
Beberapa saat kemudian terdengal bel apartemen. Syeila dengan semangat turun dari tempat tidurnya dan bergegas menuju ke depan.
Klek.
“Mana rujaknya.” Setelah membuka pintu Syeila lansung menodong dengan tangan kanannya.
“Astaga,” seru Cici dan Mia bersamaan.
“Heh Syei, Lo tu ya kalau ada tamu disuruh masuk dulu lah. Jangan asal main todong dong,” lanjut Cici
“Hehehhe maaf, yuk masuk yuk masuk.” Syeila cengir kuda dan mempersilahkan Cici dan Mia masuk
“Nih pesenan Lo. Rujak dengan isi mangga muda yang paling banyak. Gila Lo, dikira kita ngidam tau nggak.” Cerocos Cici setelah duduk di sofa.
“Hah.” Syeila kaget mendengarnya.
“Iya Syei, dikira kita ngidam tauk gara gara minta mangga muda yang banyak. Ehhh atau jangan jangan Lo lagi ngidam ya Syei?” seru Mia.
Syeila mengerjap mencerna ucapan Mia, tapi masih loading Cici sudah heboh sendiri, “Woaaah. Iya Syei Lo ngidam nih. Wah wah wah Lo hamil Syei. Ya ampun sebentar lagi kita punya ponakan nih.”
“Hamil?” Syeila terkejut
“Iya, sepertinya Lo hamil deh. Selamat ya Syeila zheyeng.” Cici yang ingin berhambur ke pelukan, tertahan karena ucapan Syeila, “Tunggu, gimana caranya Syeila tau kalau lagi hamil?” Syeila bingung.
Cici yang sudah heboh, lansung nyebut. “Ya ampuun kenapa sahabat gue masih gini sih. Ehem, Lu udah datang bulan belum?” Sedangkan Mia masih terkekeh.
Syeila seperti berpikir, "Astaga." Syeila menutup mulutnya tak percaya ketika mengingat dia belum mendapat tamu bulananannya.
“Mending kita ke dokter kandungan aja sih untuk memastikannya. Kebetulan Tante gue dokter kandungan,” papar Mia.
“Yaudah yok kita ke Tantemu. Syeila penasaran ihh.”
“Rujakmu gimana?” sahut Cici
“Duh iya ya. Syeila pengen rujak. Tapi Syeila juga penasaran. Ihh bingung.”
“Lo makan rujak dulu aja Syei, ini gue kabarin dulu tante gue.” Syeila akhirnya memakan rujaknya terlebih dahulu. Setelahnya mereka segera bergegas menuju rumah sakit tempat tantenya Mia bekerja.
__ADS_1
Sesampainya disana, dokter menyuruh Syeila untuk menggunakan tespasck terlebih dahulu. Dan ya, dokter mengatakan bahwa Syeila positif hamil.
Syeila sangat senang mendengar ucapan dokter tersebut. Apalagi Cici dan Mia sampai meneteskan air mata. Tidak menyangka saja kalau teman terlampau polosnya sudah mau mempunya debay.
“Dok, Syeila ingin melihat dedek bayinya dalam perut bisa nggak ya?” Syeila penasaran dengan bayinya. Pasalnya perut Syeila masih rata.
“Oh bisa kok. Sekalian kita cek berapa usia kandungannya. Silahkan berbaring di brankar ya?”
Syeila berbaring di brankar, dan dokter tersebut mulai memeriksa. “Nah, itu bisa dilihat. Janinnya masih sangat kecil sekali ya. Kandungannya baru menginjak minggu ke lima.”
Cici dan Mia yang melihat ke layar monitor dan mendengar penjelasan sang dokter sangat terharu. Sedangkan Syeila yang serius melihat layar monitor malah mengernyikan keningnya, “Dok mana dedek bayinya. Kok Syeila nggak ngelihat ya. Itu adanya hanya titik kecil seperti kecambah dok.”
Mia dan Cici yang awalnya terharu, langsung tersedak ludahnya sendiri, Mommy laknat memang Syeila ini. Anaknya sendiri dibilang kecambah. Begitulah pemikiran mereka.
Sedangkan Bu Dokter hanya tersenyum menanggapinya. Maklum saja yang hamil masih seumuran ponakannya. Apalagi terlihat sekali Syeila masih sangat polos
Awalnya Bu dokter udah berpikiran macam macam. Tetapi setelah dijelaskan oleh Mia, akhirnya Bu Dokter faham, “Iya dek. Janin yang masih berumur satu bulanan memang sepertu itu bentuknya. Nanti bentuk janin akan sempurna ketika berusia dua belas minggu.”
