Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 126


__ADS_3

“Kamu kenapa hem?” Si kecil tidak mendengarkan Syeila tapi sibuk menangis memeluk tubuh Syeila.


Syeila hanya bisa pasrah dengan tangan menepuk halus tubuh gadis kecil yang ada didekapannya. “Cup cup. Kamu terpisah dari orang tuamu ya? Ayuk kakak anter. Sudah jangan nangis lagi ya.” Hibur Syeila yang mengira gadis mungil tersebut menangis karena terpisah dari orang tuanya.


“Syuuut, sudah sayang, jangan nangis. Ayook kak..” Syeila menghentikan kalimatnya ketika tersadar masih ada Pak sopir. “Oh iya pak. Syeila, sampai sini aja pak. Kan tinggal berapa Langkah saja. Syeila bisa jalan. Nanti adek kecil ini biar Syeila yang mengantarkan.”


Pak sopir mengangguk,”Baik Non. Dan bapak minta maaf atas kejadian tadi.”


“Tidak apa apa Pak. Ini adeknya juga tidak kenapa kenapa kok. Sepertinya hanya syok saja.” Sopir tersebut akhirnya berlalu dengan mobilnya.


Tinggalah sekarang Syeila dan adek kecil tersebut. “Hei sayang. Sudah syuuut jangan nangis. Yuk kakak anter.”Syeila melihat sekeliling yang masih sepi,” Kamu tadi sepertinya dari perusahaan itu yah. Ayuk kesana kakak anter. Kebetulan suami kakak pemilik perusahaan tersebut.”

__ADS_1


“Hiks, hiks hiks. Nola nggak mau kesana akak. Hiks hiks.” Naura mendongak menatap kearah Syeila.


Syeila menyeka air mata yang bercucuran di pipi Naura. “Hei, jangan begitu. Nanti orang tuamu kawatir loh. Ayok kakak anter Ya?”


Naura kecil masih kecewa dengan fakta yang didengarnya. Dengan wajah cemberut, dan jangan lupa masih ada sisa sisa lelehan air matanya. “Akak cantik. Nola tidak mau kesana.” Naura menunjuk perusahaan Faishal, kemudian menunduk.


“Hei, kenapa nggak mau…” Syeila menghentikan ucapannya ketika ada panggilan masuk. “Bentar ya, kakak angkat telpon dulu, ayok kita kesitu.” Syeila mengajak Naura lebih kepinggir. Dan tanpa protes, Naura mengikuti Syeila.


Baru saja Syeila mengangkat telpon dan menempelkan ke telinga, tiba tiba udah disambar suara melengking dari sebrang, “Woooooy brey. Lo dimana dah. Ini es krim lo udah mulai meleleh.”


“Yaodah. Cepet sini. Gue sama Mia jenuh nih nungguin Lo. Kita mau keliling Mall inih.”

__ADS_1


“Iya ya, tunggu bentar. Syeila matiin ya.” Syeila langsung mematikan sambungannya. Kembali Syeila menoleh kearah Naura, “Dek, ayook kakak antar..,”


“Nola mau es klim kak. Nola suka es klim lasa stlobeli. Nola suka es klim kak.” Potong Naura mengemukakan keinginnya.


“Tapi, nanti orang tuamu?” Syeila bingung sendiri denga napa yang harus dia lakukan. “Tapi Nola pengen es klim kak. Nola janji, habis makan es klim Nola akan kembali ke sana kak.” Naura menunjuk kearah perusahaan Faishal.


“Boleh ya kak.” Pinta Naura dengan wajah penuh harap. Syeila akhirnya mengiyakan, “Baiklah. Ayok ikut kakak.” Syeila menggandeng Naura dan membawanya menuju Mall yang memang ada di sekitar daerah tersebut.


Seperginya Syeila dan Naura menuju Mall, terlihatlah Natasya yang panik berjalan disekitar lobby perusahaan mencari anaknya Naura. “Ya ampun Nak, kamu dimana sih? Maafin mamah ya nak.” Natasya kalut bingung


mencari anaknya.

__ADS_1


“Lo kenapa? Ini masih jam kerja, jangan kelayapan,” tegur David dengan suara datar. Ya, setelah melihat Natasya yang terlihat panik, membuat David mengikuti dirinya.


Natasya menatap tajam kepada David. Natasya masih kesal dengan tingkah David di lantai atas tadi. “Brengsek,” desisnya pelan, kemudian meninggalkan David dan melanjutkan pencarian anaknya di dalam perusahaan, mulai dari lantai satu ke lantai yang lain. Berharap ada Naura.


__ADS_2