Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 77


__ADS_3

Hallo, I'm Comeback.


Selamat membaca :)


***


Tak terasa tibalah waktunya Faishal pulang dari rumah sakit . Saat ini di ruangan Faishal terdapat Daddy  Faishal dan Syeila. Sedangkan untuk para Mommy memang sengaja di biarkan di rumah.


“Sayang, semuanya udah beres. Aku tinggal bentar untuk ngurus administrasi ya?” ucap Syeila setelah selesai berkemas.


“Hmmm.” Faishal berdehem menjawab ucapan Syeila. Syeila berlalu keluar ruangan.


“Ehem Son, bagaimana kelanjutan terkait kasus kecelakaan mu?” tanya Daddy Abian setelah Syeila  keluar ruangan.


“Angel Dad,” sahut Faishal.


Ya sebelum kecelakaan sempat ada yang memperingati untuk tidak membiarkan Syeila sendiri, dan selain itu Faishal sudah menyuruh tangan kanannya aka asistennya sekaligus sahabatnya si David untuk  menyelidiki kejadian tersebut. Dan ya, terbukti bahwa Angel lah dalangnya.


 Daddy Abian terkesiap mendengar penuturan putranya, sampai menegakkan badannya yang sebelumnya bersandar nyaman di sofa yang ada di ruang rawat Faishal.


 Disisi lain Daddy Wijaya bingung dengan orang yang bernama Angel.  “Angel? Siapa Angel? Kenapa berniat mencelakai puteriku?” tanya Daddy Wijaya ditengah kebingungannya.


Daddy Abian menghela napas panjang sebelum menjawab, “Angel adalah anak rekan bisnisku. Dulu kami memang sempat  mendekatkan Faishal dan Angel. Tetapi tidak berhasil, dan kami juga sudah ngomong baik baik dan mengakhirinya dengan baik baik. Aku nggak menyangka, Angel masih mengharapkan Faishal. Padahal Faishal sudah menikah.”


Mendengar penuturan besannya, Daddy Wijaya mengurut keningnya bingung, “Lalu langkah apa yang harus kita lakukan terhadap Angel?” Bukan tanpa alasan Daddy Wijaya bilang seperti itu. Karena bagaimanapun keselamatan Syeila yang paling utama.


“Aku akan melaporkan Angel Dad, David su…” belum selesai Faishal berbicara, Daddy Abian sudah menyela, “Jangan Son, jangan kamu laporkan!”


Faishal dan Daddy Wijaya bingung dengan kening mengerut. “Maksutnya Dad?”

__ADS_1


“Jangan laporkan Angel Son. Kasihan Angel, sebenarnya Angel sakit Son.”


“Tapi Dad.” Faishal khawatir kalau Angel berulah lagi.


“Masalah Angel kamu serahkan saja pada Daddy. Nanti Daddy bicarakan dengan Daddynya Angel. Daddy mohon jangan laporkan Angel.”


“Huffffffft, baik Dad.” Faishal akhirnya hanya bisa pasrah, begitupun dengan Daddy Wijaya.


Suasana kembali hening beberapa saat, sebelum Daddy Wijaya membuka suara, “Oh ya, Syeila dan teman temannya masih brapa lama magang di perusahaanmu Nak?”


"Sepertinya tinggal beberapa hari aja Dad," sahut Faishal. Dan berakhirlah mereka mengobrol ringan sampai masalah perusahaan.


***


Beberapa saat kemudian, Syeila sudah kembali keruangan Faishal. “Bagaimana Princess, administrasinya sudah selesai?” tanya Daddy Wijaya


“Sudah Dad.” Daddy Wijaya hanya mengangguk anggukan kepalanya.


“Kami pulang sendiri saja Dad. Kalian kan juga sudah tau kalau aku udah bener bener bugar,” sahut Faishal dengan nada menyindir.


Bagaimana tidak bugar, Faishal yang seharusnya hanya butuh perawatan di rumah sakit satu hari saja, harus terpaksa mendekam di rumah sakit selama lima hari.


Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari para Mommy rempong yang mencuci otak Syeila yang masih suci. Alhasil Syeila dengan segala kepolosannnya membuat Faishal bertahan di rumah sakit sampai bener bener pulih.


“Hmmm, Baiklah.” Setelahnya mereka keluar dari rumah sakit dengan Syeila dan Faishal menuju ke apartemen sedangkan para Daddy menuju ke perusahaannya masing masing.


Sesampainya di apartemen, Faishal menempel terus pada Syeila. Ya, lima hari di rumah sakit, Faishal tidak bisa bermanja manja kepada biji sawi kesayangannya karena para Mommy yang tidak pernah absen untuk berkunjung kerumah sakit.


Saat ini Syeila yang sedang sibuk dengan gadgetnya di sofa  pun merasa geram dengan Faishal yang terus menempel mendusel dan menyesap ceruk lehernya. “Ihh sayang, jangan nempel nempel mulu ih. Syeila lagi bahas tugas nih.”

__ADS_1


Mendengar rengekan Syeila, bukannya berhenti tetapi, “Arrrrrgggggg sayang. jangan digigit dong.”


Syeila merubah posisi menjadi bersila dan bersedekap dada menghadap Faishal. Oh jangan lupa mata bulatnya yang melotot disertai mulut mungilnya yang mengerucut seakan memberitahukan bahwa Syeila benar benar marah!


Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi Faishal. Karena yang dilihat Faishal sekarang adalah Syeila yang sangat menggemaskan. Tanpa babibu, Faishal langsung membawa Syeila kepangkuannnya.


“Ahhh sayang.” Kaget Syeila dengan ulah Faishal.


“Aku kangen,” lirih Faishal dengan memeluk biji sawinya erat.


Syeila mengerjap, “Kangen? Tetapi kita setiap hari ketemu yang.”


“Iya kangen, kangen yang ini…” Faishal menggerak gerakkan Syeila yang berada di pangkuannya. Tidak butuh lama, ada salah satu tubuh Faishal yang bereaksi. Dan Syeila paham hal itu.


“Sayang, ini itu masih siang. Jangan ahhh.” Faishal tidak menggubris ucapan Syeila. Faishal menenggelamkan dirinya di ceruk leher Syeila memberikan tanda kepemilikan.


“Sayang!” tegas Syeila dengan menjauhkan wajahnya. Dengan mata melotot Syeila kembali berucap, “Sayang ini


itu masih siang. Kamu juga baru pulang dari rumah sakit. Harusnya kamu itu Arrrrrrrgggg.”


“Sayang, kenapa hidungku ikutan kamu gigit. Nanti kalau pesek gimana?” pekik Syeila dengan ulah suaminya.


“Bukannya hidungmu sudah pesek ya yang?” tanya Faishal dengan tampang polosnya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2