
Hai Hai kak, Author menyapa lagi yaa, jangan lupa ya kak sempatkan komen like dan bintang 5. Yang berkenan vote, yuk kak vote yang banyaaaak. Salam hangat dari author Ketcheeeh!!!
Selamat membaca!
***
Siang hari di Perusahaan Amar Corp.
Setelah kepergian sang daddy yaitu Abian Amarkhan jelas sekali memberikan pukulan telak bagi Faishal.Walaupun Faishal lah yang membuat perusahaan tersebut terkenal di kancah Asia tetapi kenyataannya perusahaan tersebut masih atas nama daddynya. Mau menerima tawaran menikah dengan bocah ingusan tersebut rasanya masih ragu malah cinderung ke penolakan. Tak lama kemudian pintu ruangannya diketuk dari luar.
TOK TOK TOK
“Masuk” ucap Faishal dari dalam
Ternyata yang datang adalah David asisten pribadinya.
“bos sudah waktunya istirahat” ucap David tegas
“oh baik, ayook” jawab Faishal sedikit lesu yang membuat David mengernyitkan kening heran.
Jarang sekali bos sekaligus sahabatnya ini tidak bersemangat, tapi David tetap memilih bungkam.
Mereka memilih makan pada restoran dekat perusahaan. Setelah jam makan siang habis mereka melanjutkan
pekerjaan nya. Kemudian jam 2 siang rapat dengan internal perusahaan. Setiap rapat walaupun Faishal tidak memimpin rapat tapi dia tetap memberikan tatapan tajamnya sehingga ruangan disekitar rapat tegang begitu mencekam. Namun berbeda dengan rapat kali ini,
Kali ini yang memimpin rapat sudah diserahkan ke David dan Faishal hanya diam membisu dengan tatapan kosong jelas sekali kalau dia mempunyai masalah. Fix, setelah rapat David berencana mau bertanya.
Rapat berlangsung selama 3 jam, terkesan alot sih namun tetap lancar. Selesai rapat semua pegawai langsung pulang karena memang sudah waktunya pulang. Sekarang tinggal Faishal dan David aja. Ketika Faishal beranjak ingin keluar dari ruangan tersebut David mencegahnya.
“tunggu bro ada yang mau gue tanyain” ucap David dengan muka serius
“apa? Gue sangat sibuk dan lelah” tanya Faishal sedikit kesal namun ia tetap kembali duduk
“justru ini tentang lho bro kalau loe masih menganggap gue sahabat, loe harus ceriatin ke gue sekarang apa masalah yang loe hadapi” ujar David yang memang jelas sekali bisa melihat dari raut wajah Faishal kalau dia sedang mempunyai masalah.
Sekarang David menajamkan pendengarannya untuk mendengarkan cerita sahabatnya,
“Haaaaah, besok gue disuruh nyerahin jabatan kepada bokap kalo gue tidak mau menikah” jawab Faishal singkat disertai helaan napas berat
“ maksutnya?” Tanya David yang belum puas dengan jawaban Faishal
Akhirnya mengalirlah cerita dari Faishal mulai ketemu Syeila sampai kejadian yang mengharuskan dia menikah dengan bocah tersebut, Apalagi orang tuanya yang seakan terkesan menyuruhnya agar setuju menikah dengan Syeila padahal dia sudah menjelaskan permasalahan yang sebenarnya.
“yaudah loe nikah aja sama si Syeila Syeila itu” ucap David setelah mendengarkan cerita Faishal
“loe taukan gue menyukai siapa, dan sampai sekarang perasaan gue masih sama” gusar Faishal sedikit kesal
“yaudah sih tinggal loe kasih aja surat kontrak pernikahan, beres” ucap David asal
“brengsek loe, loe kira ini kehidupan di drama drama sinetron atau novel novel. Bagaimanapun gue cuma mau
menikah sekali seumur hidup, cuma masalahnya bocah sialan itu masih SMA” jawab Faishal sedikit kesal
__ADS_1
“ya nggak masalah kan sama anak SMA malah loe dapet daun muda” celetuk David diakhir dengan cekikian
kemudian David berubah mode serius
“loe dengerin gue dulu, menurut gue sudah saatnya loe untuk ngelupain dia. Saat ini waktunya buat loe untuk bangkit kembali toh dia juga sudah bahagia dengan pilihannya. Loe coba deh terima si Syeila itu, apalagi orang tua loe juga maksa loe kan. Dan satu bro yang perlu loe inget, selama ini apa yang dilakukan dan pilihkan orang tua loe nggak pernah mengecewakan terutama pilihan nyokap loe” tambah david panjang lebar dengan muka serius
Faishal hanya diam meresapi kata kata sahabatnya tersebut
“oke bro gue tinggal ya, udah ditunggu sama ayang beb soalnya. Semangat dan pikirkan kembali ucapan gue” pamit David berlalu pergi
Setelah kepergian David, Faishal merenung kembali. Tidak terasa Faishal merenung hampir 1 jam dan waktu sudah menunjukkan pukul 18.30, Faishal terkesiap ketika menyadari orang tuanya melamar bocah tersebut, akhirnya berbekal alamat yang dulu sempat diberitau Syeila, Faishal bergegas pergi.
