
"Niangniang, kita sudah sampai di Chuan Wuqi." Yui menyampaikan kedatangan Huang Mingxiang, kemudian membukakan pintu kereta kuda dan membantu Huang Mingxiang turun secara pribadi bersama Su Mama.
Huang Mingxiang melangkah masuk, Dong Gusha segera muncul dari dalam toko dan menyambut kedatangan Huang Mingxiang. Dong Gusha membungkuk, diikuti pelayan Chuan Wuqi yang lain, mereka semua berlutut.
Huang Mingxiang tersenyum tipis, kemudian memperhatikan bangunan Chuan Wuqi yang sudah memiliki beberapa perubahan. Sepertinya Dong Gusha benar-benar mengelola keuangan Chuan Wuqi dengan sangat baik untuk produksi, renovasi, promosi kecil-kecilan, dan gaji karyawan.
"Niangniang, anda datang." Dong Gusha tersenyum senang, kemudian memandu Huang Mingxiang untuk pergi ke ruangan kerjanya.
"Kebetulan sekali, yang mulia. Baru saja surat keterangan hadir Tuan Muda Rong tiba, kita bisa kembali berdiskusi ringan," ujar Dong Gusha sambil mempersilahkan Huang Mingxiang untuk duduk di kursi kerjanya.
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. "Tuan Muda Rong juga akan kemari?"
Dong Gusha mengangguk. "Benar, Niangniang. Suratnya baru saja tiba, mungkin beliau akan datang sebentar lagi."
Huang Mingxiang diam-diam merasa sedikit aneh, Rong Wangxia sudah tidak memiliki kepentingan apa pun. Pria itu memang menjadi donatur besar utama untuk biaya promosi Chuan Wuqi, namun ... tidak perlu sampai memeriksa kondisi sampai harus datang ke Chuan Wuqi langsung. Tetapi Huang Mingxiang menepis kecurigaannya, mungkin saja Rong Wangxia memang seorang pebisnis yang sangat teliti.
"Bagaimana dengan produksinya, Gusha?" tanya Huang Mingxiang.
Dong Gusha dengan cepat segera mengambil salah satu buku tebal yang ada di atas meja kerjanya, membuka lembaran buku itu dan menunjukkannya ke arah Huang Mingxiang. "Sesuai yang dikatakan oleh Tuan Muda Rong, Wangfei. Kemungkinan besar pemesanan tinggi akan dilakukan oleh Kekaisaran Utara. Oleh karena itu, saya meminta pihak pabrik membuat tiga kali lipat stok pembuatan dari biasanya. Anda berkata promosi akan mulai dilakukan Minggu depan, oleh karena itu saya tidak meminta pihak pabrik membuatnya secara terburu-buru. Ah, satu lagi. Untuk ide promosi brilian anda, saya sudah menemukan tiga tokoh besar dari masing-masing Kekaisaran. Pertama, ada Mo Fangyu, dia adalah orang Timur ini, Wangfei. Dia seorang aktris teater wanita dan penari yang sedang naik daun. Kemudian ada Fuhua, dia orang Barat yang berprofesi sebagai roll model fashion wanita di Kekaisaran Barat. Dia seorang bangsawan, namun lima tahun silam memutuskan hubungan kebangsawanannya dan memilih hidup bebas. Dan yang terakhir ada Qiu Lan, dia merupakan warga negara Selatan, pria itu berprofesi sebagai--"
"Sebagai anak dari Perdana Menteri Kekaisaran Selatan yang senang bermalas-malasan dan menghamburkan uang. Walaupun sifatnya buruk, dia memiliki selera fashion dan koleksi yang tinggi. Apa pun yang dia kenakan akan menjadi perhatian banyak orang." Suara merdu Rong Wangxia terdengar, memotong kalimat Dong Gusha yang sedang menjelaskan.
Huang Mingxiang menatap sosok Rong Wangxia yang berjalan masuk ke dalam ruangan kerja Dong Gusha, kemudian membungkuk ke arah Huang Mingxiang. "Salam, Wangfei."
__ADS_1
Huang Mingxiang mengangguk ringan. "Lama tidak bertemu, Tuan Muda Rong. Bagaimana kabar anda?"
Rong Wangxia tersenyum. "Saya baik, namun sedikit kacau. Saya merindukan seseorang."
Huang Mingxiang balas tersenyum. "Astaga, itu terdengar manis. Wangfei ini jadi sangat penasaran, wanita mana yang berhasil menarik perhatian Tuan Muda Rong? Mengingat anda sudah berpergian ke berbagai wilayah, namun sebelumnya tak ada satupun wanita yang berhasil menjadi pendamping anda."
Rong Wangxia mengangkat kedua bahunya acuh. "Tidak perlu mencari tahu siapa orangnya, Wangfei. Cinta saya sulit terbalas."
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya lagi. "Sulit terbalas? Apakah wanita itu tidak menyukai anda?"
Rong Wangxia terlihat sedikit berpikir, kemudian mengangguk. "Kemungkinan iya, bahkan mungkin dia tidak menyadari perasaan menggebu saya."
"Sayang sekali ... Tunggu, apakah anda sudah mencoba memberitahunya?" tanya Huang Mingxiang balik, dia merasa lucu dengan cerita Rong Wangxia. Ini cukup menarik untuknya, karena memang dia tidak pernah mendengar Rong Wangxia dekat dengan seorang wanita. Mendengar pria itu sedang patah hati, tentu ini akan menjadi topik pembicaraan akhir tahun yang terbaik. Lagi pula dia ingin beristirahat sedikit, kejadian di Istana tadi sudah cukup membuat kepalanya penuh. Bermain-main sebentar membicarakan topik yang tidak terlalu penting sepertinya tidak buruk.
