Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 31


__ADS_3

 Faishal sekarang merasa sedikit lega, setidaknya selama dua bulan kedepan, dia tidak diganggu lagi sama si menor. Sungguh, Faishal sangat risih sekali.


Ini semua tidak akan terjadi, kalau saja orang tuanya tidak mengenalkannya dengan beberapa anak rekan bisnisnya yang kebanyakan sangat agresif terhadapnya.


“Astaga,” desah Faishal sambil menggeleng gelengkan kepalanya, kemudian segera fokus kembali dengan dokumen dokumennya.


***


Disisi lain, Syeila yang baru sampai kelas, segera menuju ke bangkunya. Ternyata, Cici belum datang, jadi Syeila memutuskan untuk melanjutkan membaca artikel terkait seluk beluknya pernikahan. Lima belas menit membaca, tiba tiba ada yang mengagetkan.


“Dor,” teriak Cici seraya menggeplak bahu Syeila


Syeila yang fokus membaca, tentu saja sangat kaget.


“Astaga Cici, untung jantung Syeila letaknya didalem. Kalau letaknya diluar bisa lepas menggelinding nih,” sahut Syeila sambil mengelus dadanya


“Hehehehe, maaf. Habis loe serius banget sih Syei.”


Cici penasaran dengan apa yang dibaca Syeila, melanjutkan kalimatnya, “Loe, baca apa sih Syei?”


“Oh, ini tentang pernikahan Ci. Cici kan tau kalau Syeila sudah menikah. Jadi Syeila harus tau apa aja hak dan kewajiban Syeila sebagai seorang istri, begitupun Syeila juga harus tau hak dan kewajiban suami Syeila Ci,” terang Syeila panjang lebar.


“Ya ampun, sekarang sahabat gue udah sedikit dewasa ya. Yaudah, gue ikut deh bacanya. Nanti kita bisa sharing sharing sekalian gue belajar juga.”


Cici terharu dengan sedikit perubahan Syeila. Ternyata, sahabatnya ini bisa menjadi dewasa setelah menikah.


Akhirnya, dua sahabat karib ini membaca artikel bersama tentang pernikahan sampai bel masuk berbunyi.


Kegiatan belajar mengajar dihari pertama tidak begitu padat seperti biasanya, sehingga, banyak waktu luang buat siswa. Banyak siswa yang menghabiskan waktunya diluar kelas. Tidak terkecuali Syeila dan Cici.


Sekarang, Syeila dan Cici berada diperpustakaan setelah tadi dari kantin. Cici sibuk mencari cari buku, sedangkan Syeila mulai sibuk berkutat dengan ponselnya lebih tepatnya Mbah Google untuk  mencari sesuatu.


“Ahaa, ketemu!” seru Syeila.


Setelah dibaca beberapa artikel, Syeila terkesiap ketika memaca artikel “Hal Hal yang wajar terjadi pada Malam Pertama”.


“Masak sih, sampai berdarah darah. Syeila takut ah kalau sampai berdarah darah,” gumam Syeila dalam hati sambil bergidik ngeri.


Syeila segera menutup beberapa artikel tentang malam pertama tersebut. Dilanjutkannya membaca artikel artikel seputar pernikahan yang diberikan Om Fai nya.


Syeila mengerutkan keningnya, ketika menemukan 2 kata yaitu Malam Pertama.


“Disini juga ada malam pertama. Berarti, malam pertama itu memang dilaksanakan oleh suami istri. Tapi kan, Syeila  takut kalau sampai berdarah terus Syeila pingsan. Hiiiii,” batin Syeila bergidik ngeri seraya pikirannya berkecamuk tentang malam Pertama.


“Tapi kalau Om Fai minta gimana ya? Ahh, kalau minta baru iya in aja deh. Sekarang diam aja nggak usah buka suara lagi tentang malam pertama,” lanjut Syeila dalam hati.


Setelah selesai dengan pikirannya yang berkecamuk seputar malam pertama, Syeila kembali fokus dengan membaca artikel lanjutannya. Dan  Cici juga sudah duduk disampingnya dengan serius membaca buku yang dipilihnya tadi.


Syeila dan Cici menghabiskan waktunya di perpustakaan sampai jam sekolah selesai karena KBM setelah istirahat sampai pulang sekolah kosong.


***


Faishal dan David baru saja terlihat memasuki perusahaan. Mereka habis selesai ketemu klien diluar sekaligus makan siang. Dan sekarang, mereka berada dalam ruangan Faishal.

__ADS_1


“Oh ya Vid, entar gue nggak ikut kumpul dulu deh,” ucap Faishal.


Ya, setiap seminggu sekali, Faishal  dan sahabat sahabatnya akan ngumpul bareng untuk sekedar cipika cipiki ala cowok.


“Cie pengantin baru. Iya, kita faham kok kalian pasti masih genjot genjotan di kasur hahaha,” sahut David sambil tertawa


“Genjot Genjotan apa an? Malam pertama aja dia nggak faham,” dengus Faishal kesal manakala mengingat kejadian kemarin lusa.


“Serius bro, bini kecil loe nggak faham?”


