
Huang Mingxiang terus berkutat di meja kerjanya, wajahnya nampak sangat serius. Dari pagi dia hanya menunduk membaca dan menulis sesuatu di lembaran-lembaran kertas pekerjaan yang menumpuk. Kegiatannya benar-benar berhenti kala Su Mama datang dan memberi kabar bahwa penanggung jawab baru dari Chuan Wuqi datang.
"Perintahkan dia masuk, Su Mama."
Su Mama mengangguk, kemudian dia kembali berjalan keluar untuk membawa penanggung jawab baru itu masuk. Huang Mingxiang menaruh kuas tinta, lalu merapikan beberapa kertas dan menumpuknya dengan teratur.
Tak lama pintu kerjanya terbuka, menampilkan Su Mama dengan sosok seorang pria di belakangnya. Pria itu membungkuk ke arah Huang Mingxiang.
"Bawahan kecil ini memberi salam kepada Xiao Wangfei Niangniang yang terhormat."
Huang Mingxiang mengangguk sekilas, bibirnya tersenyum. "Silahkan duduk, Dong Gusha."
Dong Gusha, dia adalah salah satu dari lima pegawai yang berhasil lolos dari mata tajam Huang Mingxiang saat merombak seluruh sistem dan penghuni Chuan Wuqi. Di antara lima pegawai lainnya, dia yang paling terlihat menonjol dan dapat dipercaya. Dong Gusha, dia adalah pria yang cantik. Ada rumor yang mengatakan bahwa sebelumnya dia bekerja sebagai penghibur janda kaya kesepian di salah satu rumah bordil ilegal, namun Huang Mingxiang mempekerjakan dia bukan untuk melihat masa lalu-nya. Dia menilai dari kemampuan, kecakapan, dan nilai seseorang di hari itu juga.
Setelah Dong Gusha duduk, Huang Mingxiang memulai pembicaraan. Dia sudah menyiapkan daftar yang kira-kira akan ia bahas bersama Dong Gusha.
"Perekrutan pelayan saya serahkan kepada anda. Pastikan pelayan yang diterima memiliki kualitas tinggi di pengalaman, atau setidaknya cara ia bekerja. Kita tidak hanya meloloskan pegawai yang memiliki wajah indah, tetapi juga karakter indah." Huang Mingxiang mulai serius, begitu juga dengan Dong Gusha.
Dong Gusha mengangguk, kemudian mengeluarkan sebuah buku kotak persegi dengan lebar dan tinggi 15cm. Su Mama segera menanggapi buku itu dan memberikannya kepada Huang Mingxiang.
"Baru-baru ini saya sudah memulai pendaftaran. Di buku itu tertera jelas nama-nama pendaftar dan latar belakang serta data diri. Pendaftar yang sudah kami saring berada di lima halaman terakhir. Ada sekitar dua puluh orang, yang mulia bisa melihatnya untuk menilai mereka." Dong Gusha menjelaskannya dengan baik.
Huang Mingxiang segera membuka bukunya dan menuju lima halaman terakhir. Dia membaca satu persatu biodata diri para pendaftar. Kepala Huang Mingxiang mengangguk ketika melihat daftar namanya, bibirnya tersenyum puas. Dong Gusha yang melihat senyum puas Huang Mingxiang senang, hatinya merasa lega. Awalnya dia diam-diam gugup, karena tiba-tiba ditunjuk sebagai penanggung jawab baru dan diminta untuk menghadap ke Huang Mingxiang langsung di Xiao Wangfu.
Huang Mingxiang menutup bukunya, lalu menyerahkannya kembali kepada Dong Gusha melalui Su Mama sebagai perantaranya.
"Kerja bagus, Dong Gusha. Anda memilih orang-orang yang tepat. Untuk gaji mereka ... saya tidak tahu gaji umum para pegawai toko itu seperti apa. Setiap divisi pasti berbeda, jadi tolong anda lakukan riset ke setiap toko. Jika ada pilihan yang terlalu rendah dan tinggi, kita ambil tengah-tengahnya."
Dong Gusha mengangguk. "Baik, Wangfei."
Huang Mingxiang kembali melihat ke daftar pembicaraan mereka, ah ... selanjutnya promosi.
"Untuk promosi, aku memiliki ide baru yang bagus. Ini masih sangat jarang digunakan oleh para pebisnis, jadi kemungkinan berhasilnya sangat besar. Kita bisa bekerja sama dengan tokoh hiburan dari teater yang terkenal di Kekaisaran, lalu menawarkan harga kerja sama yang kita sepakati bersama. Nanti tugas mereka setelah setuju dan tanda tangan adalah mempromosikan barang dagangan kita di setiap drama yang dia mainkan."
