Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 78


__ADS_3

 “Sayang!” tegas Syeila dengan menjauhkan wajahnya. Dengan mata melotot Syeila kembali berucap, “Sayang ini itu masih siang. Kamu juga baru pulang dari rumah sakit. Harusnya kamu itu Arrrrrrrgggg.”


“Sayang, kenapa hidungku ikutan kamu gigit. Nanti kalau pesek gimana?” pekik Syeila dengan ulah suaminya.


Perlu kalian tau bahwa hidung Syeila itu tergolong minimalis. Jadi maklum ya kalau Syeila khawatir dengan kelangsungan hidungnya yang minimalis.


Akan tetapi hal tersebut ternyata tidak semenyesakkan setelah mendengar ucapan sang suami setelahnya.


“Bukannya hidungmu sudah pesek ya yang?” tanya Faishal dengan tampang polosnya.


Tik tok tik tok tik tok


“Sayaaaang!” sembur Syeila dengan bibir mengerucut. Dan Faishal dengan tampang polosnya menikmati wajah manyun dan menggemaskan Syeila.


Syeila yang sudah kembang kempis dikatai pesek oleh suami kesayangannya pun menggeliat mencoba melepaskan rengkuhan kuat suaminya, “Ihh lepas. Syeila nggak mau ya kalau ehem ehem sekarang. Salah sendiri ngatain Syeila pesek. Syeila kan nggak pesek, cuma minimimalis aja ni hidung.”


Mendengar penuturan istrinya, Faishal tergelak. Astaga, semakin kesini istrinya semakin pinter mengeles. Faishal yang masih merangkum Syeila, semakin mendekatkan kedirinya, “Iya iya sayang. Hidungmu nggak pesek kok, hanya minimalis saja. Lanjut ya, tanggung sudah berdiri juga.”


Syeila mencoba menjauhkan rengkuhan Faishal, kemudian bersedekap dada sebelum berucap, “Syeila kan sudah bilang nggak mau. Pokoknya nggak mau. Syeila nggak mau ehem ehhh ahhh.”


Tanpa menghiraukan ocehan biji sawinya, Faishal langsung meremas bukit kembar Syeila dengan salah satu tangannya.


Dan tak lupa bibir Faishal sudah terbenam sempurna di ceruk leher Syeila. Memberikan gigitan gigitan kecil tanpa meninggalkan jejak kepemilikan seperti sebelumnya.


Syeila yang mendapatkan serangan tersebut meronta, menjauh dari jamahan Faishal dengan terus berceloteh, “Shayanghhh, sudahhh ihh ahhh. Sayangh akuh nggak mauhhh ya. Sudahh ahmppppt…”


Suara Syeila tertelan bersamaan dengan terbenamnya bibir tebal Faishal di bibir mungilnya. Faishal tidak memberi Syeila jeda, dan terus memberikan rangsangan kepada Syeila di titik titik sensitifnya.

__ADS_1


Dan gotchaaaaaaa!


Akhirnya Syeila terangsang juga dengan melenguh, “Ahhhh sayanghhh.”


Faishal yang tau bahwa Syeila sudah terangsang, menampilkan smirk miringnya. Dengan mulut yang memberi decapan manis di bibir Syeila, tangan Faishal sudah menyelinap masuk ke baju Syeila dari perut merambat ke atas. Dan tepat berhenti di bukit kembar Syeila.


Remasan remasan dilakukan oleh Faishal, dan Syeila yang memang sdah naik libidohnya hanya bisa mengaum melenguh nikmat.


Tidak bisa di pungkiri, Syeila juga merindukan sentuhan dari suami kesayangannya!


Faishal yang mendengar lenguhan nafsuh Syeila, yang menandakan Syeila sudah sangat bergairahhhh segera melepas bajunya. Kemudian Faishal gentian membuka baju Syeila.


Baru saja mengangkat dan meloloskan baju, Syeila lebih dulu berseru, “Sayang stop huh huh huh!”


Mendengar ucapan Syeila, otomatis Faishal langsung melotot. Astaga, sudah sejauh ini loh, tapi Syeila masih bisa bilang untuk stop. Padahal Faishal sudah bertelanjang dada loh.


“Sayang, maksutku kita jangan melakukannya disini.  Kita pindah kamar ya,” lanjut Syeila malu malu dan langsung membenamkan wajahnya ke dada bidang Faishal. Karena terlihat kalau Syeila juga menginginkannya.


“Dengan senang hati Ratuku.” Dengan rasa yang berbuncah bahagia, Faishal segara membawa biji sawi kesayangannya ke kamar.


Sesampainya dikamar, segera Faishal merebahkan tubuh Syeila. Belum sempat Faishal memposisikan dirinnya, Faishal terbelalak kaget dengan tindakan biji sawinya yang langsung meluumat rakus bibir nya dengan tangan mengalung di lehernya.


Faishal yang juga sudah bernafsuuuh, akhirnya membalas setiap luumatan dan hisapaan Syeila. Tangan Faishal pun juga tidak tinggal diam terus mengobrak abrik atas bawah Syeila.


Dan tanpa mereka sadari, saat ini mereka sudah poolos tanpa sehelai benang pun. Si othong Faishal yang sudah siap diajak untuk bertempur pun segera memposisikan dirinya.


Faishal tidak langsung memasukkannya, tetapi hanya menggesek gesekkannya di permukaan lembah surganya. Hal tersebut membuat Syeila mengerang frustasi.

__ADS_1


Dengan wajah memerah Syeila berseru, “Sayaaaaang!” Mendengar penuturan Syeila, Faishal terkekeh senang dan tetap mengerjai biji sawinya dengan terus menggesek gesekkan miliknyaa.


Syeila yang melihat hal tersebut, wajahnya semakin memerah dengan mata berkaca kaca. Dan dengan suara paraunya Syeila kembali berucap, “Sayang.”


Faishal terkesiap melihat biji sawinya berkaca kaca menahan tangis dan frustasi pun segera merangkum wajah mungil Syeila dan memberi kecupan kecupan kecil di seluruh wajahnya dan bergumam, “Maaf ratuku maaf maaf.”


Syeila hanya mengangguk. Faishal kembali memberikan rangsanngan sebelum ke menu utama. Setelah dirasa cukup, Faishal segera memasukkan miliknya walaupun agak sulit, tetapi Faishal terus mencobanya dan,


Blessss “Ahhhhhhhh,”


Terbenamlah semua miliknya di surganya. Faishal mendiamkan sebenatar sebelum menggerakkan dari tempo lambat kecepat. Sedangkan Syeila hanya terus mendesahhh keenakkan, “Uhhh ahhh sayanghhh ahhh.” Hanya itulah yang mampu di ucapkan Syeila.


Pergulatan panas itu berlangsung sampai matahari terbenam, Syeila pun langsung tertidur setelahnya karena kelelahan. Dan tentunya sudah banyak benih yang Faishal semburkan ke rahim Syeila.


Sebelum Faishal menyusul Syeila kealam mimpi, Faishal memberikan kecupan hangat di perut polos Syeila.


Cup cup cup.


“Semoga kamu segera hadir di perut Mommy,” bisik Faishal lirih sebelum merengkuh Syeila dalam pelukannya.


Ya, walaupun Syeila masih berusia 17th, dan masih terbilang sangat mudah,  Faishal sungguh mengharapkan segera adanya momongan. Mengingat usia Faishal yang sudah 30th. Semoga, semoga Tuhan segera mengabulkannya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2