
"Apa yang membuat kekasih anda itu menjadi 'kekasih yang tak sampai', Rong Xiaojie? Aiya ... sebutan itu sangat menyayat hati ...." Huang Mingxiang ikut menampilkan raut wajah sedih, seolah ikut iba dengan cerita Rong Lingxie.
Rong Lingxie menatap Huang Mingxiang dingin sekilas, namun kemudian kembali menunjukkan raut wajah sedih. "Panjang sekali ceritanya, Wangfei. Di awal cerita Tuhan sama sekali tidak membuat hati ini menggebu, namun ... kini ternyata semakin sangat menggebu. Di tengah perjalanan kisah kami yang berpisah, diam-diam ada 'bunga lain' yang kini membuatnya nyaman."
Huang Mingxiang ingin tertawa keras mendengar ini. Ada apa dengan Rong Lingxie? Otak wanita itu bodoh? Bukankah dia adalah murid dari Akademi Kedokteran Kekaisaran? Ke mana otak pintar dan jenius milik wanita itu? Para Furen bangsawan kelas 1 lainnya pun mengerutkan kening mereka, lalu mulai kembali menatap Huang Mingxiang dengan tatapan aneh karena Rong Lingxie.
Huang Mingxiang menggelengkan kepalanya pelan, dia diam-diam terkekeh kecil sambil mengusap perut besarnya. "Jadi ... intinya anda menolak atau tidak menyukai pria itu sama sekali di awal, bukan? Lalu ... mengapa tiba-tiba perasaan anda menjadi sangat menggebu-gebu? Karena dia sudah bisa berjalan dan tidak lagi memiliki kekurangan seperti saat pertama kali kalian akan ditunangkan?" Huang Mingxiang berterus terang tanpa peduli reaksi para tamu undangan yang lain.
Para bangsawan kelas 1 tercengang, mereka tidak menyangka Huang Mingxiang akan langsung berterus terang. Sedangkan bangsawan dengan kelas di bawah kelas 1, mereka semua menatap Huang Mingxiang bingung.
Raut wajah Rong Lingxie hilang, kini hanya ada ekspresi menahan marah dan benci ke arah Huang Mingxiang. Rong Xuan yang melihat ini tersenyum, dia ingin menonton drama yang diam-diam dia buat ini.
Rong Xuan berpikir ini akan menjadi drama yang sangat menyenangkan, karena lawan Huang Mingxiang adalah Rong Lingxie, wanita yang dikenal 'genius' karena dia berhasil menjadi murid Perguruan Kedokteran Kekaisaran. Tetapi ... sepertinya penilaian Rong Xuan dan Huang Mingxiang tidak sama. Huang Mingxiang justru menggunakannya untuk bersenang-senang sekarang, sama sekali tidak merasakan kesulitan selain menahan dongkol di hatinya karena 'sedikit' cemburu.
"Apa maksud anda, Xiao Wangfei?" tanya Rong Lingxie, raut wajahnya terlihat masam.
Huang Mingxiang tersenyum dingin. "Bahkan meskipun kita hanya berbeda satu tahun, kamu masih harus berlutut dan memanggil gelarku dengan sebutan 'Niangniang'. Siapa kamu berani menyebutkan gelarku tanpa sebutan penghormatan lainnya? Bahkan para Furen tidak pernah melakukan hal seperti itu. Apakah ... kamu merasa lebih tinggi di sini dari para Furen, bahkan Huanghou? Halo, wanita yang belum menikah?"
Rong Lingxie membelalakkan matanya, kedua tangannya segera mencengkeram erat kain hanfu-nya.
Rong Xuan yang melihat Rong Lingxie sudah melakukan kesalahan di awal permainannya, mengerutkan keningnya heran. Kemudian dia segera mengambil alih situasi dengan berkata,"Wangfei, tolong maafkan perilaku tidak sopan Lingxie. Anak itu jarang berada di hiruk pikuk ibu kota dan pergaulan bangsawan sehingga--"
Huang Mingxiang memotong kalimat Rong Xuan tanpa takut. "Sehingga melupakan tatakrama? Konyol sekali. Baik dia seorang pelajar yang sibuk atau pegawai yang sibuk, tatakrama selalu dipergunakan dan berlaku untuk semua kalangan. Jika berbicara dengan saya saja dia melupakan dasar penting seperti itu, bagaimana jika dia sedang berbicara dengan Kaisar? Huangtaihou Niangniang? Dan Chen Taifei Agung Niangniang?" Huang Mingxiang tidak memberi celah sama sekali kepada Rong Xuan, membuat wanita itu menatapnya sangat dingin.
Rong Lingxie tiba-tiba berlutut menghadap Huang Mingxiang, membuat seluruh perhatian kembali ke arahnya.
"Maafkan kebodohan dan kecerobohan Lingxie, Wangfei Niangniang. Lingxie mengakui bahwa Lingxie sangat bodoh dan tidak sopan sebelumnya, saya harap Wangfei Niangniang memaafkan Lingxie yang bodoh ini. Tetapi ... jika Lingxie boleh tahu, apa maksud dari ucapan Wangfei Niangniang sebelumnya?" Di akhir kalimat, Rong Lingxie mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menatap Huang Mingxiang tajam.
