
“Emm, Om David. Ini kita manggil Om apa ya?” tanya Syeila ketika sudah keluar dari ruangan Faishal.
David yang mendapat panggilan itu mendatarkan wajahnya dan berhenti melangkah, namun tetap menyahut ucapan Syeila, “Kalian disini cukup manggil pegawai laki laki pak aja dan pegawai perempuan dengan panggilan buk.”
Syeila mengangguk anggukan kepalanya,” Oh siap Pak David.”
Kemudian David kembali melangkah diikuti oleh Syeila dan teman temannya yang berada dibelakang mereka.
“Nah, disini ruangan kalian,” ucap David memberitahu sembari berjalan memasuki ruangan tersebut.
“Jadi kalau ada yang mau ditanyakan, kalian bisa langsung tanya ke saya atau bisa ke sekretaris,” lanjut David.
“Baik Pak,” jawab Syeila dan teman temannya serempak.
“Nah, dan ini kartu akses kalian. Jadi dengan kartu akses ini kalian bebas berkeliaran untuk melakukan pengamatan di semua divisi tanpa khawatir untuk ditegur maupun di usir. Dan kalian bebas masuk sini jam berapapun, tetapi usahakan jangan membuat keributan atau masalah apapun!” David segera memberikan kartu akses tersebut kepada Syeila
“Baik, terimaksih Pak,” sahut teman teman Syeila serempak. Setelahnya, David keluar dari ruangan tersebut.
Setelah David keluar dari ruangan tersebut, teman teman Syeila lega mengkespresikan kebahagiaan mereka. “Waaaah, enak ya kita dapat tempat sendiri, jadi nggak seperti orang hilang hehehe,” celetuk Bobby ketika duduk disalah satu kursi yang disediakan.
__ADS_1
“He’em, untunglah kita dikasih tempat. Jadi kita punya privasi dan kita juga lebih enak kalau mau diskusi disini,” sahut Mei antusias.
“Hmm benar, kita beruntung karena beliau suami Syeila,” ucap Rendi tersenyum menatap Syeila
Syeila mengerjapkan matanya beberapa kali, kemudian tersenyum melihatkan deretan gigi putihnya. “Heheheh, Syeila harap kalian nggak membocorkan ke teman teman ya kalau Syeila udah menikah,” pinta Syeila
“Astaga, ya tidaklah Syei. Loe jangan khawatir.” Sahut Bobby.
“Iyaaa Syei, loe nggak usah khawatir. Disini tidak hanya loe yang sudah terikat. Sebenarnya gue sudah tunanangan gais,” tambah Mia
Teman teman Syeila kompak membulatkan matanya dan menganga kaget, sedangkan Syeila secara tidak sadar memekik girang dan heboh berhambur ke pelukan Mia,” Waaaah Mia, kamu udah tunangan ternyata. Waaah Syeila seneng ternyata nggak Syeila aja yang sudah terikat hihihi.” Kemudian, Syeila melepaskan pelukannya.
Mia senang mendapat ucapan selamat dari teman temannya, tetapi dia juga sedih. Secara tidak sadar, Mia meneteskan air matanya. Tentunya teman teman Mia tertegun melihat hal tersebut.
“Mia, loe…” ucap Cici melihat Mia yang meneteskan air matanya.
Mia yang sadar secepat kilat mengusap air matanya yang jatuh di pipi, dan segera berucap, ”Terimakasih ya temen temen. Dan buat loe Syei, selamat ya. Loe beruntung karena suami loe sangat mencintai loe.”
Mendengar ucapan Mia, Syeila merasa ada yang tidak beres, secepat kilat Syeila segera memeluk tubuh Mia, “Heeei, kamu kenapa Mia. Apa jangan jangan…” ucap Syeila menebak dari raut wajah Mia.
__ADS_1
Mendapat pelukan dari Syeila, Mia tak kuasa menahan tangisnya,”Hiks, hiks, iya Syei. Dia sampai sekarang tidak mencintaiku hiks. Hiks padahal aku sudah mencintainya dari kecil hiks hiks.”
“Ehhhh,” Syeila terkesiap mengetahui Mia menangis kejer dipelukannya. Jujur aja, selama ini Syeila belum pernah tuh nenangin orang yang nangis kejer. Karena memang selama ini Syeila lah yang selalu nangis dan selalu ditenangin. Syeila bingung dong bagaimana caranya menenangkan Mia, akhirnya Syeila menepuk pelan punggung temannya dan membiarkannya menangis dengan puas.
Dan terkait Syeila yang tadi memeluk Mia, sebenarnya Syeila hanya mengikuti nalurinya saja yang menyuruhnya untuk melakukan itu. Selama ini pelukanlah yang mampu membuat Syeila merasa tenang dan aman.
Sedikit cerita saja ya tentang Mia. Mia sudah bertunangan sejak umurnya menginjak tujuh belas tahun. Tentunya Mia bertunangan dengan orang yang sangat dicintainya sejak kecil, tetapi tunangan Mia sama sekali tidak mencintainya, karena dia menganggap Mia tidak lebih dari adik.
Kembali lagi ke topik,
Cici yang melihat itupun segera menghambur ke pelukan Mia dan Syeila,” Heii sudah Mia. Jangan nangis lagi.” Mia yang di peluk oleh Cici dan Syeila merasa sangat bahagia, dia tidak menyangka ternyata Cici dan Syeila orangnya sangat welcome.
Dan jangan ditanya, 2 cecunguk para cowok. Mereka juga ikut senang melihat Syeila, Mia dan Cici yang saling berpelukan.
Kemudian Mia segera menguraikan pelukan tersebut dan berucap,”Terimakasih banyak ya teman teman.” Syeila dan Cici tersenyum mendengarnya, kemudian mereka berucap,”Sama sama Mia Zheyeng…”
Syeila dan Cici saling berpandangan, kemudian keduanya tertawa karena sama sama menyematkan panggilan zheyeng. Ya, karena panggilan zheyeng adalah panggilan khusus bagi Syeila dan Cici, karena panggilan itu bisa dikatakan symbol mereka berdua bersahabat.
Sekali lagi Syeila dan Cici saling berpandangan, kemudian berhambur ke pelukan Mia sekali lagi dan berseru,” SAHABAT!!”
__ADS_1
Hahahahaha, dan tertawalah mereka bertiga.