
Saat di dalam kereta, Huang Mingxiang duduk berhadapan dengan Xiao Muqing bersama perasaan yang campur aduk. Dia tidak tahu harus menangis atau tersenyum, Xiao Muqing benar-benar keluar dari Xiao Wangfu karena dirinya.
Saat ini langit sudah mulai gelap, namun keadaan jalanan masih cukup ramai karena hari ini adalah hari Kasih Sayang. Berbagai macam barang dagangan dan pertunjukkan tersedia, para sorakan bahagia dari rakyat terdengar jelas di telinga Huang Mingxiang.
Xiao Muqing, pria itu terlihat lemas. Dia bersandar pada kursi roda miliknya sambil memejamkan mata sembari memijat kepalanya pelan. Sepertinya muncul ke permukaan cukup membuat energinya terkuras, wajar ... pria itu selalu menghindari dunia luar dalam dua tahun belakangan ini.
Kereta kuda yang saat ini mereka naiki bersama adalah kereta kuda pribadi milik Xiao Muqing. Kereta ini sudah dimodifikasi khusus sehingga kursi roda milik Xiao Muqing dapat naik dan turun dari kereta dengan nyaman dan aman.
Huang Mingxiang akhirnya memutuskan untuk tersenyum, wanita itu kemudian meletakkan telapak tangannya di lutut Xiao Muqing. Xiao Muqing membuka matanya, lalu menatap Huang Mingxiang. Entah mengapa rasa cemas yang ada di hati pria itu berangsur hilang saat matanya menatap wajah Huang Mingxiang yang tersenyum.
"Wangye ...." Huang Mingxiang memanggil lembut, setelah itu terdiam sejenak dan berkata,"Terima kasih banyak, anda benar-benar melakukan hal besar yang tidak anda sukai untuk Mingxiang. Mingxiang sudah sangat merepotkan anda."
Xiao Muqing menggeleng singkat, lalu membuang tatapannya ke luar jendela. "Benwang memang memiliki beberapa bisnis lain di Istana. Tidak benar-benar bermaksud untuk menolongmu. Dan lagi, anda harus belajar lebih kuat lagi jika ingin menjatuhkan mereka. Ingat, anda bertarung sebagai Xiao Wangfei, bukan hanya nama anda sendiri."
Huang Mingxiang masih tetap tersenyum. Dia tahu apa yang dikatakan Xiao Muqing adalah kebohongan. Beberapa bisnis lain di Istana? Itu omong kosong. Bahkan saat masa-masa krisis Kekaisaran yang sempat terjadi satu tahun yang lalu, pria itu sama sekali tidak menampakkan dirinya ke permukaan.
Huang Mingxiang mengangguk. "Baik, Wangye. Mingxiang akan mengingatnya. Tetapi ... apa tidak masalah jika anda memecat Jenderal Lang begitu saja?"
Xiao Muqing kembali menatap Huang Mingxiang, bola mata birunya terlihat semakin indah saat berada di tengah kegelapan malam. "Apa tujuanmu menyusun berbagai macam rencana merepotkan ini?"
"Balas dendam. Tetapi sebelum itu saya ingin--" Belum tuntas Huang Mingxiang bicara, dia tersadar akan sesuatu. Kali ini kalimatnya tertahan bukan karena dipotong Xiao Muqing, namun karena otaknya sendiri. Dia menyadari bahwa Xiao Muqing melakukan hal ini untuk mendukung rencananya yang ingin membuat mereka kembali mengingat tentang dirinya. Membuat mereka kembali segan dan patuh, namun ... Huang Mingxiang tidak menyangka pria itu berani melakukan hal sebesar itu di saat pertama kali dia muncul setelah sekian lama tidak terlihat. Xiao Muqing memecat bangsawan yang bergelar Jenderal begitu saja tanpa berpikir panjang, Huang Mingxiang benar-benar tidak berekspektasi langkah sekali gerak Xiao Muqing sangat besar.
