
Deg, Syeila yang mendengar dan melihat punggung Faishal yang semakin menjauh membuatnya berkaca kaca
“terus Syeila harus gimana jika diperut Syeila ada dedek bayinya” batin Syeila bingung menghadapi nasibnya kedepan dengan air yang sudah menngenang dipelupuk mata
Tanpa Syeila sadari ternyata air matanya sudah basah mengaliri wajah mulusnya. Seketika para orang tua yang mengetahui air mata Syeila yang terus keluar menjadi cemas apalagi sang pemilik air mata tersebut hanya terdiam mematung dengan tatapan kosong.
Sebenarnya ini salah mereka karena memberikan pengertian Syeila setengah setengah tidak detail apalagi doktrin dari sang mommynya dan ditambah Syeila memang masih murni dan polos jadi gampang sekali membodohinya , eh maksutnya mempengaruhinya apalagi itu sang mommynya sendiri yang menjadi eksekutor.
Dan tidak berselang lama, mommynya Faishal mendekat kearah Syeila.
“Sayang tenang ya jangan khawatir, tante memastikan Faishal akan menikahimu. Jangan menangis lagi sayang cup cup cup” ucap halus menenangkan sambil mengelus rambut panjang Syeila
Berharap dengan ucapannya, Syeila bisa tenang namun yang terjadi ketika kesadaran Syeila telah kembali adalah
“HUWAAAAAAAA, mommy hiks hiks” tangis Syeila pecah sambil berlalu menuju sang mommyn langsung berhambur kepelukannya
“sayang tenang dulu ya cup cup cup” ucap sang mommy menenangkan sambil menepuk nepuk punggung Syeila pelan
“sayang tenang dulu ya” timpal mommynya Faishal mendekati Syeila dan mommynya
Sedangkan dua orang laki laki sebenarnya ingin tertawa geli melihat tingkah Syeila yang kelewatan polos tapi lebih cinderung ke ogeb karena tidak faham makna tidur bareng dalam artian membuat dedek bayi. Tapi mereka menahannya karena menghargai sang istri
“sayang Syeila sudah dong jangan nangis terus, pokoknya sayang percayakan sama tante saja pasti Faishal akan menikahimu sayang” lanjut mommynya Faishal
“hiks hiks bukan begitu tante hiks hiks” ucap Syeila pelan sambil sesenggukan
“lalu kenapa sayang masih nangis?” tanya mommynya Faishal bingung
Bingung dengan alasan Syeila yang masih menangis sesenggukan kalau bukan karena Faishal yang tidak mau menikah dengannya.
__ADS_1
“hiks hiks Syeila bingung tante, ini Syeila lagi berpikir hiks hiks kira kira siapa yang mau jadi daddynya dedek bayi yang ada di perut Syeila hiks hiks” ucap Syeila sesenggukan tapi masih bisa dimengerti
Seketika ke empat orang tua tersebut cengo sesaat, kemudian disusul cekikian pelan dari dua orang laki laki paruh baya yang langsung mendapat tatapan tajam dari dua wanita yang sama sama berharga dalam hidup mereka. mereka langsung diam, tidak lama saling berbisik kurang lebih membicarakan Syeila yang kelewat Masyaallaaah.
Untung saja Syeila tidak mendengarkan cekikikan pelan dari dua orang paruh baya tadi.
“Syeila sayang tidak boleh berkata seperti itu, kalaupun nanti Syeila hamil ya harus sama anak tante Faishal kan Faishal laki laki pertama yang nyentuh Syeila kan?” Tanya Mommynya Faishal memastikan
“iya tante, tapi..”jawab Syeila yang ingat bahwa orang lain yang pertama kali memeluk erat sampai menmpel ke ceruk lehernya baru Faishal.
“ Sayang dengerin tante dulu jangan dipotong ya, begini tante yakin Syeila tidak hamil jadi Syeila jangan khawatir ya” jelas Mommynya Faishal
AJAIB, Syeila langsung berhenti menangis dan sekarang matanya menunjukkan binar kebahagian ketika sebelumnya sendu penuh beban.
“jangan bicara dulu sayang, dengarkan tante dulu ya. Walaupun Syeila tidak hamil tapi Syeila sudah disentuh anak tante kan, sudah di pelukkan. Kalo Syeila tidak menikahi anak tante nanti kasihan suami Syeila dong sayang, masak suaminya mau dikasih bekas. Jadi mau tidak mau Syeila harus menikahi anak tante. Masalah anak tante mau apa tidak dengan Syeila, itu semua menjadi urusan tante jadi Syeila tidak perlu mengkhawatirkan. Yang terpenting Syeila mau menikah dengan anak tante” lanjut mommy Faishal detail.