Syeila mangguk mangguk sambil mengelus perutnya, “Nggak papa ya dek, sekarang bentukmu kayak kecambah dulu. Tenang saja, enam minggu lagi bentuknya sudah sempurna kok. Sudah nggak kayak kecambah lagi.”
Bu dokter yang mendengarnya hanya geleng geleng, sedangkan Cici dan Mia ngelus dada. Setelah melakukan pemeriksaan, Syeila Cici dan Mia keluar ruangan. Tak lupa Syeila juga meminta hasil USG nya untuk di tunjukkan ke suaminya.
Seakan mendapat angin segar, “Wahhh, iya Ci. Syeila mau ngasih kejutan ihhhh.”
“Tapi kejutan kayak gimana ya?” lanjut Syeila bingung.
“Menurut gue nggak usah kejutan deh. Mending nanti aja Lo makan malam romantic sama suami Lo, sebelum Lo ngasih hasil usg sama tespack tadi,” usul Mia
“Iya nih. Usul Mia boleh juga deh. Tapi suami Lo pulang jam berapa?” papar Cici
“Katanya maksimal sih jam tujuh malam. Iya deh kayaknya Syeila ingin nyiapin makan malam romantis aja deh. Ini juga masih jam empat sore.” Syeila terlihat semangat dengan gurat gurat bahagia yang terlihat nyata.
“Eh, tapi kalian maukan bantu nyiapinnya?” lanjut Syeila
Cici dan Mia saling pandang sebelum berucap, “Siaaap.” Dan berakhirlah Syeila, Cici, Mia menyiapkan makan malam romantis di apartemen Faishal.
Setelah dua jam akhirnya mereka selesai. Syeila juga sudah memasukkan tespack dan hasil usg ke sebuah kado berwarna merah.
__ADS_1
Mereka mendekor ruang makan sedemikian rupa. Makan malam sudah tersaji dengan sempurna. “Akhirnya selesai juga,” celetuk Cici senang.
“Iya, akhirnya selesai juga. Hebat juga ya kita bisa mendekor tempat menjadi romantis kayak gini,” seru Mia
“Iyaa. Ini semua berkat kalian semua. Terimakasih banyak ya.” Syeila memekik girang.
“Sama sama.”
“Yaudah gih, kamu cepat siap siap. Jangan lupa pake baju yang kita beli tadi.” Ya mereka tadi juga menyempatkan membeli pakaian buat Syeila. Dan Syeila hanya mengangguk dengan wajah binar bahagia.
“Yasudah, kita langsung pulang ya. Lo siap siap gih. Pasti suami Lo bentar lagi pulang.”
“Iyaa, kalian hati hati ya pulangnya.”
***
Setelah Cici dan Mia pulang, segera Syeila mandi dan mempersiapkan dirinya secantik mungkin. Dan jangan lupa Syeila selalu tersenyum melakukan kegiatannya, tak sabar Syeila ingin segera memberitahukan kepada suaminya kalau dia sedang hamil.
Pukul tujuh lebih dua puluh menit Syeila selesai bersiap dan menuju ke ruang makan, “Hahh, kok belum ada tanda tanda pulang ya. Ahh mungkin sebentar lagi pulangnya,” gumam Syeila berfikir positif.
Waktu terus berjalan, Syeila masih tetap menunggu suaminya, “Ihhh kemana sih kok belum pulang. Udah jam delapan juga. Syeila sudah laper.” Syeila masih terus menunggu berharap ada tanda tanda kemunculan suaminya.
Sampai jam setengah sepuluh malam dan sudah puluhan kali Syeila menelpon suaminya tapi hanya operator yang menjawab. Syeila mulai gelisah panik dan khawatir, dan tak sadar sudah terisak “Hiks hiks, kok belum pulang hiks. Hiks hiks sayang kemana sih, kenapa HP nya mati hiks hiks.”
Lupa sudah Syeila dengan laparnya. Syeila hanya khawatir kemana suaminya pergi. Katanya maksimal sampai jam tujuh malam, tapi jam setengah sepuluh pun Faishal belum pulang. Dan selama ini Faishal tidak pernah pulang lebih dari jam delapan malam tanpa seizinnya.
Syeila juga tidak bisa menghubungi sahabatnya Faishal. Pasalnya Syeila tidak mempunyai salah satu nomer telepon sahabat Faishal.
Dan malam itu Syeila hanya bisa terisak dan terisak sampai akhirnya ketiduran di meja makan.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Syeila