Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 97


__ADS_3

Mommy Meri, Mommy Lena dan Daddy Wijaya masuk ke kamar Syeila dengan mengendap, berharap tidak mengganggu Syeila yang katanya istirahat.


“Euuungh.” Syeila terbangun mendengar kasak kusuk yang mendekat ke kamarnya.


“Sayang.” Dengan suara seraknya, Syeila memanggil suaminya berharap mendekat sambil memegang kepalanya. Duuuh kepala Syeila pusing.


Mommy Lena dan Mommy Meri yang berada di depan segera melangkah mendekat. “Sayang. Ada apa hem? Butuh apa?” tanya Mommy Lena yang sudag ada di dekat Syeila.


Dengan kening mengkerut Syeila melihat ke samping, “Mommyyyyy,” pekik Syeila kemudian memeluk Mommy Lena dengan sangat erat.


“Ihhh Mommy, Syeila kangen tauk.” Rajuk Syeila dengan menenggelamkan dirinya ke dekapan Mommy Lena.


Mommy Lena terkekeh, sudah sangat jarang dia tidak melihat Syeila merajuk dan  bermanja janjaan. “Ya ampun princessnya Mommy. Perasaan belum ada dua minggu deh kita nggak ketemu.”


“Ihhh, tapi Syeila kangen tauk.”


“Sudah sudah, tadi kamu manggil suamimu ada apa hem? Suamimu masih di luar sayang.” Mommy Lena mengurai pelukan Syeila, hingga terlepas.


“Iya sayang kamu butuh apa hem?” timpal Mommy Meri yang sudah berada di dekat Syeila dengan tangan mengurai rambut Syeila sayang.


“Syeila haus Mommy, dan pusing,”  keluh Syeila. Dan secepat kilat Mommy Lena mengambilkan minuman buat Syeila.


“Kamu pusing kenapa sayang? kita periksa ya?” ajak Mommy Meri setelah Syeila meneguk minuman tersebut.


“Hah, nggak usah Mommy. Ini Syeila sudah enakan kok. Dan pusing ini kayaknya gara gara Syeila kebanyakan tidur deh,“ jelas Syeila di akhiri dengan kekehan khasnya yang membuat para orang tua ikut terkekeh sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Oh iya sayang. Selamat ya, kamu saat ini tengah mengandung. kami senang mendengarnya. Akhirnya sebentar lagi bisa gendong cucu,” seru Mommy Mera dan berhambur ke pelukan Syeila.


Syeila tersenyum senang mengingat dirinya sedang hamil, “Iya Mommy. Syeila juga senang sekali. Nggak sabar Syeila menunggu dedek bayinya brojol.”


Ketiga orang dewasa yang mendengar kata terakhir Syeila membulat sempurna, “Apa sayang? brojol?” bisik Mommy Meri namun masih mampu di dengar.


“Hehehe, maksut Syeila nunggu dedek bayinya keluar.” Lagi lagi para orang tua hanya bisa geleng geleng. Dan mereka juga bersyukur, sepertinya Syeila tidak merasa terbebani hamil di usia muda bahkan terlehat sangat bahagia.


Dan tak lama datanglah Daddy Abian.


“Sayang, bagaimana keadaanmu? Katanya kurang enak badan,” tanya Daddy Abian ketika sudah berada di dekat Syeila.


“Syeila sudah baikan kok Dad.”


Kemudian mereka ngobrol ringan dengan para Mommy yang sibuk menyuapi Syeila. Hari ini Syeila sangat di manja oleh orang tua dan mertuanya.


***


Disisi lain, setelah Daddy Abian keluar. Faishal kembali merenungkan, apakah tepat memberi tahu biji sawinya di saat sedang hamil seperti ini. Mengingat emosi nya yang naik turun akhir akhir ini membuat Faishal bimbang.


Tenggelam dalam lamunannya, Faishal kembali mengingat pertemuannya dengan Natasya yang berakhir harus pulang telat.


Flasback on


Faishal, Natasya dan Naula saat ini berada di ruangan yang cukup privasi.

__ADS_1


“Jelaskan,” tegas Faishal dengan Naura yang masih glendotan di pangkuannya.


Natasya memejamkan mata sejenak bersamaan menghembuskan nafasnya, “Dia putriku.”


Faishal semakin menajamkan pendengarannya dan sorot matanya, “Tapi kenapa dia memangilku papa…”


“Bentar ai.” Natasya mendekat, dan berusaha mengambil putrinya, “Sayang, sini nak. Ada yang harus mama bicarakan dengan papa.”


Naura semakin mengeratkan pelukannya di leher Faishal, “Ihhh gak mau. Nola masih kangen papa. Nola lindu papa.”


“Sayang sebentar saja. Kamu bisa lihat atuk dulu nak, habis itu bisa kangen kangenan sama papa.”


“Janji?”


“Janji sayang. Kamu lihat atuk dulu di kursi sana ya?” Natasya menunjuk kursi yang paling pojok di ruangan tersebut.


“Oke deh, Nola mau lihat Tuk Dalang sama angkel Mutu dulu ya papa.” Naura turun dari pangkuan Faishal, dan menyambar HP mamanya, sebelum menuju kursi yang ada di pojokan.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2