Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 116


__ADS_3

Halo semuanya:). Lama banget yak nunggu updatenya. Sama. Saya juga nunggu komen tembus 50 dan like tembus 400. Beuuuuh lama bener wkwk. Sampai saya lupa buat update hihi :). Bingung saya mau ngomong apa lagi. Intinya hanya minta keluwesan jari teman teman pembaca untuk memberikan LIKE+KOMENTARnya. Kalo hadiah/vote saya nggak maksa. Bagi saya banyak yang memberi LIKE+KOMEN tuh udah senang dan membuat saya semakin semangat untuk melanjutkan tulisannya :).


 


SELAMAT MEMBACA!


***


Tapi itu hanya berlaku sebentar, karena sekarang tatapan mereka bertiga berubah menjadi horror ketika melihat ternyata ada orang yang berada didepan kelas mereka dengan rahang mengeras menatap setiap pergerakan Syeila yang beuuuuh.


Lihatlah sekarang Syeila malah asik patah patah sambil terus bernyanyi seperti yang lainnya. “KARENA TERSENTUH ALUNAN LAGU SEMERDU KOPI DANGDUT.”


“ASYYEEEK, API ASMARA YANG DAHULU EEEEE….” Syeila tersentak  ketika membalikkan badan ternyata


sudah ada Faishal dan Ketua Yayasan yang sedang memperhatikan dirinya dan teman teman yang lain. Pun dengan teman teman lainnya yang langsung kicep ketika tau ada orang penting yang memperhatikan mereka.


Tak lama, datanglah guru piket ke kelas Syeila. Yap, masih pada ingatkan di bahasan sebelumnya. Saat ini itu belum waktunya istirahat, tapi kelas Syeila setelah praktek, mereka bebas alhasil membuat kegaduhan yang menganggu kelas lain. Maka dari itu, guru yang mengajar dikelas lain menyuruh salah satu muridnya untuk lapor ke guru piket karena kelas Syeia yang gaduh. Yahhh, skip yah. Intinya begutuh.


Dan betapa terkejutnya sang guru ketika menyadari ada Ketua Yayasan yang berada di kelas Syeila. Tapi bukan ini masalahnya.


Lihatlah sekarang! Astaga, bukannya melembut, tetapi tatapan Faishal tambah horror menusuk kearah Syeila. Dengan kikuk melenggokkan badannya ala ala orang yang malu, Syeila berjalan menuju Faishal dan Ketua Yayasan.


“Ehem. Pagi Pak.” Meskipun baru saja Syeila membuat dirinya malu, tetapi Syeila masih mempunyai sopan santun. Syeila tersenyum kaku dan menyalami Ketua Yayasan diikuti oleh teman temannya yang lain.


Setelahnya Syeila beralih ke Faishal. Syeila tersenyum kikuk dan meraih tangan kekar Faishal. Bukannya membiarkan Syeila mencium tangannya, tetapi Faishal menahannya, meremasnya pelan membuat Syeila mengernyit.

__ADS_1


“Ehem, pak, saya izin pulang dulu." Faishal beralih menatap guru piket sebelum melanjutkan kalimatnya, "Saya izin membawa keponakan saya pulang Bu."


Guru piket yang memang sudah mengetahui kalau Faishal adalah donatur hany mengangguk mengiyakan. Toh kelas Syeila juga udah selesai. Pun denga Ketua Yayasan. Meskipun awalnya sempat menaikan sebelah alisnya


akhirnya beliau menjawab, “Ya, silahkan.”


Faishal segera menyeret Syeila keluar dari ruang kelas. Untung belum jam istirahat. Jadi tidak ada yang melihat Syeila yang sedikit terseok seok  mengikuti Langkah Faishal yang begitu lebar.


“Masuk.” Dingin Faishal memerintah Syeila untuk segera masuk kedalam mobil yang sebelumnta sudah dibukakan pintunya.


Syeila yang memang merasa sedikit bersalah hanya menurut ucapan Faishal. Ingat ya Sedikit saja.


sedangkan Faishal bukannya segera melajukan mobilnya, tetapi Faishal malah menatap tajam kearah Syeila.


Syeila yang sudah memakai sabuk pengaman dan sudah rilex di tempat duduknya mengernyit heran. Kenapa mobil belum jalan jalan.  Syeila memiringkan kepalanya menatap Faishal. “Kenapa Yang, " celetuk Syeila tenang. Yap alih alih takut, Syeila B aja tuh dengan Faishal. Syeila nggak takut hanya sedikit merasa bersalah aja.


“Sayang jangan dipelototin matanya. Nanti jatuh menggelinding loh. Kan sayang.”


Ya allah. Faishal meraup wajahnya kasar. Menghembuskan napasnya seraya memejamkan matanya sejenak. Merilekskan pikiran. “Tadi kenapa kamu joget joget dikelas?”


“Pengen.” Syeila mengerjap polos.


“Pengen pengen. Kamu nggak mikir Yang, gimana kalau Dedek bayinya sampai kontraksi terus ambyar?”


“Dedek bayinya yang pengen Yang,” sahut Syeila santai.

__ADS_1


“Tapikan Yang, nanti kalau kenapa kenapa dengan dedek bayinya gimana?”


“Kan Syeila udah bilang, ini yang minta Dedek bayinya.Kalo Syeila sendiri mah, mana mau. Syeila mah anti kali Yang joget patah patah kayak gitu. Apalagi tadi ada Bapak ketua Yayasan.”


“Ya ampun sayang. Syeila malu dan segan kalau nanti ketemu sama beliau lagi,” lanjut Syeila dengan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tapi itu tidak berlangsung lama. Sekarang Syeila malah terlihat bodo amat dan kembali bersuara, “Ahh, tapi yaudahlah. Bodoamat Syeila nggak mkirin.”


Faishal melongo mendengar ucapan Syeila. Astaga ternyata tadi Syeila kelihatan takut segan dengan Ketua Yayasan. Dan kenapa mood istrinya juga sangat labil sih. Faishal sampai memijit keningnya. “Jadi kamu tadi kelihatan takut segan  kepada Ketua  Yayasan?”


Dan dengan santainya Syeila mengangguk.


“Ya ampun,” desah Faishal lirih yang hanya mampu didengar oleh dirinya sendiri.


Syeila menoleh kearah Faishal, “Yang udah ayok jalanin mobilnya. Kita langsung ke kantormu Yak."


Mendengar kata kantor Faishal menatap Syeila, “Kemana Yang? Kantor?”


Dan Syeila dengan mantap menjawab, “Iya kantor.” Disertai dengan anggukan.


.


.


.


TBC

__ADS_1


TINGGALIN KOMEN+LIKENYA YA :)


next => 10 agustus


__ADS_2