Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan


__ADS_3

"Niangniang, Kaisar datang." Pelayan pribadi Wu Zeyuan berbisik, wajahnya terlihat sangat senang karena akhirnya Kaisar mengunjungi Istana majikannya.


Wu Zeyuan yang mendengar kabar ini tidak bisa tidak tersenyum. Wanita itu segera berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya, bersiap menyambut kedatangan Xiao Jihuang jika pria itu nanti akhirnya membuka pintu.


"Yang mulia datang!!" Kasim pribadi Xiao Jihuang mengumumkan kedatangan pria itu, membuat Wu Zeyuan segera membungkuk begitu pintu kamarnya dibuka.


"Berdiri, Zeyuan." Xiao Jihuang tersenyum tipis, tidak ada yang tahu bahwa itu hanya sebatas senyum formalitas untuk para selirnya, termasuk untuk Rong Xuan jika berada di tempat umum. Senyum formalitas pria itu memang sudah sangat ahli direkayasa agar terlihat seperti senyum tulus.


Wu Zeyuan mengangguk, kemudian menegakkan badannya lagi dan menatap Xiao Jihuang lembut. "Yang mulia, apa anda akan bermalam di Istana Zeyuan?" tanya Wu Zeyuan, matanya menatap Xiao Jihuang penuh harap.


Xiao Jihuang mengangguk, kemudian berjalan masuk lebih dalam ke kamar Wu Zeyuan. Pelayan pribadi Wu Zeyuan dan Kasim pribadi Xiao Jihuang pun tanpa basa-basi segera meninggalkan ruangan dan menutup pintu rapat-rapat.


Xiao Jihuang duduk di tepi ranjang Wu Zeyuan, sedangkan Wu Zeyuan masih berdiri menghadap pria itu. Xiao Jihuang menyandarkan tubuhnya ke papan ranjang, lalu menghela napas panjang sambil memijat keningnya.


Wu Zeyuan yang melihat Xiao Jihuang terlihat sangat lelah pun bertanya. "Yang mulia, apakah anda memiliki masalah? Jika anda berkenan, anda bisa berbagi cerita dengan Zeyuan. Berbagi cerita dapat melegakan perasaan anda."


Xiao Jihuang menggeleng. "Bukan masalah rumit, Zeyuan. Hanya Zhen merasa pusing akhir-akhir ini."


Wu Zeyuan segera bergerak untuk menuangkan teh hangat ke dalam cangkir untuk Xiao Jihuang saat pria itu mulai bercerita. Mendengar kalimat pria itu, alis kiri Wu Zeyuan naik sekilas. "Apa maksud yang mulia?"


"Harem. Harem terlalu berisik, tidak bisakah Harem tenang setahun saja?" jawab Xiao Jihuang, kemudian menerima cangkir teh yang telah disuguhkan oleh Wu Zeyuan.


Xiao Jihuang meneguk teh hangat tersebut, kemudian Wu Zeyuan mengambil kembali cangkir teh tersebut dan dia letakkan di atas meja seperti semula. Wu Zeyuan kini beralih duduk di samping Xiao Jihuang. "Yang mulia, apakah anda mengizinkan Zeyuan untuk memijat kepala anda?"


Xiao Jihuang menatap selirnya, kemudian mengangguk. Wu Zeyuan tersenyum lembut, lalu kembali berdiri dan melepaskan mahkota agung milik Xiao Jihuang perlahan, kemudian meletakkannya di atas meja yang sudah diberi alas bantal. Matanya menatap dingin ke arah mahkota Xiao Jihuang, berbagai macam pikiran muncul di kepalanya, namun tak lama kemudian Wu Zeyuan kembali fokus kepada Xiao Jihuang. Dia akan menggunakan kesempatan ini untuk mengurus Huang Liyue.


Wu Zeyuan duduk di tepi kasur, kemudian membiarkan Xiao Jihuang berbaring di kasurnya. Wanita itu memijat kepala suaminya dengan lembut.


"Setiap tahun, bahkan bulan dan Minggu, masalah baru pasti akan muncul di Harem. Hal ini tentu saja karena adanya sistem level rendah dan tinggi di kalangan para selir atau istri Kaisar. Yang mulia, anda seharusnya menyerahkan masalah ini kepada Huanghou. Bukankah penanggung jawab Harem adalah Huanghou?" ujar Wu Zeyuan, suara terdengar sangat lembut, membuat hati siapapun yang mendengarnya tenang.

__ADS_1


Xiao Jihuang semakin mengerutkan keningnya. "Bagaimana jika justru Huanghou lah yang menciptakan masalah setiap tahun, bahkan bulan atau Minggu?"


Wu Zeyuan tertegun. Apakah ... ada sesuatu antara Rong Xuan dan Kaisar?