Dong Gusha membelalakkan matanya. "Itu ide yang sangat bagus, Wangfei. Kita jadi tidak perlu susah-susah berkeliling dan memperkenalkan produk kepada banyak orang."
Huang Mingxiang mengangguk, bibirnya tersenyum puas. "Kalau begitu tolong anda atur. Jika sudah berhasil mendapatkan kontak dengan sang tokoh teater terkenal, bawa dia untuk bertemu dengan saya. Kesepakatan harga akan dibahas setelah kita bertiga berkumpul di ruang kerja ini."
Dong Gusha mengangguk. "Baik, Wangfei."
"Eh ... Wangfei." Dong Gusha memanggil Huang Mingxiang, nada bicaranya terkesan ragu-ragu untuk bicara.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Huang Mingxiang.
"Tidakkah seharusnya kita bekerja sama juga dengan salah satu keluarga bangsawan besar agar produk kita semakin dikenal dan meluas?" tanya Dong Gusha. Benar, hal seperti ini sudah umum di dunia bisnis.
"Membawa nama Xiao Wangfu sudah lebih dari cukup untuk membuat satu kekaisaran ini mengenal Chuan Wuqi. Lagi pula Chuan y sudah berdiri cukup lama, namanya sudah dikenal banyak orang. Promosi ini kita lakukan agar Chuan Wuqi menunjukkan perkembangannya saja kepada banyak orang," jawab Huang Mingxiang, dia malas berurusan dengan keluarga bangsawan lain.
Dong Gusha menggeleng. "Seluruh Kekaisaran ini memang sudah mengenal Chuan Wuqi, Wangfei. Tetapi kita tidak mungkin berdiam diri di level itu selamanya, kita harus meningkatkan kepopuleran Chuan Wuqi di luar Kekaisaran. Misalnya di negara Barat atau Utara."
Huang Mingxiang termenung. Apa yang dikatakan Dong Gusha benar, dia harus meningkatkan level kepopuleran Chuan Wuqi. Tetapi ....
"Bangsawan yang keluar dan masuk Kekaisaran untuk pergi ke negara Barat atau Utara dapat dihitung dengan jari. Rata-rata dari mereka juga masih berada di luar Kekaisaran," ujar Huang Mingxiang, keningnya sedikit terlipat.
Dong Gusha ikut mengerutkan keningnya. "Yang mulia, bukankah Tuan Rong adik Huanghou Niangniang sudah kembali dari negara Barat? Kita bisa melakukan kerja sama dengannya. Saya juga mendengar bahwa kepopuleran Tuan Rong di negara Barat sangat besar, bukan pilihan yang buruk jika kita bekerja sama dengan Tuan Rong."
Huang Mingxiang diam. Rong Wangxia? Dia agak keberatan, karena memang dari awal dia kurang nyaman berada di dekat pria itu. Tetapi ... Huang Mingxiang menghela napas, berusaha menjernihkan pikirannya. Ingat, Huang Mingxiang, ini adalah bisnis. Dia harus profesional, kesampingkan masalah-masalah pribadi.
Huang Mingxiang mengangguk. "Kalau begitu tolong kirim surat resmi atas nama Chuan Wuqi ke Rong Fu untuk Tuan Rong. Katakan di surat itu bahwa saya adalah pengelola utama di Chuan Wuqi mewakili Xiao Wangye."
Dong Gusha mengangguk, dia paham. Tangannya dengan gesit mencatat apa-apa saja yang Huang Mingxiang perintahkan. Setelah tidak ada lagi yang harus dibicarakan, pria itu pamit undur diri.
Huang Mingxiang bersandar di kursi kerjanya. Astaga ... lelah sekali rasanya hari ini. Dia ingin mengunjungi Xiao Muqing, namun pekerjaannya di sini masih menumpuk banyak. Huang Mingxiang ingin menangis, jika bukan karena Xiao Muqing dan dendamnya, dia tidak akan melakukan hal merepotkan ini.
Huang Mingxiang terus bekerja dari siang sampai sore, dan dari sore sampai malam. Su Mama terus membujuknya beristirahat sejak sore hari, namun Huang Mingxiang selalu menolak. Dia tidak ingin menunda pekerjaannya walaupun saat ini matanya sudah sangat berat.
