
"Huangtaihou Niangniang, Xiao Wangfei Niangniang, dan Wu Guifei Niangniang, datang!!" Kasim pribadi Huangtaihou berteriak lantang, membuat seluruh para tamu undangan berdiri.
Tanpa Huang Mingxiang selidiki, dirinya telah menyadari bahwa seluruh tatapan tamu undangan tertuju pada dirinya. Berbagai macam tatapan disuguhkan. Tatapan menghina, kasihan, dan merendahkan. Huang Mingxiang tidak goyah karena tatapan-tatapan itu, dirinya fokus berjalan tegak lurus ke depan tanpa menunduk. Dia membawa nama Xiao Muqing dan dendam besar di hatinya, Huang Mingxiang tidak akan mengacaukan hari ini.
Segera setelah Huangtaihou duduk di mejanya dan Huang Mingxiang serta Wu Zeyuan selesai memberikan salam ke arah Xiao Jihuang, musik kembali dimainkan. Huang Mingxiang duduk di kawasan para tamu penting, meliputi dirinya sebagai istri dari Xiao Muqing, Rong Wangxia, dan Fang Tianyao. Hanya orang-orang dari keluarga Huanghou dan Huangtaihou yang diizinkan berada di kawasan tamu penting. Meja mereka berdekatan tidak jauh dari meja Kaisar dan yang lain.
Fang Tianyao, pria itu adalah kakak sepupu laki-laki Huang Mingxiang. Mereka tidak terlalu dekat, pria itu adalah pewaris kepala keluarga keluarga Fang. Pria itu tidak banyak bicara, di kehidupan sebelumnya Huang Mingxiang hanya memiliki beberapa interaksi dengan Fang Tianyao. Dia juga salah satu keponakan Huangtaihou yang diperhatikan. Di usianya yang kelima belas tahun, dia berhasil menuntaskan kasus penyelidikan pemb***han besar-besaran. Bisa dibilang, jika dari keponakan wanita adalah Huang Mingxiang yang sangat dikasihi, maka dari keponakan laki-laki Fang Tianyao adalah orangnya.
Mata Huang Mingxiang tidak sengaja jatuh ke Rong Wangxia, mereka berdua duduk berhadapan karena barisan wanita dan pria yang berasal dari keluarga berbeda dipisah. Pria itu tiba-tiba tersenyum, rambut putih peraknya terlihat terkena terpaan angin dengan lembut.
Huang Mingxiang sedikit terkejut, tetapi kemudian dia balas tersenyum. Senyum formalitas. Huang Mingxiang dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah Huangtaihou, entah mengapa dia enggan menatap lurus ke depan karena harus melihat Rong Wangxia.
Di tengah-tengah alunan musik dan ramainya para bangsawan berbincang-bincang, Huang Mingxiang hanya diam dan memastikan tubuhnya tetap duduk tegap. Dia tidak membiarkan celah sisi kelemahannya terlihat. Sedari tadi dia masih sangat jelas mendengar beberapa nona bangsawan yang membicarakannya. Memang si**an, dulu mereka bersikap sangat ramah dan selalu memuji dirinya. Tetapi sekarang, mereka menggunjing Huang Mingxiang terang-terangan.
"Yang mulia, ada apa dengan leher anda?" Suara Huang Liyue yang manja terdengar, membuat Huang Mingxiang penasaran dan segera menoleh ke arah mereka. Huang Liyue sedikit memberikan sentuhan di luka cakar yang terlihat sangat jelas di leher Xiao Jihuang.
"Bukan apa-apa, hanya terkena cakaran kucing liar. Zhen berusaha menolongnya, namun kucing itu memberontak kasar hingga tidak sengaja mencakar leher Zhen," jawab Xiao Jihuang, lalu tiba-tiba mata pria itu melirik ke arah Huang Mingxiang sekilas dengan cepat.
Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya, lalu membuang wajahnya ke arah lain sambil memakai dalam hati pria yang mengenakan mahkota paling agung di Kekaisaran ini.
Dong! Dong! Dong!
Gong besar yang dipukul hingga berbunyi tiga kali itu menandakan bahwa buah suci telah siap disajikan. Para pelayan dengan pakaian terbaik mereka pun muncul dan membagikannya kepada para bangsawan. Saat buah suci mendarat di atas meja Huang Mingxiang, tiba-tiba suara menyebalkan Huang Liyue kembali menari di telinganya.