***
Malam hari ketika sampai dikediaman Wijaya, Faishal langsung diantar oleh pembantu rumah tersebut menemui majikannya diruang keluarga.
Sesampainya diruang tersebut ternyata sudah lengkap tinggal dirinya saja. Setelah duduk Faishal segera mengutarakan maksud kedatangannya kemari
“maaf, kedatangan saya kesini karena saya sudah memutuskan bahwa saya setuju dengan pernikahan ini, om wijaya ijinkan saya untuk meminang putrimu Syeila” ucap Faishal tegas tanpa keraguan
Ya, Faishal telah memutuskan untuk menerima bocah tersebut dan dia juga sudah siap dengan konsekuensi kedepannya. Dia akan berusaha menerima semua kekurangan dan kelebihan bocah tersebut walaupun sepertinya memerlukan waktu yang cukup lama.
Sedangkan para orang tua bisa bernafas lega dengan keputusan yang diambil Faishal. Sedangkan si Syeila, jangan tanya sekarang dia sedang asyik makan pudding coklat dan kukis kesukaannya tanpa memperdulikan apa yang di omongin orang tuanya bahkan kedatangan Faishal pun mungkin tidak tau.
“Baik nak, pinanganmu saya terima.” Jawab Wijaya daddynya Syeila tegas meski masih tersungging senyum tipis
“yasudah yasudah, nak Faishal pasti belum makan malam kan. Sekarang nak Faishal makan malam dulu ya biar ditemani Syeila” ucap Lena mommy Syeila tiba tiba
“Sayang sudah dulu ya makannya, sekarang temenin calon suamimu dulu makan” ucap sang mommy setelah sampai didekat putrinya.
“oh si om udah kesini ya mom” sahut Syeila celingukan mencari keberadaan Faishal
“jangan panggil om lagi dong sayang, dia kan calon suami mu sudah sepantasnya kamu memanggilnya mas atau panggilan sayang yang lainnya” protes mommy tidak terima dengan panggilan sang anak kepada calon suaminya
“ohh panggilan sayang ya mom, emm panggilan sayangku ke dia ya OM” ucap Syeila sambil menunjuk Faishal dengan tampang watados nya
Sedangkan yang ditunjuk hanya diam menahan ekspresi nya agar tetap tenang. Padahal hatinya jangan ditanya lagi sudah meledak ledak. Baru kali ini dia tau calon suami dipanggil OM dengan dalih itu adalah panggilan kesayangan.
“bocah sialan, rasanya pengen kujahit aja tuh mulutnya” batin faishal sudah kesal
“mana bisa gitu sayang, dimana mana tidak ada yang namanya panggilan kesayangan om kepada calon suaminya” kekeh sang mommny ingin sang anak tetap mengubah panggilan nya
“masak sih mom nggak ada yang manggil om ke suaminya?” Tanya Syeila polos
“Wah kalau begitu bagus dong mom berarti Syeila yang pertama melakukannya dan Om Fai juga beruntung karena orang pertama yang dipanggil Om oleh calon istrinya” lanjut Syeila riang dengan asumsinya
Sedangkan lainnya hanya menghela napas. Maklum walaupun Syeila sudah berumur 17 th tapi sikapnya masih sangat kekanakan bisa dilihat jika anak seusinya sudah sibuk dengan drama korea dan novel segala romancenya Syeila malah sibuk dengan kartun kesukaan nya sehingga Syeila sama sekali belum mengenal dengan dengan suka apalagi cinta terhadap lawan jenis. Tapi untung saja Abian dan istri sudah tau dan mereka memahami Syeila yang memang masih murni polos.