"Wangfei sangat pekerja keras, dia adalah contoh teladan wanita Kekaisaran yang sebenarnya." Baili Ruyi memuji Huang Mingxiang, pasalnya mereka bertiga berada di sini menunggu kehadiran Huang Mingxiang. Dari sore hari Xiao Muqing menunggu wanita itu untuk memijat kakinya seperti biasa, Gu Sinjie dan Baili Ruyi yang melihat raut wajah suntuk Xiao Muqing tidak tega membuat pria itu sendirian menunggu. Akhirnya mereka bertiga berkumpul di sini bersama.
Gu Sinjie dan Baili Ruyi sudah menawarkan jasa pijat kepada pria itu, namun Xiao Muqing menolak mentah-mentah. Gu Sinjie juga sebelumnya sudah memberikan saran bahwa lebih baik jika Xiao Muqing mengunjungi Huang Mingxiang ke kediamannya dan menghentikan wanita itu bekerja secara pribadi. Satu-satunya orang yang dapat memberhentikan Huang Mingxiang bekerja adalah Xiao Muqing. Tetapi, pria itu menolak. Baili Ruyi melihat ego tinggi di mata Xiao Muqing.
"Wangye, Wangfei anda sudah bekerja dengan giat dari pagi hingga larut malam begini. Bagaimana jika anda yang secara pribadi mengunjungi kediaman Wangfei? Tidak ada yang salah, bukan? Anda suaminya." Baili Ruyi kembali mengusulkan hal yang sama seperti Gu Sinjie.
Xiao Muqing tidak menjawab Baili Ruyi, kepalanya justru menoleh ke Gu Sinjie dan berkata,"Ambilkan beberapa berkas mengenai Xiao Wangfu yang belum sempat dikerjakan dari meja kerja benwang."
Gu Sinjie yang mendengar ini mengerutkan keningnya. Apa Xiao Muqing juga ingin ikut bekerja agar dirinya sama-sama sibuk dengan Huang Mingxiang? Tetapi tidak banyak bertanya, pria itu segera berlari menuju ruang kerja Xiao Muqing dan membawa setumpuk berkas Xiao Wangfu yang belum sempat Xiao Muqing sentuh.
"Hanya tersisa ini, Wangye. Berkas mengenai Xiao Wangfu dan Chuan Wuqi sudah dipindahkan ke ruangan kerja Wangfei, jadi ini adalah berkas mengenai markas militer," ucap Gu Sinjie.
Xiao Muqing mengangguk, dia tidak peduli itu berkas pekerjaan apa. "Antar benwang ke kediaman Wangfei. Ruyi, anda segera kembali."
"Aku tidak diajak?" Baili Ruyi mengerutkan keningnya kesal, dia sudah ikut berbaik hati menemani pria itu menunggu.
"Tidak. Besok pagi ada misi khusus untukmu," jawab Xiao Muqing, lalu berlenggang pergi dengan Gu Sinjie yang mendorong kursi roda-nya sambil meledek Baili Ruyi.
__ADS_1
Sesampainya di kediaman Huang Mingxiang, Su Mama tidak bisa tidak terkejut. Wanita tua itu sedari tadi berjaga di depan pintu, melihat kehadiran Xiao Muqing kebahagiaannya tidak dapat dibendung. Ini pertama kalinya Xiao Muqing mengunjungi Huang Mingxiang, Su Mama sangat bahagia. Akhirnya setelah hampir seminggu Huang Mingxiang dan Xiao Muqing menikah, pria itu mengunjungi kediaman Huang Mingxiang.
"Salam, yang mulia. Saya akan memberitahukan kedatangan anda kepada Wangfei," ucap Su Mama.
Gu Sinjie menggeleng dari belakang kursi roda. "Tidak perlu, Su Mama. Biarkan kamu masuk tanpa mengganggu fokus Wangfei."
Su Mama mengangguk paham, kemudian membukakan pintu untuk Xiao Muqing. Setelah Gu Sinjie mendorong kursi roda Xiao Muqing masuk, pria itu melepasnya dan kembali berjalan ke luar untuk menunggu.
Xiao Muqing menjalankan kursi rodanya sendiri secara pribadi, perlahan dia mendekat ke meja kerja Huang Mingxiang. Mata birunya melihat Huang Mingxiang yang tengah tertidur di tumpukan berkas pekerjaan, pria itu memperhatikan tumpukan-tumpukan berkas yang ternyata lebih banyak dari pada yang ada di bayangannya.