"Xiao Wangfei, apa tidak masalah jika anda tidak memakan buah suci itu pada waktu terbaiknya?" tanya Huang Liyue. Walaupun nada bicara Huang Liyue terdengar sedang mengkhawatirkannya, namun di telinga Huang Mingxiang itu tidak lebih dari kalimat ejekan. Wanita itu sengaja menarik perhatian dan mengolok-oloknya.
Huang Mingxiang tersenyum. "Apa yang menjadi masalah, Wu Guifei? Wangfei ini memiliki alasan yang jelas mengapa menghadiri acara ini tanpa pendamping. Dewa juga pasti mengerti."
"Tetapi, sayang sekali ...." Huang Liyue menghela napas, tak lama para kalangan bangsawan yang berbeda beberapa meter dari jarak mejanya pun mulai ramai berbisik-bisik. Hingga, salah satu nona bangsawan muda berdiri dan bertanya,"Yang Mulia Kaisar, saya ingin menanyakan sesuatu. Apakah anda berkenan?" Wanita itu adalah salah satu nona bangsawan yang kemarin mendukung akting murahan Huang Liyue di hadapan Kaisar dan yang lain.
"Tentu. Apa yang ingin anda tanyakan?" tanya Xiao Jihuang balik, pria itu benar-benar terlihat seperti seorang Kaisar yang baik. Jauh berbeda dengan sosok yang sebelumnya dia temui di Istana dingin.
"Maaf jika pertanyaan saya menyinggung beberapa pihak. Tetapi, bukankah kehadiran Xiao Wangfei seharusnya dilarang? Mengingat Xiao Wangfei telah membuat kesalahan fatal yang membuat malu keluarga besarnya yang terhormat dan wajah Huangtaihou Niangniang. Kekaisaran ini akan kesulitan maju jika masih diisi oleh orang-orang yang tidak paham etika."
__ADS_1
Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya. Oh ... Tidak dirinya sangka ada gadis pemberani yang bodoh seperti ini. Bagaimana mungkin dia secara frontal mengucapkan hal-hal seperti itu di hadapan para petinggi Kekaisaran? Belum lagi wanita itu mengkritik dengan membawa gelar 'Wangfei' yang dia dapat karena menjadi istri Xiao Muqing. Ini sama saja menghina Xiao Muqing dan memperjelas maksud dekrit pernikahan Kekaisaran itu ada untuk menghina Xiao Muqing.
Huang Mingxiang tersenyum samar, matanya menatap lekat nona bangsawan yang tengah mengkritik pedas kehadirannya. Wanita itu adalah Lang Zhiyu, anak dari Jenderal Lang yang mengelola prajurit Xiao Muqing di perbatasan. Bisa dibilang, ayahnya adalah bawahan Xiao Muqing. Menyinggung Huang Mingxiang adalah kesalahan sangat fatal untuk dia dan seluruh keluarga Huang. Tetapi di sini tidak ada yang menghentikannya, seolah seluruh orang setuju dan merasa keberatan atas kehadiran Huang Mingxiang.
Rong Xuan sedari tadi diam, dia menikmati pertunjukkan dengan baik. Sementara Huang Liyue yang rakus ingin mendapatkan perhatian lebih pun kembali bicara. "Yang mulia, apa yang dikatakan Nona Lang memang benar walaupun sangat frontal. Selir ini yakin maksud dari kalimat Nona Lang baik."
"Tidak seperti itu, Huang Guifei." Wu Zeyuan yang diam duduk di samping Huangtaihou pun akhirnya berbicara. Wanita itu membela Huang Mingxiang, hal ini sekalian menunjukkan bahwa dia berada di pihak Huang Mingxiang. Atau, sama dengan mengibarkan bendera permusuhan dengan Huanghou dan Huang Liyue.
Rong Xuan menaikkan alis kirinya mendengar Wu Zeyuan angkat bicara untuk membela Huang Mingxiang, wanita itu menatap tajam ke arah Wu Zeyuan. Tetapi, Wu Zeyuan tidak peduli, wanita itu terus melanjutkan bicaranya.
"Yang Mulia, saat ini Xiao Wangfei adalah istri dari Xiao Wangye. Jika kita menolak kehadiran Xiao Wangfei Niangniang, maka itu sama saja dengan menghina wajah Xiao Wangye." Mata Wu Zeyuan menatap Xiao Jihuang, berharap Xiao Jihuang memihaknya.