"Tetapi, apa tidak masalah, Wangye? Bagaimanapun dia seorang Jenderal. Menghukum mereka dengan hukuman berat lain selai dipecat, menurut Mingxiang itu sudah lebih dari cukup membuat para bangsawan itu tersadar." Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, dia masih agak tidak tega melihat keluarga Lang kehilangan kemakmuran hidupnya begitu saja dalam semalam.
Xiao Muqing menyenderkan kepalanya di dinding kereta. Sial, wajah pria itu sangat tampan dan teduh saat ini. Cahaya bulan yang menerobos masuk dan mata birunya yang memantulkan cahaya bulan itu sendiri terlihat sangat indah. Huang Mingxiang enggan untuk menarik pandangannya dari Xiao Muqing.
Xiao Muqing menatap Huang Mingxiang, pria itu diam. Sesaat suasana menjadi lengang, hanya suara derap langkah kaki kuda dan badan kereta yang bergoyang. Tetapi tidak lama kemudian Xiao Muqing berkata,"Jika mereka bisa menghancurkan hidupmu dalam semalam, mengapa kamu tidak bisa melakukan hal yang sama?"
Huang Mingxiang terdiam. Melihat wanita itu bungkam, Xiao Muqing tersenyum dingin. "Jika ingin menjadi penjahat, maka jadilah jahat sepenuhnya. Kamu sendiri masih ragu dengan segala tindakanmu."
__ADS_1
Huang Mingxiang mengangguk. "Mingxiang mengerti, tetapi ... keluarga Lang tidak bersalah untuk masalah Mingxiang. Wanita itu hanya ikut campur di pertengahan."
Xiao Muqing menggeleng. "Benwang menghukum mereka karena kalimatnya yang tidak bisa dimaafkan. Sejak kapan keluarga Lang berdiri di atas kepala Xiao Wangfu? Saat ini anda adalah Xiao Wangfei, menghina wajah anda sama dengan menghina wajah benwang."
Huang Mingxiang tertegun, lalu pandangannya sedikit menunduk dan bertanya,"Apa anda telah menganggap Mingxiang benar-benar istri Wangye?"
Kini terbalik, pria itu yang diam. Xiao Muqing membuang tatapannya lagi ke arah jendela, lalu menjawab,"Apa itu pertanyaan yang harus dijawab?"
Huang Mingxiang mengangguk cepat. "Tentu, Wangye."
"Bagaimana jika benwang menjawab tidak?" tanya Xiao Muqing, tatapan matanya masih menatap ke arah luar jendela kereta.
Huang Mingxiang masih tetap memperhatikan Xiao Muqing. Diam sejenak, setelah itu tersenyum tipis. "Tidak masalah." Mendengar jawaban Huang Mingxiang, Xiao Muqing dengan cepat kembali menatapnya. Huang Mingxiang menambahkan senyumnya, lalu berkata,"Sebelumnya Mingxiang sudah pernah menjelaskan hal ini. Tidak peduli bagaimana perasaan Wangye, yang terpenting adalah bahwa Mingxiang memang benar adanya mencintai Wangye. Menjadi istri, melayani dan membantu Wangye adalah hal baru yang Mingxiang gemari sekarang."
"Hanya saat ini?" tanya Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang menggerutu diam-diam. Mengapa pria itu banyak sekali melontarkan pertanyaan jika mereka membicarakan masalah perasaan satu sama lain?
Huang Mingxiang menggeleng. "Saat ini dan saat yang akan datang. Mingxiang akan tetap selalu menjadi Wangfei anda, Wangye."
Cukup. Huang Mingxiang kesal. Dia sudah sering melontarkan jawaban meyakinkan untuk Xiao Muqing, namun pria itu terus-menerus mempertanyakan hal yang sama.
Huang Mingxiang mendengus, lalu tangan kanannya menarik lengan Xiao Muqing. Hal ini membuat posisi duduk Xiao Muqing sedikit condong ke arah Huang Mingxiang.
