Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 64


__ADS_3

Faishal tidak terima dengan ucapan istrinya, yang menyamakan kisah mereka dengan Novel. Kemudian Faishal berucap,“Sama kayak gimana? Beda kali yang. Kan disitu ceritanya tentang Om Om.”


“Lah, emang situ bukan Om Om?” Skakkk!, Faishal kicep abis setelah mendengar ucapan Syeila, sedangkan Syeila menahan tawa menyadari ucapannya barusan.


Satu detik


Dua detik


Tiga ditik,


“Huahahahhahaahahah.” Pecah sudah tawa Syeila. Entahlah disini Syeila menertawakan ucapannya barusan atau menertawakan suaminya yang main kicep aja.


Faishal yang melihat biji sawinya tertawa kencang hanya merengut kesal. Sangking kesalnya Faishal juga ikutan berteriak,” Yaaaaaang!”


Syeila berkedip beberapa kali sambil membatin, “Astagaaa, pasti ayang sedih nih, Syeila ketawain gara gara sudah Om Om, tetapi kan memang udah Om Om yak.”


Faishal yang melihat Syeila melongo dengan mata  berkedeip pelan,  mengulangi panggilannya, “Yaang!”


“Hehehhe, iya sayang. Maaf ya. Walaupun sudah Om Om tapi kan Syeila tetap sayang!” sahut Syeila meringis di akhir kalimatnya, ketika menyadari memang suaminya sudah Om Om.


Dan faishal menyadari itu. Kemudian ditangkupnya wajah Syeila,” Yang aku tua banget ya sampai harus dipanggil Om?” Entahlah, yang jelas Faishal merasa kurang percaya diri. Tidak enak aja, serasa ada yang mengganjal gitu kalau disebut Om sama istrinya sendiri.


Sedangkan, Syeila yang mendengar ucapan Faishal barusan langsung ikutan menangkup wajah Faishal dengan tangan mungilnya dan melabuhkan kecupan hangat, kemudian berucap disertai rengekkan khas Syeila, “Sayaaaaang! Sudah ih lupakan aja pembahasan Om Om nya, walaupun sayang sudah kayak Om Om tetapi Syeila kan tetap sayang.”


Ya, ucapan Syeila memang benar adanya, selama menikah dengan Syeila pun Faishal tidak pernah melihat biji sawinya dekat dengan laki laki lain. Namun, tetap ada kekhawatiran tersendiri dihatinya jika suatu saat Syeila berpaling darinya.


Mengabaikan semua rasa tersebut yang tiba tiba menyusup di dada, dan mencoba  kembali terbiasa, Faishal mencoba mengalihkan pembicaraannya, “Oh, iya sayang. Tadi kamu kenapa pulang sekolah langsung ke perusahaan? Ada hal penting kah?.”


Syeila menepuk jidatnya, “Oh iya yang, Syeila lupa hehehe.”


“Begini yang, aku dan teman teman ada tugas akhir dan itu harus observasi di  lapangan. Kebetulan kami dapat tugas di perusahaan kamu yang. Boleh kan ya?” lanjut Syeila

__ADS_1


Faishal tidak langsung menjawab, tetapi Faishal membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


“Yaaaaaang!” rengek Syeila melihat Faishal yang membaringkan tubuhnya tanpa menjawab pertanyaannya.


Faishal terkekeh mendengar rengekan istrinya, lupa sudah kegalauan yang tadi sempat menyusup ke relung hatinya. Faishal menarik Syeila dan membaringkan istri kecilnya tersebut di lengannya.


Dengan tangan mengusap rambut istrinya, Faishal berucap, “Boleh kok yang. Emang mau kapan sih observasinya? Ada wawancara juga kan mestinya?” tanya Faishal


“Emm belum tau sih kapan observasinya? Nanti aku tanya kan ke temen temen dulu ya yang. Yang jelas nggak lama lagi kok. Kan aktif sekolahku tinggal empat bulan lagi yang,” jawab Syeila dengan tangan yang mulai sibuk membuat pola abstrak di dada Faishal yang masih terlapisi baju.


