
Hari itu, kegiatan belajar mengajar, Syeila lalui dengan cukup lancar dan berlalu begitu cepat. Dan saat ini beberapa teman sekelas Syeila sudah berhambur pulang. Syeila dan Cici masih sibuk memasukkan alat tulis nya.
“Em Syei, Ci gimana kalau kita bahas tugas akhir dulu? Soalnya kita hanya mempunyai waktu dua bulanan untuk melakukan pengamatan dan wawancara,” tanya Rendi yang sudah berdiri di samping bangku Syeila, dan dibelakangnya juga terdapat Mia dan Bobby.
Syeila dan Cici saling pandang sebentar, kemudian Syeila menyahut, “Boleh sih kita bahas sebentar dulu untuk tugas akhir.”
Rendi, Bobby dan Mia duduk di bangku kosong yang ada di sekitar bangku Syeila dan Cici.
FYI ya, SMA tempat Syeila mempunyai kebijakan yang sedikit berbeda dengan SMA lain untuk kriteria kelulusan siswanya. Selain ujian sekolah dan ujian praktek untuk mata pelajaran tertentu, siswa kelas dua belas juga diberikan tugas lapangan secara berkelompok.
Seperti Syeila dan teman teman nya saat ini. Mereka mendapat tugas untuk melakukan pengamatan di perusahaan dan juga mewawancari pemimpinnya.
“Oke gengs, sekarang kita mau bahas apa nih?” Seloroh Cici membuka suara
“Emm mungkin kita bisa milih dulu nih kita mau ambil perusahaan yang mana. Tapi untuk AHS Corp dan Sanjaya Corp sudah diambil kelompok dua dan tiga. Jadi pilihannya masih ada empat perusahaan lagi. Enak nya kita milih yang mana ya?” papar Rendi panjang lebar.
“Iya nih kita mau milih yang mana nih dari empat perusahaan ini?” celetuk Mia setelah melihat empat perusahaan yang tersisa.
“Aduh, gue ngikut aja deh. Mau pilih perusahaan yang mana mah gue terserah, soalnya perusahaan bokap gue juga nggak ada di list,” sahut Bobby
“Sama!” sambung Mia
“Gue juga sama!” sambung juga Cici.
Krik krik krik krik.
Mereka terdiam, sama sama bingung mau pilih perusahaan yang mana. Pasalnya perusahaan yang dijadikan list oleh wali kelas tidak ada satu pun perusahaan yang dari keluarga mereka. Ditengah tengah kediaman dan kekalutan mereka, tiba tiba terdengar suara cekikikan.
Otomatis atensi mereka berpindah ke orang yang cekikikan. Siapa lagi coba yang cekikikan kalau bukan Syeila.
__ADS_1
Syeila yang sadar, segera menaruh hape nya dan menjadi kikuk sendiri, “Hehehe, maaf ya. Ini hape nya udah Syeila simpen kok. Gimana tadi pembahasan nya? Sampai mana?”
Cici yang menyadari tingkah sahabatnya menghela napas dan gemes sendiri pengen bejek bejek sumpah. Namun tak urung juga menjawab, “Astaga loe Syei. Ini nih kita bingung mau milih perusahaan buat tugas akhir. Dari 6 list itu AHS Corp dan Sanjaya Corp udah ada yang milih dan ini hanya tinggal empat Syei, tapi kita bingung mau milih yang mana.”
Syeila mengerjapkan mata nya polos, masih beepikir karena belum connect dengan obrolan teman nya, terbukti Syeila bertanya, “Emang mana aja list perusahaannya?”
“Ampun Syeila zheyeng, kan listnya udah ada di grup whastaap.”
Gemes sudah Cici. Sedangkan yang lain hanya geleng kepala. Ya memang begini kalau Syeila belum connect diajak ngobrol. Bubraaaah!!!Jadi pengen nampol deh tuh muka polos nya!
“Ohh, hehe Syeila belum lihat. Bentar bentar Syeila cek dulu hehehe.” Syeila langsung mengecek list perusahaan yang ada di grup. Sedangkan yang lain masih terdiam menunggu respon Syeila.
“Oh, ini Amar.Corp belum ada yang milih kan?” tanya Syeila
“Belum Syei. Apa kita milih itu aja? Tapi enak nggak ya pemiliknya?” tanya Rendi
Mendengar ucapan Syeila, mereka bersorak gembira. “Bener Syei? Ini enak juga kan pemiliknya?” tanya Mia
“Iya Mia, ini enak kok pemiliknya. Tenang aja kalian.”
“Okay masalah perusahaan aman, terus kita bahas apa nih?” tanya Cici
“Hm, udah sih. Yang penting Syeila jangan lupa ya izin dulu nanti suratnya menyusul. Terus untuk teknis wawancara biar gue sama Bobby aja yang handle ya. Dan yang cewek cukup pengamatan aja, nanti juga kita bantu kok,” papar Rendi
“Oke,” sahut yang lainnya.
Setelah pembahasannya selesai mereka pulang. Begitupun Syeila dan Cici yang sekarang sudah berjalan di sepanjang koridor sekolah.
“Oh ya Syei, tadi loe lihat apa sih? Kok cekikikan?”
__ADS_1
“Ohhh, tadi Syeila baca novel yang Cici rekomendasiin kemarin lusa itu loh. Ceritanya lucu sumpah. Syeila suka.”
“Oalah gue kira apaan. Yaudah ya, gue pulang dulu. See you.”
“Oke Cici, hati hati ya.” Syeila bergegas menuju sopirnya.
“Ayok mang. Oh ya Mang, nanti mampir di indomart ya?” ucap Syeila ketika sudah duduk di kursi penumpang.
“Oh Baik Neng.”
Tidak lama terlihat indomart, “Mang mang itu ada Indomart, berhenti ya Mang?”
“Iya Neng.”
Syeila segera keluar dan sedikit berlari menuju indomart. Namun belum sampai pintu masuk tiba tiba
Bruak
Syeila mengerjap polos melihat orang yang terjatuh akibat bertabrakan dengan dirinya.
.
.
.
TBC
Author hanya bisa bilang Maaf karena telat banget updatenya 🙏🏻
__ADS_1