
Sebelumnya di perusahaan Amar.Corp tampak Faisal sedang berkutat dengan berkas berkas yang berisi beberapa proyek. Ditengah keseriusannya, tiba tiba
Tok… tok.. tok… terdengar bunyi ketukan dari luar.
“Masuk,” sahut Faishal mempersilahkan masuk.
“Ada apa?” tanya Faishal beberapa saat kemudian ketika asistennnya sudah masuk ruangan.
David sang asisten membungkuk sebelum menjawab, “Itu Tuan, ada Tomi.”
Mendengar nama Tomi, rahang Faishal seketika mengeras. Ada apalagi orang itu mendatanginya, padahal Faishal merasa sudah tidak ada hubungan sama Agnes apalagi sampai mengusik Agnes.
FYI aja ya, dulu Tomi satu SMA dengan Faishal. Yah, mereka bisa dibilang berteman baik, sebelum terdengar kabar burung yang mengatakan bahwa Agnes akan menjadi calonnya Faishal.
Maklum Tomi sangat mencintai Agnes, entahlah cinta apa obsesi. Yang jelas hanya dengan mendengar kabar burung terkait Agnes dan Faishal, sudah membuat Tomi kebakaran jenggot sampai melupakan satu fakta bahwa Faishal merupakan teman SMAnya.
Tomi dan Faishal sering adu mulut bahkan sampai adu jotos. Padahal Faishal sudah sering kali mengatakan kalau dia sama sekali tidak tertarik dengan Agnes yang notabene ditaksir berat oleh Tomi. Namun, ucapan Faishal seakan hanya angin doang, karena setelahnya, Tomi mengetahui bahwa dua keluarga tersebut melakukan pertemuan.
Sehingga, puncaknya Tomi memutuskan mengguncang perusahaan Amar.Corp dengan kemampuan hackingnya dan membuat Faishal kalang kabut. Semenjak itu, Faishal sudah tidak sudi bertemu atau berurusan lagi dengan Tomi. Tomi pun juga demikian, seakan hilang ditelan bumi. Dan yah, Tomi memang seorang hacker, jadi pekerjaan dia seputar itu, tidak sampai nyawa.
Namun, kalau Agnes yang sudah meminta bantuan diluar pekerjaannya, dia seakan kelu untuk menolaknya secara langsung. Dan benar saja, kemarin dia menyanggupi permintaan Agnes untuk mengeksekusi Syeila.
Entahlah, Tomi yang bodoh atau gimana. Dengan gampangnya dia menyetujui permintaan Agnes. Namun, setelah melihat langsung rupa Syeila dan seakan tersadar dengan perbuatannnya, Tomi menolak secara halus permintaan Agnes dengan meninggalkan beberapa nasihat.
Tomi yang faham betul dengan sifat keras kepala Agnes, memutuskan menemui Faishal. Dan disinilah sekarang, Tomi berada diruangan Faishal. Lebih tepatnya berdiri dibelakang David yang sedang melapor ke Faishal.
***
Dengan rahang mengeras dan sorot mata tajam, Faishal mendongakkan wajahnya menatap sang asisten, kemudian berucap dengan nada tegas nan dingin, “Baik dan tolong kamu keluar, terus bilang ke sekretaris untuk melarang siapapun yang mau masuk ke ruangan saya!”
“Baik Tuan.” David berlalu meninggalkan ruangan Faishal dan segera menuju ruangan sekretaris. Tetapi David mendapati ruangan sekretaris yang kosong, memutuskan untuk mencari sekretarisnya tersebut.
Didalam ruangan Faishal, suasana kembali hening dengan Faishal yang kembali sibuk dengan berkas berkasnya. Tomi yang melihat itu, hanya menghela napas dan mencoba merilekskan dirinya dan menempatkan dirinya seakan masih berteman baik dengan Faishal.
Perlahan, Tomi melangkahkan kakinya mendekat ke meja kerja Faishal, dan mendudukkan bokongnya ke kursi yang ada di depan meja kerja Faishal yang langsung berhadapan dengan Faishal.
Belum sepenuhnya duduk dan tinggal nempel aja, terdengar suara dingin nan tegas Faishal dan jangan lupa tatapannya yang sangat tajam. “Siapa yang nyuruh loe duduk?” Ucapan tersebut mengurungkan Tomi untuk duduk dan kembali berdiri tegak menghadap lurus ke Faishal.
__ADS_1
“Maaf, maaf atas kelakuan gue dua tahun yang lalu,” ucap Tomi memecah keheningan setelah beberapa menit hening.
“Cih, maaf loe bilang. Loe nggak tau, akibat perbuatan loe, perusahaan gue hampir bangkrut.” Nafas Faishal sudah terlihat memburu akibat mengingat kilasan dua tahun yang lalu, ketika perusahaannya diambang kebangkrutan. Perlu waktu hampir setahun bagi Faishal untuk memulihkan perusahaannya, maklum aja kalau dia masih emosi.
“Maaf, gue kesini bukan bahas itu, tetapi ada yang lebih penting. Syeila!”
Faishal yang memang sudah emosi, ditambah Tomi yang menyebut istri kecil kesayangannya, wuuuuuh emosinya berkali kali lipat jadinya.
“Syeila? Syeila kenapa? Jangan bilang loe suka ke dia? Dia istri gue brengsek,” ucap Faishal tinggi tegas dengan tangan kanannya yang mengepal erat.