__ADS_1
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, lalu menyandarkan kepalanya di lengannya yang berdiri menyandar di atas meja. "Aiya ... ucapan yang mana? Wangfei ini terlalu mudah lelah sejak mengandung anak Wangye, bisa tolong Rong Xiaojie katakan lebih rinci lagi?" Huang Mingxiang menekan kalimat 'mengandung anak Wangye', hal ini pun berhasil membuat raut wajah Rong Lingxie semakin menunjukkan ketidaksenangannya secara terang-terangan.
Masih dalam posisi berlutut, Rong Lingxie menjawab,"Ketika anda mengatakan bahwa mulanya saya--"
"Ah, yang itu! Wangfei ini ingat!" Huang Mingxiang memotong cepat, lalu menyeringai tipis ke arah Rong Lingxie dan mengatakan,"Aiya ... bagaimana mungkin anda tidak mengerti maksud dari kalimat saya? Bukankah itu adalah kisah anda sendiri dengan suami--"
"Wangfei, Permaisuri ini pikir ... sebaiknya kita tidak--" Saat Rong Xuan telah memotong omongan Huang Mingxiang, kini Huang Mingxiang kembali memotong omongan wanita itu.
"Tidak membahas hal ini? Bagaimana mungkin, Huanghou? Anda bercanda? Sepupu anda sedang melempar tamparan ke wajah saya secara terang-terangan." Huang Mingxiang masih tetap tersenyum saat mengatakan ini.
Shao Furen yang sedari tadi diam pun akhirnya buka suara. "Benar, Huanghou Niangniang. Tidak seharusnya Rong Xiaojie mengungkit hal-hal seperti itu di hadapan Wangfei. Sama sekali tidak beretika." Shao Furen mengibaskan kipasnya, lalu menutup setengah wajahnya saat tiba di akhir kalimat.
Para bangsawan kelas 1 ke bawah mulai bingung, mereka berbisik-bisik untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa dengan 'kisah masa lalu' Rong Xiaojie ini? Mengapa Xiao Wangfei marah? Mengapa Huanghou terlihat cemas? Bahkan para Furen bangsawan tingkat 1 terlihat tidak senang.
"Shao Furen, anda tidak perlu khawatir mengenai perasaan saya. Hal yang paling saya ungkit di sini adalah etika. Saya bertanya sekarang, apa hukumnya menari untuk pria lain yang sudah menikah? Bahkan terang-terangan seperti ini. Walaupun sang pria tidak ada di sini untuk menyaksikan secara langsung, bukankah Lingxie Xiaojie baru saja mengatakan bahwa tarian ini dipersembahkan untuk pria yang sedang ... ya ... anda semua mendengarnya di sini." Huang Mingxiang tersenyum dingin, lalu kembali menegakkan posisi duduknya dan menyesap teh. Matanya menatap Rong Lingxie lekat, kali ini dia memanggil 'Lingxie Xiaojie', bukan lagi 'Rong Xiaojie'. Sebab, hanya generasi terpimpin yang diizinkan menyeret nama marga keluarga di setiap gelar atau sebutan mereka. Sedangkan Rong Lingxie, dia bukan saudara kandung Rong Xuan yang merupakan generasi pertama atau anak dari kepala keluarga utama. Rong Lingxie hanya seorang sepupu, walaupun darah bangsawan Rong juga mengalir sama di dalam dirinya, tetapi tetap derajatnya berbeda dengan Rong Xuan.
"Bu -- bukankah itu berarti menggoda?!"
"A--apakah benar seperti itu? Astaga ...."
"Benar-benar keterlaluan! Rong Lingxie masih sangat muda, namun sudah berani mengolok-olok Xiao Wangfei Niangniang!"
Berbagai macam cemoohan banjir mengalir untuk Rong Lingxie, membuat senyum Huang Mingxiang semakin dalam, sedangkan Rong Xuan, tatapan wanita itu semakin dingin.
Huang Mingxiang melirik Rong Xuan. "Disiplinkan sepupu anda dengan benar, Huanghou. Anda sudah lebih dari dua kali terkena teguran dari Wangfei ini mengenai tatakrama. Baik kesalahan itu dari diri anda sendiri maupun kerabat anda. Apakah ... semua Marga Rong seperti ini?"
Rong Xuan langsung tersulut amarah ketika mendengar ini, Huang Mingxiang segera tertawa keras di dalam hati. Kena. Wanita itu termakan jebakannya.
__ADS_1
Raut wajah Rong Xuan menjadi keras, matanya menatap Huang Mingxiang lebih sengit dan tajam. "Wangfei, anda tidak seharusnya melontarkan kalimat seperti itu. Kejadian ini di luar masalah sebelumnya dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan marga Rong."