Huangtaihou yang melihat Wu Zeyuan membela Huang Mingxiang tersenyum. Tadinya dia ingin angkat bicara, namun melihat saat ini sudah ada Wu Zeyuan yang mewakilinya untuk membela Huang Mingxiang, wanita itu memilih diam sambil menatap Nona Lang yang seperti orang konyol.
"Karena hal ini melibatkan Xiao Wangfei sebagai topik utamanya, kalau begitu ... bagaimana dengan Xiao Wangfei sendiri?" ujar Xiao Jihuang, pria itu tidak memberitahu orang-orang pihak mana antara kedua selirnya yang dia pilih. Tetapi justru malah melemparkan pertanyaan mengenai pendapat Huang Mingxiang sendiri.
Huang Mingxiang berdiri dari duduknya, kemudian membungkuk singkat ke arah Xiao Jihuang dan berbalik untuk menatap Lang Zhiyu. "Lang Xiaojie, apa anda bisa mempertanggungjawabkan ucapan anda?" Kemudian bibir Huang Mingxiang tersenyum.
Karena walaupun orang itu adalah Kaisar, jika dia tidak percaya diri dan lemah dengan kalimat-kalimat tajam dari kritik para bangsawan, maka takhta-nya tidak akan bertahan lebih dari satu Minggu. Untuk ukuran mental seorang wanita, Huang Mingxiang memiliki nilai lebih di mata Rong Xuan. Saat ini, pria itu benar-benar tertarik untuk menonton lebih lama.
Lang Zhiyu, wanita lugu yang dimanfaatkan Huang Liyue itu tidak menyerah dengan pikiran sempitnya. Dia segera berkata,"Xiao Wangfei Niangniang, saya selalu berpikir ribuan kali untuk berbicara. Saya kemari mewakili Lang Fu dan membawa nama kehormatan ayah saya, Jenderal Lang. Bagaimana mungkin saya bertindak ceroboh?" Wanita itu berhenti sebentar dan menoleh ke para bangsawan lainnya untuk kembali bicara. "Katakan, apakah ada yang tidak setuju dengan pendapat saya? Xiao Wangfei telah melakukan dosa besar, melanggar peraturan, mempermalukan nama keluarganya serta Huangtaihou. Apa karena hanya dia wanita cantik dan berbakat maka kesalahannya dimaklumi? Bahkan jika beliau kemari tanpa pendamping memiliki alasan yang jelas, namun itu tidak mengubah kebenaran bahwa hal tersebut adalah aib!"
Para bangsawan itu diam. Dengan kata lain, mereka setuju dengan ucapan bodoh Lang Zhiyu.
Huang Mingxiang diam, menatap dingin dan penuh benci ke arah para bangsawan. Ini pertama kalinya dia dipermalukan besar-besaran secara langsung di depan umum. Jantung Huang Mingxiang berdetak kencang, dia berusaha menahan emosinya. Dia marah, sedih, kecewa. Tetapi dia tidak bisa menyerah, Huang Mingxiang harus mampu berdiri tegak sampai acara selesai.
"Xiao Wangfei, bagaimana? Seluruh bangsawan menolak kehadiran anda. Apa yang akan anda lakukan?" tanya Huanghou, wanita itu akhirnya angkat bicara.
Wu Zeyuan menggertakkan giginya kesal. Dia ingin menjambak rambut Rong Xuan dan Huang Liyue sekarang. Tetapi, dia hanya bisa diam dan memperhatikan Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang menggertakkan giginya. Dia tidak mempunyai pembelaan apa pun di sini. Jika para bangsawan sudah terang-terangan seperti ini, Huangtaihou tentu saja tidak bisa berbuat apa pun untuk menolong Huang Mingxiang. Wanita tua itu terlihat menahan tangis menatap Huang Mingxiang, hatinya sakit melihat Huang Mingxiang diperlakukan tidak hormat oleh para bangsawan.
Huang Mingxiang berpikir. Dia tidak mungkin nekat melawan semuanya, itu hanya akan merusak reputasinya. Satu-satunya cara adalah menerima dan mundur dengan tenang.
__ADS_1
Huang Mingxiang tersenyum ke arah Rong Xuan, lalu membungkuk ke Xiao Jihuang. "Yang mulia, keputusan anda adalah yang terbaik untuk Wangfei ini."