Para seluruh anggota Istana memang tidak tahu betul mengenai masalah rumah tangga antara Xiao Jihuang dan Rong Xuan, kecuali Huang Mingxiang, Huangtaihou dan Kasim pribadi Xiao Jihuang. Hanya tiga orang itu yang tahu mengenai kondisi pernikahan mereka berdua. Para selir lain setingkat Guifei pun tidak tahu menahu mengenai masalah ini. Tetapi untuk masalah perasaan dalam Xiao Jihuang untuk Huang Mingxiang, hanya Kasim pribadi pria itu dan Rong Xuan. Huangtaihou bahkan tidak mengetahui secara jelas perasaan anaknya untuk Huang Mingxiang, jika wanita itu tahu mungkin pertunangan mereka sudah sejak dulu dilaksanakan. Bahkan sebelum gejolak politik datang.


Wu Zeyuan mencoba menutupi ekspresi perasaan ingin tahunya yang tinggi, oleh karena itu dia melontarkan kalimat yang memancing. "Pasti ada penyebabnya, yang mulia. Wanita yang dipilih menjadi seorang Huanghou tidak mungkin sembarangan dalam bertindak, bahkan untuk tersenyum dan menatap pun mereka memiliki aturan. Mungkin anda hanya harus sedikit lebih memanjakan Huanghou."


Xiao Jihuang mendengus. "Memanjakan? Sejak awal menginjakkan kaki di Harem dan memperlakukan seorang saudara Kaisar pun dia sudah tidak sopan!"


Wu Zeyuan tersenyum tipis. Sepertinya memang ada retakan di antara Rong Xuan dan Xiao Jihuang.


"Apa ini sungguh masalah mengenai Huanghou Niangniang? Jika iya, anda harus tenang, yang mulia. Mau bagaimanapun, Huanghou adalah pendamping utama anda. Seperti halnya anda pusing sibuk mengurus negara, Huanghou Niangniang juga pasti pusing karena sibuk mengurus Harem. Baru-baru ini terjadi gejolak pertikaian di Harem antara Huang Guifei dan Lu Fei. Huanghou pasti juga tertekan karena masalah itu, yang seharusnya anda lakukan saat ini bersama Huanghou adalah saling menguatkan."


Xiao Jihuang menarik napas dalam, mulai terbawa dengan kata-kata lembut Wu Zeyuan. Pria itu berusaha mengumpulkan ketenangan, setelah hatinya merasa panas karena baru saja bertengkar dengan Rong Xuan. Tak lama, pria itu menoleh ke arah Wu Zeyuan dan menatap wanita itu. "Pembawaanmu seperti Huang Mingxiang, bedanya kamu terlihat lebih lembut dan lugu."


Wu Zeyuan sedikit terkejut. Huang Mingxiang? Untuk apa tiba-tiba Xiao Jihuang menyebut nama Huang Mingxiang? Sesaat, tatapan mata Wu Zeyuan berubah dingin, namun tak lama kemudian dia kembali menatap Xiao Jihuang seperti semula. Menutupi perasaan bingungnya, walaupun dia sudah tahu arah dan maksudnya ke mana.


Xiao Jihuang yang mendengar kalimat memuji Wu Zeyuan tertegun, kemudian dia tertawa senang. Sepertinya Wu Zeyuan memang tahu caranya memainkan kondisi untuk mendapatkan keuntungan. Wanita itu mengesampingkan rasa cemburunya dan menggunakan kartu AS itu untuk bermain.


"Benar, wanita itu memang pantas dipuja banyak orang. Tunggu ... sepertinya hubunganmu dengan Xiao Wangfei cukup baik?" tanya Xiao Jihuang.


Wu Zeyuan mengangguk. "Anda benar, yang mulia. Saya dan Xiao Wangfei memang memiliki hubungan yang cukup baik. Zeyuan sangat senang berteman dengan Xiao Wangfei, karena banyak yang harus dicontoh dari beliau."


Xiao Jihuang tertawa lagi, kepalanya mengangguk. "Benar, Zeyuan. Bergaul lah dengan orang-orang yang dapat memberikanmu manfaat, contohnya seperti Xiao Wangfei. Zhen sudah sejak lama mengenalnya, bahkan sejak kami masih sangat kecil. Kamu harus tahu, dia pernah membuat mendiang Kaisar sebelumnya marah, lalu dengan cerdik membuat hati mendiang Kaisar sebelumnya melembut dan memaafkannya. Perayaan besar musim dingin akhir tahun, kamu pasti tahu."


Wu Zeyuan mengangguk, mendengarkan seluruh cerita panjang Xiao Jihuang mengenai Huang Mingxiang. Perlahan, wanita itu dapat mengambil kesimpulan tepat dengan mudah, bahwa Kaisar, memiliki perasaan khusus kepada Huang Mingxiang. Tetapi, Wu Zeyuan tidak akan pernah mengungkit masalah ini. Baik kepada Kaisar maupun Huang Mingxiang, karena dia sadar masih ada banyak hal yang lebih penting untuk diurus selain rasa cemburunya. Lagi pula, saat ini Huang Mingxiang telah menjadi istri sah dari Xiao Wangye. Tidak mungkin mereka dapat kembali bersatu.


