Istri Kecil CEO

Istri Kecil CEO
Bab 122


__ADS_3

Pagi ini telihat dua insan manusia yang masih terlelap dalam selimut sembari pelukan untuk memberi kehangatan karena cuaca pagi yang cukup dingin.


Bahkan sampai matahari sudah mulai meninggi dan cahayanya menerobos masuk masuk lewat celah celah gorden kamar pun, tidak membangunkan dua insan manuasia yang memang terlihat kelelahan.


Sampai terdengar dering nyaring dari gawai, yang mampu mengusik Faishal  dari mimpi indahnya. “Ahhh,


****,” umpat Faishal lirih, dengan mata sebelah yang masih terpejam. Faishal meraih Hp nya yang terus berdering. Faishal geram dengan orang yang menggaanggu tidurya.


Faishal memicing melihat id pemanggil. “Halo,” sapa Faishal dengan suara seraknya.


“Halo Tuan. Ini sudah jam delapan, tapi Tuan belum ada di kantor. Sedangkan Jam sepuluh kita ada rapat dengan klien. Dan ada beberapa berkas yang harus Tuan koreksi sebelum rapat.”


Faishal menghela napas, setelah menyadari sekarang sudah jam delapan pagi. “Baik, aku akan ke kantor segera.” Tut, Faishal langsung mematikan sepihak telponnya.


Faishal melirik ke samping. Terlihat Syeila masih terlelap nyaman dalam buaian mimpinya. Faishal membenahi selimut istrinya, kemudian segera beranjak menuju kamar mandi.


Tak butuh waktu lama. Faishal sudah siap dengan setelan baju kerjanya. Sebelum berangkat, Faishal meninggalkan note dan mengecup kening dan bibir mungil Syeila. “Aku kerja dulu ya sayang.”


***


Jam sembilan, Faishal sudah sampai di perusahaanya. Oh ya, hari ini David dan Rendy tidak ada dikantor. Mereka hari ini meninjau beberapa proyek di luar kota.


Mata Faishal memicing, ketika sampai di lantai ruangannya ternyata ada orang lain selain Natasya sang sekretaris. Mata Faishal membola sempurna ternyata orang lain tersebut adalah anak kecil, siapa lagi kalau bukan anaknya Natasya.

__ADS_1


“Papaaaaah.” Naura yang melihat Faishal, segera berlari memeluk kaki Faishal. “Nola kangen Papah. Papah kok kelja ndak pulang pulang. Nola kangen Pah, Nola kangen Papah.”


Faishal masih terkejut. Faishal tidak menyangka Natasya akan membawa anaknya ke kantor. Dan masih memanggil dirinya papa lagi. Padahal Faishal sudah mengirim pesan ke Natasya untuk meluruskan persoalan Papa ke anaknya.


Naura yang terlihat puas dengan memeluk kaki papanya. Sekarang Naura mendongak menatap Faishal dengan tangan direntangkan keatas meminta di gendong. “Papah. Gendong Nola, Nola kangen papah.”


Faishal yang awalnya menatap tajam Natasya yang terus menunduk, tersentak menengar ucapan Naura. Mengalihkan tatapan ke bawah, Faishal tidak tega mengabaikan bocah kecil yang tidak tau apa apa.


“Sini Nak.” Faishal membawa Naura kegendongannya. Naura yang mendapatkan respon dari papahnya merasa senang sekali.


Natasya yang melihat itu, mendekat ke arah Faishal, “Maaf Tuan, saya sudah mengatakan kepada Naura, tapi…”


Naura yang seakan tau apa yang mau diucapkan mamahnya, segera menyela, “Apa sih mamah. Kan ini memang papah Nola. Iya kan pah?” Naura semakin mengeratkan pelukannya ke leher Faishal.


“Mari kita masuk keruanganku, dan kita bicarakan bagaimana baiknya.” Faishal berjalan ke ruangannya dengan Natasya yang mengekor dibelakangnya. Faishal sudah bertekat segalanya harus segera terselesaikan. Hari ini.


Faishal tidak ingin hal sepele seperti ini berlarut larut. Mengingat sudah ada Syeila, belahan jiwanya, yang sebentar lagi juga akan memberikan keturunan buatnya.


***


Sedangkan, ditempat lain. Lebih tepatnya, disebuah apartemen. Terlihat seseorang terusik dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden kamar. Yup, orang tersebut adalah Syeila.


Meskipun, tadi Faishal tidak membuka gorden, tapi dengan matahari yang semakin meninggi, membuat sinar nya masuk kecelah celah gorden.

__ADS_1


“Euuuuungh.” Syeila merenggangkan tangannya. Syeila molet ke kanan dan kekiri sebelum benar benar bangun.


“Haaah, sudah jam sembilan..” Syeila cuci muka, kemudian mengambil Hp nya yang ada di nakas. Tiba tiba mata Syeila menangkap sesuatu. Ahhh ya, itu note yang di tinggalkan Faishal.


Sayang, aku kerja dulu ya. Nanti kamu makannya order aja. Oh ya, hari ini Rendy tidak bisa menjadi sopirmu karena aku tugaskan untuk meninjau proyek di luar kota. Kalau kamu mau keluar, telpon aku ya. Nanti aku


sopiri.


Love you


Suamimu yang paling tampan.


Syeila tersenyum sendiri membaca note yang ditinggalkan suaminya. “Ihhhh so sweeetnya. Kan Syeila jadi gemeeeees. Gemes gemes gemes.” Syeila heboh sendiri kayak cacing kepanasan.


Sesaat setelah kembali normal, Syeila nampak berfikir, “Oh ya, apa mending Syeila datang ke kantor aja ya. Pasti Om sibuk, sekalian kasih kejutan juga ke Om Fai.”


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2