Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei


__ADS_3

"Tolong maafkan ketidaksopanan selir ini, Xiao Wangfei. Tetapi saat ini Istanaku tidak bisa menerima tamu siapa pun--" Belum selesai Wu Zeyuan bicara, Huang Mingxiang dengan santai memotong ucapannya sambil berjalan menuju kursi dan duduk anggun di sana.


"Semakin anda termakan emosi, semakin buntu otak anda untuk berpikir. Tenangkan dirimu terlebih dahulu, Wu Guifei." Huang Mingxiang menatap cangkir-cangkir porselen kecil yang tertata berantakan di atas meja.


Wu Guifei mendengus tipis, dia benar-benar tidak mengerti mengapa Huang Mingxiang tiba-tiba menerobos masuk ke Istana-nya. Jika bukan karena gelar 'Wangfei' Huang Mingxiang, Wu Zeyuan sudah sejak tadi meminta pelayan untuk mengusir paksa Huang Mingxiang. Amarahnya semakin meletup-letup kala mengingat Huang Mingxiang adalah adik dari Huang Liyue.


Huang Mingxiang tahu kemungkinan masalahnya. Di hari perayaan kasih sayang yang diselanggarakan oleh Istana, Kaisar biasanya akan memiliki dua pendamping resmi. Pertama Huanghou, Huanghou adalah pendamping mutlak Kaisar yang tidak dapat diganti. Tetapi untuk satu kursi pendamping lagi, biasanya dipilih dari kalangan selir yang gelarnya sekitar Huang Guifei, Guifei, atau Fei. Jika Huang Mingxiang boleh tebak, pasti ada masalah mengenai posisi selir yang akan mendampingi Kaisar.


"Apa ini masalah pendamping selir Kaisar pada malam hari ini?" tanya Huang Mingxiang, bibirnya masih tersenyum.


"Kemari lah, Wu Guifei. Wangfei ini ingin bicara denganmu," sambung Huang Mingxiang.


Wu Guifei melirik pelayan pribadinya, melemparkan beberapa isyarat mata. Tak lama, Pelayannya keluar dan menutup pintu rapat-rapat. Wu Guifei berjalan mendekat dan duduk di kursi yang berseberangan dengan Huang Mingxiang.


"Apa ini karena Jiejie-ku itu?" tanya Huang Mingxiang, tangan kanannya mendirikan lima gelas cangkir porselen kecil.


"Bagaimana caranya agar selir ini tahu bahwa Wangfei berada di garis yang sama atau tidak?" jawab Wu Zeyuan, dia tidak bodoh.


Huang Mingxiang mengerutkan keningnya tipis. "Sebagai pemenang dari seleksi kemarin, tentu anda tahu apa yang sudah terjadi, bukan? Dari situ anda bisa menebak dengan mudah apakah kita berada di garis yang sama atau tidak."


Wu Guifei diam, matanya yang bulat indah menatap Huang Mingxiang penuh waspada. Huang Mingxiang mengangkat kedua bahunya acuh. "Saya ingin membangun beberapa bisnis menguntungkan dengan anda, namun tidak tahu anda bersedia atau tidak."


"Bisnis apa?" tanya Wu Guifei, penasaran. Kewaspadaannya masih tinggi.


Huang Mingxiang tersenyum dingin. "Anda ingin menjadi pemenang di Harem ini?"


"Apa maksud Xiao Wangfei?" tanya Wu Zeyuan balik.


"Saya bertanya mengharapkan jawaban, bukan balik bertanya," jawab Huang Mingxiang, tangan kanannya bersandar di atas meja untuk menopang dagunya. Mata rubah Huang Mingxiang menatap lekat Wu Zeyuan.


"Apa jaminannya jika Wangfei benar-benar berada di garis yang sama? Saya tentu tidak bisa bicara sembarangan, dinding Istana ini mempunyai telinga," balas Wu Zeyuan.

__ADS_1


Huang Mingxiang terkekeh. "Haruskah aku mengulangi kata-kataku lagi? Apa yang membuatmu ragu?"


"Anda dan Huang Guifei adalah saudari yang serasi sejak kecil, bagaimana jika--" Belum selesai Wu Zeyuan bicara, Huang Mingxiang sudah memotong cepat. "Untuk apa status saudari serasi jika dewasa mereka saling memb***h dan menjatuhkan?"


"Jika anda ingin mengambil jantungnya, maka saya ingin mengambil kepalanya," sambung Huang Mingxiang, kilatan kebencian dan dendam mulai muncul di matanya. Hal ini membuat Wu Zeyuan tertegun.


"Wu Guifei, Wangfei ini tidak akan banyak bicara untuk bisnis ini. Jika anda setuju katakan setuju, jika tidak maka katakan tidak. Perhatikan baik-baik keuntungannya jika anda setuju," ucap Huang Mingxiang, lalu matanya bergeser menatap lima buah cangkir yang sudah di susun rapi di ata meja, Wu Zeyuan pun mengikuti arah tatapannya.


Lima gelas itu dilambangkan sebagai Huang Mingxiang, Huangtaihou, Wu Zeyuan, Huang Liyue, dan Huanghou.


"Anda saat ini sendirian di dalam Harem, tidak memiliki sekutu apa pun. Tetapi berbeda dengan Huang Liyue, sejak awal dia sudah didukung oleh Huanghou untuk menjatuhkanku." Huang Mingxiang memisahkan gelas-gelas itu menjadi tiga bagian membentuk sudut segi tiga.


Satu bagian gelar dirinya dan Huangtaihou, bagian kedua Huanghou dan Huang Liyue, dan bagian ketiga, Wu Zeyuan sendiri.


