Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 53


__ADS_3

Sedangkan Agnes yang mendapat respon tersebut hanya mendengus kesal dan berlalu keluar ruangan.


Sesampainya di luar Agnes mengumpat berkali kali untuk melampiaskan kekesalan nya, dengan wajah menahan kekesalan nya terhadap bocah ingusan dan terhadap Faishal yang lagi lagi memberikan penolakan.


Dengan mata yang penuh kilatan amarah, sambil menatap ke arah pintu masuk ruangan Faishal, Agnes berucap lirih, “Lihat aja bocah ingusan, gue pastikan sebentar lagi loe menyingkir dari sisi Faishal.”


Setelahnya, Agnes berbalik dan berjalan lurus menuju lift ruangan tersebut dan berlalu keluar perusahaan. Sesampainya di parkiran, segera Agnes masuk ke mobil dan menghubungi seseorang.


Di dering pertama pangilan nya langsung terhubung, dan terdengar suara dari seberang, “Halo!”


“Halo, gue ada tugas buat elo, nanti malam kita ketemu di club X,” sahut Agnes to the poin


“Oke siap, tetapi gue masih ada misi di luar kota sampai empat atau lima hari lagi ini.”


“Haah, baiklah. Setelah urusan loe selesai, segera hubungi gue. Karena tugas kali ini gue akan membayar loe mahal.”


“Okee siap.” Setelahnya Agnes langsung mematikan sambungan teleponnya dan kembali menghubungi seseorang.


Ketika panggilan nya sudah di angkat, Agnes segera berseru, “Halo Daddy!”


“Halo sayang, katanya Mommy, hari ini kamu pulang, kok belum sampai rumah,” sahut dari seberang. Ya orang yang ditelepon Agnes adalah Daddy nya.


“Biasa Dad ke kantor nya Faishal dulu, dan ini juga mau pemotretan lagi.”

__ADS_1


Hening sesaat dan terdengar helaan napas dari seberang, dan tak lama Daddy nya Agnes buka suara, “Sayang, putri Daddy dengerin Daddy ya Nak. Kamu tidak usah berhubungan lagi dengan nya ya Nak, mungkin kamu tidak berjodoh dengan  dia. Dia sudah menikah.”


Agnes hanya mendengus kesal mendengar ucapan Daddy nya, dan dengan ketus Agnes menyahut, “Hm iya Dad. Ya sudah Dad, Agnes mau ke lokasi syuting.”


“Nak tunggu nak, jangan di matikan dulu. Daddy cuma berpesan jangan sekali kali kamu mengganggu hubungan mereka ya Nak. Daddy mohon, kamu masih ingat pesen ibumu yang terakhir kan nak.”


Haaaah, Agnes hanya bisa menghela napas kalau ingat pesan terakhir dari ibu nya, ibu yang telah melahirkannya. “Hm Dad, nanti Agnes pikirkan.”


Agnes langsung mematikan sambungan nya, kemudian menyandarkan kepala nya dan memejamkan mata nya untuk merilekskan kembali pikiran nya.


Kelemahan Agnes adalah ibu nya. Sungguh kalau mengingat pesan terakhir ibu nya,  Agnes hanya bisa menghembuskan napas nya.  Ya, ibu  kandung Agnes sudah meninggal tujuh tahun yang lalu.


Dan setelah ibu nya meninggal, Agnes ikut tinggal bersama Daddy nya . Untung semua keluarga Daddy nya menerima Agnes. Apalagi Mommy atau istri Daddy nya juga sangat menerima Agnes dengan baik layak nya anak kandung nya sendiri.


Agnes menarik napas panjang dan berucap lirih, “Maafkan aku bu, untuk kali ini aku ingin mengabaikan pesan ibu. Walaupun tadi bocah ingusan juga mengingatkan ku tentang hal itu, tetapi  seperti nya aku tidak bisa berhenti menyerah begitu saja bu, aku sangat mencintai Faishal,”


***


Disisi lain, tepat nya di ruang kerja Faishal, Faishal melangkahkan kaki nya menuju Syeila tanpa memperdulikan Agnes yang berlalu keluar ruangan nya.


Setelah berada di dekat biji sawi nya, Faishal merangkum wajah biji sawi nya dan memberikan kecupan kecupan kecil di bibir biji sawi nya yang terlihat mencebik. “Kenapa hem? Tadi Agnes mengatakan apa ?”


Syeila mendengus kemudian berucap panjang lebar, “Tante tadi bilang mau merebut Om dari Syeila dan Syeila disuruh siap siap akan segera ditendang dari keluarga Amarkhan. Syeila sebel tau dengan tante tadi. Seharus nya kan Syeila yang marah marah, lah kok malah tante nya mau marahin Syeila sih tadi”

__ADS_1


“Terus tadi kamu bilang apa ke Agnes? Jangan bilang kamu hanya diam saja?”


“Tentu tidak dong Om, tadi Syeila bilang ke tante begini,”ingat, masih ada karma tante”. Syeila hanya bilang begitu Om, biar tante nya juga berpikir dua kali kalau mau menganggu Syeila lagi heheheh.”


Faishal senang dan bangga mendengar ucapan biji sawi nya. Perlahan namun pasti biji sawi nya semakin dewasa.


“Utututuh istri siapa sih, sekarang tambah pintar banget,” ucap Faishal dengan merengkuh pinggang Syeila dan  menggesek gesekkan hidung nya ke wajah Syeila.


Syeila hanya tertawa geli dengan ulah Om Fai nya sambil berucap, “Hahaha, istri nya Om Fai dong.”


Tanpa melepas gesekkan hidungnya di wajah Syeila, Faishal kembali berucap, “Istri nya siapa hem?”


“Istri nya Om Fai hahaha.”


“Istri nya siapa hem?”


“Istri nya Om hmmpppph…”


Ya, Faishal ******* bibir Syeila rakus untuk beberapa saat, setelahnya dilumat kembali bibir mungil tersebut secara lembut dan perlahan namun pasti, dibaringkan nya Syeila di sofa tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2