“karena om Fai yang pertama menyentuh Syeila jadi Syeila harus menikah dengan om Fai” lanjut Syeila polos
Sedangkan tiga orang yang menyksikan pertunjukan tersebut dimana Mommynya Faishal berusaha membujuk dan memberi pengertian Syeila agar kembali tenang tetapi tetap mau menikah dengan Faishal. Akhirnya mereka merasa lega ketika Syeila menyetujui tetap menikah dengan Faishal
Akan tetapi entah bagaimana nanti jadinya jika Syeila merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya dan bukan dengan Faishal. Tetapi semoga saja hanya jatuh cinta dengan Faishal.
“yasudah, sekarang princess cuci muka dulu ya habis itu keruang makan kita sarapan dulu” seru daddy Syeilatiba tiba setelah keheningan sesaat melanda ruangan tersebut
Kemudian Syeila berlalu untuk membersihkan diri
“yaudah ayok kita sekarang ke ruang makan” ajak daddy Faishal
Drama pagi ini berlalu, dan 2 keluarga tersebut menunggu Syeila bersih bersih. Sembari menunggu Syeila, orang tua Syeila meminta alasan kenapa orang tua Faishal tetap kekeh menikahkan mereka padahal jelas jelas mereka tau bahwa Faishal tidak mau dan mereka khawatir nanti Faishal akan menyakiti putri semata wayang mereka. Tetapi dengan penuh permohonan mommy Faishal bahkan hampir berlutut untuk meyakinkan orang tua Syeila bahwa Faishal bisa berubah jika dia bersama Syeila dan akan memperlakukan Syeila dengan baik. Karena sedingin dinginnya Faishal, tidak akan pernah melakukan kekerasan. Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, orang tua Syeila menyetujuinya.
__ADS_1
Tidak beberapa lama kemudian, Syeila yang ditunggu tunggu pun datang dan keluarga tersebut langsung menyantap sarapannya masing masing.
***
Disisi lain setelah Faishal keluar dari vila segera Faishal menuju danau yang tidak jauh dari vila keluarganya, cukup 15-20 menit jalan kaki. Di sepanjang perjalanan Faishal menggerutu tidak jelas dan sesekali terdengar umpatan brengsek yang keluar dari mulut pedasnya.
“BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK ARGGGGG” teriak Faishal sesaat setelah sampai dipinggiran danau.
“bocah sialan” desis Faishal pelan dengan penuh emosi
“andai saja aku tidak bertemu dengan bocah sialan itu, aaaarkh brengsek brengsek” kesal faishal disertai umpatan di kalimat terakhirnya
Setelah puas mengeluarkan keluh kesahnya akhirnya Faishal berdiam diri sejenak di pinggir danau dengan memejamkan mata sembari merilekskan pikirannya. 30 menit berlalu akhirnya Faishal pergi dari danau tersebut kemudian mencari sarapan setelah itu langsung menuju bandara. Kebetulan sekali sampai dibandara dia langsung beli tiket kemudian chek in. Setelahnya dia mencari tempat yang sepi.
Terdapat deretan kursi paling pojok yang terlihat sepi, Faishal memutuskan untuk duduk disana. Setelah duduk disana dia memejamkan mata sambil merenungkan tindakannya sekarang apakah benar apa tidak .Kemudian Faishal mengeluarkan hape dan mengcari foto wanitanya yang dia simpan di galeri dengan nama folder wanitaku.
Ditatapnya foto tersebut dalam kemudian,
“apa aku harus menikahinya? Tapi aku tidak bersalah, toh aku cuma memeluknya saja tidak lebih. Apa yang harus aku lakukan, apa aku salah kalau aku masih mengharapkanmu. Sungguh selama 6 bulan ini perasaanku masih sama terhadapmu tidak ada wanita lain yang mengisi hatiku, hanya dirimu.” Gumam faishal dalam hati sambil merabai ponsel tersebut yang berisi foto wanitanya.
Sesaat setelah merasa yakin dengan keputusan yang diambil, ahirnya Faishal mulai mengetikkan sebuah pesan kemudian dikirimkan ke sang mommynya. Setelah pesan tersebut terkirim, Faishal langsung menonaktifkan ponselnya kemudian berlalu untuk segera masuk kedalam pesawat.
***
TBC…
Halo halo kak, author menyapa lagi. Author tidak bosen bosen mengingatkan jangan lupa ya kak tinggalkan jejak berupa like, komen dan kasih bintang 5 yeeeees. Kalo mau vote poin hari senin-jumat saja ya kakak kakak terzheyeng. Salam hangat dan ketchuuup jauh dari author ketcheeeh..
Terimakasih
__ADS_1