“Yasudah sayang untuk sekarang gak papa manggilnya Om nanti dengan berjalannya waktu Syeila akan menemukan nama panggilan yang pas buat suamimu. Sekarang antarkan anak mommy makan malam dulu ya sayang, kasian tuh belum makan malam” ucap Meri mommynya Faishal
“oh siap tan” ucap Syeila riang sambil hormat
“yuk om aku antar ketempat makan” lanjut Syeila langsung berlalu menuju ruang makan.
__ADS_1
Akhirnya Faishal mengikuti Syeila keruang makan. Diruang makan mereka tidak banyak bicara. Syeila masih melanjutkan makan sisa pudingnya yang belum habis sedangkan Faishal langsung makan. Setelah selesai makan mereka kembali keruang keluarga.
“Syeila Faishal dengarkan baik baik, kami menyepakati bahwa pernikahan kalian akan dilakukan 10 hari lagi. Untuk acaranya kita adakan sederhana cukup keluarga saja yang menghadiri karena Syeila masih sekolah. Tetapi kalau kalian mau mengundang sahabat kalian silahkan saja dan untuk resepsinya kita adakan setelah Syeila lulus. Terkait masalah sekolah kalian tidak perlu khawatir, daddy yang akan mengurusnya langsung ke kepala sekolahnya.” Ucap daddy panjang lebar
Syeila dan Faishal hanya menyetujui aja semua keputusan orang tua mereka.
“Oh ya dan besok kalian fitting baju di butik langganan mommy dan kamu son jangan lupa untuk jemput Syeila” tambah Meri mommynya Faishal
“siap mom” sahut Faishal
Setelah semua urusan selesai keluarga Abian berpamita pulang.
***
Keesokan paginya jam 08.00 Faishal sudah sampai di kediaman keluarga Wijaya untuk menjemput calon istrinya melakukan fitting baju. Faishal dipersilahkan duduk oleh bi yem pembantu rumah tangga tersebut, sedangkan bi yem memanggil nyonyanya.
“wah nak Fai sudah datang” sapa Lena mommynya Syeila
"iya tan" jawab Faishal dengan memberikan senyum tipis
“mau jemput Syeila ya, maaf dia masih tidur. Kalau tidak keberatan bisakah nak Faishal membangunkannya? Tante sekarang mau keluar soalnya” pinta Lena sedikit ragu
“ohh iya tante nggak papa saya bangunkan dia” jawab Faishal
“baik nak makasih dan kamarnya ada dilantai 2 dengan cat pintu warna pink” terang Leni
“Oh iya tante saya langsung keatas kalo begitu” ucap Faishal berlalu
Setelah Faishal berlalu, Mommy Lena menyuruh Bi yem untuk menyiapkan minuman dan cemilan buat calon mantunya kemudian ia segera keluar rumah.
Disisi lain setelah Faishal sampai dikamar Syeila dia disuguhi pemandangan Syeila yang masih tidur. Sungguh terlihat polos, damai dan cantik
“bocah bangun” ucap Faishal sambil menoel pelan pipinya berulang kali.
“ihh daddy nanti dong ini kan masih pagi, Syeila ngantuk dad” rengek Syeila yang belum sadar sepenuhnya
dengan mata yang masih menutup rapat
Faishal yang kesal karena Syeila susah dibangunin apalagi mengira dia adalah daddynya, tiba tiba faishal mendekat mengungkung Syeila dan meletakkan bibirnya di dekat telinga Syeila kemudian berkata
“Kamu bangun atau saya cium sekarang” bisikan yang penuh dengan ancaman seketika membuat Syeila terbelalak
bahwa didalam kamarnya bukan daddynya melainkan si Om Fai.
Tanpa aba aba dan kemungkinan tidak sengaja, Syeila yang terlonjak kaget tiba tiba “BUG” bunyi suara dari
lutut Syeila yang mengenai salah satu bagian tubuh Faishal yang membuat Faishal memekik kesakitan
“AWWWWWWW” ucap Faishal keras yang merasakan linu dibagian tersebut dengan posisi yang masih sama.
***
TBC…
__ADS_1