Di tengah-tengah sibuknya Xiao Jihuang menceritakan Huang Mingxiang di hari perayaan besar salju akhir tahun, Wu Zeyuan pun kembali menyelipkan kalimat yang terdiri dari berbagai rangkaian rencananya.

__ADS_1


"Yang mulia, bukankah sedikit lagi salju mulai turun di tanah kekaisaran? Itu tandanya perayaan besar salju akhir tahun pun akan segera dimulai kembali. Kira-kira, kepada siapa tugas perancangan acara anda percayakan?" tanya Wu Zeyuan.


Sesuai aturan Istana, setiap tahunnya Istana akan menggelar pesta besar-besaran, bahkan lebih besar dan mewah dibandingkan dengan pesta hari Kasih Sayang yang sebelumnya. Ada tiga perayaan besar Kekaisaran yang wajib di laksanakan setiap satu tahun sekali.



Ulang Tahun Kekaisaran


Perayaan Salju Akhir Tahun


Tahun Baru Kekaisaran



Penanggungjawab acara bisanya berasal dari Harem dengan selir yang memiliki gelar tertentu. Hanya ada tiga gelar yang diizinkan dan berkewajiban untuk mengurus tiga perayaan besar Kekaisaran, di antaranya adalah Huanghou, Huang Guifei, dan Guifei.


(*Note: Huang Guifei yang dimaksud di sini bukan 'Huang Guifei' (Huang Liyue). Huang Guifei yang dimaksud di sini adalah sebuah gelar, sedangkan 'Huang Guifei'(Huang Liyue), kata 'Huang' di depannya adalah nama marga keluarga, bukan gelar. Jadi gelar Huang Liyue adalah seorang 'Guifei', bukan 'Huang Guifei'.)


Biasanya Kaisar yang secara langsung menunjuk penanggungjawab salah satu acara besar Kekaisaran, untuk tahun ini ... belum diketahui siapa yang akan Xiao Jihuang pilih. Tahun-tahun sebelumnya, Rong Xuan lah yang mengurus ketiga acara besar itu sendirian, namun karena sekarang posisi 'Guifei' sudah memiliki penghuni, maka pertimbangan pun dimulai.


"Belum ada. Bagaimana dengan dirimu, Zeyuan?" tanya Xiao Jihuang, bibirnya tersenyum ke arah Wu Zeyuan.


Wu Zeyuan menggeleng, kemudian segera berdiri dari duduknya dan berlutut menghadap Xiao Jihuang. "Sebuah kehormatan besar, yang mulia. Tetapi, Zeyuan lebih muda dari Huang Guifei. Zeyuan takut Huang Guifei akan tersinggung, bagaimana ... jika yang mulia memilih Huang Guifei sebagai penanggungjawab acaranya? Mengingat beliau adalah Jiejie dari Xiao Wangfei, pasti mereka memiliki kesamaan dalam merancang suatu hal. Bukankah sudah menjadi rahasia umum bahwa sebelumnya mereka berdua adalah Jiejie dan Meimei yang sangat serasi? Mereka pasti memiliki banyak kesamaan yang tidak terlihat."


Xiao Jihuang merenung. Apa yang dikatakan Wu Zeyuan benar, karena ... apa pun yang membawa nama Huang Mingxiang, Xiao Jihuang selalu percaya. Perasaan telah memutus akal sehatnya.


"Kamu benar, Zeyuan." Xiao Jihuang mengangguk, kemudian sedikit bangkit dari berbaringnya untuk mengambil posisi duduk dan membantu Wu Zeyuan kembali berdiri dan duduk di tepi ranjang.


"Baiklah, kalau begitu Zhen akan menjadikan Huang Guifei sebagai penanggungjawab acara Perayaan Salju Akhir Tahun. Melihat dirimu sangat menghormati orang yang lebih tua dan enggan dengan mereka padahal posisi kalian setara benar-benar mirip seperti Xiao Wangfei. Kalian ternyata memiliki banyak kesamaan." Xiao Jihuang tersenyum, kemudian tangan kanannya bergerak untuk mengelus pipi Wu Zeyuan.

__ADS_1


Wu Zeyuan membalas senyum Xiao Jihuang, walaupun wanita itu tahu yang dilihat Xiao Jihuang saat ini adalah Huang Mingxiang, bukan dirinya. Tetapi, dia senang, karena rencananya untuk mendorong Huang Liyue ke dalam jurang sedikit demi sedikit berhasil. Hanya soal hitungan waktu dan keputusan Huang Mingxiang, wanita itu benar-benar akan terdepak keluar dari Harem.


__ADS_2