"Jika anda menerima bisnis ini, hal mudah bagi Wangfei ini untuk membuat Huangtaihou menyukai anda. Sesuai yang anda tahu, Huangtaihou tidak akan pernah berkata tidak untuk menuruti kata-kata ku selama tidak mengganggu posisi Kaisar, anaknya. Dengan bantuan Huangtaihou, anda bisa menaklukkan dua orang ini."


Huang Mingxiang kini beralih menggabungkan gelas Wu Zeyuan yang sendiri ke barisan gelas dirinya dan Huangtaihou.


"Huangtaihou adalah orang yang penyayang yang tegas, tetapi kadang hatinya lebih condong mengambil alih dari pada logikanya. Jika anda memiliki hubungan yang baik dengan Huangtaihou dan mendapatkan kasih sayangnya, maka kelak jika anda memiliki masalah, anda mempunyai sandaran. Huangtaihou memang sulit untuk didekati, namun dengan bantuan Wangfei ini, itu bukan masalah sama sekali."


"Kemenangan hanya dimiliki oleh orang yang punya nyali besar. Jika anda mau menjadi pemenang di Harem ini, maka tunjukkan kemampuan anda," ujar Huang Mingxiang, dia mengerti raut wajah dilema Wu Zeyuan.


"Tidak mungkin anda menerima tindakan tidak adil dari Huang Guifei dan Huanghou begitu saja, bukan?" tanya Huang Mingxiang, menaburkan sedikit duri.


"Apa Wangfei bisa menjamin keamanan selir ini?" tanya Wu Guifei, dia mulai tergoda.


Huang Mingxiang mengangguk. "Selama anda menjalani semuanya sesuai dengan apa yang Wangfei ini katakan, maka kesempatan untuk aman dan berhasil akan semakin tinggi."


Huang Mingxiang kembali menatap gelas-gelas porselen kecil yang ada di atas meja, kemudian mengambil satu gelas yang digambarkan menjadi Wu Zeyuan.


"Memang tidak akan cepat, tetapi pasti berhasil."

__ADS_1


Prang!


Prang!


Huang Mingxiang menyingkirkan gelas Rong Xuan dan Huang Liyue hingga jatuh ke lantai, pecah.


"Bagaimana?" Kedua mata Huang Mingxiang beralih menatap Wu Zeyuan kembali.


Wu Zeyuan diam, masih berpikir. Tetapi tidak lama kemudian, matanya menatap Huang Mingxiang dan menjawab mantap. "Sepakat." Huang Mingxiang tersenyum puas mendengar ini.


Huang Mingxiang berdiri, lalu berjalan mendekat ke arah Wu Zeyuan. Huang Mingxiang mengangkat dagu Wu Zeyuan dengan jari telunjuknya dan berkata,"Kamu begitu, hapus kesedihan yang ada di wajah anda. Pergi bersiap, aku akan menunggumu di Istana Huangtaihou."


"Baik, Wangfei." Wu Zeyuan mengangguk pelan.


Huang Mingxiang berbalik, lalu meninggalkan Wu Zeyuan begitu saja. Su Mama segera membantu Huang Mingxiang naik ke atas kereta kuda, lalu meminta sang kusir untuk membawa kereta menuju Istana Huangtaihou.


Saat di dalam kereta, Huang Mingxiang terkejut karena tiba-tiba Su Mama berkata ada seorang pelayan wanita muda yang menghentikan laju keretanya. Pelayan itu berkata bahwa dia diperintahkan oleh majikannya untuk membawa Huang Mingxiang ke kawasan yang tidak pernah ada yang berani menginjakkan kaki di sana. Kawasan yang dianggap penjara dan mimpi paling buruk oleh para penghuni Harem.


Huang Mingxiang tahu siapa majikan yang dimaksud oleh pelayan itu, karena jika bukan Kaisar, siapa lagi? Tidak ada orang yang berani sembarangan memasuki wilayah itu. Dia dan Xiao Jihuang memang sudah lama sekali tidak saling bertemu sejak Huang Mingxiang resmi menjadi peserta pemilihan Selir.


"Wangfei, bagaimana?" tanya Su Mama.


Huang Mingxiang menghela napas gusar, mengapa pria itu sangat bersikukuh untuk bertemu dengannya?


"Sepertinya majikan mereka memiliki urusan yang sangat penting. Ikuti kemauan mereka, Su Mama," jawab Huang Mingxiang, Su Mama yang mendengar ini pun mengangguk dan meminta kusir untuk mengikuti pelayan wanita itu. Su Mama tidak tahu siapa majikan yang dimaksud Huang Mingxiang dan pelayan wanita itu, dia hanya menuruti perintah Huang Mingxiang.


Setelah sampai di bagian belakang Istana dingin, Huang Mingxiang bergegas turun. Su Mama yang ingin ikut menemani Huang Mingxiang ditahan oleh pelayan wanita tersebut. Awalnya Su Mama tidak setuju, namun Huang Mingxiang sudah berkata dia baik-baik saja, maka akhirnya Su Mama memilih menunggu Huang Mingxiang di dekat kereta kuda.


Huang Mingxiang berjalan masuk ke dalam bangunan Istana dingin, auranya sangat menyeramkan dan dingin. Siapa pun yang tinggal dan dihukum di sini akan merasakan kesepian yang luar biasa.


Begitu masuk, pelayan wanita yang mengantarnya tadi segera membungkuk ke arah pria yang berdiri di balik tirai putih.

__ADS_1


"Yang mulia, Xiao Wangfei sudah tiba."


Huang Mingxiang menatap dingin tirai putih tersebut, kemudian perlahan sosok Xiao Jihuang yang mengenakan pakaian hitam dan jubah emas naga-nya muncul. Kepalanya mengenakan mahkota paling agung, menandakan bahwa dia adalah pemimpin dan orang nomor satu di Kekaisaran ini.


__ADS_2