Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 117


__ADS_3

“Ahh, tapi yaudahlah. Bodoamat Syeila nggak mikirin.”


Faishal melongo mendengar ucapan Syeila. Astaga ternyata tadi Syeila kelihatan takut segan dengan Ketua Yayasan. Dan kenapa mood istrinya juga sangat labil sih. Faishal sampai memijit keningnya. “Jadi kamu tadi kelihatan takut segan  kepada Ketua  Yayasan?”


Dan dengan santainya Syeila mengangguk.


“Ya ampun,” desah Faishal lirih yang hanya mampu didengar oleh dirinya sendiri.


Syeila menoleh kearah Faishal, “Yang udah ayok jalanin mobilnya. Kita langsung ke kantormu Yak."


Mendengar kata kantor Faishal menatap Syeila, “Kemana Yang? Kantor?”


Dan Syeila dengan mantap menjawab, “Iya kantor.” Disertai dengan anggukan.


Syeila bersedekap dada sembari melihat kearah Faishal dengan mata memicing melanjutkan ucapannya, “Kenapa Yang? Kok kamu kayak keberatan gitu Syeila ikut ke kantor?”


“Astagah pikiranmu.”


Ctak, Faishal menjital kening Syeila sebelum melanjutkan ucapannya, “Nggak sayang. Aku malah senang kok kalau kamu setiap hari ke kantorku.”


“Oh kirain,” sahut Syeila dengan cengiran khasnya.


“Yasudah. Kita langsung ke kantorku Ya?” Syeila mengangguk mengiyakan, sebelum akhirnya Faishal menjalankan mobilnya.


***

__ADS_1


Disisi lain, dikantor Faishal terlihat Natasya yang sedang sibuk dengan tugasnya. Disela sela kesibukannya, terdengar nada dering gawainya.


Natasya mengerutkan keningnya sebelum menjawab telepon. Natasya memejamkan matanya ketika terdengar suara memekakkan telinga dari gawainya, “Mamaaaa. Mama, kapan papa kesini lagi? Nola kangen papah ma.”


“Naura sayang. Kan mama lagi kerja nak. Nanti ya.”


“Mama janji?”


“Iya sayang. Ini mama masih harus kerja Nak. Nanti ya?”


“Janji loh Ma?”


“Iya sayang. Udah ya, mama tutup dulu.”


“Oke Ma, Nola sayang mamaah.”


Natasya mengusap wajahnya kasar, kemudian menuju toilet sebelum akhirnya kembali berkutat dengan pekerjaannya.


***


Balik lagi sama duo gemoy kita. Syeila dan Faishal.


Sesampainya di Amar.Corp, Faishal mengulurkan tangannya  mengajak Syeila turun, “Ayo sayang.” Syeila dengan senang hati menyambut uluran tangan Faishal.


Selama menuju ruangannya,  banyak karyawan yang menyapa Faishal dan Syeila. Sudah pemandangan biasa bagi karyawan Amar.Corp yang melihat Syeila bergelayut manja kepada atasannya. Yap, sejauh ini karyawan Amar.corp hanya mengetahui bahwa Syeila adalah kerabat dari Faishal. Hanya orang orang tertentu saja yang mengetahi hubungan Faishal dan Syeila.

__ADS_1


Sesampainya di lantai ruangan dimana tempat Faishal aka CEO berada, secara tidak sadar Syeila menghembuskan napasnya secara kasar. “‘Kenapa Yang?” tanya Faishal tanpa menghentikan langkahnya.


“Haaa oh, tidak apa apa Yang,” sahut Syeila.


Sesampainya Faishal di lantai ruangannya, bertepatan dengan Natasya sang sekretaris  yang keluar dari ruangannya.


Natasya sang sekretaris mengernyit melihat kedatangan Faishal yang ditemani oleh anak SMA.  Jan lupa ya, Syeila masih berseragam SMA. Bahkan Natasya sempat terkejut ketika melihat Syeila yang bergelayut manja di lengan Faishal. Maklum ya, sampai detik ini Natasya belum mengetahui bagaimana bentuk istri dari seorang Faishal.


“Siang Tuan”, sapa Natasya sembari membungkukkan badannya. Syeila yang melihat ada orang yang keluar dari ruangan suaminya sudah memicingkan matanya, memindai dari atas kebawah dengan sorot mata menilai.


Faishal sendiri yang disapa, menganggukkan kepalanya, “Siang. Apa ada yang perlu saya kerjakan lagi?”


“Siang ini, ada beberapa berkas yang harus Tuan koreksi. Berkasnya sudah saya taruh dimeja.” Meskipun Natasya sangat penasaran dengan bocah yang dibawa Faishal ke kantor, tetapi Natasya tidak memperlihatkan rasa penasarannya secara kentara.


“Oh oke. Ayo sayang kita masuk.” Bukannya menurut, tetapi Syeila tetap bertahan di posisinya. “Ada apa sayang?”


“Tante itu siapa Yang?”


Faishal menepuk keningnya. Lupa Faishal untuk mengenalkan istrinya, “Oh iya sayang. Perkenalkan ini Natasya sekretaris sementara. Dan Natasya perkenalkan ini istriku.”


Deg, Natasya terkejut mendengar ucapan Fashal disertai dengan mata yang membola sempurna.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2