Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 66. Panas di Musim Dingin


__ADS_3

"Niangniang, pelayan selundupan Huang Guifei hendak--"


"Usir." Rong Xuan memotong cepat, tidak peduli. Pelayan pribadinya pun mengangguk, tidak berani bicara apa pun lagi. Segera keluar ruangan, menyampaikan pesan Rong Xuan.


Tak lama pelayan pribadinya masuk kembali, wanita itu menuangkan teh hangat untuk Rong Xuan. "Acara perayaan Salju Akhir Tahun tahun ini sangat berantakan. Niangniang, apa tidak masalah jika tidak 'mengurus' Huang Guifei? Nubi takut dia akan berbicara yang tidak-tidak menyebut nama anda."


Rong Xuan tersenyum tipis, kemudian mengambil cangkir teh yang sudah penuh. Menyeruputnya, lalu baru menjawab,"Jika wanita itu menyebut pun tidak akan berdampak apa pun untukku. Pihak pengadilan tidak akan menemukan jejak kejahatan apa pun jika seandainya nanti menyelidikiku. Biarkan wanita itu mati sesuai waktunya, Kaisar juga tidak akan pernah mencabut hukumannya. Dan lagi, berhenti memanggil wanita itu dengan gelar 'Guifei', karena secara resmi dia sudah menjadi sampah. Bukan lagi selir Kekaisaran yang terhormat."


Pelayan pribadi Rong Xuan mengangguk mengerti, sedangkan Rong Xuan masih tetap tersenyum dingin. Matanya menatap kosong lurus ke depan, kepalanya memikirkan Huang Mingxiang. "Aku tidak akan mengurus hal-hal yang tidak berguna, karena aku harus mengurus satu urusan yang jauh lebih penting." Kemudian mata Rong Xuan melirik ke arah pelayan pribadinya. "Panggil ayahku kemari."


"Baik, Niangniang."


**


Sementara itu di Xiao Wangfu, Gu Sinjie dengan cepat masuk ke dalam kereta kuda dan menggendong Baili Ruyi secara pribadi untuk masuk. Langkah kaki pria itu cepat, dia menuju gedung kediaman tamu sesuai perintah Huang Mingxiang. Gu Sinjie merebahkan wanita itu dengan sangat hati-hati di atas kasur, membiarkan kedua mantel tebal miliknya dan Huang Mingxiang masih membuntal tubuh mungil Baili Ruyi.


"Cepat panggil tabibnya, Sinjie!" Huang Mingxiang berseru ke arah Gu Sinjie, kemudian melirik Yui. "Ambilkan satu bak kecil air hangat dan handuk, Yui."


Yui mengangguk, kemudian dengan cepat berlari keluar kamar. Su Mama yang melihat Huang Mingxiang khawatir kepada orang yang bukan bagian dari keluarganya pun tersenyum, dia senang karena Huang Mingxiang membantu tanpa ragu tanpa melihat siapa orang itu. Wanita itu pun ikut menyibukkan diri, dia izin pamit ke dapur untuk membuatkan sup jamur lada hitam untuk Baili Ruyi. Huang Mingxiang tidak bisa tidak mengangguk, sup juga bagus untuk menghangatkan tubuh Baili Ruyi.


Tak lama Yui datang, kedua tangannya sibuk membawa satu bak berukuran sedang berisikan air hangat. Yui menaruh bak itu di lantai, kemudian mencemplungkan handuk dan memerasnya. Tangan Yui dengan hati-hati membasuh dan membersihkan wajah Baili Ruyi.


Perlahan kulit Baili Ruyi menjadi terlihat sedikit memerah, hangat. Raut wajah wanita itu juga tidak lagi seperti sedang menahan dingin, jauh lebih tenang dari pada sebelumnya.


Yui kemudian melepas dua mantel tebal itu dari Yui, lalu perlahan melepas juga pakaian yang dikenakan Baili Ruyi saat berangkat. Pakaian itu sudah terkoyak cukup banyak, bercak darah di mana-mana. Huang Mingxiang memanggil dua pelayan wanita lain agar dapat membantu Yui. Dia duduk di kursi, menatap Yui dan dua pelayan lainnya sibuk mengganti pakaian Baili Ruyi dengan hanfu putih polos yang tebal.


Tak lama, Yui dan yang lain selesai, dua pelayan wanita itupun Huang Mingxiang perintahkan kembali ke pekerjaannya masing-masing. Huang Mingxiang berdiri, berjalan mendekat ke arah Baili Ruyi dan duduk di tepi ranjang. Bahunya yang sebelumnya terluka dan mengeluarkan banyak sekali darah kini sudah dibersihkan dan dibalut oleh perban.


"Wangfei ...." Suara lelah Gu Sinjie terdengar, saat Huang Mingxiang menoleh, matanya melihat Gu Sinjie yang terlihat sangat lelah dan kacau karena berlari tanpa henti.


Huang Mingxiang berdiri, membiarkan tabib pribadi Xiao Wangfu memeriksa keadaan Baili Ruyi setelah sebelumnya sang tabib membungkuk dalam ke arah Huang Mingxiang.


