Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 89


__ADS_3

Namun semua itu ambyaaaar ketika mendengar penuturan Faishal selanjutnya, “Apa Syeila perlu aku bawa ke psikiater ya Mom, mengingat emosinya yang naik turun?”


“Apa?” Mata Mommy Meri sudah membulat sempurna.


“Kamu bilang apa Son, membawa Syeila kemana?” Diseberang sana gigi Mommy Meri sudah bergemelutuk menunggu jawaban putranya.


Dan tanpa dosa Faishal mengulangi ucapannya, “Membawa ke psikiater Mom.”


“Astagaaaa kamu Son. Dasarrrr bocah sableng, suami gendheng. Apa yang kamu pikirkan sampai harus membawa istrimu ke psikiater haaaaa? Kamu kira menantu Mommy gila apa?” Mommy Meri yang berada di seberang sangat emosi dengan ucapan Faishal.


Sedangkan Faishal yang mendapat teriakan amukan dari Mommynya membulat mengerjap dan seketika menjauhkan ponselnya dari telinga, “Astaga Mom. Ya kali aja Mom, masak aku ingin istriku gila. Aku Cuma khawatir Mom, soalnya akhir akhir ini emosi Syeila naik turun.”


“Tapi bukan berarti harus ke psikiater  kan Son? Ya ampuuuuun, Mommy nggak habis pikir dengan jalan pikiranmu yang mau membawa Syeila ke psikiater.”


“Maaf Mom, kan aku nggak tau. Aku hanya mengkhawatirkan Syeila Mom.” Faishal menghela napas, sepertinya memang benar. Tindakannya yang membawa biji sawinya ke psikiater merupakan tindakan yang kurang tepat.


“Berarti Syeila tidak kenapa kenapa ya Mom?” lanjut Faishal mencoba meyakinkan dirinya bahwa biji sawinya tidak kenapa napa.


“Syeila tidak kenapa kenapa. Awas, jangan lagi kamu punya pemikiran untuk membawa menantu Mommy ke psikiater. Mommy bejek bejek kamu nanti.” Peringat Mommy Meri yang antara gemas dan marah dengan Faishal.


Faishal bergidik ngeri. Mommynya itu ya, kalau sudah mode marah, uhhh tidak kalah dengan singa yang mengaum. Sehingga Faishal segera menyahut, “Astaga, iya Mom.”

__ADS_1


“Bagus, dan semoga dugaan Mommy benar, akhirnya yang Mommy inginkan terkabul.”


Faishal bingung dengan ucapan Mommynya, “Maksutnya Mom?”


“Sudah. Nanti aja kalau udah pasti, Mommy kasih tau. Mommy akan ke tempat kalian kalau udah pulang dari luar kota. Pokoknya, apa yang diminta menantu Mommy harus kamu turuti. WAJIB.”


“Hah? Emang kenapa Mom?” Faishal tambah bingung.


“Udah ih, nggak usah banyak tanya tanya. Turutin aja kata Mommy. Oh ya, sudah dulu ya, Mommy di panggil Daddy ini.”


“Baik Mom.” Akhirnya percakapan antara ibu dan anak tersebut berakhir.


Faishal kembali melangkah memasuki kamarnya, terlihat Syeila yang masih nyenyak dalam tidurnya.


Kemudian pandangan mata Faishal berhenti di bibir chery Syeila yang sedikit terbuka,


“Ahhh, kenapa kamu sangat menggemaskan sekali sih Yang. Aku jadi ingin sekali memakanmu.”


Cup, dikecup dan dilumattnya pelan bibir mungil Syeila, setelahnya Faishal membawa Syeila kedalam dekapannya dan ikut terlelap.


***

__ADS_1


Dalam tidurnya, Faishal mengernyit merasa ada yang menyentuh wajahnya, tubuhnya. What tubuhnya? Seketik ta Faishal terbangun.


Setelah membuka mata, Faishal semakin mengernyit karena sentuhan tersebut terasa nyata. Faishal menundukkan kepalanya.


Astaga, mata Faishal membulat sempurna, melihat aktivitas Syeila terhadap tubuhnya “Sahyaanghh.”


Mendengar suara suaminya, Syeila mendongak menampilkan senyum cerianya, “Syeila ingin Yang.”


Tanpa menunggu respon Faishal, kembali Syeila bermain main dengan tubuh Faishal, “Astagaahhh sahyaanghhh ahhh.” Faishal mengerang nikmat


“uhhh ahhhh sahyangg ini sungguhhh nikhmathhh ahhh.” Lagi lagi Faishal mengerang nikmat merasakan sensasi nikmat sentuhan biji sawinya.


Dan tentu saja, Faishal menerima servis dari biji sawinya dengan senang hati. Jarang sekali loh ya Syeila memimpin, sepertinya baru kali ini Syeila memimpin permainan panas mereka.


Sore hari itu Faishal dibuat mendesah nikmat oleh biji sawinya. Dan hari tersebut terlewat  begitu saja.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2