
Huang Mingxiang membuka matanya, saat menyadari matahari mulai menyiram seluruh daratan dengan cahayanya, wanita itu segera menoleh dan mendapati Xiao Muqing yang masih tertidur.
Huang Mingxiang mengambil sikap duduk, membuat kasur menjadi sedikit tergerak. Xiao Muqing yang merasakan hal tersebut otomatis membuka matanya dan melihat Huang Mingxiang sudah duduk di sampingnya.
"Anda bangun, Wangye?" tanya Huang Mingxiang, terkejut. Karena sebelumnya baru saja dia bangun dan mendapati Xiao Muqing masih tertidur lelap.
Xiao Muqing memijat kening kepalanya sebentar, lalu mengangguk. Huang Mingxiang tersenyum, lalu beranjak turun dari kasur untuk membantu Xiao Muqing pindah ke kursi roda. Setelah berhasil memindahkan Xiao Muqing, Huang Mingxiang duduk di tepi kasur menghadap Xiao Muqing. Mereka berhadapan.
Huang Mingxiang merapikan singkat rambutnya, kemudian beralih merapikan rambut Xiao Muqing.
"Anda ingin mandi sekarang?" tanya Huang Mingxiang, kemudian berdiri.
Xiao Muqing mengangguk. "Perintahkan Gu Sinjie kemari, benwang akan mandi di kediaman sendiri."
"Untuk apa memanggil Tuan Gu? Saya bisa mengantar anda secara langsung," jawab Huang Mingxiang.
Xiao Muqing menggeleng. "Tidak perlu. Lebih baik sekarang menurut dan segera bersiap untuk kembali bekerja. Hari ini telah resmi memasuki awal bulan, uang kiriman Istana dan Chuan Wuqi akan segera datang. Kamu harus mengecek seluruh harta secara menyeluruh di brankas."
Huang Mingxiang termenung sejenak. Apa pria ini khawatir bahwa dirinya akan kelelahan? Huang Mingxiang tersenyum tipis, pria ini selalu memberikan perhatian yang dilapisi kalimat setengah-setengah dan tajam.
Huang Mingxiang segera memanggil Su Mama, lalu meminta Su Mama untuk memanggil Gu Sinjie. Tak lama Gu Sinjie datang, pria itu segera membawa Xiao Muqing kembali ke kediamannya. Kini tersisa Huang Mingxiang dan Su Mama, Su Mama dengan gesit membantu Huang Mingxiang bersiap.
Selang beberapa lama, Huang Mingxiang sudah rapi dengan penampilannya. Dia meminta Su Mama membawa sarapannya ke ruang kerja, Huang Mingxiang tidak ada waktu untuk bersantai-santai.
Sesampainya di ruang kerja, Huang Mingxiang segera memeriksa tumpukan berkas yang semalam Xiao Muqing bawa. Keningnya terlipat kala menyadari isi dari berkas itu di luar wewenang pekerjaannya.
Pria itu gila? Dia ingin Huang Mingxiang mengelola lima ratus ribu prajuritnya juga?
__ADS_1
Huang Mingxiang menghela napas, kemudian menyingkirkan tumpukan berkas itu, dia akan protes menghadap Xiao Muqing nanti. Sekarang dia harus memeriksa uang-uang baru yang masuk ke dalam Xiao Wangfu. Di hadapannya sekarang sudah ada dua laporan keuangan. Satu dari Istana, satunya lagi Chuan Wuqi.
Huang Mingxiang berdiri sambil menggenggam kedua laporan tersebut, lalu meminta Su Mama untuk mengantarkannya ke brankas yang Xiao Muqing maksud.
Ada beberapa pertanyaan yang menggantung di pikiran Huang Mingxiang. Salah satunya adalah tempat atau brankas penyimpanan. Total kekayaan Xiao Wangfu cukup untuk membuat satu gunung emas besar, di mana Xiao Muqing menumpuk kekayaannya? Di zaman ini para bangsawan biasanya memiliki bangunan khusus untuk menyimpan harta mereka, namun Huang Mingxiang sudah genap seminggu di sini tidak pernah melihat bangunan dengan papan tanda brankas di sini. Hanya ada sekitar delapan kediaman, dua paviliun, dua halaman kosong untuk berkebun atau sekedar istirahat, dan selebihnya halaman kosong.
