian yang belum masuk karena terhalang Mommy Meri dan Mommy Lena di tengah tengah pintu masuk, mencoba melongokkan wajahnya melihat apa yang terjadi didalam.
Seketika Daddy Wijaya geleng geleng kepala, kenapa anaknya mesum disembarang tempat sih, batinnya. Sedangkan Daddy Abian yang biasanya tegas dan jarang tersenyum, terlihat menipiskan senyumnya melihat Syeila yang ada diatas tubuh Faishal dengan gelagapan turun.
Disisi lain, Faishal dan Syeila yang mengetahui siapa yang datang terkesiap. Dan Syeila dengan gelagapan segera
melompat turun dari atas tubuh Faishal dan tidak sadar malah terduduk di brangkar sebelah kanan. Dan hal tersebut membuat Faishal reflek berteriak, "Auuuuuuuuuwww!"
Astaga, Syeila mengerjap polos dan panik, ketika mengetahui apa yang didukinya sekarang. Ya yang Syeila duduki adalah tangan kanan Faishal yang tergores. Terlihat Faishal mengernyit dan meringis. Uhhhh sepertinya luka goresnya semakin parah, bisik Syeila.
__ADS_1
“Sa-sayang, ini tanganmu nggak papa kan. Tadi Syeila nggak sengaja, bener deh Syeila nggak sengaja yang,” ucap Syeila dengan penuh penyeselan dan rasa panik
Faishal tau kalau Syeila memang tidak sengaja melakukannya, Faishal tersenyum lirih dan berusaha menyahut, namun itu semua tertahan ditenggorokannta karena tiba tiba Syeila berteriak.
“Auuuuuuw Mommy, ampun Mom, ampun.” Syeila berteriak karena tindakan Mommy Lena.
“Mommy ampun Mom, jangan ditarik telinga Syeila ish,” teriak lagi Syeila. Ya Mommy Lena menarik telinga Syeila. Bukannya melepas, Mommy Lena menarik telinga Syeila dan berjalan menuju sofa yang kebetulan ruangan Faishal dilengkapi dengan sofa.
Setelah sampai di sofa, Mommy Lena mendudukan Syeila, kemudian Mommy Lena sibuk mulai mengomel, “Kamu itu ya. Astaga kenapa jadi mesum nggak tau tempat begini sih. Tau suami lagi kecelakaan malah mau diajak mantap mantap. Lihat kondisi dong nak, suamimu lagi sakit jangan diajak mantap mantap dulu, apalagi ini tempatnya. Astaga ya ampun sayang.........” Mommy Lena masih terus sibuk mengomel menasihati Syeila.
Syeila hanya mengerucutkan bibirnya mendengar semua omelan dan nasihat dari Mommynya. Sedangkan Faishal sibuk dengan Mommy Meri yang menanyakan kondisinya dan sesekali melirik istrinya yang terkena omel oleh Mommy mertuanya. Dan untungnya, tangan yang tergores tadi tidak tambah parah akibat diduduki Syeila.
Disisi lain Daddy Abian dan Daddy Wijaya hanya menjadi pendengar dan penonton mereka, karena bagi Daddy Abian dan Daddy Wijaya sudah cukup ketika melihat kondisi Faishal dan Syeila yang tidak parah. Mungkin nanti setelah kondisi normal, Daddy Abian akan menanyakan kronologi kejadiannya dan mengusut kejalur hukum kalau memang ada yang sengaja mencelakai anaknya.
.
.
.
TBC
__ADS_1