“Hem”


“Wah wah, saran gue segera deh, genjot tu bini loe. Walaupun polos, entar lama kelamaan dia akan faham kok. Kalau loe nunggu dia faham, kelamaan bro. Pelan pelan loe ajarin sambil loe praktekan. Kalau bisa sih langsung gol lin aja bro,” kelakar David panjang lebar


“Entahlah, lihat aja entar.”


Untuk beberapa saat, suasana ruangan senyap sebelum Faishal kembali bersuara.


“Oh ya, sekarang jam brapa bro?”


“Jam 2,” singkat David


“Astaga, gue harus jemput biji sawi,” lirih Faishal yang masih didengar oleh David


“Siapa biji sawi?”


“Bini Gue.”


“Oh May, istri sendiri loe julukin biji sawi?” tanya David sambil geleng geleng kepala mendengar panggilan khusus sahabatnya yang disematkan ke istrinya.


“Biarin, udah ya, gue mau jemput biji sawi dulu. Nanti kalau ada apa apa, jangan lupa hubungi gue.”


Tanpa menunggu respon dari David, Faishal langsung bergegas keluar ruangaannya dan menuju parkiran. Karena sudah dipastikan dia akan terlamat menjemput biji sawinya.


Tiga puluh menit kemudian, sampailah Faishal di SMA. Batin Faishal meringis melihat biji sawinya duduk di halte depan sekolah seorang diri sambil terus menunduk ke bawah.


Sesampainya didepan halte, segera dibuka kaca mobil, kemudian Faishal berteriak dari balik kemudi, “ Syeila buruan naik.”


Syeila yang mendengar suara Om Fai nya, segera masuk ke mobil dan memakai seatbeltnya. Jangan lupa, wajahnya yang terlihat sekali kesal dengan bibir yang cemberut.


Faishal yang melihat itu sebenarnya sangat gemas. Tapi, hal utama yang perlu dilakukannya adalah meminta maaf.


“Maakan saya ya? Tadi saya ada rapat diluar dengan klien. Sampai perusahaan sudah jam 2 siang.”


Tidak mendapat respon dari biji sawinya, Faishal menghela napas kemudian kembali bersuara, “Maafkan saya ya? Kamu boleh minta apapun deh.”


“Bener Om?” tanya Syeila dengan wajah berubah 380 derajat menjadi berbinar


Faishal yang melihat itu, geleng geleng kepala sambil terkekeh dalam hati. Ternyata cukup mudah menjinakkan biji sawi yang mode kesal. Walaupun demikian, Faishal berusaha tidak membuat biji sawinya kembali kesal.


“Iya,” sahut Faishal


“Kalau begitu Syeila minta dibelikan es krim dong Om?”

__ADS_1


“Es krim aja?”


“Iya Om, es krim aja. Karena Syeila lagi badmood jadi butuh es krim,” jelas Syeila.


Faishal perlu menggaris bawahi, kalau biji sawinya badmood, cukup membelikan es krim untuk membuatnya menjadi goodmood.


“Baiklah.”


Kemudian Faishal mencari kedai es krim di sekitar. Sepuluh menit kemudian, mereka menemukan kedai es krim.


“Ayok, kita turun.”


“Baik Om.”


Syeila dan Faishal berjalan beriringan menuju kedai. Setengah jam mereka habiskan di kedai eskrim. Setelah itu, mereka bergegas pulang.


***


Pada malam harinya, seperti biasa, setelah makan malam, pasangan pengantin baru tersebut sibuk dengan urusannya masing masing.


Syeila sibuk menata keperluan sekolahnya besok dilanjutkan dengan membaca artikel dan Faishal kebetulan hanya perlu mengecek e-mail saja.


Setengah jam, Faishal telah menyelesaikan urusannya. Segera dia ke kasur dan bersandar ke kepala kasur sambil memandangi Syeila yang kelihatan serius sekali.


“Apa yang harus gue lakukan ya? Apa nggak papa gue melakukannya sekarang? Ahh, bodohlah, mending gue coba dulu,” batin Faishal.


Faishal terus berperang dengan batinnya, antara melakukannya sekarang, atau nunggu biji sawinya matang dulu. Sampai- sampai dia tidak sadar, Syeila sudah berada disampingnya.


Syeila yang sudah berada diranjang samping Faishal, sudah tau Om nya sedang ngalamun.


“Ihh, kok sering sih Om ngelamun,” batin Syeila


Didekatinya Faishal , kemudian Syeila setengah berteriak,” Om?”


Faishal akhirnya tersadar dari lamunannya.


“Astaga, biji sawi,” desah Faishal sambil mengelus dada kemudian melihat kearah Syeila.


“Hehehe, maaf Om. Habis Om sering banget ngelamun sih. Jangan dijadikan adat loh om, entar kesambet setan,” sahut Syeila dengan cengiran imutnya.


“Om ngalamunin apa sih?” lanjut Syeila bertanya


“Malam pertama.”


“Hah,” cengo Syeila sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.


Beberapa saat suasana menjadi hening, sampai Faishal bersuara kembali, “Syeila…”


.


.


.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa LIKE+KOMENTAR nya yaa kak :)


__ADS_2