Su Mama mengajak Huang Mingxiang ke salah satu bangunan paling kecil dan paling belakang di Xiao Wangfu. Bangunan itu bahkan tidak pernah Huang Mingxiang lihat, ini pertama kalinya.
"Sudah sampai, Wangfei." Su Mama tersenyum, membukakan pintu dan mempersilahkan Huang Mingxiang masuk.
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. Sungguh bangunan kecil ini? Bagaimana mungkin ratusan juta tael emas dan perak dapat dimuat secara bersama di sini? Tetapi Huang Mingxiang memilih diam, dia tidak akan banyak bertanya sebelum benar-benar kebingungan. Dia adalah orang baru, masih ada sekian puluh persen yang belum dia ketahui tentang Xiao Wangfu.
Huang Mingxiang melangkah masuk, saat sudah berada di dalam dia menoleh bingung ke arah Su Mama. "Ruangan ini kosong?"
Su Mama mengangguk. "Tentu, yang mulia. Anda bisa menempelkan kunci itu di dinding pojok sebelah kanan, dengan syarat hanya melangkah sebanyak lima kali."
Huang Mingxiang segera melakukan apa yang Su Mama katakan. Begitu kunci ditempel, dinding itu bergerak ke samping. Huang Mingxiang segera melangkah masuk, Su Mama menemani dari belakang. Huang Mingxiang tertegun saat melihat kondisi dalam brankas yang sebenarnya. Dia kini berada di atas tangga, tangga itu memutar sampai turun ke lantai dasar. Tinggi sekali, letak lantai dasar brankas Xiao Wangfu sangat dalam.
"Wangye menciptakan menciptakan brankas seperti ini sejak pertama kali Xiao Wangfu dibangun. Anda adalah wanita pertama yang masuk ke dalam brankas kekayaan Xiao Wangfu, karena Chen Taifei Niangniang yang sempat berkunjung kemari tidak pernah diizinkan Wangye untuk melihat ruangan ini. Tepatnya, Chen Taifei sendiri tidak tahu letak ruangan ini dan seberapa banyak kekayaan Wangye. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui ini. Seperti saya, kepala pelayan senior dan Tuan Gu, tangan kanan Wangye. Kunci ruangan ini hanya ada satu, dipegang oleh sang tuan rumah atau pengelola urusan dalam dan luar Xiao Wangfu." Jelas Su Mama, dia menceritakan singkat mengenai brankas Xiao Wangfu.
Huang Mingxiang mengangguk, dia sedikit tidak menyangka, Xiao Muqing memiliki kekayaan luar biasa di luar ekspektasi-nya. Tumpukan emas dan perak yang menjulang tinggi di sisi dan kanan bangunan sangat menyilaukan mata Huang Mingxiang. Huang Fu hanya memiliki seperempat dari jumlah emas dan perak yang ada di sini, Huang Mingxiang bertaruh bahwa Istana pun belum tentu memiliki jumlah harta yang sebesar ini.
"Wangye sering menabung uang misinya sejak dia berumur dua belas tahun. Beliau sudah menjadi pekerja keras sejak kecil, ini adalah hasil dari jerih payahnya sendiri, ditambah uang bisnis dan kiriman bulanan dari Istana," ujar Su Mama.
Huang Mingxiang mengangguk, kemudian tak lama dia mendengar suara bedebam dari atas. Huang Mingxiang menoleh, Su Mama yang mendengar ini pun segera berkata,"Sepertinya emas kiriman dari istana sudah tiba, yang mulia. Kita sebaiknya menunggu sebentar sampai tukang pengangkut benar-benar pergi, nanti tak lama Tuan Gu akan datang untuk menaruh peti-peti emas itu di sini."
Huang Mingxiang mengangguk, lalu tak lama dia bertanya,"Kekayaan Wangye sangat di atas rata-rata, bukankah tidak aneh jika dia membeli jasa Utusan Agung untuk menyembuhkan kakinya?"
