
"Apa yang membuat yang mulia repot-repot datang kemari di tengah kesibukan luar biasa mengurus negara?" Rong Xuan, wanita itu duduk berhadapan dengan Xiao Jihuang. Mereka saat ini berada di dalam kamar Rong Xuan, hanya ada mereka berdua, pelayan pribadi Rong Xuan sudah diusir keluar sebelum mereka berdua duduk bersama.
Xiao Jihuang menatap dingin istrinya. "Anda lebih mengetahui apa alasannya, Huanghou."
Rong Xuan tersenyum, senyumannya terlihat sangat dingin. "Bagaimana mungkin saya mengetahui alasannya sedangkan yang mulia sendiri tidak menjelaskan apa pun?"
Xiao Jihuang menatap sulit istrinya. "Apa gelar Huanghou tidak cukup untuk memuaskan hatimu?"
Rong Xuan menaikkan alis kirinya sekilas. "Bagaimana menurut yang mulia?"
Xiao Jihuang menggertakkan giginya marah. "Zhen sudah memberimu gelar paling tinggi di Harem, memberimu seluruh macam kenikmatan dan kekayaan, memberimu kehormatan tiada batas, bahkan Zhen sudah sangat sering mengabulkan apa yang anda minta. Tetapi, mengapa anda terus-terusan mengganggu wanita Zhen?"
Rong Xuan terkekeh. "Wanita anda? Siapa yang anda maksud? Ada ratusan wanita di Harem ini, yang mulia."
"Huang Mingxiang. Wanita itu tidak pernah membuat masalah denganmu, tetapi kau terus menerus mengganggunya. Apa kamu berniat menghina wajah Zhen?!" jawab Xiao Jihuang, dia marah. Dia sudah memperhatikan gerak-gerik Rong Xuan sejak acara perayaan Kasih Sayang.
Rong Xuan menggelengkan kepalanya pelan, bibirnya masih tersenyum. "Ah ... Maksud anda Xiao Wangfei? Perlu diingat, yang mulia. Saat ini Xiao Wangfei adalah istri Xiao Wangye, paman Kekaisaran anda."
Brak!
"Rong Xuan!!" Xiao Jihuang membentak Rong Xuan, tangannya menggebrak meja keras sambil bangkit berdiri. Mata Xiao Jihuang menatap sengit Rong Xuan, sedangkan Rong Xuan? Wanita itu masih mempertahankan senyumnya. Matanya menatap dingin Xiao Jihuang, dia tetap tenang.
Hening. Hanya ada deru napas emosi milik Xiao Jihuang. Tak lama, suara tawa Rong Xuan terdengar. Xiao Jihuang menatap penuh kebencian ke arah Rong Xuan.
__ADS_1
"Ada apa dengan anda, yang mulia? Apa yang salah dari kata-kata saya? Bukankah itu sebuah kebenaran? Huang Mingxiang, wanita yang anda cintai, kini adalah istri dari paman Kekaisaran, Xiao Wangye! " Matanya menatap penuh penghinaan ke arah Xiao Jihuang.
Xiao Jihuang maju selangkah, mendekatkan jarak mereka, kemudian mencengkeram lengan Rong Xuan. "Apakah dalang dibalik fitnah Huang Mingxiang adalah perbuatanmu?"
Rong Xuan diam, matanya masih terus menatap Xiao Jihuang. Wanita itu tidak gentar sama sekali, justru malah dengan berani membalas tatapan Xiao Jihuang. Setelah keadaan kembali cukup tenang, Rong Xuan menjawab,"Bagaimana jika iya? Anda bahkan tidak akan bisa menggunting sehelai rambut milik saya, yang mulia."
"Rong Xuan!!" Xiao Jihuang melepaskan cengkeramannya dari tangan Rong Xuan dengan kasar, kemudian menunjuk wajah Rong Xuan menggunakan jari telunjuknya. Suasana kini kian pecah.