Xiao Muqing kini berada di samping kursi Huang Mingxiang, kemudian menaruh tumpukan berkas yang dia bawa dari ruangan kerjanya di atas meja kerja Huang Mingxiang.
Xiao Muqing memperhatikan Huang Mingxiang, tidak ada hal lain yang dia lakukan saat ini selain memandangi wajah Huang Mingxiang. Tanpa sadar, tangan kanannya bergerak untuk menyentuh kepala Huang Mingxiang. Tetapi setelah hampir menyentuh, pria itu menarik tangannya.
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, matanya masih terpejam. Badannya sedikit bergerak menggeliat, sepertinya wanita itu merasa tidak nyaman karena udara di malam hari cukup dingin.
Xiao Muqing melepas mantel yang dia gunakan, itu dibuat dari bulu beruang hidup terbaik beberapa tahun lalu saat perjalanannya ke negara Utara. Xiao Muqing meletakkan mantel itu untuk menyelimuti Huang Mingxiang, kening Huang Mingxiang yang sebelumnya sempat mengerut, kini kembali normal.
Xiao Muqing mengambil salah satu kertas berkas yang ditindih Huang Mingxiang, khawatir kertas itu akan rusak karena dibuat alas tidur oleh Huang Mingxiang. Saat Xiao Muqing berusaha mengambilnya perlahan, tiba-tiba Huang Mingxiang menggeliat lagi dan perlahan membuka matanya.
Huang Mingxiang kembali ke posisi duduk semula, tangannya bergerak untuk mengucek matanya dan menoleh ke arah Xiao Muqing dengan kening mengerut. "Wangye?"
Xiao Muqing tidak mengindahkan Huang Mingxiang, pria itu segera mengambil cepat kertas berkas yang sudah terlihat tidak mulus.
Huang Mingxiang tersenyum tipis, dia masih berniat menggoda Xiao Muqing bahwa di tengah kurangnya alam bawah sadar karena baru terbangun dari tidur. "Anda kemari untuk mengunjungi saya karena rindu, kan?"
Xiao Muqing menatap Huang Mingxiang dingin. "Anda menggunakan kertas berkas pekerjaan untuk alas tidur?" Tangan Xiao Muqing menggoyangkan kertas itu.
Huang Mingxiang membelalakkan matanya, kemudian segera mengambil kertas itu dari tangan Xiao Muqing. "Astaga! Wangye, Mingxiang benar-benar tidak sengaja!" Huang Mingxiang berusaha membuat kertas itu menjadi mulus lagi.
"Bekerja secukupnya. Jika sudah lelah jangan dipaksa," ucap Xiao Muqing, kemudian kepalanya melirik ke luar jendela. Bulan terlihat sangat cantik malam ini, cahayanya yang terang menerobos masuk melalui jendela ruangan.
Huang Mingxiang menghela napas. "Iya-iya, lalu apa yang membuat Wangye berkunjung ke kediaman Mingxiang? Apa ada sesuatu yang penting?"
"Apa harus membutuhkan alasan khusus sehingga benwang dapat menginjakkan kaki di tanah benwang sendiri?" balas Xiao Muqing.
Huang Mingxiang menggeleng, sekali lagi dia menghela napas. "Baiklah, kalau begitu apa yang bisa Mingxiang bantu sekarang? Apa anda hanya ingin bertemu denganku?" Di akhir kalimat bibir Huang Mingxiang tersenyum.
Xiao Muqing menatap dingin Huang Mingxiang, kemudian matanya melirik ke tumpukan berkas yang baru saja dia bawa. "Gila. Lihat tumpukan itu, kerjakan ini besok pagi."
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. Pekerjaan? Saat matanya mengikuti arah pandang Xiao Muqing, wanita itu membelalakkan matanya. Huang Mingxiang menghela napas gusar. "Wangye!!"
__ADS_1
Huang Mingxiang memijat keningnya, dia sudah muak bekerja hari ini. Xiao Muqing yang melihat ini diam-diam tersenyum samar, pria itu mempertahankan sosok acuh tak acuhnya, lalu berkata,"Jangan mengeluh, pekerjaan tidak akan selesai jika kamu mengeluh. Benwang akan di sini mengawasi, sehingga kamu tidak bisa bermalas-malasan." Kemudian mata Xiao Muqing melirik ke arah pintu ruang kerja Huang Mingxiang.
"Su Mama, buatkan teh hangat dan siapkan beberapa camilan," ujar Xiao Muqing, membuat Su Mama mengangguk dan segera berlari ke arah dapur dengan senyum lebar.