__ADS_1
Su Mama menggeleng. "Urusan Agung bukan jasa yang dapat dibayar menggunakan uang, Wangfei. Sebelumnya Wangye sempat mengunjungi Urusan Agung, namun ditolak dengan alasan hatinya tidak benar-benar bersih dan tulus untuk sembuh. Urusan Agung hanya mau membantu orang-orang yang memiliki hati tulus dan ikhlas."
Huang Mingxiang diam. Dia baru mengetahui hal ini. Urusan Agung, dia adalah manusia pilihan Dewa yang lahir membawa beberapa kekuatan dewa. Salah satunya adalah kekuatan medis, Utusan Agung dapat menyembuhkan penyakit apa pun. Tidak peduli semustahil apa penyakitnya, jika sudah ditangani oleh Urusan Agung, maka orang itu pasti akan sembuh.
Huang Mingxiang termenung memikirkan Urusan Agung. Dirinya juga dapat kembali hidup setelah sebelumnya sempat mati konyol, bukankah itu berarti dia juga salah satu manusia pilihan Dewa? Seorang Urusan Agung pasti peka dan sensitif terhadap orang-orang yang memiliki hubungan atau ikatan khusus dengan Dewa.
Huang Mingxiang pernah mendengar cerita mengenai Urusan Agung menghukum manusia yang melakukan perjanjian dengan iblis, konon katanya dia mengetahui fakta itu hanya dengan sekali lihat. Jadi, bukankah seharusnya Utusan Agung juga dapat dengan mudah menyadari bahwa dia adalah manusia yang dihidupkan kembali dari masa lalu? Bagaimana jika Huang Mingxiang meminta bantuan kepada Urusan Agung menggunakan nama 'orang-orang pilihan Dewa', apakah Urusan Agung akan tergerak?
"Wangfei, sepertinya Tuan Gu sudah datang." Su Mama membubarkan lamunan Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang mengangguk singkat, lalu kembali berjalan naik menggunakan tangga dan keluar dari ruangan itu. Gu Sinjie terlihat terkejut saat melihat tiba-tiba dinding ruangan yang ada di hadapannya bergerak, saat melihat Huang Mingxiang, dia menghela napas lega.
"Wangfei." Gu Sinjie membungkuk ke arah Huang Mingxiang, memberi penghormatan.
Huang Mingxiang mengangguk singkat lagi, lalu berkata,"Tolong pindahkan seluruh peti emas ini ke dalam, Tuan Gu. Setelah itu laporkan kepada Wangye bahwa suaminya sudah aman."
Gu Sinjie mengangguk, kemudian mengangkat satu persatu peti emas yang sangat berat ke dalam ruangan utama tadi. Saat sudah turun setengah tangga, Gu Sinjie melempar peti emas tersebut, membiarkannya mengguling dan menabrak tumpukan emas lainnya, setelah itu kembali berjalan naik ke atas untuk mengambil peti emas lainnya.
Huang Mingxiang menunggu Gu Sinjie sampai benar-benar selesai, setelah itu mereka berdua kembali naik dan Huang Mingxiang mulai mengunci ruangan tersebut. Saat Huang Mingxiang ingin bersandar sejenak di dinding, Gu Sinjie tiba-tiba melaporkan sesuatu.
"Wangfei, sebelum kemari saya mendapat kabar bahwa ada penanggung jawab Chuan Wuqi dan Tuan Rong yang ingin bertemu secara langsung dengan anda. Penanggung jawab itu berkata mereka ingin membahas mengenai kesepakatan bisnis. Saya sudah memerintahkan pelayan lain untuk membawa mereka ke Paviliun depan."
Huang Mingxiang mengangguk. "Terima kasih banyak, Tuan Gu." Lalu matanya melirik Su Mama. "Su Mama, segera ke Paviliun."
"Baik."
Huang Mingxiang dan Su Mama bergegas menuju Paviliun depan. Huang Mingxiang tidak menyangka, Rong Wangxia dengan cepat menyetujui tawaran Chuan Wuqi dan kini ingin bertemu dengannya serta langsung membahas kesepakatan bisnis, tidak lebih dulu bertanya sifat dan pola bisnis Chuan Wuqi.
__ADS_1