Sang tabib tak henti-hentinya mengerutkan kening, kemudian kembali berdiri dan membungkuk ke arah Huang Mingxiang lagi. "Niangniang, kondisi Nona Baili cukup parah. Nona Baili banyak sekali mengalami luka bagian dalam, pusat kekuatan dalamnya pun sedikit bermasalah. Perlu waktu sekitar tiga bulan untuk memulihkan kondisi Nona Baili seperti semula. Seluruh organ Nona Baili juga hampir mati total karena membeku, sepertinya Nona Baili sudah lama berada di luar ruangan tanpa pakaian hangat sedikitpun. Saya akan menuliskan resep obatnya."


Sang tabib beralih membuka tas kerjanya dan mengambil kuas kecil, lalu mulai menuliskan resep obat untuk Baili Ruyi. Gu Sinjie mengambil kertas resep itu setelah sang tabib selesai menulisnya, membacanya dengan teliti.


Gu Sinjie menghembuskan napas lega, beruntung dia menemukan Baili Ruyi. Jika wanita itu berjalan sendirian dengan tubuh seperti ini ke Xiao Wangfu, ada kemungkinan nyawanya tidak akan terselamatkan. Suhu dingin di luar sana akan membekukan seluruh organ tubuhnya, termasuk jantung.


"Terima kasih banyak, tabib. Saya akan mengantar anda keluar secara pribadi, mari." Gu Sinjie berusaha tersenyum tipis, kemudian mengantar sang tabib keluar dari Xiao Wangfu.

__ADS_1


Huang Mingxiang menarik selimut untuk menutupi tubuh Baili Ruyi sampai bagian dada, kemudian segera berbalik dan berjalan keluar kamar. Di ambang pintu, dia berpapasan dengan Su Mama yang masih menenteng sup jamur lada hitam untuk Baili Ruyi.


"Su Mama, anda bisa menaruh sup jamur lada hitam Baili Ruyi di atas meja. Panggil pelayan wanita lain untuk membantu Nona Baili," ucap Huang Mingxiang, kemudian melanjutkan jalannya lagi menuju kediaman Xiao Muqing.


Su Mama mengangguk, lalu melaksanakan apa yang Huang Mingxiang katakan.


Huang Mingxiang sudah tiba di kediaman Xiao Muqing, kemudian masuk ke dalam ruangan kerja pria itu. Dia sedikit terkejut karena melihat Xiao Muqing tengah membaca berkas bisnis Chuan Wuqi, pria itu sungguh-sungguh menggantikan dirinya.


"Wangye." Huang Mingxiang tersenyum, matanya menatap hangat Xiao Muqing.


Xiao Muqing mengalihkan tatapannya dari buku yang dia baca, lalu melihat Huang Mingxiang yang berjalan mendekat ke arahnya dengan senyum hangat.


"Mingxiang, kemari." Xiao Muqing langsung memerintahkan Huang Mingxiang mendekat, wanita itu pun tidak berani membantah. Huang Mingxiang menurut, lalu berdiri tepat di samping Xiao Muqing, namun tiba-tiba pria itu menarik pinggangnya dan sedikit mengangkat tubuhnya. Kini posisi Huang Mingxiang sedang duduk di atas pangkuan Xiao Muqing.


"Apa biaya yang dikeluarkan untuk membayar aktris teater tidak terlalu sedikit?" tanya Xiao Muqing, jari telunjuknya menunjuk nominal angkat yang tertera pada laporan tersebut.


Huang Mingxiang yang masih terkejut pun segera tersadar, matanya segera menatap ke arah laporan tersebut, kepalanya menggeleng pelan. "Tidak, Wangye. Seratus tael emas sudah lebih dari cukup, bahkan dengan anggaran segitu bisa digunakan untuk membangun bisnis kecil-kecilan baru."


Xiao Muqing termenung sejenak, kemudian menutup laporan itu dan berkata,"Gandakan nilainya."


"A--apa?" tanya Huang Mingxiang terkejut.


"Tetapi, Wangye. Untuk biaya promosi akan ditanggung oleh Tuan Muda Rong, sebaiknya kita bicarakan terlebih dahulu olehnya," ucap Huang Mingxiang.


Xiao Muqing menggeleng. "Uang Xiao Wangfu masih lebih dari cukup bahkan jika diminta satu juta kelipatan lagi."


Huang Mingxiang diam, tidak berani menjawab. Dari nada bicaranya, sepertinya Xiao Muqing tidak begitu menyukai Rong Wangxia.


Huang Mingxiang mengangguk. "Baiklah, Wangye. Tetapi Mingxiang sarankan untuk membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Tuan Muda Rong, karena bisnis kita dan dia terikat kontrak. Kita bisa dituntut jika bertindak semena-mena."


Xiao Muqing mengangguk. "Gu Sinjie akan mengurusnya." Walaupun sebenarnya Xiao Muqing tetap tidak akan melakukan diskusi apa pun dengan Rong Wangxia. Dia sama sekali tidak tertarik untuk bertemu atau berdiskusi dengan Rong Wangxia, Xiao Muqing tidak peduli dengan kontrak atau siapa status pria itu.