“Ya sudah yang. Nanti kabari saja kapan mau observasi dan wawancaranya. “


Syeila hanya berdehem untuk menyahuti ucapan Faishal, karena sekarang Syeila sedang menikmati kegiatannya.


Setelahnya keadaan menjadi hening, dengan Syeila yang masih sibuk dengan kegiatannya, sampai Faishal kembali bersuara.


“Yang tangannya bisa dikondisikan please?,” pinta Faishal dengan merasa geli. Pasalnya tangan Syeila sudah mulai menyusup ke dalam baju Faishal dan membelai dada bidangnya.


“Bentar ya yang, masih enak gini. Syeila suka!” sahut Syeila enteng, tanpa melihat wajah Faishal yang memerah menahan gairahnya.


Bukannya menyahut ucapan Faishal tetapi tiba tiba Syeila terfokus pada gundukan yang terdapat ditengah tengah tubuh Faishal. Syeila mendelik dan memekik, “Yaaaang, itumu menggelembung, kayaknya mau berubah jadi ikan deh. Ehh udah jadi ikan deh sepertinya.”


Astaga, Faishal gemas dan geram. Tanpa babibu Faishal langsung mengubah posisi dan sekarang sudah mengungkung Syeila yang sudah sempurna berada di bawahnya.”


“Masa bodoh! kamu harus tanggung jawab karena sudah membangunkan othong kebanggaanku yang,” sahut Faishal dengan gairah yang sudah diubun ubun dan mulai ingin membenamkan bibirnya ke bibir mungil Syeila. Namun, belum sempat menyentuh.


“Yang mau ngapain?” tanya Syeila dengan kening berkerut dan tangan yang menahan dada Faishal.


“Mau mengulang malam panas di malam pertama,” ucap Faishal dan mulai lagi membenamkan bibirnya, tetapi


“Yaaaaaang!” rengek Faishal karena lagi lagi Syeila menggagalkan ciumannya dan sekarang  tangan Syeila tidak menahan dada Faishal tetapi menahan wajah Faishal.

__ADS_1


“Sayang lupa ya?” tanya Syeila polos


“Hah?," Faishal bingung, tapi karena gairah yang memuncak Faishal kembali berucap, "Udah ya yang, masalah lupa urusan nanti, si othong udah meronta ronta ini, salah kamu juga loh yang, buat othong bangun.”


“Kok salah Syeila sih yang? Kan itu mu berubah sendiri yang, Syeila nggak tau apa apa loh.” Lagi dan lagi Syeila menjawab dengan wajah polosnya.


“Ahhh, nantilah cari di internet. Sekarang kita lanjut yang tertunda ya.” Pinta Faishal dengan wajah memerah menahan gairah yang sudah dipuncak


“Tunggu yang? Ini kamu beneran lupa?”  cegah Syeila.


“Lupa apa sih yang?” Kening Faishal berkerut mencoba mengingat sesuatu yang mungkin terlupakan.


“Kan Syeila masih ada tamu bulanan yang. Tadi sore juga udah diingetin ih perasaan.”


Tok...tik..tok...tik..tok..tik...


Ambyar..Ambyar..Ambyar..


“Shit,” desis Faishal kemudian bangkit dan berlari menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya. Sedangkan Syeila menghela napasnya dengan mendumel.


"Uhhhh, si othong memang nggak tau kondisi kalau mau membesar, kan Syeila masih mau elus elus dadanya ih ."


Tidak tau saja Syeila, penyebab semuanya adalah dirinya.


Yap, dan sekarang Syeila malah memutuskan bergelung manja mengarungi mimpi, karena Syeila tau kalau Faishal akan menghabiskan waktu lama untuk kembali melemaskan othong kebanggaannya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Maaf ya, kamis jumat sabtu full kuliah.. dan minggu sudah dapet soal uas yang dikumpulkan hari ini, jadi baru sempat update 🙏🏻


__ADS_2