Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 133


__ADS_3

Selepas kepergian Naura, ruangan Faishal Nampak lengang. “Kasian Naura ya Yang,” ucap Syeila.


“Hmm.”


‘Ihh, kok hemmm doang sih Yang. Aku tuh ingin denger pendapatmu?”


“Kita makan dulu aja ya? Baru dilanjut nanti ngobrolnya. Karena obrolan nanti akan menguras emosimu Yang.” Tentu kalimat terakhir hanya dalam batin Faishal.


“Baiklah baiklah kita makan dulu.” Syeila bergergas menyiapkan makan siang Faishal. “Ini sayang.”


“Terimakasih sayang.” Selama makanan yang dibuat maupun dibeli oleh Syeila, Faishal tidak pernah protes. Faishal selalu memakannya dengan lahap sampai tak bersisa.


“Oh iya Yang. Ini untuk asisten kamu. Tadi aku belikan makan siang sekalian.”


“Baik Yang, aku telpon dulu, biar David kesini ambil makanannya.” Setelah Faishal menghubungi, tak lama David datang. “Ada apa Fai?” ketika jam istirahat, David dan Faishal bukan lagi bos dan atasan, tetapi sebagai sahabat.

__ADS_1


“Ini makan siang buat Lo. Tadi dibelikan istri gue,” sahut Faishal. Seketika David menoleh kearah Syeila, dan menerima makanan yang disodorkan oleh Syeila, “Makasih Syeila.”


“Sama sama Om. Om kalau mau makan disini…” Ucapan Syeila langsung dipotong telak oleh Faishal, “No no no. Vid Lo keluar gih. Gue mau makan siang sama istri gue.” Syeila mendelik merasa tidak enak, “Sayaaang.”


“Sudah sayang, nggak papa. Dia terbiasa makan sendiri, maklum jomblo.” Sekarang gantian David yang mendelik, “Cih, lihat aja bentar lagi gue gandeng wanita.”


Dan dengan santainya Faishal menyahut seraya mengusir, “Iya iya, hus hus sana.” Dan hal tersebut membuat David pergi dari ruangan Faishal.


“Sayang, Syeila nggak enak loh dengan asistenmu,” rengek Syeila. “Nggak enak kenapa Yang?”


“Itu udah hal yang biasa Yang. Santai saja mah sama sahabat sahabatku. Yaudah yuk kita makan. Aku udah laper.” Syeila mengangguk. Mulai melahap makanannya, pun dengan Faishal.


“Uhhhh kenyangnya,” gumam Syeila seraya tangan menepuk nepuk perutnya. “Bagaimana nggak kenyang Yang, steak dan dua burger masuk ke perutmu.” Faishal hanya geleng geleng kepala, Syeila makan steak dan dua burger. Ya, burgernya Faishal di makan oleh Syeila.


Syeila mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Faishal yang terasa mengejek ditelinganya, “Ih sayang, kan ada dedek bayi di perut Syeila, jadi Syeila makannya banyak.”

__ADS_1


“Iya iya, gemesnya sih.” Fashal mengacak rambut Syeila gemas, kemudian mengangkat tubuh Syeila membawanya ke dalam pangkuannya. “Ahkkkk Sayang. Syeila kaget tau.”


Cup,


“Gemesnya sih, istri siapa sih ini?” gombal Faishal dengan mata mengerling menggoda Syeila.


Syeila yang digombal, melengos dan berucap, “Istrinya Pak Tarno.” Batin Syeila terkikik ketika menyebut Pak Tarno satpam sekolahnya. Wajah Faishal kembali flat mendengar jawaban Syeila, “Kok Pak Tarno sih Yang?”


Syeila tersenyum lebar dan mengalungkan tangannya dileher suaminya, “Iya iya istrinya kamu Yang. Istrinya Faishal Amarkhan, CEO Amar.corp.”


Cup, cup cup cup cup. Dikecupnya seluruh wajah Syeila tanpa ada yang terewatkan. Faishal menatap Syeila penuh damba, “Aku mencintaimu Yang.”


 Syeila yang lagi lagi mendengar ucapan suaminya tersenyum dengan pipi merona, “Syeila juga mencintaimu Yang.” Syeila langsung menyembunyikan wajahnya diceruk leher Faishal, “Syeila malu Yang.” Faishal terkekeh mendengar kejujuran Syeila.


“Ehem, ehmm.” Faishal berdehem. “Yang, ada yang mau aku ceritakan.” Syeila yang masih terbawa baper dengan pipi merona, mendadak menatap Faishal dengan wajah polosnya, “Cerita apa Yang.”

__ADS_1


“Aku ingin menceritakan seluruh kisah masa laluku.” Syeila mengernyit, “Maksutnya?”


__ADS_2