Huang Mingxiang tidak kehabisan akal. Dia melempar bola panas ke arah Xiao Jihuang. Jika Xiao Jihuang setuju dengan pendapat para bangsawan, itu berarti Xiao Jihuang telah melakukan penghinaan besar pada Xiao Muqing. Tetapi jika Xiao Jihuang tidak mengabulkan permintaan para bangsawan, maka dirinya akan dicap sebagai Kaisar buruk yang tidak mendengarkan pendapat bawahannya.
Di tengah ini, seutas rencana licik muncul di kepala Huang Mingxiang. Baiklah ... Tidak masalah dirinya kalah sedikit hari ini, Huang Mingxiang bisa menggunakan hal ini sebagai alasan 'balas dendam' besar besaran kepada para bangsawan itu atas nama Xiao Muqing. Mereka berani berpikir seperti itu pasti karena mengira Xiao Muqing seperti biasa tidak akan melakukan apa pun dan mereka mengira hubungan Huang Mingxiang dan Xiao Muqing akan sangat dekat karena alasan turunnya dekrit pernikahan mereka.
Huang Mingxiang tersenyum samar, dia berusaha memancing emosi Xiao Jihuang agar pris itu memilih mengusirnya.
Di tengah ketegangan, Huang Mingxiang mencabut tusuk rambut pemberian Xiao Jihuang dan menggantinya dengan tusuk rambutnya sendiri. Mata Huang Mingxiang kemudian menatap lekat mata Xiao Jihuang. Xiao Jihuang, pria itu membelalakkan matanya. Diam-diam tangannya mengepal.
Xiao Jihuang mendengus, lalu berkata,"Mendengarkan suara rakyat dan bawahan adalah tugas dari seorang Kaisar. Zhen tidak bermaksud untuk menyinggung Xiao Wangfei atau Xiao Wangye, tetapi pesta hari ini tidak mungkin harus dibubarkan karena satu alasan mudah."
Huang Mingxiang tersenyum puas diam-diam, senyumannya yang ini disadari oleh Rong Wangxia. Rong Wangxia semakin tertarik, tatapannya menjadi semakin lekat.
Huang Mingxiang mengangguk, kemudian membungkuk. "Kalau yang diinginkan yang mulia seperti itu, maka Wangfei ini tidak bisa lagi membantah. Untuk pamit undur diri, Wangfei ini memberi hormat pada yang mulia."
Huang Mingxiang melangkah keluar dari mejanya, lalu perlahan berjalan keluar dari kawasan pesta. Saat melewati meja para bangsawan, berbagai tatapan dan tertawaan kembali Huang Mingxiang temukan.
Wu Zeyuan yang melihat ini marah, saat dia ingin berdiri, Huangtaihou tiba-tiba menahan tangannya. "Sebaiknya kamu diam, Wu Guifei. Ada yang akan datang."
Mendengar kalimat Huangtaihou, Wu Zeyuan mengerutkan keningnya. Ada yang akan datang? Siapa?
Benar saja, tak lama kemudian Kasim Istana yang melihat sosok pria bermata biru dengan tegang mengumumkan kedatangan pria itu.
"Yang terhormat! Xiao Wangye datang!!"
Seluruh tamu bergegas berdiri, tidak ada yang tidak membelalakkan matanya. Jantung mereka berdetak kencang, termasuk Huang Mingxiang. Wanita itu terkejut melihat Xiao Muqing tiba-tiba muncul.
Xiao Muqing, pria itu duduk di kursi roda dengan tatapan acuh tak acuhnya. Matanya menatap lekat Huang Mingxiang yang berdiri hendak pergi, di belakang pria itu ada Gu Sinjie yang mendorong kursi rodanya dan Baili Ruyi yang mengawalnya.
"Ke mana kalian akan mengirim Wangfei benwang pergi?" Suara berat Xiao Muqing terdengar, membuat seluruh bangsawan menahan napas. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat Xiao Muqing setelah dua tahun pria itu tidak muncul.
Xiao Jihuang, pria itu menatap dingin kehadiran Xiao Muqing. Mengingat hatinya yang baru saja mendidih karena Huang Mingxiang terang-terangan melawannya dengan mengganti tusuk rambut pemberiannya, kini semakin mendidih karena melihat Xiao Muqing.
__ADS_1