Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 110


__ADS_3

Mendengar ucapan terakhir Rendy, tangan Syeila otomatis memegang perutnya yang sudah sedikit menonjol, “Ihhhh ya mending dedek bayinya kemana manalah.”


“Nah, makanya dengerin omonganku tadi ya?” Akhirnya, mau nggak mau Syeila pun mengangguk mengiyakan nasihat Rendy.


“Nah gitu dong Syei. Kalau kamu nurut kan, aku juga yang enak.”


“Maksutnya?”


“Yekan sekarang pekerjaan ku bukan jadi asisten Bos Fai, tapi sebulan ini tugasku jagain kamu biar tidak lecet Syei. Kalo kamu lecet, entar gue yang kena damprat.” Rendy tergelak dengan ucapan terakhirnya.


Masih pada inget kan, Ketika Syeila dkk dapat tugas sekolah untuk observasi di perusahaan Faishal aka Amar.Corp. Nah, setelah selesai, Rendy ditawari Faishal untuk menjadi asistennya dengan gaji yang tentunya lebih besar dari pada kerjaan Rendy sebelumnya yang serabutan.


Faishal pun juga menjamin Pendidikan Rendy sampai sarjana. Tentu dong, Rendy tidak mungkin untuk menolak. Apalagi selama SMA ini, Faishal bilang bahwa pekerjaan Rendy sangat sangatlah fleksibel. Pun posisi asisten sepenuhnya masih di pegang oleh David. Rendy hanya dibebankan untuk mempelajari tugas asisten, sebelum David mengundurkan diri.


Syeila yang mendengar ucapan Rendy pun tersenyum. Ahhh ternyata suaminya sangat perhatian.  Kembali suasana didalam mobil menjadi hening, dan Rendy Kembali focus dengan jalanan yang dilaluinya.


***


“Nih Syei.” Rendy menodorkan minuman dingin ke Syeila yang terlihat kehausan setelah praktek.


“Wahhhh, makasih Ren Ren. Tau aja kalau Syeila haus.” Syeila menerima minuman yang disodorkan Rendy dengan senang hati.


“Bagaimana tadi prakteknya Syei? Pas kamu praktek, aku ke kantin beli minum. Kamu nggak ngulang kan?”

__ADS_1


“Enggak ngulang sih, tapi Syeila hanya bisa masukin 3 bola doang Ren, terus waktu drible Syeila masih salah kata Pak Josep.” Pak Josep adalah guru olahraga mereka.


“Udah nggak papa, yang penting nggak ngulang.” Syeila pun mengangguk. Rendy ikut duduk di samping Syeila sembari melihat teman temannya yang praktek.


Tidak lama, datanglah Bobby karena telah menyelesaikan prakteknya, “Eh bagi dong minumnya. Haus banget gue.”


“Tuh loe ambil Bob, udah gue beliin. Yang dua itu buat Cici dan Mia Bob,” sahut Rendy.


“Oh oke. Thanks bro.”


“Hmm.” Dan mereka mengobrol ringan sembari menunggu Cici dan Mia.


“Beuuuh gila gila, gue harus mengulang berulang kali hanya untuk drible gais,” seru Cici yang baru selesai praktek. Dibelakangnya juga terdapat Mia yang juga sudah selesai praktek. Mereka langsung duduk.


Bobby tergelak mendengar ucapan Cici, “Salah loe sih, bola aja nggak ada yang masuk. Pastilah loe akan digiles abis di bagian drible sama Pak Josep.”


“Udah sih, yang penting kan nggak ngulang.”


“Sudah sudah, Ini Ci minuman buatmu. Dan ini buat Mia. Minuman itu dari Rendy” Syeila menyela perdebatan kecil antara Cici dan Bobby, sembari memberikan minuman kepada Cici dan Mia.


“Makasih Ren,” sahut Mia dan Cici bersamaan.


“Oh iya gais, nanti kita ke timezone yuk? Kan setelah ini kita sudah nggak ada pelajaran,” celetuk Bobby.

__ADS_1


“Setuju,’’ sahut Mia dan Cici.


“Gimana Syei? Kamu ikut ke timezone apa gimana?” tanya Rendy Ketika Syeila tidak menyahut ajakan Bobby.


“Emmmm.” Syeila mengetuk body minuman seraya berfikir sejenak.


Mending Syeila ikut aja deh, dari pada dirumah nggak ada Faishal. “Oke deh. Syeila ikut.”


Singkat cerita setelah pulang sekolah Syeila dkk ke timezone. Karena Mommy Merry dan Daddy Abian tidak ada dirumah, Syeila menghabiskan waktunya bersama temannya sampai petang.


***


Tok…tok..tok terdengar bunyi ketukan dan tak lama terdengar suara Bibi, “Non, waktunya makan malam.”


Syeila yang habis mandi, segera menyahut, “Oh iya Bi. Nanti Syeila turun.”


Syeila menghela napas, sunyi sekali rumah ini. Syeila melihat jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh malam, “Haaaah, apakah sangat sibuk hari ini, sampai sampai nggak ngubungi Syeila sama sekali.”


Dengan langkah gontai Syeila turun menuju ruang makan. Di meja makan sudah tersedia dengan beberapa menu. Syeila sebenarnya nggak nafsu makan, tapi apa boleh buat saat ini ada nyawa lain yang bersemayam dirahimnya.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2