"Bagaimana jika itu bukan hanya bualan semata? Bagaimana jika saya benar-benar mencintai anda?" cecar Huang Mingxiang, kesabarannya semakin menipis.
Xiao Muqing tersenyum dingin, pria itu menantang Huang Mingxiang. "Haruskah--" Kalimat Xiao Muqing tertahan, karena tiba-tiba Huang Mingxiang mencium pipi Xiao Muqing. Xiao Muqing, pria itu mendadak berubah menjadi batu. Tubuhnya kaku, raut wajahnya terlihat sangat terkejut.
Huang Mingxiang kembali duduk ke posisi semula, kupingnya diam-diam memerah, begitu juga dengan Xiao Muqing. Huang Mingxiang mendengus lagi, lalu berkata,"Anda selalu mempertanyakan hal yang sama terkait perasaan saya. Itu menjengkelkan, Wangye. Saya tidak tahu--"
"Cukup sampai di situ. Jangan berbicara lagi." Tegas Xiao Muqing, pria itu menutup wajahnya menggunakan telapak tangan kirinya. Hal ini dia lakukan agar Huang Mingxiang tidak melihat wajahnya yang perlahan memerah.
__ADS_1
Huang Mingxiang tertegun. Pemandangan Xiao Muqing ini ... apakah ... pria itu tengah menahan malu? Astaga! Huang Mingxiang hampir tertawa kencang! Xiao Muqing ... pria itu menggemaskan dengan kondisi seperti ini.
Huang Mingxiang tersenyum jahil, lalu jari-jari tangan kanannya mengusap lembut lengan Xiao Muqing sambil berkata,"Wangye, apa anda mau Mingxiang kecup kembali?"
"Diam."
"Wangye ...."
"Diam, Mingxiang."
"Wangye ...."
"Mingxiang!!"
Xiao Muqing berseru, membuat nada bicara menggoda dari Huang Mingxiang terhenti. Huang Mingxiang segera tertawa, apa-apaan ini? Saat ini suasana hatinya menjadi sangat baik, dia sangat bahagia. Bibir wanita itu tidak bisa untuk berhenti tersenyum.
Sedangkan, Gu Sinjie, Baili Ruyi dan Su Mama yang berjaga di luar saling tatap bingung, namun kemudian mereka berdua tersenyum. Tetapi, Gu Sinjie dengan berat hati harus merusak momen lucu mereka, karena kereta mereka sudah sampai di tujuan, Huang Fu. Ya, mereka pergi ke Huang Fu.
"Wangye, Wangfei. Kereta sudah sampai di Huang Fu."
Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya dari dalam kereta saat mendengar apa yang Gu Sinjie katakan, matanya menatap Xiao Muqing bingung.
"Anda berniat mengunjungi Huang Fu sebelum kembali menuju Xiao Wangfu, bukan?" tanya Xiao Muqing dengan kening sedikit terlipat melihat raut wajah bingung Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang mengangguk. "Memang benar. Tetapi ... apakah anda tidak keberatan mengunjungi Huang Fu?"
Xiao Muqing menjawab acuh. "Mengapa harus keberatan?"
Huang Mingxiang tertegun sejenak. Tak lama wanita itu kembali tersenyum dalam sambil mengangguk singkat. "Baiklah, kalau begitu ... Wangye, maaf jika Mingxiang sudah sangat merepotkan anda hari ini. Wangye, ayah pasti dapat menjadi lebih baik setelah kedatangan anda."
__ADS_1
Xiao Muqing tidak menjawab apa pun, dia tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya. Seperti ... perasaan khawatir? Apa dia khawatir Huang Dajie akan menolak kedatangannya? Mengingat pria itu jadi terlihat tidak waras semenjak Huang Mingxiang menikah dengannya, seolah itu adalah musibah besar. Tidak ada yang tahu. Hanya Tuhan dan Xiao Muqing sendiri yang dapat mengetahui isi hati serta pikirannya.