Istri Kesayangan Xiao Wangye

Istri Kesayangan Xiao Wangye
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!


__ADS_3

"Yang mulia, anda harus mengenakan mantel saat melihat salju." Wu Zeyuan mengerutkan keningnya sambil memakaikan mantel tebal ke Xiao Jihuang. Malam ini Xiao Jihuang lagi-lagi mengunjungi kediamannya, pria itu kini tengah melihat-lihat salju bersama Wu Zeyuan karena permintaan Wu Zeyuan sendiri.


Xiao Jihuang tersenyum tipis, mengangguk dan membiarkan Wu Zeyuan memakaikannya mantel.


"Zeyuan, apa harapan kamu di akhir tahun ini? Kamu sudah menjadi wanita yang sangat baik, Zhen akan memberikanmu hadiah," tanya Xiao Jihuang, membuat Wu Zeyuan tertegun.


Wu Zeyuan tersenyum tipis, lalu menjawab,"Zeyuan tidak menginginkan hadiah mewah apa pun, yang mulia. Zeyuan hanya ingin menjadi selir berbakti dan dicintai yang mulia. Kebahagiaan yang mulia juga merupakan kebahagiaan Zeyuan."


Kalimat Wu Zeyuan tulus, dia mencintai Xiao Jihuang. Dia tahu perasaan kuat Xiao Jihuang hanya untuk Huang Mingxiang, tetapi ... biarkan itu menjadi masalah lain. Fakta itu tidak akan mengganggu perasaan Wu Zeyuan, dia adalah salah satu wanita yang mengikuti pemilihan selir dengan sepenuh hati karena perasaan cinta. Sedikit wanita yang mengikuti pemilihan selir karena perasaan cinta, rata-rata dari mereka karena mengincar kedudukan dan membawa nama keluarga.


Xiao Jihuang, pria itu tertegun. Ini pertama kalinya ada seorang selir yang mengatakan kalimat seperti itu dengan tatapan dan aura yang tulus. Kalimat seperti itu memang sudah sering dia dengar, namun Xiao Jihuang masih dapat melihat ketidaktulusan.


Wu Zeyuan menyadari tatapan Xiao Jihuang, wajah wanita itu memerah. Wu Zeyuan mengalihkan pandangannya, kemudian beralih mengambil kotak kayu sedang yang dia taruh di sebelahnya.


Wu Zeyuan membuka kotak itu di hadapan Xiao Jihuang, lalu mengeluarkan syal hangat berwarna emas. Ada sulaman naga di syal itu, membuat perhatian Xiao Jihuang beralih ke syal tersebut.


"Yang mulia, saya menyiapkan syal ini untuk hadiah salju akhir tahun anda. Saat membuat ini saya selalu berdoa, bahwa selir yang akan menghabiskan malam di salju pertama adalah saya. Ternyata doa saya dikabulkan, saya sangat senang." Wu Zeyuan tersenyum, menunduk menatap syal rajutannya.


Xiao Jihuang tersenyum tipis, rajutan syal Wu Zeyuan sangat rapi. Sesaat, tanpa sadar dia melupakan Huang Mingxiang. Pria itu fokus kepada Wu Zeyuan.


"Apa Zeyuan boleh memasangkan syal ini secara pribadi untuk yang mulia?" tanya Wu Zeyuan, ragu-ragu Xiao Jihuang akan setuju.


Tetapi di luar dugaan, Xiao Jihuang mengangguk. "Tentu. Lakukanlah, Zeyuan."


Wu Zeyuan tersenyum dalam, dia segera memasangkan syal itu di leher Xiao Jihuang. Matanya yang indah terlihat sangat terang di malam hari, butiran salju satu persatu mendarat di kepalanya. Tangan Xiao Jihuang bergerak untuk menyingkirkan butiran salju tersebut, ini pertama kalinya dia merasa nyaman dengan wanita yang ada di Harem-nya. Jika boleh jujur, ini adalah perasaan nyaman tertulus pertama milik Xiao Jihuang untuk selirnya.

__ADS_1


Wu Zeyuan menghela napas lega setelah berhasil memakaikan syal tersebut di leher Xiao Jihuang. "Sebelumnya Zeyuan sangat khawatir bahwa syal ini terlihat tidak cocok saat dikenakan yang mulia, namun Zeyuan lupa kalau yang mulia selalu cocok mengenakan apa pun. Yang mulia, apa saya perlu membuatkan sepasang kaus kaki untuk anda agar terlihat serasi dengan syal ini?"


Deg!


Xiao Jihuang tertegun. Kaus kaki ... itu adalah hadiah salju akhir tahun dari Huang Mingxiang empat tahun lalu. Pikiran pria itu kembali terisi penuh dengan Huang Mingxiang, senyuman untuk Wu Zeyuan perlahan menghilang.


Wu Zeyuan menyadari senyuman Xiao Jihuang yang perlahan menghilang, dia tidak ribut. Wu Zeyuan berusaha tenang, mempertahankan senyumannya. Diam-diam berpikir, apa ada salah satu kalimatnya yang salah? Atau ... ada salah satu kalimatnya yang mengingatkan pria itu kepada Huang Mingxiang?


"Yang mulia, sepertinya sudah semakin larut. Apa anda tidak ingin segera masuk ke dalam dan beristirahat?" tanya Wu Zeyuan, tangannya bergerak untuk melingkar di tangan kanan Xiao Jihuang.