Ya, kejadian saat ini seakan dejavu bagi Faishal, mengingatkannya ketika dulu Tomi juga datang ke kantornya dan membicarakan tentang Agnes. Cuma bedanya, kalau dulu Faishal memang tidak ada rasa dengan Agnes, tetapi beda dengan saat ini. Faishal sudah mengklaim bahwa biji sawi adalah miliknya seorang!
Disisi lain, Tomi menghela napas panjang melihat Faishal yang terlihat sangat emosi dan malah menuduhnya. Sepertinya pembahasan terkait Agnes yang mau bertindak buruk terhadap Syeila tidak tepat dibicarakan sekarang, sehingga Tomi hanya berucap, “Tenang saja, gue nggak suka sama istri loe. Cuma ada hal penting terkait dengan istri loe, teta…”
Belum selesai Tomi berucap, Faishal sudah menyela dengan tatapan dingin menusuk, “Ada apa? Ada apa dengan istri gue?”
Tepat Tomi akan berucap, terdengar suara seperti pintu yang dibanting.
Blamm, membuat Faishal dan Tomi terlonjak kaget dan secara reflek Faishal mengumpat dengan nada tinggi tanpa melihat siapa pelakunya,
Suasana mendadak hening, sampai sayup sayup terdengar suara orang menangis, “Hiks, hiks, hiks.”
Deg, mata Faishal melotot sempurna dengan jantung seakan berhenti sejenak. Itu suara biji sawinya, iya itu suaranya. Dengan cepat Faishal berdiri dari kursinya dan melihat ke depan.
Nyuuuut, sakit sekali hati Faishal melihat siapa yang tadi dibentaknya. Benar sekali, itu adalah biji sawinya yang sepertinya tengah jatuh terduduk dilantai dan dibelakangnya terlihat teman temannya.
Hilang sudah emosi Faishal yang meluap meluap tergantikan dengan rasa kalut dan paniknya karena tangis istri kesayangannya.Dengan langkah lebar, Faishal segera meraup tubuh Syeila yang bergetar dan terus sesenggukan.
“Usst ussttt sayang, maafkan aku ya. Usst usst,” ucap Faishal dengan tangan yang mengelus punggung Syeila yang bergetar.
Disisi lain, teman teman Syeila hanya diam mematung dengan pikiran berkecamuk melihat drama di depan matanya. Sama halnya dengan Tomi. Tomi juga mematung melihat Faishal yang sudah tidak emosi lagi dan terlihat begitu mencintai istrinya.
Sedangkan Syeila yang ditenangkan oleh Faishal, sama sekali tidak menyahut, hanya terus menangis sesenggukan dengan tangan mungilnya yang mengalung erat dileher Faishal.
“Maafkan aku ya sayang, sungguh tadi aku tidak sengaja membentak mu, usst sudah jangan menganis lagi sayang," ucap Faishal kembali mencoba menenangkan istrinya.
Setelah itu, Faishal mengangkat Syeila ke gendongannannya, sebelum beranjak Faishal menatap teman teman Syeila dan berucap, “Kalian masuklah dulu.” Setelahnya Faishal berjalan menuju kamar pribadinya yang ada diruangan tersebut.
__ADS_1
Sebelum masuk keruangannya, terlebih dahulu Faishal berucap kepada Tomi, “Pembicaraan tadi dilanjut besok saja.” Tanpa menunggu jawaban, Faishal masuk ke kamar pribadinya.
Tomi yang memang sudah tidak ada urusan segera bergegas keluar dari ruangan, ketika berbalik tidak sengaja dia dan Cici saling adu pandang. Entah kenapa, itu membuat hatinya berdesir hangat.
Namun, Tomi tidak begitu mempedulikannya, segera dia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Faishal.
***
Tinggalah diruangan tersebut teman teman Syeila saja. Mereka terlihat kikuk dan saling kasak kusuk.
“Ehem CEO nya nggak akan marah kan ya?” ucap Mia pelan
“Semoga saja. Emm ngomong ngomong CEOnya ini siapanya Syeila sih? Kok kelihatan dekat banget,” celetuk Rendi
“Iya, Syeila kelihatan dekat banget dengan CEOnya. Loe pasti tau kan Ci ada hubungan apa Syeila dengan CEOnya?” sahut Bobby
Cici yang merasa terpojokan meringis bingung, nggak mungkin dong dia menjawab suaminya. Dan ditengah tengah kebingungannya, datanglah David asisten Faishal, membuat atensi mereka ber empat menatap kearah David.
“Oh ya, perkenalkan saya David asisten CEO disini. Berhubung ini sudah waktunya makan siang, saya ditugaskan untuk mengajak kalian makan siang terlebih dahulu. Mari,” ucap David dan langsung mengajak mereka berempat aka teman teman Syeila keluar dari ruangan Faishal.
.
.
.
TBC
Halo halo bagaimana dengan chapter ini? seru kah ? biasa kah? kurang greget kah?
Pada penasaran nggak apa yang terjadi dengan OM FAI dan BIJI SAWI di dalam kamar?
Masih pada setia kan dengan cerita OM FAI dan BIJI SAWI?
Tunggu aja kelanjutannya ya
Salam hangat dan Terimakasih
__ADS_1