Huang Mingxiang menaruh kembali buku berkas laporan Chuan Wuqi ke dalam laci, kemudian menoleh ke arah Xiao Muqing dan mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu.


"Yang mulia, apa anda tahu bahwa saya telah berhasil mengalahkan musuh-musuh saya hari ini? Seluruh rencana saya berjalan sukses!" Huang Mingxiang tersenyum, melupakan masalah Rong Wangxia tadi dan fokus menceritakan kisah bahagianya hari ini.


Xiao Muqing mengangguk. "Benwang sudah mendengar kabarnya."


Huang Mingxiang terkekeh, tentu saja Huang Mingxiang tahu. Huang Mingxiang hanya ingin bercerita.

__ADS_1


Huang Mingxiang menyandarkan kepalanya di bahu Xiao Muqing, menghirup aroma khas tubuh pria itu. Perasaan bahagianya kini bercampur dengan perasaan tenang. Ini adalah perasaan bahagia paling menyenangkan miliknya.


Xiao Muqing dengan ragu memeluk Huang Mingxiang dengan kedua tangannya, kemudian mengelus punggung wanita itu.


Huang Mingxiang tersenyum, sentuhan Xiao Muqing terasa geli di punggungnya. Wanita itu segera mengangkat kepalanya untuk menatap Xiao Muqing. "Wangye, apa anda sedang menggoda saya?"


Xiao Muqing mengerutkan keningnya, bingung. Dia hanya mengelus punggung Huang Mingxiang, menggoda?


Huang Mingxiang terkekeh, sudah dia duga suaminya tidak akan berpikir sampai ke sana. Wanita itu segera mengecup pipi Xiao Muqing. "Sayang sekali anda tidak datang, padahal pertunjukannya menarik. Aku menampar pipi wanita itu."


Tangan kanan Xiao Muqing beralih bergerak mengelus pipi Huang Mingxiang. "Sekeras apa?"


Huang Mingxiang memiringkan kepalanya ke arah tangan Xiao Muqing yang sedang mengelus pipinya. "Sangat keras, bahkan seluruh orang sampai terkejut karena suaranya."


Xiao Muqing tersenyum tipis, bola mata birunya menatap wajah Huang Mingxiang yang perlahan memerah karena terus menerus mendapat tatapan dalam darinya.


Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. "Wangye, bisakah anda berhenti menatap saya dengan tatapan seperti itu?"


Xiao Muqing menaikkan alis kirinya. "Mengapa tidak? Apa ada larangan untuk menatap istri sendiri?"


"Tidak ada ...." Huang Mingxiang menjawab pelan, kepalanya menunduk, wajahnya semakin memerah.


Xiao Muqing mengangkat dagu Huang Mingxiang, wajah wanita itu kembali terlihat sempurna, mata mereka lagi-lagi bertemu. Xiao Muqing mengelus leher jenjang putih Huang Mingxiang, membuat wanita itu tersenyum menahan geli. Sentuhan Xiao Muqing selalu berhasil 'memancing'nya.


Xiao Muqing mendekatkan wajahnya ke arah Huang Mingxiang, perlahan, bibir mereka sudah saling ******* satu sama lain. Ini ciuman panas di hari pertama musim dingin mereka. Salju terus turun, masing-masing makhluk hidup sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dan menghangatkan diri mereka. Sepertinya Huang Mingxiang dan Xiao Muqing, mereka juga sibuk 'menghangatkan' diri.


Kursi roda Xiao Muqing bergerak sendiri secara tiba-tiba, membuat Huang Mingxiang terkejut. Pasalnya dia baru mengetahui hal ini, dia tidak tahu bahwa kursi roda Xiao Muqing dapat bergerak sendiri sesuai dengan keinginan pria itu.


Xiao Muqing mengeratkan pelukannya, tidak memberikan Huang Mingxiang untuk mengalihkan perhatian.


Xiao Muqing menggunakan kekuatan dalamnya untuk meletakkan Huang Mingxiang di atas kasur, kemudian tak lama pria itu menyusul.


Huang Mingxiang duduk di atas tubuh Xiao Muqing, melepas kasar seluruh pakaiannya. Begitu juga dengan Xiao Muqing, mereka menanggalkan pakaian masing-masing. Menyisakan satu pakaian dalam yang tipis.


Huang Mingxiang menutupi kedua buah dadanya menggunakan lengannya, wajahnya memerah, tidak berani menatap Xiao Muqing.


"Wangye ...." Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, dia sangat malu.


Xiao Muqing menarik pelan lengan Huang Mingxiang, kemudian menarik tubuh wanita itu agar jatuh ke tubuhnya. Wajah mereka bertemu, hanya berjarak setengah jengkal.

__ADS_1


"Tutup matamu," ujar Xiao Muqing, kemudian mencium bibir Huang Mingxiang lagi. Kedua tangan pria itu gesit membuka tali pakaian dalam tipis Huang Mingxiang. Hari yang terasa sangat dingin itu, mendadak berubah menjadi sangat panas untuk Huang Mingxiang dan Xiao Muqing.


__ADS_2