Xiao Jihuang mengangguk, tersenyum kaku. "Iya, lebih baik masuk ke dalam."


Sesampainya di dalam kamar, Wu Zeyuan melepas mantel Xiao Jihuang terlebih dahulu, kemudian baru melepas mantelnya sendiri. Wanita itu beranjak naik ke atas kasur, berbaring di sebelah Xiao Jihuang. Tangan Wu Zeyuan memeluk tubuh Xiao Jihuang, matanya terpejam untuk meraih ketenangan. Dia berharap waktu berhenti sebentar seperti ini.


"Yang mulia, jika Huang Guifei berada di kuil untuk melaksanakan hukuman anda, lalu siapa yang akan mengurus perayaan Salju Akhir Tahun? Bukankah keputusan itu sudah mulai terdengar ke telinga para bangsawan lain?" tanya Wu Zeyuan, sebelum tidur dia harus mengorek informasi pasti dulu.


Sementara itu di Istana Kediaman Rong Xuan, wanita itu sibuk berdiskusi dengan ayahnya.


"Xiao Wangye mungkin sekarang telah memiliki kekurangan, namun pria itu tetap seorang penguasa dan petarung gila. Melawan dia ada keputusan dan jalan yang gila, Xuan'er." Rong Tagu menatap putrinya khawatir.


Rong Xuan menatap tajam ayahnya. "Aku adalah ibu negara Kekaisaran ini, ayah. Pria itu seharusnya tetap menghormati meskipun dia adalah seorang senior Kekaisaran. Melawan pria itu memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak ada cara untuk menang."


"Tetapi, apa yang membuatmu sangat ingin merenggut lima ratus ribu pasukan Xiao Wangye? Bukankah sebelumnya kamu terlihat tidak tertarik, Xuan'er?" tanya Rong Tagu, menatap sulit putrinya.


Rong Xuan diam sejenak, matanya menatap dingin cangkir teh yang ada di hadapannya. "Huang Mingxiang. Aku ingin menghancurkan wanita itu, ayah."

__ADS_1


Rong Tagu tertegun, kemudian menggeleng. "Berisiko, Xuan'er. Wanita itu dikelilingi petinggi-petinggi Kekaisaran. Xiao Wangye, Huangtaihou, Huang Dajie ayahnya. Sulit menghancurkan Huang Mingxiang begitu saja."


"Aku tidak peduli, yang aku inginkan hanya kehancurannya. Jalankan saja apa yang aku katakan, ayah. Kita akan berhasil, aku mempunyai rencana yang bagus," ucap Rong Xuan, bibirnya tersenyum licik di akhir kalimat.


Rong Tugu memejamkan kedua matanya, kemudian dia mengangguk dan membungkuk ke arah Rong Xuan. "Baik, yang mulia."


Rong Xuan menatap ayahnya lagi, senyum liciknya masih terpasang. "Kumpulkan orang-orang berpengaruh di militer yang diam-diam tidak menyukai Xiao Muqing, aku membutuhkan mereka juga."


Rong Tugu mengangguk lagi. "Baiklah, ayah akan hubungi mereka semua besok pagi."


Rong Xuan balas mengangguk. "Terima kasih banyak, ayah. Tetapi ingat, jangan sampai gerakan kita terendus oleh Kaisar."


Setelah tiga sampai lima kalimat, akhirnya Rong Tugu memutuskan untuk pergi. Rong Xuan meminum sisa teh-nya yang ada di dalam cangkir, kepalanya menyusun berbagai macam rencana dan memikirkan berbagai macam kemungkinan. Dia bertekad akan membuat Huang Mingxiang menangis dan berlutut ke arahnya. Itu sumpah Rong Xuan.


Di tempat lain, Huang Liyue. Wanita itu sibuk menyalin kitab yang diperintahkan Xiao Jihuang. Tangannya terasa kelu, dia benar-benar membenci Huang Mingxiang sekarang. Tetapi, mengingat bahwa dia akan menjadi pengurus acara perayaan Salju Akhir Tahun, bibirnya tersenyum licik. Dia bersumpah akan membalas seluruh perbuatan Huang Mingxiang. Dia sudah memiliki rencana untuk mempermalukan dan menodai Huang Mingxiang, lihat saja nanti. Huang Liyue benar-benar akan melawannya tanpa ampun!


"Niangniang, bubuk obat yang anda perintahkan sudah Nubi temukan. Apa yang harus Nubi lakukan untuk obat ini?" tanya pelayan pribadi wanita Huang Liyue, membuat Huang Liyue menoleh.


"Kemari." Huang Liyue meminta bubuk obat itu, kemudian menatapnya dingin.


"Ini benar-benar akan menimbulkan efek 'gila'?" tanya Huang Liyue, memastikan.


Pelayan pribadinya mengangguk. "Benar, yang mulia. Nubi sudah menggunakannya ke beberapa pelayan rendah di Istana, mereka semua menjadi tak terkontrol. Hasrat mereka untuk berhubungan menjadi benar-benar gila, obat ini asli."


Huang Liyue tersenyum puas, mengangguk mengerti. "Kalau begitu kau boleh kembali."

__ADS_1


"Terima kasih banyak, Niangniang."


__ADS_2