"Zhen selalu memperlakukan anda dengan baik! Bahkan tidak jarang Zhen membantah ucapan Muhou. Zhen tidak pernah menuntut apa pun dari anda, dan Zhen tidak pernah merenggut apa pun dari anda! Zhen selalu memberikan apa yang kau minta! Apa yang membuatmu merasa kurang sehingga terus menerus mencelakai Huang Mingxiang?!"
Rong Xuan memejamkan matanya, berusaha mengumpulkan ketenangan. Bertubi-tubi pertanyaan dari Xiao Jihuang, ledakan emosi pria itu, dan kalimatnya yang sangat tajam, Rong Xuan hampir tidak bisa menahan dirinya walaupun sejak awal dia bersikap tenang.
"Yang mulia, apa anda mencintai saya?" tanya Rong Xuan, satu pertanyaan ini cukup untuk membuat Xiao Jihuang terdiam. Deru napas emosinya mendadak lenyap, wajahnya terlihat kebingungan mendengar pertanyaan Rong Xuan.
Xiao Jihuang mengerutkan keningnya, tidak mengerti. Dia benar-benar frustasi menghadapi Rong Xuan. "Di mana letak saat Zhen tidak menghargai anda, Rong Xuan? Anda telah menjadi satu-satunya wanita yang Zhen izinkan untuk memberikan dekrit pernikahan sekelas Wangye! Hanya seorang Huangtaihou dan Kaisar yang diperbolehkan menggunakan kehendak sebesar itu! Harus bagaimana lagi Zhen menghargai anda?! Zhen benar-benar tidak bisa mengerti apa yang anda maksud, hati anda memang sudah busuk sejak awal menginjakkan kaki di Harem!!"
"Itu karena yang mulia tidak pernah memandang saya!! Saya tidak butuh segala macam kehormatan! Saya hanya membutuhkan suami saya!!" Teriak Rong Xuan, dia kehilangan kendali.
Prang!
Rong Xuan membanting cangkir porselen yang ada di atas meja, matanya mulai memerah, napasnya menderu tak beraturan. Kesedihan, kemarahan, kekecewaan, kini menjadi satu di dalam hatinya.
Rong Xuan berdiri, lalu berjalan mendekat ke arah Xiao Jihuang dan mencengkeram kerah baju pria itu. Air matanya kian muncul, dia tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia sudah muak mendengar suaminya sendiri membela diri wanita lain di hadapannya.
__ADS_1
"Yang mulia, anda tidak pernah berpikir betapa kesepiannya saya di kursi mewah yang anda berikan ini kah? Menjadi Huanghou Kekaisaran ini dan berbagi suami dengan ratusan wanita, hanya dengan itu saja sudah cukup untuk menjadi beban berat hidup saya. Dan kini, anda justru secara terang-terangan di hadapan saya mengatakan bahwa anda mencintai wanita lain! Anda tidak pernah memikirkan saya! Saat malam pertama kali kita menikah, anda tidak datang mengunjungi kamar saya! Anda memberikan alasan tidak masuk akal melalui Kasim pribadi anda. Jangan kira saya tidak tahu yang mulia, anda menyelinap diam-diam keluar dari Istana hanya untuk mengunjungi Huang Fu dan menemui Huang Mingxiang, bukan?! Kabar jika anda tidak menginjakkan kaki di kamar setelah pernikahan membuat wajah saya dan keluarga saya tercoreng! Saya menjadi bahan pembicaraan dan gunjingan banyak bangsawan! Sedangkan anda duduk tenang di atas takhta sambil menikmati perasaan menggebu anda terhadap seorang wanita yang bukan permaisuri anda!!!"
Rong Xuan berusaha mengatur deru napasnya, air matanya terus mengalir. Tubuh wanita itu gemetar, matanya menatap penuh kebencian ke arah Xiao Jihuang.