Rong Wangxia segera duduk begitu pelayan datang dan menyiapkan dua bangku baru untuknya dan Dong Gusha. Mereka berdua duduk bersebelahan menghadap Huang Mingxiang.
"Apa yang membuat itu sulit, Tuan Muda Rong?" tanya Dong Gusha, dia ikut penasaran. Melihat Rong Wangxia tiba-tiba menceritakan perasaan para hatinya membuat dia penasaran.
Rong Wangxia menghela napas. "Dia sudah menikah."
"Astaga! Lalu ... apakah sebelumnya kalian sudah sempat bertemu dan berbicara?" tanya Dong Gusha.
Rong Wangxia menggeleng. "Tidak, karena saya sedang berada di tempat lain. Saya tidak sempat bertemu atau berbicara dengannya, karena sebelumnya saya pikir saya tidak akan pernah tertarik. Tetapi begitu saya kembali dan melihatnya, dia sangat menarik. Saya mengutuk diri saya sendiri, tenggelam dalam perasaan menyesal saya sendiri."
__ADS_1
Huang Mingxiang menghela napas tipis. "Kalau begitu cerita anda sudah selesai, Tuan Muda Rong. Anda menyia-nyiakannya saat masih ada, namun setelah wanita itu pergi dan menikah, anda baru menyadari bahwa anda ternyata sangat tertarik padanya. Sebaiknya lupakan perasaan anda, masih banyak Gunniang cantik di luar sana."
Rong Wangxia tersenyum kecut, kemudian matanya menatap Huang Mingxiang. Tatapan mata pria itu sangat teduh, matanya menatap dalam Huang Mingxiang. "Dia hanya ada satu di dunia, Wangfei. Saya tidak pernah melihat orang setenang dan seberambisi dirinya. Ini sangat menarik, membuat saya tidak pernah bisa berhenti memikirkannya."
"Siapa wanita itu, Tuan Muda Rong? Dari Kekaisaran mana dia?" tanya Dong Gusha, berusaha menggali informasi. Ini akan menjadi gosip panas di Kekaisaran. Sisi lain Dong Gusha, pria itu gemar mengikuti berita-berita terkini mengenai skandal dan informasi terkini para bangsawan dan keluarga Kekaisaran.
"Saya tidak bisa menyebutkan dari mana wanita itu berasal. Wanita yang memiliki interaksi khusus dengan saya dapat dihitung dengan jari, jika saya menyebutnya tempat asalnya, maka seluruh orang akan mudah mengetahuinya. Intinya, wanita itu memiliki ketenangan dan perasaan penuh ambisi tinggi untuk menjadi yang terbaik. Saya bertanya-tanya, jika dia belum menikah, apakah dia ingin menjadi Furen saya?" ujar Rong Wangxia, kemudian terkekeh di akhir kalimatnya.
"Tentu saja dia mau, Tuan Muda Rong. Gunniang mana yang mau menolak lamaran anda? Anda muda dja berkarisma, pengalaman anda juga sangat banyak. Masa depan anda sangat cerah," ucap Huang Mingxiang, membuat Rong Wangxia tertegun menatapnya.
Rong Wangxia semakin tersenyum dalam. "Benarkah? Semisal anda menjadi Gunniang itu, apakah anda akan menerima lamaran saya?" tanya Rong Wangxia.
Huang Mingxiang terkekeh. "Bukankah wanita itu sudah menikah? Jika saya menjadi dia, tentu saja tidak akan saya terima. Saya akan lebih memilih setia kepada suami saya."
Rong Wangxia menggeleng, bibirnya masih tersenyum. "Ah ... tidak, semisal saat wanita itu belum menikah dan saya melamarnya. Jika anda menjadi wanita itu, apakah anda akan menerimanya?"
Huang Mingxiang diam, berpikir sejenak. Tetapi tak lama kemudian dia menjawab,"Jika dia berhasil menarik perhatian Tuan Muda Rong, tentu Gunniang itu bukan wanita sembarangan. Pasti ada banyak pula pria hebat yang mendekat ke arahnya, tidak hanya anda. Jika saya menjadi dia, mungkin saya akan mempertimbangkan semuanya terlebih dahulu?"
Rong Wangxia tertawa renyah, lalu menghela napas dan membalas,"Kejam sekali ...."
Huang Mingxiang terkekeh. "Tentu saja harus seperti itu, karena saya hanya akan menikah sekali seumur hidup."
Rong Wangxia menatap Huang Mingxiang lebih dalam, tatapannya memiliki perasaan kuat yang tersirat. Ada perasaan cinta dan cemburu yang melintas. "Benar-benar, Xiao Wangye sangat beruntung mendapatkan anda."
__ADS_1
Huang Mingxiang tertegun, entah bagaimana saat mendengar nada bicara Rong Wangxia yang ini dan tatapan mata pria itu yang berubah aneh, Huang Mingxiang merasa sesuatu yang tidak biasa. Senyumannya menjadi kaku, tatapan matanya sedikit kebingungan.
"Jika tidak bisa mendapatkannya, saya berharap Furen saya di masa depan memiliki sifat dan pola pikir yang sama seperti dambaan hati saya yang sekarang," ucap Rong Wangxia, lalu menatap Dong Gusha yang memperhatikan pembicaraan mereka berdua dengan sangat serius.