Huang Mingxiang mendengus tipis. "Omong kosong. Tidak ada hubungannya dengan marga Rong? Kalau begitu apakah anak itu sudah ditendang keluar dari keluarga Rong? Nama marga akan selalu mengikuti dan menjadi wajah ke manapun kita pergi. Identitas yang terhormat harus dijalankan dengan terhormat, tidak boleh sembarangan dan dengan egois mendengarkan apa maunya hati hingga bertingkah bodoh seperti ini! Jika Rong Lingxie tidak ingin disangkut pautkan dengan marga keluarganya, maka sekarang juga segera hapus namanya dari silsilah keluarga Rong! Huanghou, jangan karena anda ingin melindungi kerabat, anda jadi bertingkah bodoh seperti ini. Benar-benar tindakan yang mengecewakan!" Huang Mingxiang memijat pelan keningnya, berakting seolah dia sangat lelah dan pusing karena masalah ini, membuat para bangsawan khawatir dan iba.
"Saya mengerti seluruh kalimat anda, Xiao Wangfei. Tetapi, tidak seharusnya anda berkata bahwa seluruh keluarga Rong memiliki perilaku yang buruk. Saya mengakui perilaku tidak terpuji saya sebelumnya salah dan perilaku sepupu saya yang saat ini pun salah. Tetapi, kesalahan itu murni dari diri kami masing-masing, sama sekali tidak seharusnya disangkut pautkan dengan marga keluarga kami!" Rong Xuan menjawab tegas, matanya menatap Huang Mingxiang galak.
Huang Mingxiang terkekeh, lalu matanya menatap Rong Xuan lekat. Dia berhasil membuat wanita itu turun tangan langsung untuk bertempur dengannya. Apa-apaan itu sebelumnya? Menggunakan orang lain untuk bertarung dengannya? Sangat tidak adil!
"Baik, kata-kata Huanghou sangat bijak dan terdengar rendah hati. Tetapi, bagaimana dengan sikap tidak sopan yang ditunjukkan oleh Rong Lingxie? Bukankah seharusnya dia tetap dihukum sesuai peraturan Kekaisaran?" balas Huang Mingxiang, saat Rong Xuan ingin membalas, wanita itu sudah kembali berkata,"Bagaimana perasaan anda saat ada wanita lain yang menarikan tarian indah seperti itu untuk suami anda? Mungkin anda sudah terbiasa karena seorang 'Huanghou', namun bagaimana jika wanita yang menari itu di luar izin atau hak resmi pihak Harem? Bukankah itu sama saja dengan 'menggoda'? Ah ... karena mengingat masa lalu, sepertinya pendapat anda tentang 'menggoda' itu berbeda, ya?" Di akhir kalimat Huang Mingxiang melempar sindiran untuk Rong Xuan.
Rong Xuan tersenyum dingin. "Saya tidak mengerti apa maksud dari kalimat akhir Xiao Wangfei, tetapi ... mengenai pertanyaan anda yang pertama, tentu saja saya sudah sering mengalaminya. Xiao Wangfei, apakah anda sedang membesar-besarkan masalah kecil menjadi besar?"
Huang Mingxiang terkekeh lagi. "Masalah kecil menjadi besar? Di mana kesadaran anda, Huanghou? Astaga ... apa saja yang sudah dilakukan Kaisar? Saya sebelumnya sudah mengirim banyak sekali peringatan kepada wanita-wanita Harem sebagai senior Kekaisaran, jika Huangtaihou Niangniang dan Chen Taifei Agung Niangniang mengetahui ini pasti mereka akan sangat sedih. Lagi pula, perasaan yang anda katakan sebelumnya itu tidak sama, Huanghou. Yang saya rasakan adalah wanita lain yang berusaha menggoda suami saya. Suami saya yang mencintai saya dengan sangat tulus dan dalam. Sedangkan anda ...."
"CUKUP! HUANG MINGXIANG!!"
BRAK!!
Rong Xuan pecah, titik kesabaran terendahnya sudah disentuh oleh Huang Mingxiang. Huang Mingxiang tertawa lagi di dalam hati, Rong Xuan ini ... benar-benar konyol.
Para Furen itu pun saling memandang, mereka tidak menyangka Rong Xuan akan pecah dan berani berteriak keras kepada Huang Mingxiang yang merupakan anggota senior Kekaisaran di hadapan para tamu pesta.
Napas Rong Xuan terlihat terengah-engah karena kesulitan mengatur gejolak emosi di hatinya, kemudian tangan kanannya reflek menarik pedang keluar milik penjaga pribadi yang berdiri tak jauh darinya. Rong Xuan melempar pedang itu ke arah Huang Mingxiang, membuat para Furen berteriak histeris dan berlari menjauh dari tempat Huang Mingxiang serta Rong Xuan duduk.
Sring!!
Trang!!
__ADS_1
Pedang lain muncul dan membelokkan arah pedang itu, sehingga terjatuh ke lantai. Baili Ruyi muncul secara tiba-tiba dan berdiri di samping Huang Mingxiang duduk, matanya menatap tajam Rong Xuan. Tangan kanan Baili Ruyi bersiap menarik belati yang masih bersembunyi cantik di dalam saku bajunya.
Suasana pesta menjadi sangat pecah dan tidak teratur, Rong Xuan tiba-tiba meledak dan melempar pedang ke arah Huang Mingxiang. Benar-benar kacau ....