Xiao Jihuang menggeleng pelan, matanya menatap Rong Xuan semakin sukar. Pria itu menyingkirkan cengkeraman tangan Rong Xuan dari keras bajunya, lalu menjawab,"Anda benar-benar mengecewakan. Apa anda tahu alasan Zhen mengunjungi Huang Fu secara diam-diam dan menemui Huang Mingxiang pada malam hari itu?"
Rong Xuan diam, dia tidak tahu. Yang dia tahu suaminya lebih mementingkan wanita lain dari pada dirinya yang sudah menjadi istri sah pria itu.
Xiao Jihuang mengepalkan kedua tangannya. "Huang Mingxiang, wanita itu sudah mendapatkan didikan keras dari Muhou sejak umurnya menginjak lima tahun. Bayangan tanggungjawab besar sudah membebani wanita itu sejak kecil. Huang Mingxiang tahu bahwa mimpinya sebagai Huanghou sudah direnggut paksa oleh keadaan politik, namun ... wanita itu tidak pernah memberontak. Dia tidak pernah mengungkit jutaan pengorbanan yang sudah pernah dia lakukan! Kamu tidak tahu apa-apa mengenai usaha keras wanita itu agar menjadi yang terbaik, Rong Xuan. Hasil hadiah utama yang seharusnya menjadi miliknya, justru kau renggut yang bahkan tidak pernah menyiapkan apa pun dari jauh-jauh tahun. Malam itu, dia jatuh sakit karena harus menerima Omelan keras Huangtaihou. Huangtaihou tanpa bermaksud melampiaskan seluruh kekecewaannya kepada wanita itu karena dirimu! Tetapi dia sama sekali tidak menyimpan dendam apa pun padamu, dia bahkan masih terus berusaha membuat kado pernikahan untukmu!"
Rong Xuan termangu. Wanita itu diam, menatap kosong suaminya.
Xiao Jihuang mendengus kesal. "Ingat sapu tangan bersulam burung Phoenix dan satu paket hiasan emas serta pola rumit yang kau buang begitu saja secara diam-diam setelah menerimanya? Wanita itu menyulam sapu tangan untukmu sambil menahan perih di tangannya karena terkena pukulan rotan dan pecahan kaca dari Huangtaihou! Bahkan bekas luka di tangannya masih dapat Zhen lihat dengan jelas! Pola rumit perhiasan yang kau buang begitu saja, itu dibuat sendiri secara pribadi olehnya! Dia selalu baik kepadamu! Kepala seluruh orang! Tapi gilanya kamu malah terus menerus mencoba menyingkirkan dan lebih parahnya lagi memburu nyawanya?"
Rong Xuan bungkam. Dia tidak bisa membalas kalimat Xiao Jihuang lagi, dia merasa dirinya serba salah. Dia tidak tahu harus berbuat apa.
Xiao Jihuang mendengus lagi, menatap tajam Rong Xuan, kemudian berbalik sambil berkata,"Zhen sungguh-sungguh membencimu! Zhen tidak pernah menyangka ada manusia se-egois dirimu!"
Rong Xuan menatap punggung dingin Xiao Jihuang yang berjalan keluar dengan emosi meluap-luap, hatinya terasa sakit sekali. Dia berpikir, bagaimana mungkin Xiao Jihuang dapat melontarkan kalimat seperti itu padanya? Dia membela Huang Mingxiang, mengatakan bahwa wanita itu sudah dari jauh-jauh tahun mempersiapkan semuanya. Lalu bagaimana dengan dirinya? Dirinya juga sudah selalu berusaha keras selama dua tahun belakangan ini. Dia berusaha melakukan segala macam cara agar Xiao Jihuang dan Huangtaihou peduli padanya, namun ... tatapan mereka terus-menerus hanya tertuju pada Huang Mingxiang!
Rong Xuan meremas kain hanfu-nya, lalu berteriak frustasi sambil membalikkan meja.
"Hraaa!! Sungguh! Aku akan memb***h Huang Mingxiang!!"
__ADS_1